(III) Kumpulan Jawaban dari Pertanyaan yang telah masuk ke situs – Al Ustadz Abu Abdillah Asnur حفظه الله تعالى

Bismillah, berikut kami tampilkan lagi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke situs dan telah dijawab oleh Al Ustadz Abu Abdillah Asnur حفظه الله تعالى. Semoga kita semua bisa mengambil faeadah dan manfaat didalamnya, jazakallahu khoiron kami sampaikan kepada ikhwah yang telah menulis pertanyaan dan jazakallahu khoiron kepada Al Ustadz Abu Abdillah Asnur حفظه الله تعالىyang telah berkenan untuk menjawabnya.

Pertanyaan-pertanyaan dalam postingan berikut ini terkait dengan :

1.   Hukum kerjasama dengan Bank dalam bentuk jasa service peralatan (printer, komputer dll)
2.   Anak tiri dan harta warisan
3.   Hukum membaca al-Fatihah untuk makmum
4.   Seputar jual beli
5.   Syubhat seputar hajinya Ahmadinejed (Presiden Iran) di Kabah Mekkah
6.   Bom bunuh diri
7.   Majelis ahlus sunnah di Lampung
8.   Memberikan uang pada peminta-minta
9.   Hukum menggunakan FACEBOOK
10. Hukum menonton TV

Berikut jawabannya :

1.  Pertanyaan dari Adam :

Bismillah
Apa hukumnya jika kita bekerja di suatu perusahaan dan perusahaan itu bekerja sama dengan bank dalam bentuk servis printer, apakah gaji an halal pa haram ? perusahaan itu barokah gak

Dan apa hukumnya menabung di BTM tau kopersi jasa keuangan syari’ah?

Jawaban :

Sebagai seorang muslim yang taat kepada Allah azza wa jalla hendaknya menjaga diri dari amalan yang tercampur didalamnya antara yang halal dan haram karena merupakan bagusnya agama seorang muslim adalah dengan meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat bagi agamanya  dan terlebih lagi jika hal itu jelas ada perkara haramnya.

Ahlu ilmi menyebutkan bahwasanya jangan bermuamalah dengan bank karena hal itu merupakan ta’awun kepada dosa dan permusuhan sebagaimana Allah azza wa jalla berfirman :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢)

2. Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.

Dan adapun keadaan yang ditanyakan maka minimal KEADAANNYA adalah keraguan karena tidaklah suatu instansi atau perusahan bermuamalah dengan bank kecuali disana akan masuk kedalam riba itu sendiri disebabkan mereka akan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh bank tersebut dan keumumannya peraturan tersebut adalah mengandung unsur yang dIharamkan oleh Allah dan RasulNYA sehingga dengan itu mencari pekerjaan yang jauh dari perkara yang samar dan keraguan didalamnya merupakan yang dicintai oleh ALLAH AZZA WA JALLA karena hal itu berkaitan dengan apa yang dimasukkan kedalam tubuh yang menjadi darah dan daging  sebagaimana dalam hadits :

كل جسد نبت من سحت فالنار أولى بها   :

setiap jasad yang tumbuh berkembang dari yang haram maka neraka lebih pantas baginya.

(dari Abu bakar radhiyallahu anhu dan dishohihkan oleh syeikh Albani rahimahullahu ta’ala dalam SHOHIHUL JAAMI’).

Dan terjauhkan dari doa laknat Rasul bagi siapa yang ta’awun dengan mereka sebagaimana hadits riwayat Muslim

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

Dari Jabir radhiyallahu anhu berkata : Rasul shallallahu alaihi wa sallam melaknat pemakan riba dan yang memberikannya dan yang menulis dan kedua saksinya dan beliau shallallahu alaihi wa sallam mengatakan : mereka sama (dalam dosa dan laknat).

