RSS

Rekaman Khutbah Jum’at : “PARA ULAMA, ADALAH ORANG-ORANG YANG PALING TAKUT KEPADA ALLOH.”

Image result for masjid di senja hari

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN  hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau membacakan firman Alloh Ta’ala, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya :

إِنَّمَا يَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَٰٓؤُاْۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ ٢٨ 

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Fathir : 28)

Ayat yang mulia tersebut menunjukkan, bahwa orang-orang yang paling takut kepada Alloh diantara hamba-hamba-Nya itu adalah para ulama. Hal tersebut menunjukkan pula keutamaan mereka. Sehingga, semakin sempurna dan semakin besar pengetahuan mereka tentang Alloh, tentang keagungan dan kebesaran-Nya serta tentang syari’at-Nya, maka semakin besar pula rasa takutnya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Contoh dalam perkara ini adalah Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau adalah orang yang paling mengenal tentang Alloh Ta’ala dengan segala keagungan-Nya, sehingga  beliau adalah orang yang paling besar rasa takutnya kepada Alloh Ta’ala.

Beliau pernah bersabda : “Aku adalah orang yang paling mengenal tentang Alloh Ta’ala daripada kalian, dan aku adalah orang yang paling takut kepada-Nya daripada kalian.”

Karena itulah, beliau adalah orang yang paling bersungguh-sungguh dan paling kuat ibadahnya kepada Alloh Ta’ala. Sebagaimana disebutkan oleh istri beliau, Aisyah rodhiyallohu ‘anha, tentang sholat lail-nya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Karena begitu lamanya beliau berdiri dalam sholatnya, sampai pecah-pecah telapak kakinya. Padahal, beliau adalah orang yang telah diampuni dosa-dosa dan kesalahan beliau, yang dahulu maupun yang akan datang.  

Hal itu menunjukkan, bahwa semakin besar pengenalan seorang hamba terhadap Robb-nya, semakin besar pula rasa takutnya kepada Alloh Ta’ala. Sebaliknya, semakin sedikit pengenalan seorang terhadap Robb-nya, atau semakin besar kebodohan seseorang tentang keagungan Alloh Ta’ala, semakin lemah rasa takutnya kepada Alloh, semakin jauh dari Alloh, banyak melakukan dosa-dosa dan maksiat, dan sebagainya.

Hal itu juga menunjukkan, bahwa sumber segala maksiat dan dosa-dosa, serta rendahnya rasa takut seorang hamba terhadap Alloh, adalah karena KEBODOHAN. Karena itu, dalam banyak ayat-ayat Al-Qur’an, Alloh Ta’ala mensifati orang-orang yang banyak terjatuh pada perbuatan kekufuran, kesyirikan, dosa-dosa dan maksiat, sebagai orang-orang yang bodoh.  Selanjutnya Ustadz menyebutkan beberapa contoh dari Al-Qur’an tentang hal tersebut.

Demikian beberapa kesimpulan dari apa yang disampaikan oleh Ustadz dalam khutbah ini. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkan sendiri rekaman khutbah ini sampai selesai, atau yang ingin mendownloadnya, silahkan saja klik : ( DI SINI )

Senoga rekaman khutbah tersebut di atas bermanfaat untuk yang menyampaikan dan yang mendengarkannya semuanya, aamiin…….. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on السبت 22 جمادى الأولى 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Info Muhadhoroh Ilmiyyah Semarang : “MAKAR ORANG-ORANG MUNAFIK TERHADAP KAUM MUSLIMIN.”

Image result for MENDUNG DAN PETIR

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan mengharap ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah ……. 

MUHADHOROH ILMIYYAH

(Kajian Umum Ilmiyyah)

Dengan Tema :

“MAKAR ORANG-ORANG MUNAFIK TERHADAP KAUM MUSLIMIN”

Bersama :

Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori

(Pengasuh Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jatim)

W a k t u  :

Hari Ahad, 22 Jumadil Ula 1438 H / 19 Pebruari 2017 M

(Insya Alloh mulai pukul 10.00 –  Dhuhur)   

T e m p a t  :

Pondok Pesantren DARUS SALAF Semarang

Jln. Bukit Mutiara Jaya No. 3, Perumahan Bukit Kencana Jaya Metesih, Semarang  Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الجمعة 21 جمادى الأولى 1438 in Al Ustadz Abu Hazim, Info, Muhadhoroh

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “SEGERALAH BERTOBAT, MUMPUNG PINTU-NYA MASIH TERBUKA.”

Image result for berdoa dengan menengadahkan tangan

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau membacakan firman Alloh Ta’ala, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya :

وَهُوَ ٱلَّذِي يَقۡبَلُ ٱلتَّوۡبَةَ عَنۡ عِبَادِهِۦ وَيَعۡفُواْ عَنِ ٱلسَّيِّ‍َٔاتِ وَيَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُونَ ٢٥ 

“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS As-Syuro : 25)

Di dalam ayat yang mulia ini, Alloh memberitakan pada kita, bahwa Dia Maha Penerima taubat dan memaafkan kesalahan hamba-hamba-Nya. Karena itu Alloh menyuruh kita untuk segera bertobat , sebagaimana yang diperintahkan-Nya :

وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٣١ 

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung.” (QS An-Nuur : 31)

Manusia itu tempat salah dan dosa. Tetapi sebesar apapun kesalahan seorang hamba, yang terbaik adalah segera bertobat dan beristighfar kepada-Nya. Karena itulah, dalam banyak haditsnya, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pun juga menyuruh kita untuk segera bertobat, bila terjatuh dalam dosa dan kesalahan.

Sebagaimana dalam sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam : “Setiap Bani Adam adalah banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang bertobat kepada Alloh.”

