RSS

Category Archives: Khutbah

Rekaman Khutbah Jum’at : “TAKUT KEPADA ALLOH & SEBAB-SEBAB UNTUK MENUMBUHKAN RASA TAKUT KEPADA-NYA.”

Image result for masjid di waktu subuh

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN  hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau mengingatkan kepada kita tentang salah satu bentuk ibadah kepada Alloh Ta’ala, yaitu AL-KHOUF MINALLOH (Takut kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala).

Takut kepada Alloh adalah ibadah yang agung, ibadah yang mulia, bahkan ibadah ini hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim. Hal itu karena banyaknya ayat-ayat Alloh Ta’ala yang memerintahkan kita agar takut kepada-Nya.

Diantara dalil-dalil yang menunjukkan hal itu diantaranya, firman Alloh Ta’ala :

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ يُخَوِّفُ أَوۡلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمۡ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ١٧٥

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS Ali Imron : 175)

Juga dalam firman Alloh :

فَلَا تَخۡشَوُاْ ٱلنَّاسَ وَٱخۡشَوۡنِ……. ٤٤ 

“Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku…” (QS Al-Maidah : 44)

Juga dalam firman Alloh Ta’ala :

وَإِيَّٰيَ فَٱرۡهَبُونِ ٤٠ 

“Dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (QS Al-Baqoroh : 40)

Dalil-dalil tersebut menunjukkan, wajibnya bagi kita untuk selalu merasa takut kepada Alloh Ta’ala.

Kemudian, bagaimana caranya agar di dalam hati kita selalu ada dan tumbuh rasa takut kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala ? Apa yang harus kita upayakan agar kita bisa mencapai kedudukan seperti itu ? (yakni orang-orang selalu mempunyai rasa takut kepada Alloh Ta’ala).

Dalam kesempatan khutbah ini, ustadz menyebutkan beberapa cara dan amalan yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan rasa takut kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Diantaranya adalah :

  1. Membaca Al-Qur’an dan mentadabburi (memikirkan dan merenungkan) makna-maknanya.
  2. Menyadari tentang besarnya dosa dan akibat jelek yang ditimbulkannya.
  3. Mengenal Alloh Ta’ala, baik dalam hal bnama-nama-Nya, dan juga sifat-sifat-Nya.
  4. Mengetahui tentang keutamaan orang-orang yang benar-benar takut kepada Alloh
  5. Memikirkan tentang keadaan umat manusia, ketika terjadinya hari “ketakutan yang sangat besar”, yaitu hari kiamat.
  6. Mendengar nasehat-nasehat ataupun ceramah-ceramah, muhadhoroh-muhadhoroh dan sejenisnya, yang menjadikan hati merasa takut kepada Alloh Ta’ala.
  7. Dan masih banyak yang lainnya……

Beliau menyebutkan amal-amal tersebut, berikut penjelasannya dan faedahnya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 21 ربيع الثاني 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KESENANGAN YANG MANAKAH YANG KAU INGINKAN, KESENANGAN DI DUNIA ATAU DI AKHIRAT ?”

Image result for indahnya surga

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam Khutbah ini, Ustadz menukil firman Alloh Ta’ala :

مَّن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡعَاجِلَةَ عَجَّلۡنَا لَهُۥ فِيهَا مَا نَشَآءُ لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلۡنَا لَهُۥ جَهَنَّمَ يَصۡلَىٰهَا مَذۡمُومٗا مَّدۡحُورٗا ١٨  وَمَنۡ أَرَادَ ٱلۡأٓخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعۡيَهَا وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ كَانَ سَعۡيُهُم مَّشۡكُورٗا ١٩ 

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS Al-Isro’ : 18-19)

Juga firman Alloh Ta’ala :

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلۡأٓخِرَةِ نَزِدۡ لَهُۥ فِي حَرۡثِهِۦۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلدُّنۡيَا نُؤۡتِهِۦ مِنۡهَا وَمَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ ٢٠ 

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS Asy-Syuro : 20)

Juga firman Alloh Ta’ala :

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيۡهِمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فِيهَا وَهُمۡ فِيهَا لَا يُبۡخَسُونَ ١٥ 

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.” (QS Hud : 15)

Di dalam ayat yang mulia, ada pelajaran, bahwa kesenangan di dunia dan kesenangan di akhirat, adalah dua pencarian manusia, dan keduanya tidak akan pernah bersatu.

Hal itu karena, orang-orang yang menginginkan kesenangan di akhirat, dia harus mengikuti jalan-jalan syari’at agama. Dan ini tidak sama dengan orang-orang yang menginginkan kesenangan dunia. Karena di jalan syari’at itu, ada batasan-batasan dan hukum-hukum yang tidak boleh dilanggar. Sehingga dengan itu, mungkin dia tidak bisa bebas berbuat apa saja dan tidak bisa memperoleh banyak hal kesenangan di dunia ini, tetapi dia akan mendapatkan kesenangan yang lebih besar dan lebih mulia di akhirat nanti.