 

Dan jawaban dari pertanyaan yang kedua : BTN atau Koperasi merupakan instansi yang bermuamalah dengan riba walaupun dengan suku bunga yang sangat kecil atau dengan bentuk yang lain dan walaupun dengan nama syariah sehingga dengan bertolak dengan perkara tersebut maka hukum menabung didalamnya adalah  jika yang menabung tersebut mampu untuk menjaga hartanya dari pencurian dan perampokan dan semisalnya dengan cara yang tidak ada unsur riba maka haram baginya untuk dibank atau instansi yang bermuamalah riba dan berta’awun dengan mereka untuk melakukan kemungkaran karena sesungguhnya wasilah kepada kemungkaran adalah KEMUNGKARAN, dan ta’awun kepada perbuatan yang haram maka hal itu adalah keharaman. Namun jika hal itu adalah dhorurat yakni dia tidak mendapatkan tempat yang aman untuk menyimpan hartanya tsb selain bank maka tidak mengapa InsyaAllah dengan sebab dhorurat.’’ والله أعلم بالصواب

 

 

2.  Pertanyaan :

Bismillah…Assalamualaikum…
ustadz…apakah anak tiri bila ayahnya sudah meninggal juga berhak mendapatkan harta yg di peroleh ayah dan ibu tirinya sedang anak tiri itu ikut ibunya kandung..

Jawaban :

Naam mendapatkan harta warisan dari ayahnya sebab anak tersebut adalah anaknya dari hasil pernikahan yang sah dan dari istri yang sah sebagaimanayang dipahami dari pertanyaan yang diajukan tersebut, selama anak tersebut adalah anaknya maka dia mendapatkan warisan dari harta ayahnya sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :

وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكُمْ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ فَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَى بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ (١٢).

12. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak, jika kamu mempunyai anak, maka Para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu.

Para mufassirin mengatakan bahwasanya yang termasuk dalam penamaan anak adalah anak sulbi yakni dari airnya (mani) dari hasil nikah yang sah dan dari istri yang sah, atau cucu baik laki maupun wanita dari satu istri ataukah lebih sehingga dengan ini menunjukkan bahwasanya anak tersebut mewarisia ayahnya meskipun dia tidak tinggal bersamanya.

Adapun masalah harta masih bercampur antara ayah kandungnya dengan ibu tirinya maka yang pertama dilakukan sebelum dibagi warisannya adalah dengan memisahkan harta keduanya kemudian setelah itu dubagikan kepada ahli warisnya. Baarakallahu fiek.Alhamduillah.

 

 

3.  Pertanyaan dari Abu Yahya :

Bismillah…ustadzunal faadhil hayyakallah,wa hafidzakallah. bacaan ta’awud dlm sholat DI baca sebelum ALfatikhah aja atawkah di baca jg ketika maw membaca surat2 pendek?
trus pendapat mana yg lbh rajih mengenai makmum ikut mebaca alfatikhah atwkah hanya mendengarkan bacaan imam aja? jazzakallohu khoiron katsiron.

Jawaban :

Membaca ta’awudz ketika sholat letaknya sebelum memulai membaca alqur’an yakni Alfatihah sebagaimana firman Allah ta’ala فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ 98. apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.dan bukan disetiap ingin membaca surat-surat pendek namun ahlu ilmi menjelaskan dengan dhohir ayat tersebut menunjukkan disunnahkan untuk membacanya disetiap rakaat.

Adapun pendapat yang rojih dari hukum membaca alfatihah bagi makmum adalah WAJIB bahkan SALAH SATU DARI RUKUN SHOLAT  dengan dalil-dalil berikut :

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “لا صلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب البخاري ومسلم

Dari Ubadah bin Shomit radhiyallahu ta’ala anhu bahwasanya Rasul صلى الله عليه وسلم bersabda : tidak ada (sah) sholat bagi siapa yang tidak membaca alfatihah .riwayat Bukhori dan Muslim.