Dalam hadits yang lainnya, beliau dalam hadits Qudsi menjelaskan tentang firman Alloh Ta’ala : “Wahai hamba-Ku, sesunguhnya kalian selau berbuat salah di siang dan malam hari, dan Aku akan mengampuni semua dosa, maka mohonlah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni dosa-dosa,”

Kemudian, dalam hadits lainnya, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan, bahwa Alloh Ta’ala masih senantiasa menerima tobat hamba-hamba-Nya, selagi hamba-Nya mau bertobat, dan juga selama pintu tobat masih terbuka lebar-lebar.

Intinya, dalam khutbah ini beliau mengajak dan mengingatkan kita semua, agar segera kembali kepada Alloh dengan banyak bertobat dan istighfar ?

Untuk mengetahui isi khutbah ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 13 جمادى الأولى 1438 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Muhadhoroh Ilmiyyah : “BERSEMANGAT UNTUK MENDATANGI MAJELIS AHLUS SUNNAH.”

 

Image result for kitab dan penba ulama

 

Ikhwani fillah rohimakumulloh ….

Berikut ini adalah rekaman Muhadhoroh Ilmiyyah (Kajian Umum Ilmiyyah) pada pekan lalu yang disampaikan oleh As-Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ hafidzhohulloh ta’ala, di Masjid Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jawa Timur, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam muhadoroh ini, beliau mengingatkan kepada kita tentang tujuan utama hidup  kita di dunia adalah untuk ibadah kepada Alloh Azza wa Jalla. Dan pintu atau kunci untuk beribadah kepada Alloh Tra’ala, adalah dengan Tafaqquh fid Diin (mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu agama). Dan barangsiapa yang menginginkan ilmu, maka hendaknya dia mendatangi majelis-majelis ilmu, khususnya majelisnya Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Mengapa harus majelisnya Ahlus Sunnah ? Ya, hal itu karena Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mereka yang meyakini bahwa sebaik-sebaik ucapan adalah Kalamulloh Ta’ala. Dan meyakini bahwa sebaik-baik pertunjuk adalah petunjuknya Rosululoh shollallohu ‘alaihi wa sallam, dan mereka lebih mengedepankan petunuk beliau di atas seluruh petunjuk siapapun. Demikian pula, Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang bergabung dan berkumpul di atas perkara Ittiba’ (mengikuti sunnah Nabi) dan menjauhi Ibtida’ (berbuat bid’ah dalam agama ini).

Maka Sunny Salafi adalah mereka yang menjauhi semua bentuk kebid’ahan dan firqoh-firqoh (kelompok-kelompok sempalan Islam yang tersesat).

Maka majelis Ahlus Sunnah, adalah majelis yang hendaknya dan yang seharusnya kita sering ulang-ulang dan adakan, karena banyak faedah yang bisa kita peroleh darinya. Bahkan para ulama salaf, mereka itu adalah orang-orang yang paling bersemangat dalam hal mendatangi majelis-majelisnya Ahlus Sunnah.

Kemudian Beliau hafidzhohulloh menyebutkan beberapa fadhilah (keutamaan) majelis-majelis ilmu, khususnya majelisnya Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Maka sudah sepantasnnya pula, kita pun juga bersemangat bahkan hendaknya lebih bersemangat lagi untuk menghadiri majelis-majelis mereka, karena butuhnya kita kepada bimbingan ilmu syar’i, yang hal itu hanya bisa kita dapatkan di majelisnya Ahlus Sunnah.

Untuk mengetahui selengkapnya isi muhadhoroh ini, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman muhadhoroh ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan klik : ( DI SINI )

Kemudian dalam kesempatan ini pula, kami sertakan rekaman Taushiyyah (nasehat) ringkas dari As-Syaikh Al-Fadhil Abu Abdirrohman Yahya bin Ali Al-Hajuri  hafidzhohulloh melalui telephon, yang juga disampaikan di akhir muhadhoroh tersebut di atas. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأربعاء 05 جمادى الأولى 1438 in Dauroh, Muhadhoroh

 

Info Safari Dakwah Al-Ustadz Abu Hazim di Jawa Tengah : “MEWASPADAI MAKAR MUSUH-MUSUH ALLOH.”

Image result for PEDANG JIHAD

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan mengharap ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala,

Insya Alloh akan diadakan SAFARI DAKWAH ke beberapa tempat Majelis Ta’lim atau Markiz Dakwah Ikhwah Ahlus Sunnah, bersama :

Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori

(Pengasuh Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jatim)

Dengan Tema :

“MEWASPADAI MAKAR MUSUH-MUSUH ALLOH” 

W a k t u  :

Hari Ahad, 1 Jumadil Ula 1438 H / 29 Januari 2017 M 

Dengan Jadwal Dakwah sebagai berikut :

1. Ba’da Shubuh, di Masjid Al-Ustadz Bilal, di Yogyakarta

(Info : Ust Bilal, 0812-8562-8538)

2. Pukul 09.00 – Dhuhur, di Masjid Jatinegara, Jln Tentara Pelajar Gombong Jawa Tengah

(Info : Ust Nafilurrohman, 0852-9192-8832)

3. Ba’da Maghrib – Isya’, Masjid Batur Dieng Jawa Tengah

(Info : Al-Akh Tugro, 0857-7219-2223)  Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 26 ربيع الثاني 1438 in Al Ustadz Abu Hazim, Dauroh, Info, Muhadhoroh

 

Info Muhadhoroh Ilmiyyah (Kajian Umum Ilmiyyah) : “BERSEMANGAT DENGAN MAJELIS AHLUS SUNNAH”, bersama As-Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ Al-Ansy hafidzhohulloh, dan juga TAUSHIYYAH dari Fadhilatus Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajury hafidzhohulloh (via telephon)

Image result for MAJELIS ILMU

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan mengharap ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah …….