Karena itulah, agar kita bisa meraih kebahagiaan di akhirat, sekaligus juga kebahagiaan di dunia, kita harus mempunyai sikap yang bijak dalam kehidupan di dunia ini, yakni diantaranya adalah mengikuti bimbingan Alloh Ta’ala dalam berbuat di dunia ini, yaitu sebagaimana yang difirmankan oleh Alloh Ta’ala :

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٧٧ 

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Qoshos : 77)

Ayat yang mulia ini memberikan bimbingan pada kita, bahwa kita boleh menikmati apapun kesengan di dunia ini, tentunya sebatas yang dibolehkan oleh syari’at agama kita. Tetapi jangan sampai kita lupa, bahwa kehidupan seorang muslim itu adalah bagaimana kita mengisi hari-hari kita di dunia ini untuk kebahagiaan kita di akhirat nanti. Kemudian dalam ayat ini juga Alloh menyuruh kita untuk berbuat baik kepada sesama manusia, sebagaimana Alloh telah berlaku baik pada mereka, dan juga Alloh melarang kita dari berbuat kerusakan di muka bumi, yakni dengan melakukan tindak kejahatan dan berbagai macam kemaksiatan dan dosa.   Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الجمعة 15 ربيع الثاني 1438 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “BANYAK MENGINGAT KEMATIAN & FAEDAHNYA.”

Image result for kuburan

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid NUR UKHUWAH ISLAMIYYAH, di Jln Kalimas Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Pada kesempatan khutbah kali ini, beliau mengingatkan kita tentang pentingnya memperbanyak mengingat “KEMATIAN”, yang mana Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam menyifati sebagai “SI PENGHANCUR SEGALA KELEZATAN”. Sebagaimana hal itu ditunjukkan dalam hadits yang shohih dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

أكثروا ذكر هاذم اللذات، الموت

“Perbanyaklah oleh kalian mengingat-ingat si penghancur segala lelezatan (di dunia), yaitu kematian.” (HR Imam At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban, sanadnya shohih)

Dalam hadits ini, Nabi menyuruh kita untuk mengingat-ingat kematian, krn dia adalah si penghancur dan pemutus segala kenikmatan dan kelezatan di dunia ini. Perintah tersebut, tentu ada tujuan dan keutamaannya, diantaranya adalah agar kita mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan di akhirat nanti, setelah kematian kita. Karena sesungguhnya, di dunia ini sajalah kesempatan kita untuk beramal, yang menjadi bekal kita dalam kehidupan akhirat nanti.

Dalam hadits yang lain pula, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan, bahwa banyak mengingat-ingat kematian itu, adalah tanda “kecerdasan” seseorang, bahkan dikatakan sebagai orang yang paling cerdas menurut Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Dalam hadits Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhu, beliau bercerita (yang artinya) : “Aku pernah bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, kemudian datanglah seseorang dari Anshor, dan dia mengucapkan salam kepada Nabi, lalu dia bertanya : “Wahai Rosululoh, siapakah orang mukmin yang paling utama itu ?” Beliau menjawab : “Yang paling baik akhlaknya diantara mereka.” Dia bertanya lagi : “Siapakah orang mukmin yang paling cerdas itu ?” Beliau menjawab : “Yang paling banyak mengingat-ingat kematian diantara mereka. Kemudian yang paling bagus persiapannya untuk menghadapi kehidupan setelah itu. Mereka itulah orang yang paling cerdas. (HR Ibnu Majah, dan hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh)  

Mengingat kematian, diantaranya adalah dengan mengingat dan menyadari, bahwa kita semua akan “mengalami” kematian tersebut. Siap atau tidak siap, senang ataupun tidak senang, setiap kita pasti akan mengalami dan merasakan kematian. Banyak dalil yang menunjukkan hal itu.

Mengingat kematian, juga banyak faedahnya/manfaatnya. Maka dalam khutbah ini, ustadz menyebutkan beberapa faedah penting mengingat-ingat kematian tersebut.

Beliau juga menyebutkan cara yang paling efektif dalam mengingat kematian, yaitu dengan melakukan ziaroh kubur. Karena Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam banyak haditsnya yang shohih menyebutkan beberapa tujuan dan manfaat dari ziaroh kubur, diantaranya adalah : agar mengingatkan kita kepada kehidupan akhirat dan kematian, juga agar kita bisa mengambil “ibroh” (pelajaran) dari kematian tersebut (diantaranya, kita menyadari bahwa orang-orang yang telah mati dan dibaringkan di kuburan-kuburan mereka itu, semuanya pernah hidup di dunia dengan berbagai jabatan dan status sosial mereka dan kekayaan mereka, tetapi sekarang terbaring di kuburan mereka tanpa membawa harta apapun yang mereka punya, kecuali sekedar kain kafan saja). Disamping itu, mengingat kematian juga bisa “melunakkan dan melembutkan” hati yang keras, dan sebagainya.   

Itulah diantara isi khutbah beliau kali ini….dan masih banyak pelajaran-pelajaran penting yang lainnya, yang sangat penting bagi kita mengetahuinya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 12 ربيع الثاني 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Info Muhadhoroh (Kajian Islam Ilmiyyah) : “MENGHADAPI MUSUH-MUSUH ALLOH”, bersama Al-Ustadz Abu Hazim hafidzhohulloh.

Image result for jihad islam

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan mengharap ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah …….