حديث عبادة بن الصامت – رضي الله عنه – قال : ( كنا خلف رسول الله- صلى الله عليه وسلم – في صلاة الفجر ، فقرأ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ، فثقلت عليه القراءة ، فلما فرغ قال : لعلكم تقرؤون خلف إمامكم ، قلنا : نعم ، قال : لا تفعلوا إلا بفاتحة الكتاب ، فإنه لا صلاة لمن لم يقرأ بها ) . رواه أبو داود

Hadits Ubadah bin Shomit –radhiyallahu anhu – mengatakan : kami berada dibelakang Rasul –shallallahu alaihi was sallam – disholat fajr, kemudian beliau membaca (surat),sehingga terasa berat atas diriku (karena panjangnya yang beliau baca), maka tatkala beliau selesai dari sholatnya, mengatakan :apakah kalian membaca (surat) dibelakang imam kalian, kami mengatakan : na’am, beliau mengatakan : jangan kalian lakukan kecuali (membaca) alfatiah, karena sesungguhnya tidak ada sholat bagi siapa yang tidak membacanya.(riwayat Abu Daud)

Dan ini adalah pendapat mayoritas para ulama.

Adapun dalil yang dipakai  oleh imam abu hanifah dan bersama beliau tentang tidak wajib

عن جابر – رضي الله عنه – قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : ( من كان له إمام فقراءة الإمام له قراءة ) رواه ابن ماجه

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma berkata, Rasul shallahu alaihi was sallam bersabda : siapa yang memiliki imam maka bacaannya imam merupakan bacaan dia (makmum).

Riwayat Ibnu Majah.

Hadits yang lemah sebagaimana yang dikatakan oleh Ahlu ilmi diantaranya  hafizh Ibnu hajar dan lainnya karena didalam sanadnya ada seorang perowi yang bernama JABIR BIN YAZID AL-JU’FIY : KADZDZAAB (PENDUSTA).

Dan berkata Imam Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala : hadits ini (hadits jabir) banyak-banyak jalan periwayatannya (namun) tidak ada satupun yang shohih dari Nabi Shallallahu alaihi was sallam.

 

4.  Pertanyaan dari Amaturrahman :

Bismillah. Al’afwu minkum, ada beberapa pertanyaan dari kami seputar hukum jual beli

1.  Bolehkah menjual barang dengan cara memasarkan produk melalui gambar2 seperti yang sedang nge-trend sekarang?

2.  Bagaimana jika orang yg memasarkan produk tsb tidak membeli barang kepada produsen dan hanya memasarkan barang2 milik produsen dan labanya ditentukan sendiri oleh orang yg memasarkan. Apakah jual beli yg demikian teranggap sah? Perlu diketahui, awalnya produsen yg menyuruh kami untuk memasarkan produk mereka dengan harga dari produsen, tetapi masalah harga jual diserahkan kepada kami yg memasarkan produk tsb.misal: harga dari Produsen 90rb kemudian kami jual kembali ke konsumen seharga 110rb.

3.  Apakah sistem jual beli tersebut dihukumi sama dengan larangan menjual barang yg bukan miliknya?

Jazaakumullahu khayran..

Jawaban :

  1. Jika gambar tersebut bukan makhluk hidup maka tiadak mengapa, dan jika bernyawa maka jika antum bisa menghindarinya dengan tidak menjualnya, itulah yang terbaik akan tetapi jika tidak menghindarinya karena sudah merata diseluruh tempat maka hal itu tidak mengapa disebabkan yang dhorurat dan hanyalah dosanya bagi yang menggambar dan melukisnya, ini yang kami dengar dari Syeikh kami Yahya bin Ali alhajuri ketika kami masih disana dan juga yang kami tanyakan kemarin kepada Syeikh kami Zayid al-wushobi ketika berkunjung keindonesia.
  2. Jika keadaannya seperti yang ditanyakan didalam pertanyaan tersebut maka jual-beli sah insyAllah dan ini dinamakan WAKALAH dalam kutubul fiqih.
  3. Dan sama sekali bukan dia menjual yang bukan milik dia karena yang dimaksud dengan menjual barang yang bukan milik dia adalah jualbeli yang unsur ghoror (penipuan) didalamnya sebagaimana yang dijelaskan oelh ahlu ilmi diantaranya Imam Ibnu Qoyyim rahimahumullahu ta’ala.

