Rekaman khutbah jum’at dengan tema : “HUSNUL KHOTIMAH, KEUTAMAAN DAN TANDA-TANDANYA”, bersama Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh

 

Saudaraku Kaum Muslimin rohimakumulloh……

Berikut ini kami tampilkan rekaman khutbah jum’at pekan lalu dengan tema : “HUSNUL KHOTIMAH, KEUTAMAAN & TANDA-TANDA-NYA”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Apa Husnul Khotimah itu ? Husnul Khotimah itu artinya adalah : “Seseorang diberi taufiq oleh Alloh Ta’ala sebelum matinya, untuk menjauhi semua perkara yang dibenci/dimurkai oleh Alloh Ta’ala, dan diberi taufiq pula untuk bertobat dari semua dosa dan maksiat yang pernah dilakukannya, juga diberi taufiq untuk tetap terus menerus dalam melakukan amal-amal ketaatan dan kebaikan, kemudian kematiannya setelah itu berada di atas keadaan yang baik tersebut…”. Atau ringkasnya adalah “akhir kehidupan seseorang yang baik.”

Definisi atau pengertian Husnul Khotimah seperti itu, diambil dari sebuah hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi rohimahulloh dalam Sunan-nya, dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Alloh Ta’ala itu apabila menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka Dia akan “memperbuatnya” (yakni melakukan sesuatu kepada hamba-Nya tersebut).” Ada yang bertanya : “Wahai Rosululloh, bagaimana Alloh Ta’ala melakukan sesuatu kepada hamba-Nya tersebut ?” Beliau menjawab : “Dia akan memberikan taufiq kepada hamba-Nya tersebut untuk berbuat amal sholih sebelum matinya.” (Dishohihkan Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Sunan At-Tirmidzi, no. 1741)

Sungguh, kita sangat menginginkan husnul khotimah seperti itu. Hal itu juga berarti, Alloh Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk istiqomah (tetap lurus) di atas ketaatan dalam beragama ini hingga akhir hayat kita nanti. Sebagaimana diperintahkan dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imron : 102)

Alloh Ta’ala juga berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (٣٠)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Robb kami adalah Alloh”, kemudian mereka istiqomah (meneguhkan pendirian mereka), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushshilat : 30)

Alloh Ta’ala juga berfirman :

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ

“Maka istiqomahlah kamu (yakni tetaplah kamu pada jalan yang benar,edt.) sebagaimana diperintahkan kepadamu….” (QS Hud : 112)

Kemudian, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam juga menasehatkan untuk selalu istiqomah, sebagaimana dalam hadits Abu ‘Amr atau Abu ‘Amroh Sufyan bin Abdillah rodhiyallohu ‘anhu, dia pernah bertanya : “Wahai Rosululloh, katakanlah kepada saya suatu perkataan tentang Islam, yang aku tidak akan bertanya lagi kepada orang selain anda. Beliau bersabda : “Katakanlah : “Aku beriman kepada Alloh”, setelah itu istiqomahlah !” (HR Muslim)

Dalil-dalil tersebut di atas semuanya menunjukkan keharusan dan kewajiban untuk selalu istiqomah dalam melaksanakan agama ini, yakni istiqomah di atas keimanan, amal sholih dan ketaatan kepada Alloh Ta’ala hingga akhir hayat kita.

Kemudian, apa sebenarnya istiqomah itu ? Al-Imam An- Nawawi rohimahulloh dalam kitab beliau Riyadhus Sholihin menjelaskan secara ringkas tentang pengertian istiqomah tersebut. Beliau rohimahulloh berkata : “Para ulama menjelaskan, makna Istiqomah itu adalah “luzumu tho’atillahi ‘Azza wa Jalla”, yakni terus-menerus dalam menetapi ketaatan kepada Alloh ‘Azza wa Jalla (terus menerus di atas ketaatan kepada Alloh ‘Azza wa Jalla).

Istiqomah seperti inilah yang hendaknya kita upayakan, dan kitapun berharap semoga Alloh Ta’ala memberikan taufiqnya kepada kita untuk selalu istiqomah, sehingga Alloh Ta’ala karuniakan kepada kita nikmat yang agung yang berupa Husnul Khotimah.

Dan ketahuilah pula, bahwa husnul khotimah itu mempunyai tanda-tanda. Dan tanda-tanda itu ada yang dinampakkan pada kita pada seseorang yang akan mati atau ketika dia mati, dan adapula tanda-tanda yang tidak kita ketahui (yang tidak dinampakkan oleh Alloh pada kita). Apa saja tanda-tanda itu ? Untuk mengetahuinya, silahkan ikuti hingga tuntas rekaman khutbah jum’at ini, semoga bermanfaat untuk kita semuanya, barokallohu fiikum………

Rekaman Khutbah Jum’at : “HUSNUL KHOTIMAH, KEUTAMAAN & TANDA-TANDANYA”

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>