MUHADHOROH ILMIYYAH

(Kajian Umum Ilmiyyah) 

Dengan Tema :

“MENGHADAPI MUSUH-MUSUH ALLOH”

Bersama :

Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori

(Pengasuh Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jatim) 

W a k t u  :

Hari Ahad, 10 Robi’ul Akhir 1438 H / 8 Januari 2017 M

(Insya Alloh mulai pukul 09.00 –  Dhuhur)   

T e m p a t  :

Pondok Pesantren DARUS SALAF Semarang

Jln. Bukit Mutiara Jaya No. 3, Perumahan Bukit Kencana Jaya Metesih, Semarang Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأربعاء 06 ربيع الثاني 1438 in Al Ustadz Abu Hazim, Info, Muhadhoroh

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “AGAMA INI SUDAH SEMPURNA, JANGAN DITAMBAH & DIKURANGI.”

Image result for serambi masjid

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam Khutbah ini, Ustadz menukil firman Alloh Ta’ala :

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَۖ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ وَٱللَّهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٦٧

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS Al-Maidah : 67)

Beliau juga menukilkan sebuah hadits Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban rohimahulloh dalam Shohih-nya, bahwa : “Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah istirahat di bawah sebuah pohon bersama para sahabatnya, kemudian beliau menggantungkan pedangnya dan beristirahat, Lalu pada malam hari, ada seorang a’robi yang mengambil pedang beliau, lalu mengarahkannya pada Nabi, sambil berkata : “Wahai Muhammad, siapa yang bisa menghalangimu/melindungimu dari pedang ini ?” Lalu Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Alloh yang menjagaku.” Maka dengan peristiwa ini, turunlah ayat tersebut.”

Kemudian beliau membawakan dalil-dalil lainnya. Itu semua menunjukkan, bahwa : “Bahwa diantara tugas mereka (para Nabi ‘alaihis salam) adalah utk menyampaikan risalah Alloh, dan menjamin penjagaan terhadap mereka, dari gangguan musuh-musuhnya. Mereka hanya takut kepada Alloh Ta’ala, tidak takut kepada yang selainnya.”

Karena itu pula, Nabi juga telah menyampaikan semua risalah Alloh Ta’ala, tidak ada sesuatu apapun yang tertinggal atau yang belum disampaikan. Sebagaimana Alloh Ta’ala juga menjelaskan hal itu dalam firman-Nya di Surat Al-Maidah : 3.

Maka apa saja yang dimasa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bukan agama, dan pada masa sekarang banyak mengamalkannya, dan menganggap hal itu baik dan dianggap sebagai agama, maka hal itu sama saja dengan menganggap Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam belum sempurna dalam menyampaikan agama yang diembankan kepada beliau. Padahal Alloh Ta’ala telah menyuruh menyampaikannya. 

Disamping itu, amalan bid’ah (sesuatu yang tidak berasal dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, tapi dianggap ibadah), semuanya adalah jelek dan sesat. Banyak sekali hadits-hadits Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan jeleknya dan sesatnya kebid’ahan. Dan juga banyak hadits Nabi yang menjelaskan tentang perintah untuk hanya berpegang teguh dengan As-Sunnah beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Itulah diantara intisari kandungan khutbah beliau kali ini, dan masih banyak yang lainnya.

Untuk mengetahui selengkapnya isi khutbah ini, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan meng-klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 04 ربيع الثاني 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KENALILAH ORANG-ORANG NASRANI, MEREKA ADALAH ORANG-ORANG KAFIR.”

Image result for lilin

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren DARUL ILMI Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Pada kesempatan khutbah kali ini, beliau mengingatkan kita tentang fenomena yang banyak terjadi saat-saat seperti sekarang ini (yakni di bulan Desember). Banyak orang begitu antusias menyambut gembira apa yang dinamakan dengan perayaan “Hari Natal & Tahun Baru.” Suasana penyambutannya terasa di mana-mana : di kantor-kantor, di mall-mall, di berbagai media massa dan yang lainnya. Tak terkecuali, banyak kaum muslimin yang turut andil dalam menyambut dan merayakannya, khususnya pada perayaan Natal.

Aneh …., masih ada seorang yang mengaku muslim ikut-ikutan perayaan natalan. Apakah mereka tidak mengenal dan tidak mengetahui siapakah sesungguhnya jati diri orang-orang yang bernama Nasrani alias Kristen itu ? Bukankah mereka adalah orang-orang yang telah “DIKAFIRKAN” oleh Alloh Ta’ala karena keyakinan dan aqidah mereka yang “rusak” parah, yakni meyakini bahwa Alloh itu mempunyai “anak” ? Atau bahkan mereka juga punya keyakinan, bahwa Yesus Kristus itulah Tuhan Alloh…… ?

Kalau mereka berada di atas keyakinan yang bathil semacam itu, maka pantaskah seorang muslim ikut larut dalam merayakan keyakinan yang bathil dan kufur semacam itu.

Itulah diantara isi khutbah beliau kali ini….dan masih banyak pelajaran-pelajaran penting yang lainnya, yang tidak selayaknya kita mengabaikannya.

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkannya sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 28 ربيع الأول 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Muhadhoroh Al-Ustadz Abu Hazim : “BERSEMANGATLAH DALAM MENGAMALKAN & MENEBARKAN AL-HAQ.”