 

5.  Pertanyaan dari ukhti aja :

Bismillah, kita telah dengan terang benderang mengetahui bahwa ajaran syi’ah telah mengeluarkan mereka dari Islam dan Islam sendiri berlepas diri dari syi’ah sebagaimana Ulama Ahlul Hadits mengatakan bahwa syi’ah bukan bagian dari Islam alias Kafir. Yang jadi pertanyaan sekarang, pada beberapa kesempatan Negara Saudi memperbolehkan Ahmadinejad untuk menunaikan “Ibadah Haji -versi syi’ah-” dengan melakukan tawaf di ka’bah… bila memang syi’ah adalah sebuah agama kafir sebagaimana yang disampaikan oleh Para Imam Ahlul Hadits, bagaimana bisa negara Saudi memperbolehkan orang-orang kafir memasuki masjidil haram, makkah al mukaramah…. ?! syukron atas jawabannya, barakallahufiikum.

Jawaban :

Syi’ah yang dimaksudkan oleh para ulama yang mana mereka tersebut adalah kafir dan bukan bagian dari islam dan muslimin adalah syi’ah yang ekstrim yang lebih dikenal dengan RAAFIDHOH yang memiliki keyakinan-keyakinan kufur yang mengeluarkan mereka dari islam dan barisan kaum muslimin, diantara aqidah yang jelek mereka:

  1. Mengatakan bahwasanya jibril berkhianat dalam menyampaikan wahyu, diperintahkan untuk menyampaikan wahyu ke Ali, malah diwahyukan ke Muhammad shallallallahu alaihi was sallam.
  2. Kelompok yang pertama kali membuat kebid’ahan yang kufur yakni MENYEMBAH KUBURAN DENGAN MEMBANGUN MESJID DIATAS KUBURAN.
  3. Melaknat dan menghina bahkan Mengkafirkan para sahabat dengan mengatakan semuanya murtad sepeninggalnya Rasul shallallahu alaihi was sallam kecuali beberapa orang saja seperti Ammar bin yasir dan Abi dzar dan miqdad bin aswad dan salman alfarisi,adapun selainnya maka mereka kafir dan menjadikan keyakinan tersebut sebagai bentuk taqarrub kepada Allah ta’ala.
  4. Menuduh Ummul mukminin Aisyah radhiyallahu ta’ala anha berzina
  5. Meyakini bahwasanya alquran yang dimiliki kaum muslimin belum sempurna dan masih ada yang tersisa disisi para imam mereka
  6. Mengatakan bahwasanya tidak ada pensyareatan jihad fi sabilillah  sampai keluarnya Imam Mahdi dan ada suara dari yang menyeru berjihad.
  7. Mereka meyakini para imam mereka yang 12 lebih afdhol dari para malaikat dan nabi.

 

Para imam tersebut adalah  berikut ini :

 

(1)          Ali bin abi tholib radhiyallahu anhu

(2)          Hasan bin ali radhiyallahu anhu

(3)          Husein bin ali radhiyallahu anhu

(4)          Ali bin zainal abidin bin husein yang mereka gelari dengan AS-SAJJAAD

(5)          Muhammad bin ali bin zainal abidin yang digelari AL-BAAQIR

(6)          Ja’far bin muhammad albaaqir yang digelari ASH-SHODIQ

(7)          Miusa bin ja’far ash-shodiq yang digelari AL-KAAZHIM.

(8)          Ali bin musa alkaazhim yang digelari AR-RIDHO

(9)          Muhammad aljawaad bin ali ar-ridho yang digelari AT-TAQIY

(10)      Ali alhaadiy bin muhammad aljawaad yang digelari AN-NAQIY

(11)      Alhasan alaskariy bin ali alhaadi yang digelari AZ-ZAKIY

(12)      Muhammad almahdi bin alhasan alaskariy yang digelarI  ALHUJJAH ALQOOIM ALMUNTAZHIR

  1. Dan meyakini para imam tersebut ma’shum (bersih dari dosa dan maksiat) dan boleh beribadah kepada mereka seperti berdoa,istighosah,menyembelih dan berthowaf bahkan lebih jelek meyakini bahwasanya para imam tersebut mengetahui ilmu ghoib, ini merupakan kesyirikan yang besar yang Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan mengampuninya.