MUHADHOROH ILMIYYAH

(Kajian Umum Ilmiyyah)

Dengan Thema :

الحرص على مجالس أهل السنة

“BERSEMANGAT DENGAN MAJELIS AHLUS SUNNAH” 

Bersama :

As-Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ Al-Ansy

Hafidzhohulloh Ta’ala

(dari SHON’A Yaman) 

W a k t u  :

Hari Ahad, 23 Robi’ul Akhir 1438 H / 22 Januari 2017 M

(Insya Alloh mulai pukul 09.00 –  Dhuhur)  

Dan Insya Alloh setelah selesai Muhadhoroh, akan dilanjutkan TAUSHIYYAH via telephon, yang akan disampaikan oleh :

Fadhilatus Syaikh

ABU ABDIRROHMAN YAHYA BIN ALI AL-HAJURY

Hafidzhohulloh ta’ala

(langsung dari MEKKAH AL-MUKARROMAH) 

T e m p a t  :

Pondok Pesantren ITTIBA’US SUNNAH Magetan

Jln. Syuhada’, Dsn Sampung Ds Plaosan Kec. Plaosan Kab Magetan Jawa Timur  Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 21 ربيع الثاني 1438 in Info, Muhadhoroh, Tausiyah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “TAKUT KEPADA ALLOH & SEBAB-SEBAB UNTUK MENUMBUHKAN RASA TAKUT KEPADA-NYA.”

Image result for masjid di waktu subuh

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN  hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau mengingatkan kepada kita tentang salah satu bentuk ibadah kepada Alloh Ta’ala, yaitu AL-KHOUF MINALLOH (Takut kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala).

Takut kepada Alloh adalah ibadah yang agung, ibadah yang mulia, bahkan ibadah ini hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim. Hal itu karena banyaknya ayat-ayat Alloh Ta’ala yang memerintahkan kita agar takut kepada-Nya.

Diantara dalil-dalil yang menunjukkan hal itu diantaranya, firman Alloh Ta’ala :

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ يُخَوِّفُ أَوۡلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمۡ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ١٧٥

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS Ali Imron : 175)

Juga dalam firman Alloh :

فَلَا تَخۡشَوُاْ ٱلنَّاسَ وَٱخۡشَوۡنِ……. ٤٤ 

“Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku…” (QS Al-Maidah : 44)

Juga dalam firman Alloh Ta’ala :

وَإِيَّٰيَ فَٱرۡهَبُونِ ٤٠ 

“Dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (QS Al-Baqoroh : 40)

Dalil-dalil tersebut menunjukkan, wajibnya bagi kita untuk selalu merasa takut kepada Alloh Ta’ala.

Kemudian, bagaimana caranya agar di dalam hati kita selalu ada dan tumbuh rasa takut kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala ? Apa yang harus kita upayakan agar kita bisa mencapai kedudukan seperti itu ? (yakni orang-orang selalu mempunyai rasa takut kepada Alloh Ta’ala).

Dalam kesempatan khutbah ini, ustadz menyebutkan beberapa cara dan amalan yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan rasa takut kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Diantaranya adalah :

  1. Membaca Al-Qur’an dan mentadabburi (memikirkan dan merenungkan) makna-maknanya.
  2. Menyadari tentang besarnya dosa dan akibat jelek yang ditimbulkannya.
  3. Mengenal Alloh Ta’ala, baik dalam hal bnama-nama-Nya, dan juga sifat-sifat-Nya.
  4. Mengetahui tentang keutamaan orang-orang yang benar-benar takut kepada Alloh
  5. Memikirkan tentang keadaan umat manusia, ketika terjadinya hari “ketakutan yang sangat besar”, yaitu hari kiamat.
  6. Mendengar nasehat-nasehat ataupun ceramah-ceramah, muhadhoroh-muhadhoroh dan sejenisnya, yang menjadikan hati merasa takut kepada Alloh Ta’ala.
  7. Dan masih banyak yang lainnya……

Beliau menyebutkan amal-amal tersebut, berikut penjelasannya dan faedahnya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 21 ربيع الثاني 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KESENANGAN YANG MANAKAH YANG KAU INGINKAN, KESENANGAN DI DUNIA ATAU DI AKHIRAT ?”

Image result for indahnya surga

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam Khutbah ini, Ustadz menukil firman Alloh Ta’ala :

مَّن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡعَاجِلَةَ عَجَّلۡنَا لَهُۥ فِيهَا مَا نَشَآءُ لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلۡنَا لَهُۥ جَهَنَّمَ يَصۡلَىٰهَا مَذۡمُومٗا مَّدۡحُورٗا ١٨  وَمَنۡ أَرَادَ ٱلۡأٓخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعۡيَهَا وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ كَانَ سَعۡيُهُم مَّشۡكُورٗا ١٩ 

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS Al-Isro’ : 18-19)

Juga firman Alloh Ta’ala :

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلۡأٓخِرَةِ نَزِدۡ لَهُۥ فِي حَرۡثِهِۦۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلدُّنۡيَا نُؤۡتِهِۦ مِنۡهَا وَمَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ ٢٠ 

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS Asy-Syuro : 20)

Juga firman Alloh Ta’ala :

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيۡهِمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فِيهَا وَهُمۡ فِيهَا لَا يُبۡخَسُونَ ١٥ 

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.” (QS Hud : 15)

Di dalam ayat yang mulia, ada pelajaran, bahwa kesenangan di dunia dan kesenangan di akhirat, adalah dua pencarian manusia, dan keduanya tidak akan pernah bersatu.

Hal itu karena, orang-orang yang menginginkan kesenangan di akhirat, dia harus mengikuti jalan-jalan syari’at agama. Dan ini tidak sama dengan orang-orang yang menginginkan kesenangan dunia. Karena di jalan syari’at itu, ada batasan-batasan dan hukum-hukum yang tidak boleh dilanggar. Sehingga dengan itu, mungkin dia tidak bisa bebas berbuat apa saja dan tidak bisa memperoleh banyak hal kesenangan di dunia ini, tetapi dia akan mendapatkan kesenangan yang lebih besar dan lebih mulia di akhirat nanti.