Image result for mimbar masjid sesuai sunnah

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman MUHADHOROH (Ceramah Umum) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori  hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren darul Ilmi Surabaya beberapa waktu lalu, ketika beliau singgah ke Surabaya, dalam perjalanan beliau untuk kepentingan dakwah ke Malaysia.

Dalam muhadhoroh ini, beliau mengingatkan kepada kita, bahwa dalam kehidupan ini, telah terjadi pertempuran yang sangat dahsyat antara pelaku dan pembela Al-Haq, dengan pelaku dan pembela kebathilan. Hal itu terjadi sebagai sunnatullah (ketepan Alloh).

Oleh karena itu, bagi kita yang insya Alloh termasuk pelaku dan pembela Al-Haq, hendaknya bersemangat dalam mengamalkan dan terus menerus membela dan memperjuangkan Al-Haq tersebut. Sebagaimana mereka, para pembela kebatilan, juga bersemangat di dalam membela dan memperjuangkan kebatilan tersebut.

Diantara dalil yang menunjukkan hal itu adalah firman Alloh Ta’ala :

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيۡهِمۡ حَسۡرَةٗ ثُمَّ يُغۡلَبُونَۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحۡشَرُونَ ٣٦ 

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (QS Al-An’am : 36)

Intinya, mereka menginfakkan hartanya untuk menghalangi manusia dari Al-Haq. Dan masih banyak dalil lainnya. Bahkan, orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridho kepada kita, sampai kita mengikuti kemauan mereka untuk mengikuti agama mereka. Sebagaimana dalam firman-Nya :

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٢٠ 

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS Al-Baqoroh : 120)

Maka jika mereka berusaha sekuat tenaga, pikiran, harta dan jiwa mereka untuk membela dan menyebarkan kebathilan, lalu bagaimana mungkin kita kaum muslimin bisa mengalahkan mereka, tanpa ada usaha, perjuangan dan kesungguhan dari kita sendiri untuk membela dan menyebarkan Al-Haq ?  

Maka hendaknya kita harus lebih bersemangat dalam menyebarkan Al-Haq dan kebaikan daripada mereka, diantaranya dengan bersegera dalam mengamalkannya, dan tidak menunda-nundanya, sebagaimana dalam firman Alloh Ta’ala :

۞وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imron : 133)

Hal itu menunjukkan bagi kita, hendaknya kita mempunyai “himmah ‘aaliyah” (semangat yang tinggi) untuk bersegera dalam menunaikan amal-amal kebaikan, dan menyebarkan Al-Haq di penjuru bumi ini.

Dan dalam menyebarkan Al-Haq, diantaranya dengan menyebarkan para da’i ilalloh ke segenap penjuru dunia ini. Sebagaimana yang dilakukan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam tatkala beliau mengutus beberapa orang sahabat ke negeri-negeri lain untuk menebarkan dan menyebarkan dakwah Islam, seperti mengutus mereka ke Yaman dan negeri yang lainnya.

Dan masih banyak cara yang lainnya yang bisa dilakukan dalam upaya untuk menebarkan Al-Haq di muka bumi ini, yang disebutkan oleh Al-Ustadz Abu Hazim dalam muhadhoroh ini.

Maka untuk mengetahui isi muhadhoroh ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 28 ربيع الأول 1438 in Al Ustadz Abu Hazim, Muhadhoroh

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “WAJIBNYA MENCINTAI ROSULULLOH, TETAPI TIDAK BOLEH BERSIKAP GHULUW (BERLEBIH-LEBIHAN).”

Image result for inside masjid nabawi roza

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu (tanggal 2 Robi’ul Awwal 1438 H) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid AL-AMIN Perumnas Tengger Kandangan Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau mengingatkan tentang banyaknya kenikmatan Alloh Ta’ala yang dilimpahkannya kepada kita semua, baik yang kecilnya maupun besarnya, baik yang sedikit maupun banyaknya. Terhadap nikmat tersebut, tentu kewajiban kita adalah selalu mensyukurinya.

Diantara nikmat yang besar, adalah “diutusnya Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam di tengah umat manusia sebagai seorang Nabi dan Rosul (utusan) Alloh.” Sebagaimana hal ini dinyatakan Alloh Ta’ala dalam firman-Nya :

لَقَدۡ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذۡ بَعَثَ فِيهِمۡ رَسُولٗا مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ١٦٤ 

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman, ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS Ali Imron : 164)

Ayat tersebut menunjukkan, diutusnya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, adalah nikmat yang agung. Kemudian, salah satu perkara yang disyari’atkan dalam agama kita, adalah perintah untuk “mencintai” Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Dan ini hukumnya wajib, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang shohih, beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tidak beriman salah seorang dari kalian (dengan keimanan yang sempurna), sampai aku ini lebih dicintainya daripada anaknya, bapaknya dan seluruh umat manusia.” (HR Imam Al-Bukhori & Imam Muslim)

Tetapi, dalam rangka mencintai Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tersebut, beliau juga mengajarkan, agar dalam mencintainya itu tidak sampai bersikap GHULUW (ekstrem/berlebih-lebihan dan melampaui batas), hingga memuji-memuji beliau dan mengangkat kedudukan beliau melebihi kedudukan yang semestinya.  