Dan masih banyak lagi kesesatan dan penyimpangan mereka yang sampai kederajat kekufuran sehingga para mengeluarkan mereka dari 73 golongan dalam tubuh kaum muslimin dan mereka agama sendiri yang terpisah dari islam.

 

6.  Pertanyaan dari Apta :

 

Bismillah,fadhilatul ustadz hafidzakallah, kaifahaalukum ? hayyakumulloh uhibbukum fillah. Sebagian orang berkata bahwa Syaikh al albani rahimahulloh membolehkan bom bunuh diri mereka berdalil dengan rekaman suara Syaikh al albani rahimahulloh sebagian terdapat di youtube dengan alamat watch?v=bVct1HV5mT8,jika bom bunuh diri tersebut dilakukan atas perintah jendral perang. apakah benar itu qoulussyaikh?apakah amalan “istyshadiyyah”ini dibenarkan ? berilah kami nasehat sehingga kami dapat mengambil faedah,jazakumulloh khoiral jaza’.

 

Jawaban :

 

Wallahu a’alam ana tidak mengetahui apakah hal itu fatwa Syeikh Albani ataukah tidak, yang jelas kita beragama dalam agama ini berdasarkan Al Quran dan Sunnah bukan dengan perkataan fulan atau allan sehingga kaidah tersebut kita menjadikan setiap perkataan siapapun selain Allah ta’ala dan Rasul-Nya maka harus disesuaikan dengan alkitab dan sunnah yakni apakah mencocoki dengan dalil ataukah tidak, dan jika tidak maka tidak boleh bahkan haram untuk taklid kepada perkataan tersebut walaupun orang adalah seorang imam jika ucapannya menyelisih dalil namun bukan berarti kita merendahkan dan menjatuhkan kewibawaan imam tersebut, justru kita menghormati dan memuliakan karena dia seorang mujtahid dan mendapatkan 2 pahala jika benar dan 1 jika salah,

Adapun masalah bom bunuh diri  merupakan suatu perbuatan yang diharamkan oleh agama kita dengan alasan berikut :

  1. Hal itu adalah membunuh diri sendiri dan ini termasuk dari keumuman dalil yang menunjukkan atas haramnya perbuatan  tersebut dan itu adalah merupakan dosa besar,
  2. Dan jangan dikiaskan dengan dengan masuk seorang muslim dibarisan kuffar dalam pertempuran sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu Ayyub radhiyallahu anhu, karena itu pengkiasan yang berbeda dan keliru dari beberapa segi :

a)             Bahwasanya yang masuk kebarisan kebarisan kuffar dia tidak membunuh diri bahkan membunuh kuffar, dan boleh jadi dia masuk dan menghancurkan mereka.

b)             Dan hanyalah masuk dia kebarisan orang kuffar terjadi dimasa peperangan berbeda dengan orang yang melakukan bom bunuh diri, yang mana dia membunuh dirinya diantara kaum kuffar yang aman/berada dinegeri kaum muslimin atau sedang melakukan perjanjian dan perdamaian dengan muslimin, dan juga dia melakukan disaat yang bukan lagi bertempur.

 

7.  Pertanyaan dari Teguh Ikhwanu :

Bismillah,
Assalamu’alaikum,

Ana punya beberapa pertanyaan yang penting untuk di sampaikan:

1. Dimanakah Majelis Ahlusunnah di wilayah Lampung yang dapat ana belajar didalamnya ?

2. Ana dan keluarga berniat untuk belajar ke Darul Hadits Dammaj, Apakah ana bisa diberikan No HP al Ustadz Abu Aisyah Asnur dan al Ustadz Yoyok untuk ana bisa SMS untuk bertanya dan mendapatkan pelajaran dan Nasehat dari beliau.

3.Ana dikaruniai 2 anak perempuan (8 dan 3 thn) ,yang ingin sekali ana tanyakan, bagaimana anak2 perempuan kami bisa tholabul ilmi di Dammaj karena sepengetahuan ana disana pelajaran/ dars hanya untuk laki-laki.
(mohon bisa diberikan jawaban lewat email )

Jazakumullah Khoiron wa Baarokalohu Fiykum

 

Jawaban :

a)        Wallahu a’alam ana belum tahu, yang kami tahu disana para pembebek luqman al-makhdzul yang terus membela abdurrahman adani hizbi.

b)        No Ust.Abu Abdillah Asnur 085232597660 & Ust.Yoyok 081288089453

c)        Nanti hubungi saja langsung untuk kejelasan jawaban dari point ketiga ini .baarakallahu fiekum

 

 

8.  Pertanyaan dari Abu Bakar :

Bismillah

Assalamualaykum, ustadz ana ingin bertanya,

1.  Bagaimana bentuk shodaqoh dalam uang ?
Apakah betul shodaqoh dengan uang itu memberikan ke kotal amal masjid, pengemis dijalanan dll? Mohon dijelaskan tentang bentuk shodaqoh dengan uang

2.  Apakah boleh memberikan uang kepada orang yang minta minta ? padahal meminta minta itu sendiri tidak diperbolehkan

Jazaakumullohu khoiron

Jawaban :

  1. Syariat kita menganjurkan bagi pemeluknya untuk bersedekah berupa uang atau memberikan makan atau dengan berupa benda, dan semua itu merupakan suatu ketaatan dan ibadah yang mendapatkan ganjaran besar disisi Allah subhanahu wa ta’ala jika ikhlas dan bukan dijalan kemaksiatan atau menghalangi jalan Allah,

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ

195. Maka Rabb mereka mengabulkan permohona mereka (dengan berfirman): “Sesungguhnya aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan,

Dan sehingga dengan ini kita bisa memahami bahwasanya jawaban dari pertanyaan tersebut : boleh untuk menyalurkan sedekah kemesjid atau pengemis dijalan atau yang lainnya, baik itu berupa uang atau yang lainya.barakallahu fiekum.

  1. Jika ada pengemis yang datang kepada kita maka bagi kita untuk memberinya jika kita menghendakinya dan jika tidak maka jangan kita menghardiknya namun menolaknya dengan baik dan sopan supaya tidak menyakiti sipengemis tersebut dan hal ini pula terlarang dalam syariat kita, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ (١٠)

Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

 

9.  Pertanyaan dari Alif Assalafy :

 

Bismillah.
Apakah hukum menggunakan facebook?

Jawaban :

Hukum facebook telah dijelaskan oleh ahlu ilmi bahwasanya amalan ini sebaiknya ditinggalkan karena kerusakan yang didalamnya lebih banyak daipada kebaikan dan kaidah fiqhiyyah menyebutkan “menghindari kerusakan dan kejelekan lebih didahulukan daipada untuk menghasilkan kebaikan” dan kaidah ini merupakan diantara kaidah yang pokok didalam agama ini sehingga dengan itu meninggalkan amalan tersebut adalah suatu kebaikan yang besar dengan sebab meninggalkan kerusakan yang besar,

Dan sebagaimana yang dijelaskan oleh ahlu ilmi dari kejelekan facebook diantaranya :

a)      Menyibukkan dari menuntut ilmi dan suatu kenyataan yang terjadi orang yang sudah ketagihan dengan media ini dia tidak ada atau kurang bersemangat untuk menuntut ilmi dengan menghadiri majelis taklim terlebih lagi untuk murajaah dan muthola’ah kitab wa sunnah.

b)      Banyaknya yang berpartisipasi didalamnya muslim, kafir, orang sholeh atau fasik sehingga dari sisi ini identitas yang tidak jelas bahkan memakai identitas samaran dan itu merupakan suatu kedustaan, dan ini terlarang oleh syareat.

c)      Adanya gambar makhluk hidup didalamnya entah dia sendiri ataukan teman berfacebooknya tersebut.

Dan masih banyak yang telah dijelaskan oleh ahlu ilmi sehingga dengan itu jangan masuk kedalam media tersebut bagi siapa yang menjaga agama,hati dan semangat dalam beribadah dan tholubul ilmi. Wallahu a’alam bish showab.

 

10. Pertanyaan dari Amin :

 

Bismillah.
Ana mau tanya ustadz. Akhir-akhir ini ada beberap ruma ikwah terdapat tv, dan ana sering liat ada beberapa ikwah sering nonton tv. Bagaimana hukum menonton tv.
Jazakallahu khairon

Jawaban :

Hukum televisi :

  1. Berkata Syaikh Ibnu Baz رحمه الله تعالى : adapun televisi itu merupakan media yang berbahaya dan kejelekannya seperti cinema atau lebih parah , dan kebanyakan dari kejelekannya yaitu akan merusak terhadap aqidah dan akhlak serta lingkungan masyarakat, dan kejelekan tersebut sudah tersebar berupa akhlak yang rendah dan melihat fitnah (pria melihat wanita dan sebaliknya) dan gambar telanjang atau menyerupai telanjang, dan perkataan-perkataan kufur dan dorongan untuk menyerupai orang kafir dari akhlak mereka dan pakaian mereka dan mengagungkan para pembesar dan tokoh mereka, zuhud/tidak mau berakhlak dengan akhlak islam dan berpakaian islami  dan merendahkan ulama kaum muslimin dan para pejuang islam,serta menggambarkan mereka seperti gambaran menakutkan (sehingga manusia) lari dari mereka yang dengan hal itu menjadikan mereka dilecehkan dan berpaling dari sejarah mereka, dst……
  2. Berkata Syaikh Albani رحمه الله تعالى : hukum televisi seperti hukum gambar foto dan selainnya, (yakni) asalnya adalah HARAM. Sehingga  apa saja yang boleh karena darurat maka hukumnya boleh, sama saja itu pada gambar foto, atau apa yang berkaitan dengan televisi berupa gambar yang bergerak. Pada hakekatnya kenyataan yang terjadi sekarang dan disaksikan diseluruh penjuru dunia, bahwasanya kebanyakan yang ditampilkan di TELEVISI adalah MADHORRAT, memberikan kerusakan pada AKHLAK DAN AGAMA SERTA (LINGKUNGAN) MASYARAKAT DAN BEGITU SETERUSNYA, sangat jarang sekali tidak menampilkan (hal-hal yang memberikan kerusakkan tersebut).
  3. Berkata Syaikh Muqbil رحمه الله تعالى : TELEVISI  didalamnya ada GAMBAR, dan Nabi Muhammad

صلى الله عليه وسلم : لا تدخل الملائكة بيتًا فيه كلب ولا صورة:malaikat tidak akan masuk rumah yang ada anijng dan gambar didalamnya. Dan TV didalamnya melihat wanita, dan wanita melihat kepada lelaki, dan Nabi صلى الله عليه وسلم   bersabda :

كتب على ابن آدم نصيبه من الزّنا، مدرك ذلك لا محالة، فالعينان زناهما النّظر، والأذنان زناهما الاستماع، واللّسان زناه الكلام،

 واليد زناها البطش، والرّجل زناها الخطا، والقلب يهوى ويتمنّى، ويصدّق ذلك الفرج ويكذّبه

Telah ditakdirkan atas bani adam bagian dari zina , pasti dia akan mendapatkannya (dan) tak mungkin akan menghindarinya, maka mata zinanya adalah melihat, dan telinga zinanya adalah mendengar dan lisan zinanya adalah berbicara, dan tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah melangkah, dan hati itulah yang berhasrat dan berangan-angan, dan kemudian kemaluan (farji) yang membuktikan atau mendustakan (melarangnya).

Keberkahan itu dari Allah azza wa jalla, terkadang suatu perkataan yang dikatakan dimajelis kecil,Allah menjadikannya bermanfaat bagi manusia dan negara, tersebar perkataan tersebut sampai ke Amerika dan keinggris dan selainnya, dan terkadang perkataan diulang-ulang oleh mediamassa, dan akhir dari perkataan tersebut menjadi seperti (kentut … begitu lafadhnya) yang tidak manfaatnya dan tidak bisa diambil faedahnya. Sehingga kami menganjurkan untuk istiqomah, dan jangan kita melakukan KEMAKSIATAN DENGAN ALASAN MEMPERBAIKI KEADAAN SELAIN KITA,

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (١٠٤)

104. dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar;merekalah orang-orang yang beruntung.