Karena itulah, agar kita bisa meraih kebahagiaan di akhirat, sekaligus juga kebahagiaan di dunia, kita harus mempunyai sikap yang bijak dalam kehidupan di dunia ini, yakni diantaranya adalah mengikuti bimbingan Alloh Ta’ala dalam berbuat di dunia ini, yaitu sebagaimana yang difirmankan oleh Alloh Ta’ala :

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٧٧ 

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Qoshos : 77)

Ayat yang mulia ini memberikan bimbingan pada kita, bahwa kita boleh menikmati apapun kesengan di dunia ini, tentunya sebatas yang dibolehkan oleh syari’at agama kita. Tetapi jangan sampai kita lupa, bahwa kehidupan seorang muslim itu adalah bagaimana kita mengisi hari-hari kita di dunia ini untuk kebahagiaan kita di akhirat nanti. Kemudian dalam ayat ini juga Alloh menyuruh kita untuk berbuat baik kepada sesama manusia, sebagaimana Alloh telah berlaku baik pada mereka, dan juga Alloh melarang kita dari berbuat kerusakan di muka bumi, yakni dengan melakukan tindak kejahatan dan berbagai macam kemaksiatan dan dosa.   Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الجمعة 15 ربيع الثاني 1438 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “BANYAK MENGINGAT KEMATIAN & FAEDAHNYA.”

Image result for kuburan

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid NUR UKHUWAH ISLAMIYYAH, di Jln Kalimas Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Pada kesempatan khutbah kali ini, beliau mengingatkan kita tentang pentingnya memperbanyak mengingat “KEMATIAN”, yang mana Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam menyifati sebagai “SI PENGHANCUR SEGALA KELEZATAN”. Sebagaimana hal itu ditunjukkan dalam hadits yang shohih dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

أكثروا ذكر هاذم اللذات، الموت

“Perbanyaklah oleh kalian mengingat-ingat si penghancur segala lelezatan (di dunia), yaitu kematian.” (HR Imam At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban, sanadnya shohih)

Dalam hadits ini, Nabi menyuruh kita untuk mengingat-ingat kematian, krn dia adalah si penghancur dan pemutus segala kenikmatan dan kelezatan di dunia ini. Perintah tersebut, tentu ada tujuan dan keutamaannya, diantaranya adalah agar kita mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan di akhirat nanti, setelah kematian kita. Karena sesungguhnya, di dunia ini sajalah kesempatan kita untuk beramal, yang menjadi bekal kita dalam kehidupan akhirat nanti.

Dalam hadits yang lain pula, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan, bahwa banyak mengingat-ingat kematian itu, adalah tanda “kecerdasan” seseorang, bahkan dikatakan sebagai orang yang paling cerdas menurut Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Dalam hadits Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhu, beliau bercerita (yang artinya) : “Aku pernah bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, kemudian datanglah seseorang dari Anshor, dan dia mengucapkan salam kepada Nabi, lalu dia bertanya : “Wahai Rosululoh, siapakah orang mukmin yang paling utama itu ?” Beliau menjawab : “Yang paling baik akhlaknya diantara mereka.” Dia bertanya lagi : “Siapakah orang mukmin yang paling cerdas itu ?” Beliau menjawab : “Yang paling banyak mengingat-ingat kematian diantara mereka. Kemudian yang paling bagus persiapannya untuk menghadapi kehidupan setelah itu. Mereka itulah orang yang paling cerdas. (HR Ibnu Majah, dan hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh)  

Mengingat kematian, diantaranya adalah dengan mengingat dan menyadari, bahwa kita semua akan “mengalami” kematian tersebut. Siap atau tidak siap, senang ataupun tidak senang, setiap kita pasti akan mengalami dan merasakan kematian. Banyak dalil yang menunjukkan hal itu.

Mengingat kematian, juga banyak faedahnya/manfaatnya. Maka dalam khutbah ini, ustadz menyebutkan beberapa faedah penting mengingat-ingat kematian tersebut.

Beliau juga menyebutkan cara yang paling efektif dalam mengingat kematian, yaitu dengan melakukan ziaroh kubur. Karena Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam banyak haditsnya yang shohih menyebutkan beberapa tujuan dan manfaat dari ziaroh kubur, diantaranya adalah : agar mengingatkan kita kepada kehidupan akhirat dan kematian, juga agar kita bisa mengambil “ibroh” (pelajaran) dari kematian tersebut (diantaranya, kita menyadari bahwa orang-orang yang telah mati dan dibaringkan di kuburan-kuburan mereka itu, semuanya pernah hidup di dunia dengan berbagai jabatan dan status sosial mereka dan kekayaan mereka, tetapi sekarang terbaring di kuburan mereka tanpa membawa harta apapun yang mereka punya, kecuali sekedar kain kafan saja). Disamping itu, mengingat kematian juga bisa “melunakkan dan melembutkan” hati yang keras, dan sebagainya.   

Itulah diantara isi khutbah beliau kali ini….dan masih banyak pelajaran-pelajaran penting yang lainnya, yang sangat penting bagi kita mengetahuinya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 12 ربيع الثاني 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Info Muhadhoroh (Kajian Islam Ilmiyyah) : “MENGHADAPI MUSUH-MUSUH ALLOH”, bersama Al-Ustadz Abu Hazim hafidzhohulloh.

Image result for jihad islam

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan mengharap ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah …….

MUHADHOROH ILMIYYAH

(Kajian Umum Ilmiyyah) 

Dengan Tema :

“MENGHADAPI MUSUH-MUSUH ALLOH”

Bersama :

Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori

(Pengasuh Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jatim) 

W a k t u  :

Hari Ahad, 10 Robi’ul Akhir 1438 H / 8 Januari 2017 M

(Insya Alloh mulai pukul 09.00 –  Dhuhur)   

T e m p a t  :

Pondok Pesantren DARUS SALAF Semarang

Jln. Bukit Mutiara Jaya No. 3, Perumahan Bukit Kencana Jaya Metesih, Semarang Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأربعاء 06 ربيع الثاني 1438 in Al Ustadz Abu Hazim, Info, Muhadhoroh

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “AGAMA INI SUDAH SEMPURNA, JANGAN DITAMBAH & DIKURANGI.”