Banyak dalil-dalil yang menjelaskan larangan bersikap ghuluw, terutama dalam memberikan sanjungan dan pujian pada seseorang. Hal itu karena akan dikuatirkan terjatuh pada kesesatan dan kekufuran, sebagaimana orang-orang Nasrani terjatuh pada kekufuran, karena bersikap ghuluw terhadap Nabi Isa ‘alaihis salam, hingga menjadikan beliau sebagai “anak Alloh” atau “Alloh” itu sendiri.

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam melarang dari hal itu, termasuk juga memuji dan menyanjung beliau secara berlebihan. Ketika ada sekelompok orang yang memuji-muji dan menyanjung beliau, maka beliau menasehati :

“Ucapkanlah dengan ucapan kalian yang wajar. Jangan sampai kalian digelincirkan oleh Syaithon karena ucapan kalian tersebut.” (Al-Hadits)

Tetapi sangat disayangkan. Larangan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam seperti tersebut di atas, justru banyak dilanggar pada saat sekarang ini, khususnya di Bulan Robi’ul Awwal ini, dimana banyak orang mengadakan perayaan yang disebut dengan Maulud Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Dan di dalam perayaan ini, banyak dilakukan bacaan-bacaan qosidah yang mereka sebut sebagai bacaan sholawat Nabi, yang isinya puji-pujian dan sanjungan kepada Nabi, hingga bersikap Ghuluw kepada beliau.

Itulah beberapa poin ringkasan yang bisa kita dapatkan dari rekaman khutbah ini. Dan sesungguhnya masih banyak yang lainnya yang perlu untuk kita ketahui bersama, terkait dengan perayaan Maulud Nabi yang terkenal itu, yang dikritisi oleh Ustadz dalam khutbahnya ini. 

Maka untuk mengetahui isi khutbah ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 17 ربيع الأول 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “INILAH CITA-CITA TERTINGGI SEORANG MUSLIM : “MASUK KE DLAM SURGA & DIJAUHKAN DARI API NERAKA.”

Image result for taman surga

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz menjelaskan tentang kandungan firman Alloh Ta’ala dalam Surat Ali Imron ayat 185 sebagai berikut :

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ١٨٥

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS Ali Imron : 185)

Sahabat Rosululloh yang mulia, Mu’adz bin Jabal rodhiyallohu anhu pernah bertanya kepada Nabi, untuk menunjukkan amal-amal apa sajakah yang bisa menyebabkan masuk surga dan menjauhkan dari api neraka, maka Rosululloh menjawab : “Sungguh, kamu bertanya tentang sesuatu yang sangat besar. Tetapi sesungguhnya akan terasa mudah (untuk mengamalkan sesuatu yang besar tersebut) bagi seseorang yang Alloh Ta’ala mudahkan baginya, (yaitu) : “Hendaknya kamu beribadah kepada Alloh dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kamu mendirikan sholat, kamu menunaikan zakat, kamu berpuasa Romadhon dan berhaji ke Baitulloh ….” (Al-Hadits)

Ayat dan hadits tersebut di atas menunjukkan, bahwa “pencarian yang paling tinggi yang diinginkan oleh manusia di dunia ini”, adalah keinginan dimasukkan ke dalam surga, dan dijauhkan dari api neraka. Ini adalah cita-cita dan keinginan yang agung. Yang mana, bila Alloh Ta’ala memudahkan bagi seseorang mudah memperolehnya, maka akan mudah baginya. Tetapi bila tidak, akan terasa berat untuk menempuhnya. Ini pun juga tergantung adanya hidayah dari Alloh ta’ala kepadanya.

Jalan untuk mencapai cita-cita tersebut, adalah dengan senantiasa mentaati Alloh Subhanahu wa ta’ala, dalam semua perintah dan larangan-Nya. Kemudian terus bersabar di atas ketaatan tersebut, pada hari-hari kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. 

Itulah diantara isi kandungan nasehat yang disampaikan dalam khutbah ini. Dan masih banyak pelajaran-pelajaran yang lainnya. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأربعاء 16 ربيع الأول 1438 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Taushiyyah (Nasehat) : “BERHATI-HATILAH DARI PERKARA YANG BISA MENGGELINCIRKAN PARA PENUNTUT ILMU.”

Hasil gambar untuk kitab ulama salaf

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Beberapa waktu lalu, Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh berziaroh (berkunjung) ke Ngawi dan Magetan untuk suatu keperluan, lebih khusus ke Majelis Ta’lim Masjid Al-Imam Al-Wadi’i di Kota Ngawi yang diasuh oleh Al-Ustadz Abu Muhammad Fu’ad Hasan bin Mukiyi hafidzhohulloh, dan juga berkunjung di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan yang diasuh oleh Al-Ustadz Abu Hazim dan Al-Ustadz Abu Arqom hafidzohumalloh.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, beliau diminta untuk menyampaikan beberapa nasehat untuk segenap para santri dan juga ikhwah di sana. Alhamdulillah, meskipun dalam waktu kunjungan yang ringkas dan sebentar, beliau pun menyempatkannya.