Maka kenapa mereka TIDAK menggunakan radio dengan mereka berkata seperti apa yang dikatakan di TV, dan sangat disesalkan atas sebagian ulama yang mereka bersama masyarakat dan (kemudian) berlari bersama ulama tersebut, maka sesungguhnya yang HALAL adalah BUKAN APA YANG DIHALALKAN OLEH MASYARAKAT dan HARAM bukan apa yang diharamkan oleh masyarakat, maka wajib BAGI PARA ULAMA UNTUK JANGAN MEREKA MENINGGALKAN ILMU KARENA KEJAHILAN DAN (MENINGGALKAN) SUNNAH KARENA KEBID’AHAN.

Beliau ditanya pula sebagaimana dalam kitab tuhfatul mujib : apa hukum memiliki TV dan menontonnya dengan alasan untuk mengetahui berita ?

Beliau menjawab : tidak boleh karena (ada) gambar, dan juga karena didalamnya ada kefajiran dan kefasikan, pengajaran kejelekan, dan Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda : malaikat tidak akan masuk rumah yang ada anijng dan gambar didalamnya. Dan tatkala beliau ingin masuk kekamar Aisyah ternyata mendapati kamarnya terhiasi oleh kain yang ada gambarnya, maka beliau mengatakan : sesungguhnya manusia yang paling berat adzabnya pada hari kiamat, adalah orang-orang yang menggambar gambar-gambar ini.kemudian beliau merobek kain tersebut.dan juga dalam shohihain dari Abu Hurairah رضي الله عنه  dari Nabi صلى الله عليه وسلم  bersabda : Allah تعالى berfirman

ومن أظلم ممّن ذهب يخلق كخلقي، فليخلقوا ذرّةً، أو ليخلقوا حبّةً، أو شعيرةً

Dan siapakah yang paling dholim dari orang-orang yang ingin menciptakan seperti ciptaanku, maka hendaknya mereka menciptakan molekul/atom, atau menciptakan biji atau gandum.

Dan demikia didalamnya para lelaki melihat wanita jika pembawa acaranya adalah wanita, padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (٣٠)

30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Ataukah pembawa acaranya pria maka para wanita melihat kepadanya,Allah ta’ala berfirman :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya”.

Dan memungkinkan bagi seseorang membeli radio dan mendengar berita darinya,      walhamdulillah.

  1. Berkata Syaikh Al-Fauzan حفظه الله تعالى : meninggalkan TELEVISI bukan perbuatan GHULUW, dan hanyalah hal itu semata-mata untuk  menjaga AGAMA, DAN KELUARGA DAN ANAK-ANAK; meninggalkan TELEVISI merupakan sikap untuk menjauhkan diri dari sebab-sebab kemudhoratan karena dengan TV akan menimbulkan kerusakan terhadap anak-anak dan wanita, bahkan kerusakan kepada pemilik rumah (yang memilki TELEVISI). SIAPA YANG DIRINYA AMAN DARI FITNAH ?! Kapan saja seseorang selamat dari sebab-sebab (timbulnya) fitnah ; maka yang demikian itu lebih bagi dirinya didunia dan akhirat, dan bukanlah meninggalkan TELEVISI merupakan perbuatan ghuluw, dan hanyalah hal itu merupakan penjagaan diri.

Semoga jawaban dari para masyaikh  tersebut bisa memuaskan bagi siapa saja  yang masih ada ganjalan bagi dirinya dan semakin mantap dan yakin bagi siapa yang telah menghindarkan dirinya dari perkara tersebut, dan sengaja ana menukilkan lafadh perkataan para masyaikh tersebut dengan tujuan supaya yang masih bimbang bisa menjadi yakin dan mantap, dan bagi yang masih tersyubhati supaya segera sadar dan kembali melihat bahwasanya kita beragama bukan karena fulan dan allan namun dengan melihat dalil yang dipakai oleh sifulan dan allan tersebut sehingga kita terjauhkan dari TAQLID DAN TA’ASHSHUB BAHKAN YANG LEBIH PARAH dari MENGIKUTI HAWA NAFSU.نعوذ بالله من ذلك .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>