TANYA | Muammalah dengan Bank – Adam

Bismillah.. apa hukumnya jika kita bekerja di suatu perusahaan dan perusahaan itu bekerja sama dengan bank dalam bentuk servis printer, apakah gaji ana halal apa haram? Perusahaan itu barokah gak ? Dan apa hukumnya menabung di BTM atau koperasi jasa keuangan syari’ah?

== Di jawab oleh al Ustadz Asnur حفظه الله تعالى ==

Bismillah.

Sebagai seorang muslim yang taat kepada Allah azza wa jalla hendaknya menjaga diri dari amalan yang tercampur di dalamnya antara yang halal dan haram karena merupakan bagusnya agama seorang muslim adalah dengan meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat bagi agamanya  dan terlebih lagi jika hal itu jelas ada perkara haramnya.

Ahlu ilmi menyebutkan bahwasanya jangan bermuamalah dengan bank karena hal itu merupakan ta’awun kepada dosa dan permusuhan sebagaimana Allah azza wa jalla berfirman :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢)

2. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.

Dan adapun keadaan yang ditanyakan maka minimal KEADAANNYA adalah keraguan karena tidaklah suatu instansi atau perusahan bermuamalah dengan bank kecuali disana akan masuk ke dalam riba itu sendiri disebabkan mereka akan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh bank tersebut dan keumumannya peraturan tersebut adalah mengandung unsur yang diharamkan oleh Allah dan RasulNYA, sehingga dengan itu mencari pekerjaan yang jauh dari perkara yang samar dan keraguan di dalamnya merupakan yang dicintai oleh ALLAH AZZA WA JALLA karena hal itu berkaitan dengan apa yang dimasukkan kedalam tubuh yang menjadi darah dan daging  sebagaimana dalam hadits : كل جسد نبت من سحت فالنار أولى بها   : setiap jasad yang tumbuh berkembang dari yang haram maka neraka lebih pantas baginya (dari Abu bakar radhiyallahu anhu dan dishohihkan oleh syeikh Albani rahimahullahu ta’ala dalam SHOHIHUL JAAMI’)

dan terjauhkan dari doa laknat Rasul bagi siapa yang ta’awun dengan mereka sebagaimana hadits riwayat Muslim

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

dari Jabir radhiyallahu anhu berkata : Rasul shallallahu alaihi wa sallam melaknat pemakan riba dan yang memberikannya dan yang menulis dan kedua saksinya dan beliau shallallahu alaihi wa sallam mengatakan : mereka sama (dalam dosa dan laknat).

 

Dan jawaban dari pertanyaan yang kedua : BTN atau Koperasi merupakan instansi yang bermuamalah dengan riba walaupun dengan suku bunga yang sangat kecil atau dengan bentuk yang lain dan walaupun dengan nama syariah sehingga dengan bertolak dengan perkara tersebut maka hukum menabung didalamnya adalah  jika yang menabung tersebut mampu untuk menjaga hartanya dari pencurian dan perampokan dan semisalnya dengan cara yang tidak ada unsur riba maka haram baginya untuk dibank atau instansi yang bermuamalah riba dan berta’awun dengan mereka untuk melakukan kemungkaran karena sesungguhnya wasilah kepada kemungkaran adalah KEMUNGKARAN, dan ta’awun kepada perbuatan yang haram maka hal itu adalah keharaman. Namun jika hal itu adalah dhorurat yakni dia tidak mendapatkan tempat yang aman untuk menyimpan hartanya tsb selain bank maka tidak mengapa InsyaAllah dengan sebab dhorurat.’’ والله أعلم بالصواب

2 comments on “TANYA | Muammalah dengan Bank – Adam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>