Dan mengingat bagusnya dan pentingnya nasehat tersebut, maka kami hadirkan di hadapan antum semuanya rekaman taushiyyah/nasehat tersebut, semoga semakin menambah ilmu dan juga semangat kita untuk senantiasa tholabul ilmi.

1. Rekaman Kajian / Taushiyyah di Magetan :

(“BAGAIMANA SEORANG MU’MIN MEMANDANG UJIAN BERUPA KENIKMATAN & KESULITAN HIDUP DI DUNIA INI.”)

2. Rekaman Kajian / Taushiyyah di Ngawi :

(“BERHATI-HATILAH DARI PERKARA YANG BISA MENGGELINCIRKAN PARA PENUNTUT ILMU.”)

Maka untuk mengetahui isi rekaman kajian ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan “klik” judul kajian atau taushiyyah tersebut di atas. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 22 صفر 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Muhadhoroh

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “BAGAIMANA BERSYUKUR KEPADA ALLOH & JUGA BERSYUKUR (BERTERIMA KASIH) KEPADA ORANG LAIN.”

Hasil gambar untuk indahnya bersyukur

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz menjelaskan tentang keutamaan dan kelebihan yang Alloh berikan kepada manusia, yang tidak diberikan kepada makhluk-makhluk Alloh yang lainnya. Yang mana dengan kelebihan itu, menjadikan manusia makhluk yang paling mulia dan utama di alam ini. Sebagaimana yang Alloh Ta’ala nyatakan dalam firman-Nya :

۞وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِيٓ ءَادَمَ وَحَمَلۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِيلٗا ٧٠ 

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS Al-Isro’ : 70)

Banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan hal tersebut, tujuannya adalah agar kita bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan tersebut, kemudian menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadah kepada Alloh Ta’ala.

Disamping kita pandai bersyukur kepada Alloh atas segaloa nikmat yang diberikan-Nya, hendaknya juga kita pandai bersyukur (berterima kasih) terhadap siapa saja yang telah memberikan kebaikan kepada kita. Dengan saling memberikan ucapan terima kasih, dan juga saling mengakui kelebihan yang ada pada saudara kita sesama muslim. Baik dengan kita membalas kebaikan kepadanya, ataupun mengucapkan terima kasih kepadanya, ataupun dengan mendoakan kebaikan kepadanya.

Dan masih banyak pelajaran-pelajaran yang lainnya yang disampaikan ustadz pada khutbah kali ini. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 21 صفر 1438 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEBAIKAN & KEBURUKAN, ADALAH COBAAN DARI ALLOH TA’ALA.”

Hasil gambar untuk telaga indah

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau menjelaskan, bahwa yang namanya “cobaan” dari Alloh Ta’ala itu, bukanlah hanya dalam perkara-perkara yang “dibenci/tidak disukai” oleh umumnya manusia, seperti sakit, kemiskinan, penderitaan hidup, musibah berupa bencana, kematian dan sebagainya.

Tetapi sebenarnya, cobaan Alloh Ta’ala itu juga meliputi perkara-perkara yang sangat “disenangi/disukai” oleh manusia, seperti : kekayaan, kecukupan, kesehatan, hidup bahagia, dan segala kesenangan yang Alloh berikan kepada manusia di bumi ini.

Lalu, bagaimana sikap seorang muslim memandang kenikmatan yang Alloh berikan kepada kita ? Apa yang sepantasnya kita lakukan terhadapnya ? Bagaimana kita mengantisipasi “fitnah” yang ditimbulkannya ?

Insya Alloh dalam khutbah ini, diuraikan secara ringkas penjelasan permasalahan-permasalahan yang ditanyakan tersebut, semoga memberikan manfaat bagi kita semuanya.

Maka untuk mengetahui isi khutbah ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan klik : ( DI SINI )

Semoga Alloh Ta’ala menjadikan khutbah ini sebagai ilmu yang bermanfaat bagi kita semuanya, barokallohu fiikum ………….. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأربعاء 16 صفر 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “TERMASUK PRINSIP AL-WALA’ & AL-BARO’, ADALAH MEMILIKI GHIROH (KECEMBURUAN) TERHADAP AGAMA ISLAM.”

Hasil gambar untuk masjid di tepi telaga

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz menjelaskan tentang firman Alloh Ta’ala, yang disebutkan dalam firman-Nya di surat Al-Mujadilah ayat 22 :

لَّا تَجِدُ قَوۡمٗا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوۡ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَآءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَٰنَهُمۡ أَوۡ عَشِيرَتَهُمۡۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٖ مِّنۡهُۖ وَيُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزۡبُ ٱللَّهِۚ أَلَآ إِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ٢٢

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah hizbulloh (golongan Allah). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” (QS Al-Mujadilah : 22)

Ayat tersebut di atas, menjelaskan salah satu prinsip Al-Wala’ wal Baro’ (prinsip loyalitas dan berlepas diri) dalam agama Islam. Yang mana dalam prinsip tersebut, seorang muslim mempunyai sikap yang jelas, kepada siapa dia bersikap Wala’ (loyalitas, yang di dalamnya mengandung kecintaan, saling berkasih sayang dan tolong menolong), dan kepada siapa bersikap Baro’ (berlepas diri, yang di dalamnya mengandung sikap membenci, saling bermusuhan dan sikap memerangi).

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : “Ikatan iman yang paling kuat adalah “mencintai karena Alloh dan membenci juga karena Alloh Ta’ala.”

Nabi juga bersaqbda : “Sesungguhnya Alloh Ta’ala itu mempunyai sifat Ghiroh (cemburu), dan ghiroh Alloh adalah apabila seorang muslim mendatangi apa yang dilarang oleh Alloh (yakni melanggar hal-hal yang diharomkan Alloh, berupa dosa-dosa dan maksiat, edt.).” (HR Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim)

Apa yang dimaksud sifat Ghiroh itu ? Dan apa manfaatnya bila sifat tersebut juga ada pada seorang muslim ? Dan apa hubungannya dengan prinsip Al-Wala’ wal Baro’ dalam agama Islam ini ? Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 10 صفر 1438 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEISTIMEWAAN TAQWA & ORANG-ORANG YANG BERTAQWA.”

Hasil gambar untuk takwa kepada Allah

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz menjelaskan tentang pentingnya TAQWA. Begitu pentingnya taqwa itu, hingga taqwa adalah merupakan wasiat yang agung dari Alloh Ta’ala, juga wasiat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, agar kita semua untuk bertaqwa kepada Alloh Ta’ala.

Dan orang-orang yang bertaqwa, akan mendapatkan janji dan keutamaan yang besar dari Alloh ta’ala, diantaranya : Alloh akan memberikan “FURQON” (nur dan ruh) bagi orang yang bertaqwa, yang dengannya Alloh memberikan kepada hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa, agar bisa berjalan di atas bumi ini dengan petujuk-Nya. Ruh, menghidupkan hati orang yang beriman. Dan nur, memberikan cahaya yang terang benderang dengan cahaya petunjuk bagi orang yang beriman. Dan masih banyak, janji Alloh yang akan diberikan bagi orang-orang yang bertaqwa.

Untuk mengetahui selengkapnya isi khutbah ini, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan meng-klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 01 صفر 1438 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “MENGHIDUPKAN AMAL-AMAL YANG DICINTAI ALLOH.”

Hasil gambar untuk bakti orang tua

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau membawakan hadits dari seorang sahabat Nabi yang mulia, Abu Abdirrohman Abdulloh bin Mas’ud roshiyallohu ‘anhu, yang menjelaskan tentang jawaban Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika beliau ditanya tentang : “Apa saja amal-amal yang paling dicintai oleh Alloh Ta’ala.”

Diantara amal-amal tersebut adalah : Sholat pada waktunya, Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua), dan berjihad di jalan Alloh Ta’ala.

Kemudian beliau menyebutkan tentang keutamaan masing-masing amal tersebut, disertai dalil-dalil tentang hal tersebut, dan menyebutkan pula pelajaran dan faedah yang bisa kita ambil darinya.

Maka untuk mengetahui isi khutbah ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأربعاء 25 محرم 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “AMAL SHOLIH, SALAH SATU SEBAB SESEORANG DIMASUKKAN SURGA.”

Hasil gambar untuk amal sholih

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau mengingatkan kepada kita agar senantiasa bertaqwa kepada Alloh Ta’ala, dengan senantiasa melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya, dan menjauhi apa saja yang dilarangnya.

Beliau juga menasehatkan, agar kita mempersiapkan “bekal yang banyak”, untuk menghadapi kehidupan setelah mati nanti, khususnya di akhirat kelak. Dan tidak ada bekal yang lebih utama bagi kita dan lebih bermanfaat, selain bekal yang berupa ketakwaan kepada Alloh. Dan termasuk bagian dari taqwa kepada Alloh, adalah memperbanyak amal-amal sholih dan ketaatan kepada Alloh. Inilah sarana yang bisa mendekatkan diri kita kepada Alloh, dan mengaharapkan ridho-Nya, yang dengan itu kita harapkan bisa memasukkan kita semua kepada surga-Nya.

Kemudian beliau menyebutkan dalil-dalil tentang pentingnya beramal sholih, dan menyebutkan pula pelajaran dan faedah yang bisa kita ambil darinya.

Untuk mengetahui isi khutbah ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأربعاء 18 محرم 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “JANGAN MEMPERCAYAI TUKANG DUKUN & TUKANG RAMAL.”

Hasil gambar untuk perdukunan

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau mengingatkan kepada kita agar “jangan mempercayai para tukang dukun & tukang ramal dan yang sejenis dengan mereka.” Hal ini beliau sampaikan, karena maraknya di masyarakat kita keyakinan akan benarnya para tukang dukun atau peramal dengan berbagai namanya yang bermacam-macam. Padahal, telah banyak dalil-dalil dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah yang melarang kita dari “mendatangi” para tukang dukun dan “mempercayai atau membenarkan” omongan mereka.

Hal itu juga karena para tukang dukun, peramal atau apapun namanya, mereka adalah orang-orang yang “sok tahu” perkara-perkara “ghoib”. Padahal, yang mengetahui perkara ghoib itu hanayalah Robb kita, Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Hal itu menunjukkan, bahwa pengakuan para tukang dukun dan yang sejenisnya, yang mengaku-ngaku tahu perkara ghoib, adalah suatu “KEDUSTAAN.” Ya, mereka adalah para pendusta. Karena itu, tidak layak kita mempercayai mereka.