Image result for serambi masjid

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam Khutbah ini, Ustadz menukil firman Alloh Ta’ala :

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَۖ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ وَٱللَّهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٦٧

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS Al-Maidah : 67)

Beliau juga menukilkan sebuah hadits Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban rohimahulloh dalam Shohih-nya, bahwa : “Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah istirahat di bawah sebuah pohon bersama para sahabatnya, kemudian beliau menggantungkan pedangnya dan beristirahat, Lalu pada malam hari, ada seorang a’robi yang mengambil pedang beliau, lalu mengarahkannya pada Nabi, sambil berkata : “Wahai Muhammad, siapa yang bisa menghalangimu/melindungimu dari pedang ini ?” Lalu Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Alloh yang menjagaku.” Maka dengan peristiwa ini, turunlah ayat tersebut.”

Kemudian beliau membawakan dalil-dalil lainnya. Itu semua menunjukkan, bahwa : “Bahwa diantara tugas mereka (para Nabi ‘alaihis salam) adalah utk menyampaikan risalah Alloh, dan menjamin penjagaan terhadap mereka, dari gangguan musuh-musuhnya. Mereka hanya takut kepada Alloh Ta’ala, tidak takut kepada yang selainnya.”

Karena itu pula, Nabi juga telah menyampaikan semua risalah Alloh Ta’ala, tidak ada sesuatu apapun yang tertinggal atau yang belum disampaikan. Sebagaimana Alloh Ta’ala juga menjelaskan hal itu dalam firman-Nya di Surat Al-Maidah : 3.

Maka apa saja yang dimasa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bukan agama, dan pada masa sekarang banyak mengamalkannya, dan menganggap hal itu baik dan dianggap sebagai agama, maka hal itu sama saja dengan menganggap Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam belum sempurna dalam menyampaikan agama yang diembankan kepada beliau. Padahal Alloh Ta’ala telah menyuruh menyampaikannya. 

Disamping itu, amalan bid’ah (sesuatu yang tidak berasal dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, tapi dianggap ibadah), semuanya adalah jelek dan sesat. Banyak sekali hadits-hadits Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan jeleknya dan sesatnya kebid’ahan. Dan juga banyak hadits Nabi yang menjelaskan tentang perintah untuk hanya berpegang teguh dengan As-Sunnah beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Itulah diantara intisari kandungan khutbah beliau kali ini, dan masih banyak yang lainnya.

Untuk mengetahui selengkapnya isi khutbah ini, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan meng-klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 04 ربيع الثاني 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KENALILAH ORANG-ORANG NASRANI, MEREKA ADALAH ORANG-ORANG KAFIR.”

Image result for lilin

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren DARUL ILMI Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Pada kesempatan khutbah kali ini, beliau mengingatkan kita tentang fenomena yang banyak terjadi saat-saat seperti sekarang ini (yakni di bulan Desember). Banyak orang begitu antusias menyambut gembira apa yang dinamakan dengan perayaan “Hari Natal & Tahun Baru.” Suasana penyambutannya terasa di mana-mana : di kantor-kantor, di mall-mall, di berbagai media massa dan yang lainnya. Tak terkecuali, banyak kaum muslimin yang turut andil dalam menyambut dan merayakannya, khususnya pada perayaan Natal.

Aneh …., masih ada seorang yang mengaku muslim ikut-ikutan perayaan natalan. Apakah mereka tidak mengenal dan tidak mengetahui siapakah sesungguhnya jati diri orang-orang yang bernama Nasrani alias Kristen itu ? Bukankah mereka adalah orang-orang yang telah “DIKAFIRKAN” oleh Alloh Ta’ala karena keyakinan dan aqidah mereka yang “rusak” parah, yakni meyakini bahwa Alloh itu mempunyai “anak” ? Atau bahkan mereka juga punya keyakinan, bahwa Yesus Kristus itulah Tuhan Alloh…… ?

Kalau mereka berada di atas keyakinan yang bathil semacam itu, maka pantaskah seorang muslim ikut larut dalam merayakan keyakinan yang bathil dan kufur semacam itu.

Itulah diantara isi khutbah beliau kali ini….dan masih banyak pelajaran-pelajaran penting yang lainnya, yang tidak selayaknya kita mengabaikannya.

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkannya sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 28 ربيع الأول 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Muhadhoroh Al-Ustadz Abu Hazim : “BERSEMANGATLAH DALAM MENGAMALKAN & MENEBARKAN AL-HAQ.”

Image result for mimbar masjid sesuai sunnah

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman MUHADHOROH (Ceramah Umum) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori  hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren darul Ilmi Surabaya beberapa waktu lalu, ketika beliau singgah ke Surabaya, dalam perjalanan beliau untuk kepentingan dakwah ke Malaysia.

Dalam muhadhoroh ini, beliau mengingatkan kepada kita, bahwa dalam kehidupan ini, telah terjadi pertempuran yang sangat dahsyat antara pelaku dan pembela Al-Haq, dengan pelaku dan pembela kebathilan. Hal itu terjadi sebagai sunnatullah (ketepan Alloh).

Oleh karena itu, bagi kita yang insya Alloh termasuk pelaku dan pembela Al-Haq, hendaknya bersemangat dalam mengamalkan dan terus menerus membela dan memperjuangkan Al-Haq tersebut. Sebagaimana mereka, para pembela kebatilan, juga bersemangat di dalam membela dan memperjuangkan kebatilan tersebut.

Diantara dalil yang menunjukkan hal itu adalah firman Alloh Ta’ala :

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيۡهِمۡ حَسۡرَةٗ ثُمَّ يُغۡلَبُونَۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحۡشَرُونَ ٣٦ 

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (QS Al-An’am : 36)

Intinya, mereka menginfakkan hartanya untuk menghalangi manusia dari Al-Haq. Dan masih banyak dalil lainnya. Bahkan, orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridho kepada kita, sampai kita mengikuti kemauan mereka untuk mengikuti agama mereka. Sebagaimana dalam firman-Nya :

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٢٠ 

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS Al-Baqoroh : 120)

Maka jika mereka berusaha sekuat tenaga, pikiran, harta dan jiwa mereka untuk membela dan menyebarkan kebathilan, lalu bagaimana mungkin kita kaum muslimin bisa mengalahkan mereka, tanpa ada usaha, perjuangan dan kesungguhan dari kita sendiri untuk membela dan menyebarkan Al-Haq ?  

Maka hendaknya kita harus lebih bersemangat dalam menyebarkan Al-Haq dan kebaikan daripada mereka, diantaranya dengan bersegera dalam mengamalkannya, dan tidak menunda-nundanya, sebagaimana dalam firman Alloh Ta’ala :

۞وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imron : 133)

Hal itu menunjukkan bagi kita, hendaknya kita mempunyai “himmah ‘aaliyah” (semangat yang tinggi) untuk bersegera dalam menunaikan amal-amal kebaikan, dan menyebarkan Al-Haq di penjuru bumi ini.

Dan dalam menyebarkan Al-Haq, diantaranya dengan menyebarkan para da’i ilalloh ke segenap penjuru dunia ini. Sebagaimana yang dilakukan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam tatkala beliau mengutus beberapa orang sahabat ke negeri-negeri lain untuk menebarkan dan menyebarkan dakwah Islam, seperti mengutus mereka ke Yaman dan negeri yang lainnya.

Dan masih banyak cara yang lainnya yang bisa dilakukan dalam upaya untuk menebarkan Al-Haq di muka bumi ini, yang disebutkan oleh Al-Ustadz Abu Hazim dalam muhadhoroh ini.

Maka untuk mengetahui isi muhadhoroh ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 28 ربيع الأول 1438 in Al Ustadz Abu Hazim, Muhadhoroh

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “WAJIBNYA MENCINTAI ROSULULLOH, TETAPI TIDAK BOLEH BERSIKAP GHULUW (BERLEBIH-LEBIHAN).”

Image result for inside masjid nabawi roza

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu (tanggal 2 Robi’ul Awwal 1438 H) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid AL-AMIN Perumnas Tengger Kandangan Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau mengingatkan tentang banyaknya kenikmatan Alloh Ta’ala yang dilimpahkannya kepada kita semua, baik yang kecilnya maupun besarnya, baik yang sedikit maupun banyaknya. Terhadap nikmat tersebut, tentu kewajiban kita adalah selalu mensyukurinya.

Diantara nikmat yang besar, adalah “diutusnya Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam di tengah umat manusia sebagai seorang Nabi dan Rosul (utusan) Alloh.” Sebagaimana hal ini dinyatakan Alloh Ta’ala dalam firman-Nya :

لَقَدۡ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذۡ بَعَثَ فِيهِمۡ رَسُولٗا مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ١٦٤ 

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman, ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS Ali Imron : 164)

Ayat tersebut menunjukkan, diutusnya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, adalah nikmat yang agung. Kemudian, salah satu perkara yang disyari’atkan dalam agama kita, adalah perintah untuk “mencintai” Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Dan ini hukumnya wajib, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang shohih, beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tidak beriman salah seorang dari kalian (dengan keimanan yang sempurna), sampai aku ini lebih dicintainya daripada anaknya, bapaknya dan seluruh umat manusia.” (HR Imam Al-Bukhori & Imam Muslim)

Tetapi, dalam rangka mencintai Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tersebut, beliau juga mengajarkan, agar dalam mencintainya itu tidak sampai bersikap GHULUW (ekstrem/berlebih-lebihan dan melampaui batas), hingga memuji-memuji beliau dan mengangkat kedudukan beliau melebihi kedudukan yang semestinya.  

Banyak dalil-dalil yang menjelaskan larangan bersikap ghuluw, terutama dalam memberikan sanjungan dan pujian pada seseorang. Hal itu karena akan dikuatirkan terjatuh pada kesesatan dan kekufuran, sebagaimana orang-orang Nasrani terjatuh pada kekufuran, karena bersikap ghuluw terhadap Nabi Isa ‘alaihis salam, hingga menjadikan beliau sebagai “anak Alloh” atau “Alloh” itu sendiri.

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam melarang dari hal itu, termasuk juga memuji dan menyanjung beliau secara berlebihan. Ketika ada sekelompok orang yang memuji-muji dan menyanjung beliau, maka beliau menasehati :

“Ucapkanlah dengan ucapan kalian yang wajar. Jangan sampai kalian digelincirkan oleh Syaithon karena ucapan kalian tersebut.” (Al-Hadits)

Tetapi sangat disayangkan. Larangan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam seperti tersebut di atas, justru banyak dilanggar pada saat sekarang ini, khususnya di Bulan Robi’ul Awwal ini, dimana banyak orang mengadakan perayaan yang disebut dengan Maulud Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Dan di dalam perayaan ini, banyak dilakukan bacaan-bacaan qosidah yang mereka sebut sebagai bacaan sholawat Nabi, yang isinya puji-pujian dan sanjungan kepada Nabi, hingga bersikap Ghuluw kepada beliau.

Itulah beberapa poin ringkasan yang bisa kita dapatkan dari rekaman khutbah ini. Dan sesungguhnya masih banyak yang lainnya yang perlu untuk kita ketahui bersama, terkait dengan perayaan Maulud Nabi yang terkenal itu, yang dikritisi oleh Ustadz dalam khutbahnya ini. 

Maka untuk mengetahui isi khutbah ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 17 ربيع الأول 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “INILAH CITA-CITA TERTINGGI SEORANG MUSLIM : “MASUK KE DLAM SURGA & DIJAUHKAN DARI API NERAKA.”

Image result for taman surga

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz menjelaskan tentang kandungan firman Alloh Ta’ala dalam Surat Ali Imron ayat 185 sebagai berikut :

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ١٨٥

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS Ali Imron : 185)

Sahabat Rosululloh yang mulia, Mu’adz bin Jabal rodhiyallohu anhu pernah bertanya kepada Nabi, untuk menunjukkan amal-amal apa sajakah yang bisa menyebabkan masuk surga dan menjauhkan dari api neraka, maka Rosululloh menjawab : “Sungguh, kamu bertanya tentang sesuatu yang sangat besar. Tetapi sesungguhnya akan terasa mudah (untuk mengamalkan sesuatu yang besar tersebut) bagi seseorang yang Alloh Ta’ala mudahkan baginya, (yaitu) : “Hendaknya kamu beribadah kepada Alloh dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kamu mendirikan sholat, kamu menunaikan zakat, kamu berpuasa Romadhon dan berhaji ke Baitulloh ….” (Al-Hadits)

Ayat dan hadits tersebut di atas menunjukkan, bahwa “pencarian yang paling tinggi yang diinginkan oleh manusia di dunia ini”, adalah keinginan dimasukkan ke dalam surga, dan dijauhkan dari api neraka. Ini adalah cita-cita dan keinginan yang agung. Yang mana, bila Alloh Ta’ala memudahkan bagi seseorang mudah memperolehnya, maka akan mudah baginya. Tetapi bila tidak, akan terasa berat untuk menempuhnya. Ini pun juga tergantung adanya hidayah dari Alloh ta’ala kepadanya.

Jalan untuk mencapai cita-cita tersebut, adalah dengan senantiasa mentaati Alloh Subhanahu wa ta’ala, dalam semua perintah dan larangan-Nya. Kemudian terus bersabar di atas ketaatan tersebut, pada hari-hari kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. 

Itulah diantara isi kandungan nasehat yang disampaikan dalam khutbah ini. Dan masih banyak pelajaran-pelajaran yang lainnya. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأربعاء 16 ربيع الأول 1438 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

CINTAILAH ROSULULLOH SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM, TETAPI JANGAN GHULUW (MELAMPAUI BATAS)

Image result for PEDANG ISLAM

 

Saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh ………

Sungguh, Alloh Ta’ala telah memuliakan umat manusia ini dengan berbagai karunia dan keutamaan. Salah satunya adalah, dengan diutusnya Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam di tengah umat manusia.

Beliau diutus, dengan membawa petunjuk, yakni memberi petunjuk kepada umat manusia, dari kegelapan kesyirikan dan kekufuran kepada cahaya Tauhid yang terang benderang. Beliau mengeluarkan mereka dari kesesatan, kepada petunjuk yang benar. Dan Alloh Ta’ala menyempurnakan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya dengan diutusnya beliau, dan disempurnakan pula agama-Nya

Dalil yang menunjukkan hal itu, adalah firman Alloh Ta’ala :

لَقَدۡ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذۡ بَعَثَ فِيهِمۡ رَسُولٗا مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ١٦٤

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman, ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”  (QS Ali Imron : 164)

هُوَ ٱلَّذِي بَعَثَ فِي ٱلۡأُمِّيِّ‍ۧنَ رَسُولٗا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٢

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS Al-Jum’ah : 2)

Demikianlah ! Maka Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam wafat, dalam keadaan beliau telah menyampaikan “risalah” agama ini, dan telah menunaikan semua “amanah” Alloh yang dibebankan pada beliau, dan juga telah menasehati umat ini semua perkara agama. Beliau telah melakukan semua itu dengan segala kesungguhan dan kemampuan. Tidak ada suatu perkara kebaikan pun, kecuali beliau telah menyampaikannya dan menganjurkan kaum muslimin untuk mengamalkannya. Dan tidak ada suatu perkara kejelekan pun, kecuali beliau telah mengingatkan umat ini darinya dan melarangnya.

Kemudian ketahuilah wahai saudaraku kaum muslimin ……

Termasuk perkara yang tidak tersembunyi dalam agama kita ini dan yang pasti diketahui oleh setiap muslimin adalah kewajiban untuk “mencintai” Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Bahkan perkara ini adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim, laki-laki maupun wanita.   

Dalam hadits yang shohih, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده وواده والناس أجمعين

“Tidak beriman salah seorang dari kalian (dengan keimanan yang sempurna), sampai aku ini lebih dicintainya daripada anaknya, bapaknya dan manusia yang lainnya.” (HR Imam Al-Bukhori no. 15 dan Imam Muslim no. 44)  

Kecintaan terhadap Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam seperti dalam perintah tersebut di atas, adalah kecintaan yang sifatnya “wajib”. Dan tentunya, kecintaan seorang muslim kepada Nabinya, tentu ada bentuknya, ada bukti dan juga tanda-tandanya. Bukan sekedar pengakuan di lesan belaka. Lalu, tahukah anda apa bentuknya ? Apa bukti dan tanda-tanda-nya ? 

Diantara bukti dan tanda-tanda kecintaan seorang muslim terhadap Nabinya, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama kita, adalah : “Mentaati beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam semua apa yang beliau perintahkan, membenarkan semua berita atau kabar yang beliau sampaikan, menjauhi semua perkara yang beliau larang, dan kita tidak beribadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, kecuali dengan apa yang telah beliau syari’atkan.” Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on السبت 12 ربيع الأول 1438 in Aqidah, Manhaj, Risalah

 

Rekaman Muhadhoroh Syaikh Muhammad bin Mani’ hafidzhohulloh : “BERSEGERA MENUJU KEPADA KETAATAN.”

Hasil gambar untuk sholat jamaah

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Muhadhoroh (Kajian Umum) hari Ahad kemarin (tanggal 27 Shofar 1438 H / 27 Mopember 2016) yang disampaikan oleh As-Syaikh Al-Fadhil Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ Al-Ansi  hafidzhohulloh,  di Masjid Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah, Sampung, Plaosan Magetan Jawa Timur, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, Syaikh menjelaskan kepada kita tentang pentingnya bagi kita semua untuk “bersegera” dalam melakukan berbagai amal ketaatan kepada Alloh Ta’ala. Yakni, bersegera dalam melakukan ketaatan dan tidak menunda-nunda atau mengakhirklannya.

Dan tidak diragukan, bahwa kematian itu pasti akan datang, sementara umur kita itu pendek. Karena itu, agar kita tidak terlambat, hendaknya kitra bersegera dan cepat-cepat dalam melakukan amal ketaatan kepada Alloh, yang bisa mengantarkan kita kepada pengampunan-Nya dan surga-Nya. Banyak dalil-dalil yang menjelaskan permasalahan ini.

Dan dalam muhadhoroh ini, banyak sekali pelajaran-pelajaran penting yang disampaikan oleh Syaikh, khususnya tentang mengapa dan apa faedahnya kita harus bersegera dalam melakukan ketaatan kepada Alloh, dan meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Alloh Ta’ala .

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman muhadhoroh ini sampai akhir. Silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau mendownloadnya dengan klik pada judul kajian tersebut :

BERSEGERA MENUJU KEPADA KETAATAN (Bagian 1)

BERSEGERA MENUJU KEPADA KETAATAN (Bagian 2)

Penerjemah Kajian ini : Al-Ustadz Abu Zakariya Irham (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Utsmani, Purworejo Jawa Tengah)

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 03 ربيع الأول 1438 in Aqidah, Manhaj, Muhadhoroh

 

Info Muhadhoroh Ilmiyyah Magetan : “BERSEGERA MENUJU KETAATAN.” Bersama Syaikh Muhammad bin Mani’ Al-Ansi hafidzhohulloh

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Hasil gambar untuk kitab ulama salaf

Dengan mengharap ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah …….

MUHADHOROH ILMIYYAH

(Kajian Umum Ilmiyyah)

Dengan Thema :

المسارعة إلى الطاعة

(BERSEGERA MENUJU KETAATAN)

Bersama :

Asy-Syaikh Al-Fadhil Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ Al-Ansi hafidzhohulloh

(dari Shon’a – Yaman)

W a k t u  :

Hari Ahad, 27 Shofar 1438 H / 27 Nopember 2016 M

(Insya Alloh mulai pukul 09.00 –  Dhuhur)  

T e m p a t  :

Ma’had (Pondok Pesantren) ITTIBA’US SUNNAH, Sampung Magetan Jawa Timur

Catatan :

Kegiatan ini berlaku untuk umum, Ikhwan maupun Akhwat Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 24 صفر 1438 in Dauroh, Info, Muhadhoroh

 

Taushiyyah (Nasehat) : “BERHATI-HATILAH DARI PERKARA YANG BISA MENGGELINCIRKAN PARA PENUNTUT ILMU.”

Hasil gambar untuk kitab ulama salaf

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum  …………..

Beberapa waktu lalu, Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh berziaroh (berkunjung) ke Ngawi dan Magetan untuk suatu keperluan, lebih khusus ke Majelis Ta’lim Masjid Al-Imam Al-Wadi’i di Kota Ngawi yang diasuh oleh Al-Ustadz Abu Muhammad Fu’ad Hasan bin Mukiyi hafidzhohulloh, dan juga berkunjung di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan yang diasuh oleh Al-Ustadz Abu Hazim dan Al-Ustadz Abu Arqom hafidzohumalloh.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, beliau diminta untuk menyampaikan beberapa nasehat untuk segenap para santri dan juga ikhwah di sana. Alhamdulillah, meskipun dalam waktu kunjungan yang ringkas dan sebentar, beliau pun menyempatkannya.

Dan mengingat bagusnya dan pentingnya nasehat tersebut, maka kami hadirkan di hadapan antum semuanya rekaman taushiyyah/nasehat tersebut, semoga semakin menambah ilmu dan juga semangat kita untuk senantiasa tholabul ilmi.

1. Rekaman Kajian / Taushiyyah di Magetan :

(“BAGAIMANA SEORANG MU’MIN MEMANDANG UJIAN BERUPA KENIKMATAN & KESULITAN HIDUP DI DUNIA INI.”)

2. Rekaman Kajian / Taushiyyah di Ngawi :

(“BERHATI-HATILAH DARI PERKARA YANG BISA MENGGELINCIRKAN PARA PENUNTUT ILMU.”)

Maka untuk mengetahui isi rekaman kajian ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan “klik” judul kajian atau taushiyyah tersebut di atas. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 22 صفر 1438 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Muhadhoroh

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “BAGAIMANA BERSYUKUR KEPADA ALLOH & JUGA BERSYUKUR (BERTERIMA KASIH) KEPADA ORANG LAIN.”

Hasil gambar untuk indahnya bersyukur

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum …………

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz menjelaskan tentang keutamaan dan kelebihan yang Alloh berikan kepada manusia, yang tidak diberikan kepada makhluk-makhluk Alloh yang lainnya. Yang mana dengan kelebihan itu, menjadikan manusia makhluk yang paling mulia dan utama di alam ini. Sebagaimana yang Alloh Ta’ala nyatakan dalam firman-Nya :

۞وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِيٓ ءَادَمَ وَحَمَلۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِيلٗا ٧٠ 

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS Al-Isro’ : 70)

Banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan hal tersebut, tujuannya adalah agar kita bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan tersebut, kemudian menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadah kepada Alloh Ta’ala.

Disamping kita pandai bersyukur kepada Alloh atas segaloa nikmat yang diberikan-Nya, hendaknya juga kita pandai bersyukur (berterima kasih) terhadap siapa saja yang telah memberikan kebaikan kepada kita. Dengan saling memberikan ucapan terima kasih, dan juga saling mengakui kelebihan yang ada pada saudara kita sesama muslim. Baik dengan kita membalas kebaikan kepadanya, ataupun mengucapkan terima kasih kepadanya, ataupun dengan mendoakan kebaikan kepadanya.

Dan masih banyak pelajaran-pelajaran yang lainnya yang disampaikan ustadz pada khutbah kali ini. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai akhir, atau dengan mendowloadnya, dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 21 صفر 1438 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah