Sebaik-baik Teman dan Tetangga

Bismillah…

Berikut ini rekaman khutbah jum`at al Ustadz Yoyok Abu Abdirrahman pada beberapa jum`at lalu. Semoga bermanfaat sebagai nasehat.

Baarokallohufiikum, tafadhol…

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download di sini

Rekaman Khutbah Jum’at “FAEDAH DARI SURAT AT-TIIN”, bersama Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Asnur hafidzhohulloh

 

MER: Embun Pagi Ikhwah fillah hafidzhokumulloh…..

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, dengan tema “FAEDAH DARI SURAT AT-TIIN”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Asnur hafidzhohulloh di masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Dalam khutbah jum’at ini, beliau menyampaikan beberapa faedah yang diambil dari surat At-Tiin, yang mana dalam ayat-ayat yang mulia ini Alloh Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan beberapa perkara, diantaranya : tentang bagimana sifat penciptaan kita, bagaimana akhir kehidupan kita, serta menjanjikan balasan yang akan diperoleh atas amal-amalnya yang dilakukan di dunia ini.

Dalam ayat-ayat ini ada beberapa faedah penting, diantaranya :

  1. Bahwa penciptaan kita ini telah disempurnakan oleh Alloh Ta’ala sesempurna-sempurnanya, sehingga wajib bagi kita untuk mensyukuri-Nya. Maka selayaknya kita  membalasnya dengan melaksanakan ketaatan dan kewajiban yang disyari’atkan-Nya, dan jangan melanggar larangan-larangan-Nya.
  2. Bahwa bila seseorang berani melanggar apa yang dilarang Alloh, dan tidak mau mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala, maka mereka akan dikembalikan kepada kedudukan serendah-rendahnya, dan Alloh akan melalaikannya. Siapa yang melalaikan Alloh di saat dia kuat, masa muda dan banyak kelapangan, maka Alloh Ta’ala akan membalasnya dengan melalaikannya di saat mereka lemah, kembali menjadi tua atau di saat mereka mengalami kesempitan. Balasan itu akan diberikan sesuai dengan jenis amalannya. Continue reading

Rekaman Khutbah Jum’at Masjid Darul Ilmi, “MEWASPADAI PENGARUH TEMAN DEKAT” dll, bersama Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh

 

USB vs Standard Condenser Microphone

Ikhwan fillah hafidzhokumulloh……

Berikut ini adalah rekaman beberapa Khutbah Jum’at terakhir di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, yang belum sempat ditampilkan di situs kita ini karena beberapa alasan tehnis.

Beberapa kali khutbah jum’at diisi oleh beliau, karena beberapa pekan terakhir ini pula Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Asnur hafidzhohulloh banyak melakukan safar di luar kota/pulau untuk suatu keperluan dakwah.

Dan kami tampilkan beberapa rekaman khutbah jum’at ini mengingat banyaknya faedah yang semoga bisa bermanfaat untuk kita semuanya. Semoga Alloh Ta’ala membalas kebaikan yang banyak bagi yang menyampaikannya maupun yang mendengar dan mengambil faedah darinya. Inilah rekaman selengkapnya, selamat menyimak…….. barokallohu fiikum…………

 

Mewaspadai Pengaruh Teman Dekat

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Continue reading

Rekaman Khutbah Jum’at “ROFIDHOH (SYI’AH) BUKANLAH BAGIAN DARI UMAT ISLAM”, bersama Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Asnur hafidzhohulloh

 

Saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh,

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at kemarin yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Asnur hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi, dengan tema “ROFIDHOH (SYI’AH) BUKANLAH BAGIAN DARI UMAT ISLAM”

Beliau sampaikan ini sebagai upaya nasehat kepada kaum muslimin agar tidak tertipu dengan kesesatan mereka dan penampilan dhohir mereka. Hal ini juga sebagai upaya melaksanakan perintah Alloh Ta’ala sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya :

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (١٠٤)

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imron : 104)

Sebagai bentuk pengingkaran terhadap perkara yang mungkar, maka disini beliau menjelaskan secara ringkas kepada kita tentang kesesatan dan kekufuran Syi’ah (Rofidhoh), yang dinukil dari kitab-kitab mereka sendiri, yang menunjukkan keberanian mereka dalam melakukan kekufuran dan kesesatan, tetapi menampilkan diri sebagai seorang muslim. Maka janganlah tertipu dengan mereka – wahai saudaraku kaum muslimin – karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang kafir, yang keyakinannya lebih bejat dan lebih keji dari orang-orang yahudi dan nashoro.

Diantara kebejatan dan kekufuran mereka :

  1. Tokoh pendiri gerakan mereka ini adalah Abdulloh bin Saba’, seorang yahudi yang pura-pura masuk Islam, kemudian menyebarkan keyakinan sesatnya, bahwa Abu Bakar, Umar dan Utsman rodhiyallohu ‘anhum telah kafir. Kemudian juga meyakini, bahwa Ali rodhiyallohu ‘anhu adalah “Alloh”, lalu Ali berupaya mesehatinya untuk bertobat, tetapi dia enggan, maka Ali rodhiyallohu ‘anhu menghukumnya dan para pengikutnya dengan membakarnya.
  2. Mereka berani berdusta atas nama Alloh, dengan membuat kitab semacam “Al-Qur’an”, yang menisbahkan hal itu sebagai Kalamulloh (firman Alloh).
  3. Mereka meyakini bahwa malaikat Jibril ‘alaihis salam berkhianat dalam menyampaikan wahyu (Al-Qur’an), yang semestinya diturunkan kepada Ali, tetapi salah kirim kepada Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, sehingga mereka membenci malaikat Jibril ‘alaihis salam. Tindakan mereka ini menyerupai yahudi, yang juga membenci malaikat Jibril.
  4. Mereka mengatakan : “Wajib bagi kemaluan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam neraka, karena beliau telah menyetubuhi “seorang wanita musyrik”. Dan yang dimaksud mereka itu adalah ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha. Hal itu menunjukkan bahwa mereka meyakini Rosululloh akan masuk neraka, dan menuduh istri-istri Rosululloh yang mulai – khusunya ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha – sebagai seorang yang kafir lagi musyrik. Continue reading

Rekaman Khutbah Jum’at “MEWASPADAI MASUKNYA RIYA’ DALAM AMALAN”, bersama Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh

 

tetes embun Kaum muslimin rohimakumulloh….., 

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema “MEWASPADAI MASUKNYA RIYA’ DALAM AMALAN KITA”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN Surabaya.

Riya’, adalah perkara yang bisa menyebabkan amalan kita menjadi batal, rusak dan tidak diterima di sisi Alloh ta’ala, atau tidak diberi balasan pahala oleh Alloh Ta’ala. Karena itu, bila riya’ masuk dalam suatu amalan, menjadikan amalan itu sia-sia. Karena itu kita wajib mewaspadainya.

Lalu apa riya’ itu ? Dijelaskan oleh As-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh, dalam kitab beliau Al-Qoulul Mufid ‘ala Kitab At-Tauhid, riya’ itu adalah : “(seseorang) melakukan suatu amalan, agar dilihat oleh orang lain (lalu dia mengharapkan pujian dari orang lain tersebut dengan sebab amalan yang dilakukannya,edt.)

Dan riya’ itu juga adalah salah satu perangai (sifat-sifatnya) orang-orang munafik, sebagaimana dijelaskan dalam firman Alloh Ta’ala :

وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلا (١٤٢)

“Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia, dan tidaklah mereka menyebut Allah (mengingat Alloh) kecuali sedikit sekali.” (QS An-Nisa’ : 142)

Riya’ itu, apabila bercampur atau masuk dalam amalan seseorang, akan bisa merusakkan amalannya. Dalil-dalil tentang masalah ini, sangat banyak sekali. Akan tetapi pada kesempatan khutbah ini, Ustadz Yoyok hafidzhohulloh menyampaikan satu hadits saja yang cukup mewakili masalah ini, yakni hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya dengan sanad yang shohih, yakni kisah tentang orang-orang yang pertama kali akan dipanggil di hadapan Alloh Ta’ala dan akan ditanya tentang amalannya yang nampak besar dan mulia, yakni : (a). Orang-orang yang mati syahid (mati di medan perang atau jihad di jalan Alloh Ta’ala, (b) Orang-orang yang mempelajari ilmu dan yang mengajarkannya/mendakwahkannya serta orang-orang yang membaca Al-Qur’an, (c) Orang-orang yang di dunia banyak bershodaqoh dan berinfak. Continue reading

[ UPDATE ] Rekaman Khutbah Jum’at : “MEWASPADAI PERAYAAN TAHUN BARU”

 

Saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh…….

Tiap kali menjelang akhir tahun masehi seperti ini, dimana-mana kita melihat persiapan kebanyakan manusia untuk melakukan penyambutan akan datangnya apa yang mereka namakan sebagai “tahun baru”. Sepertinya, seluruh manusia di muka bumi ini akan merayakannya dengan penuh gegap gempita dan suka cita. 

Tak terkecuali kaum muslimin, banyak dari saudara kita ini pun ikut-ikutan menyambut dan merayakannya. Ada yang ala kadarnya dengan sekedar “melekan” sambil nonton hiburan TV di rumahnya, atau begadang dan “nongkrong” di jalan, ada yang jalan-jalan di sepanjang jalanan kota atau desanya, dan ada pula yang pesiar di tempat-tempat hiburan bagi mereka yang punya kelebihan uang, dan cara-cara yang lainnya.

Saudaraku…., bagi kebanyakan orang sepertinya hal itu adalah perkara biasa. Tapi tahukah anda, bahwa sesungguhnya hal itu sangat rawan dan membahayakan “nilai” akidah (keyakinan) kita sebagai seorang muslim ? Dari sisi manakah ?

Berikut ini akan kami tampilkan kembali rekaman khutbah jum’at akhir tahun masehi yang lalu tentang bahayanya kita ikut-ikutan dalam merayakan datangnya tahun baru, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN, dengan judul “MEWASPADAI PERAYAAN TAHUN BARU”. Continue reading

Rekaman Khutbah Jum’at “JANGAN TERTIPU DENGAN ORANG-ORANG KAFIR”, bersama Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Asnur hafidzhohulloh

 

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu dengan tema “JANGAN TERTIPU DENGAN ORANG KAFIR”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Asnur hafidzhohulloh, di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Dan yang dimaksud dengan tema tersebut di atas adalah jangan tertipu dengan gaya hidup orang-orang kafir, yang sangat berambisi dengan urusan dunia, dan berpaling dari akhirat. Tema tersebut didasari atas firman Alloh Ta’ala :

لا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلادِ (١٩٦)

“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.” (QS Ali Imron : 196)

Juga firman-Nya yang lain :

مَا يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ إِلا الَّذِينَ كَفَرُوا فَلا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلادِ (٤)

Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.” (QS Ghofir : 4)

Syaikh As-Sa’di menjelaskan tentang dua ayat tersebut : “Tidak sepantasnya bagi seseorang tertipu dengan keadaan seseorang dengan harta dunia yang ada padanya, dengan  menyangka bahwa pemberian Alloh berupa dunia padanya itu menunjukkan kalau  Alloh mencintainya, atau dia di atas Al-Haq atau dia diridhoi oleh Alloh.” Continue reading

Rekaman Khutbah Jum’at “KAFIRNYA ORANG NASHORO & BEBERAPA ALASAN HAROMNYA MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL”, bersama Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh

 

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu dengan tema “KAFIRNYA ORANG NASHORO & BEBERAPA ALASAN HAROMNYA MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Beliau sampaikan hal ini, mengingat saat ini banyak sekali kaum muslimin yang tidak memahami permasalahan ini, yakni tentang kafirnya orang-orang Nashoro, karena bathilnya keyakinan mereka, dan Alloh Ta’ala sendirilah yang telah memvonis mereka sebagai orang yang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (٧٢)لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٧٣)

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, Padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga (trinitas)”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS Al-Maidah : 72-73)

Faedah yang bisa diambil dan dipahami dari ayat-ayat tersebut :

1. Bahwa Alloh Ta’ala telah menyatakan kafirnya orang-orang nashoro.

2. Sebab dikafirkannya mereka adalah karena mereka meyakini bahwa Nabi Isa Al-Masih bin Maryam (yang dalam bahasa mereka disebut Yesus Kristus) adalah Alloh (yakni sebagai Tuhan). Continue reading

Rekaman Khutbah Jum’at “SIFAT-SIFAT ‘IBADURROHMAN”, bersama Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Asnur hafidzhohulloh

 

Ikhwah fillah hafidzhokumulloh……

Berikut ini kami sampaikan rekaman khutbah jum’at pekan lalu dengan tema : “SIFAT-SIFAT ‘IBADURROHMAN”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Asnur hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya. 

Tema tersebut diambil dari beberapa ayat dari Firman Alloh Ta’ala yang tersebut dalam Surat Al-Furqon, dimulai ayat 63 – 76 sebagai berikut :

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا (٦٣)وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا (٦٤)وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (٦٥)إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (٦٦)وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا (٦٧)وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (٦٨)يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (٦٩)إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٧٠)وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (٧١)وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا (٧٢)وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا (٧٣)وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (٧٤)أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلامًا (٧٥)خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (٧٦)

“Dan ‘Ibadurrohman (hamba-hamba Robb Yang Maha Penyayang) itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya Dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta. Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, mereka kekal di dalamnya. syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS Al-Furqon : 63 – 76) Continue reading

Rekaman khutbah jum’at dengan tema : “HUSNUL KHOTIMAH, KEUTAMAAN DAN TANDA-TANDANYA”, bersama Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh

 

Saudaraku Kaum Muslimin rohimakumulloh……

Berikut ini kami tampilkan rekaman khutbah jum’at pekan lalu dengan tema : “HUSNUL KHOTIMAH, KEUTAMAAN & TANDA-TANDA-NYA”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Apa Husnul Khotimah itu ? Husnul Khotimah itu artinya adalah : “Seseorang diberi taufiq oleh Alloh Ta’ala sebelum matinya, untuk menjauhi semua perkara yang dibenci/dimurkai oleh Alloh Ta’ala, dan diberi taufiq pula untuk bertobat dari semua dosa dan maksiat yang pernah dilakukannya, juga diberi taufiq untuk tetap terus menerus dalam melakukan amal-amal ketaatan dan kebaikan, kemudian kematiannya setelah itu berada di atas keadaan yang baik tersebut…”. Atau ringkasnya adalah “akhir kehidupan seseorang yang baik.”

Definisi atau pengertian Husnul Khotimah seperti itu, diambil dari sebuah hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi rohimahulloh dalam Sunan-nya, dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Alloh Ta’ala itu apabila menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka Dia akan “memperbuatnya” (yakni melakukan sesuatu kepada hamba-Nya tersebut).” Ada yang bertanya : “Wahai Rosululloh, bagaimana Alloh Ta’ala melakukan sesuatu kepada hamba-Nya tersebut ?” Beliau menjawab : “Dia akan memberikan taufiq kepada hamba-Nya tersebut untuk berbuat amal sholih sebelum matinya.” (Dishohihkan Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Sunan At-Tirmidzi, no. 1741) Continue reading