Kemudian beliau menyebutkan dalil-dalil tentang hal tersebut dan menyebutkan pula pelajaran dan faedah yang bisa kita ambil darinya. Maka untuk mengetahui isi khutbah ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 12 محرم 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “PENTINGNYA MENGAMBIL PELAJARAN DARI KISAH-KISAH DALAM AL-QUR’AN & HADITS ROSULULLOH.”

Perahu Dan Matahari Keemasan

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz menjelaskan tentang pentingnya mengambil IBROH atau I’TIBAR (pelajaran) dari kisah-kisah yang Alloh ta’ala sebutkan di dalam Al-Qur’an, ataupun yang disebutkan dalam hadits-hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam yang shohih.

Sebagaimana yang dinyatakan dalam firman Alloh Ta’ala :

لَقَدۡ كَانَ فِي قَصَصِهِمۡ عِبۡرَةٞ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِۗ مَا كَانَ حَدِيثٗا يُفۡتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصۡدِيقَ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَتَفۡصِيلَ كُلِّ شَيۡءٖ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ١١١ 

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS Yusuf : 111)

Banyak sekali di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah disebutkan kisah-kisah orang-orang sebelum kita, yang tujuannya adalah agar kita mengambil Ibroh (pengajaran). Artinya, hendaknya kita memperhatikan keadaan orang-orang sebelum kita, dan akibat yang menerima terima, berupa adzab tatkala mereka mengingkari Rosul yang diutus kepada mereka. Sehingga dengan itu, bisa menjadi pelajaran bagi kita, agar kita tidak tertimpa oleh sesuatu yang telah menimpa mereka berupa adzab Alloh Ta’ala dan yang lainnya.

Kemudian dalam khutbah ini, beliau memberikan contoh satu kisah, yang disebutkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shohih, kemudian mengambil beberapa pelajaran dari kisah tersebut. Kisah apakah itu, dan apa pelajaran yang bisa kita ambil darinya ?

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 05 محرم 1438 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEMULIAAN ITU MILIK ALLOH, MAKA CARILAH KEMULIAAN ITU DARI SISI-NYA.”

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz menjelaskan tentang “kemuliaan”. Bahwa kemuliaan itu adalah milik Alloh Ta’ala. Maka siapa saja yang menginginkan kemuliaan, hendaknya dia memintanya kepada Alloh Ta’ala, sebagaimana dinyatakan oleh Alloh Ta’ala di dalam firman-Nya :

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ جَمِيعًاۚ إِلَيۡهِ يَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرۡفَعُهُۥۚ وَٱلَّذِينَ يَمۡكُرُونَ ٱلسَّيِّ‍َٔاتِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدٞۖ وَمَكۡرُ أُوْلَٰٓئِكَ هُوَ يَبُورُ ١٠ 

“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan, bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur.” (QS Fathir : 10)

Dalam ayat ini ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil, diantaranya adalah :

Pertama, bahwa kemuliaan itu hanya ada di sisi Alloh. Siapa yang menginginkannya, hendaknya dia memintanya kepada Alloh. Tentang hal ini, banyak ayat-ayat yang menjelaskannya. Siapa yang menginginkan kemuliaan, yakni yang berupa kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat, adalah hendaknya meminta kemuliaan hanya kepada Alloh Ta’ala.

Kedua, bahwa Alloh itu hanya menerima dari hamba-Nya adalah segala sesuatu yang baik. Apakah itu yang berupa keyakinannya, ibadahnya, amalannya dan perkataannya (kalimat thoyyibah). Termasuk hal ini adalah sedekahnya, tidak akan diterima oleh Alloh Ta’ala kecuali dari hasil usaha yang baik, meskipun sesuatu yang sepele atau sedikit. Adapun sesuatu yang buruk, meskipun dia sebesar gunung, tidak akan diterima oleh Alloh Ta’ala. Selanjutnya beliau menyebutkan juga beberapa fadhilah (keutamaan) sedekah.

Dan masih banyak pelajaran-pelajaran yang lainnya. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 25 ذو الحجة 1437 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “ANJURAN BEKERJA & TERCELANYA MEMINTA-MINTA.”

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau mengingatkan kepada kita bahwa salah satu perkara yang diperintahkan dan disyari’atkan dalam agama kita ini adalah “bekerja”, yakni melakukan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan juga keluarga kita. Dan juga agar kita tidak menjadi beban bagi orang lain, atau meminta-minta kepada orang lain.

Selanjutnya beliau menyebutkan dalil-dalil, baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah, tentang anjuran untuk bekerja dan mempunyai usaha dari hasil karya tangan kita sendiri, atau hasil jerih payah kita sendiri. Dan juga banyaknya dalil-dalil yang menunjukkan tercelanya perbuatan meminta-minta dan menjadi beban bagi orang lain.

Kemudian, dalam khutbah ini pula, ustadz juga mengingatkan kepada kita tentang berbagai amalan sholih dan amal ibadah (selain bekerja), yang juga bisa mendatangkan rejeki dan karunia Alloh pada kita. Apa saja itu ?

Untuk mengetahui isi khutbah ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 18 ذو الحجة 1437 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah