Rekaman Khutbah Jum’at : “KEUTAMAAN AMAL SHOLIH & DOSA-DOSA YANG BISA TERHAPUS DENGANNYA”

 

Hasil gambar untuk ibadah

 

Saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh ……..

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh, dengan tema : “Keutamaan Amal Sholih & Dosa-Dosa Yang Bisa Terhapus Dengannya.”

Sebagaimana kita ketahui, Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan agama Islam untuk kita, dan dibukakannya dada kita untuk menerimanya, maka ini adalah perkara yang patut untuk kita syukuri. Apalagi, Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi oleh Alloh Subahanahu wa Ta’ala.

Agama Islam, di dalamnya mengandung berbagai syari’at dan hukum-hukum. Maka barangsiapa yang mengamalkannya dengan baik dan benar, maka dia akan meraih derajat yang tinggi dan mulia di sisi Alloh Ta’ala. 

Namun, manusia itu lemah, sehingga seringnya banyak berbuat dosa dan kesalahan. Maka, ketahuilah, bahwa di dalam syari’at agama Islam, disana ada amalan-amalan, yang bila dilakukan, maka seorang hamba akan mendapatkan ampunan dan kemaafan dari Alloh Ta’ala. Sehingga, kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan tersebut, akan terhapus darinya.

Dalam khutbah ini, Ustadz Abu Ubaidah menyebutkan beberapa contoh hal tersebut, sebagaimana banyak disebutkan dalam Al-Qur’an maupun Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya atau mendownloadnya dengan klik : DI SINI Read the full post »

BERSEMANGATLAH IBADAH DI AKHIR ROMADHON, JANGAN BERTAMBAH LOYO (KURANG SEMANGAT)

 

Hasil gambar untuk baca alquran

 

Saudaraku kaum muslimin, diantara tuntunan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam kaitannya dengan ibadah di bulan Romadhon ini, khususnya di akhir-akhir Romadhon seperti ini, adalah hendaknya kita semakin bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam beribadah, bukan malah loyo atau berkurang semangatnya.

Ya, mestinya setelah beberapa hari di bulan Romadhon ini kita terbiasa dengan puasa, sholat tarowih, membaca Al-Qur’an, bershodaqoh dan lain-lain, tentunya kita sudah terlatih dan terbiasa.

Nah, justru di akhir-akhir Romadhon inilah saat-saat yang menentukan. Keistiqomahan kita diuji, kesabaran kita perlu dibuktikan. Bila kita benar-benar mengaku pengikut setia Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, perhatikanlah bagaimana ibadah beliau bila berada di sepuluh hari terakhir di bulan Romadhon. Lalu berusahalah ittiba’ (mengikuti) jalan ibadah yang ditempuh beliau. Siapkah kita ?

Ummul Mu’minin Aisyah rodhiyallohu ‘anha, pernah menceritakan bagaimana ibadah beliau di akhir-akhir Romadhon seperti ini :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر الأواخر من رمضان أحيا الليل وأيقظ أهله وجد وشد المئزر

“Adalah Nabi shollallohu ’alaihi wa sallam apabila masuk pada sepuluh hari terakhir dari bulan Romadhon, beliau biasa menghidupkan malamnya (dengan ibadah), dan membangunkan keluarganya (juga agar mereka mau beribadah), dan beliau bersungguh-sungguh (dalam beribadah tersebut), dan beliau mengencangkan kain sarungnya (yakni tidak menggauli istri-istrinya, edt.).” (HR Imam Al-Bukhori dalam Fathul Bari (4/269) dan Muslim no. 1174) 

Ummul Mu’minin Aisyah Rodhiyallohu anha juga berkata :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يجتهد في رمضان مالا يجتهد في غيره، وفي العشر الأواخر منه مالا يجتهد في غيره

“Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (dalam beribadah) di bulan Romadhon tidak sebagaimana pada bulan-bulan yang lainnya. (Demikian pula beliau bersungguh-sungguh dalam beribadah) pada sepuluh hari terakhir dari bulan Romadhon tersebut tidak sebagaimana pada hari-hari lainnya (juga di bulan Romadhon tersebut, edt.).” (HR Imam Muslim no. 1175) 

As-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh berkata : “Bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam itu apabila memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Romadhon, maka beliau menghidupkan malam harinya, yaitu menghidupkannya dengan dzikir, membaca Al-Qur’an, sholat dan ibada. Beliau juga membangunkan keluarganya, dan mengencangkan kain sarungnya. Beliau membangunkan mereka agar mereka sholat. Dan beliau mengencangkan kain sarungnya, yakni melakukan persiapan dengan persiapan yang sempurna untuk beramal. Karena mengencangkan kain sarung, maknanya adalah bahwa seseorang itu mempersiapkan dirinya untuk beramal dan menguatkannya. Adapula yang berkata, maknanya adalah dia menjauhi istrinya (tidak menggaulinya/menjima’inya). Demikianlah keadaan Nabi ‘alaihis sholatu wa sallam. Beliau mengkonsentrasikan untuk beribadah. Dan kedua makna tersebut di atas adalah shohih (benar). Read the full post »

“Apa Hukumnya Mencium & Mencumbui Istri Bagi Orang Yang Berpuasa ?”

Hasil gambar untuk bunga

Dalam permasalahan ini ada beberapa pendapat para ulama sebagai berikut :

Pertama : Pendapat yang mengatakan : “Dibenci (Makruh) secara mutlak.” Ini adalah pendapat yang masyhur menurut para ulama Malikiyyah (pengikut madzhab Imam Malik).

Kedua : Pendapat yang mengatakan : “Diharamkan.” (Sebagaimana dinukilkan hal ini oleh Ibnul Mundzir rohimahulloh). Sebagian lainnya berpendapat : “Batal puasanya.” Ini adalah pendapat Abdulloh bin Syubromah, dan diriwayatkan juga dari Sa’id bin Al-Musayyab.

Ketiga : Pendapat yang mengatakan : “Bolehnya hal tersebut.” Ini adalah bpendapat yang dinukil secara shohih dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu (sebagaimana dikeluarkan haditsnya oleh Ibnu Abi Syaibah (3/60) dengan sanad yang shohih.”

Berpendapat seperti itu pula Sa’ad bin Abi Waqqosh rodhiyallohu ‘anhu, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam Abdurrozzaq dalam Al-Mushonnaf (4/185), dari jalan Zaid bin Aslam secara munqothi’ (terputus sanadnya), karena Zaid tidak pernah mendengar dari Sa’ad bin Abi Waqqosh, seperti disebutkan dalam Jami’ut Tahshil. Tetapi Ibnu Hazm rohimahulloh mengatakan dalam Al-Muhalla : “Dan dikeluarkan riwayat ini dari jalan yang shohih, dari Sa’ad bin Abi Waqqosh….” Kemudian beliau berlebih-lebihan dalam masalah ini, sampai-sampai beliau berpendapat bahwa hal itu (yakni mencium atau mencumbui istri bagi orang yang berpuasa) adalah “disunnahkan.”

Keempat : Pendapat yang mengatakan : “Dimakruhkan (dibenci) bagi pemuda, dan dibolehkan bagi orang yang yang sudah tua.”

Mereka berdalil dengan hadits dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu : “Bahwa ada seorang laki-laki mendatangi Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, lalu bertanya kepada beliau tentang “bercumbu” bagi orang yang sedang berpuasa. Maka beliau memberi rukhshoh (keringanan/kebolehan) kepadanya. Kemudian datang lagi laki-laki yang lainnya, lalu dia bertanya hal yang sama, tetapi beliau melarangnya (tidak memberi ijin kepadanya). Maka yang diberi rukhshoh tadi adalah orang tua, sedangkan yang dilarang adalah orang yang masih muda.” (HR Abu Dawud no. 2387, sanadnya shohih) Read the full post »

Apakah Menelan Ludah, Dahak, Sisa-Sisa Makanan yang terselip di gigi, dan lain-lain, termasuk yang Membatalkan Puasa ?

Hasil gambar untuk kurma

Saudaraku kaum muslimin, berikut ini kami sampaikan beberapa pertanyaan dan jawaban, khususnya tentang perkara-perkara yang sering ditanyakan oleh kaum muslimin, yakni tentang perkara-perkara yang bisa membatalkan puasa ataukah tidak. Semoga penjelasan dalam jawabannya cukup untuk menambah wawasan kita, khususnya yang terkait dengan hukum-hukum seputar ibadah puasa. Insya Alloh beberapa permasalahan yang sering ditanyakan, akan kami bahas secara berkala, semoga Alloh Ta’ala memudahkannya.   

 

Apa Hukum Menelan Ludah Bagi Orang Yang Berpuasa ?

Bila menelan ludah itu adalah perkara yang biasa terjadi (kebiasaan), maka hal ini tidaklah membatalkan puasa menurut ijma’ (kesepakatan) para ulama. Sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Al-Imam An-Nawawi rohimahulloh. Hal ini karena sulit untuk menahan/mencegah masuknya ludah tersebut (ke dalam tenggorokan). Disamping itu, seandainya hal itu membatalkan puasa, maka tentu Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskannya kepada kita.

Akan tetapi, bila ludah itu banyak jumlahnya dan terkumpul di mulut seseorang, kemudian dia menelannya, maka tentang masalah ini ada dua pendapat menurut para ulama Syafi’iyyah. Dan yang paling shohih dari dua pendapat tersebut adalah bahwa hal itu tidak membatalkan puasa, karena tidak ada dalil yang menunjukkan atas batalnya hal tersebut. Dan ini adalah pendapat yang dirojihkan oleh Al-Imam Ibnu Qudamah rohimahulloh.

Dan juga, sebagaimana tidak batalnya menelan ludah yang tidak terkumpul banyak (yang biasa dan sedikit), maka (tidak batal pula bagi seseorang) meskipun dia sengaja menelan ludah yang  terkumpul banyak. Ini juga adalah pendapatnya As-Syaikh Al-‘Allamah Ibnu Baaz dan As-Syaikh Al-‘Allamah Ibnu Utsaimin rohmatulloh ‘alaihima. Wallohu a’lamu bis showab.

(lihat : As-Syarhul Mumti’ (6/427) karya Syaikh Al-Utsaimin, Al-Mughni (3/16-17) karya Al-Imam Ibnu Qudamah, Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (6/317-318) karya Al-Imam An-Nawawi rohimahumulloh)    

 

Bagaimana hukumnya menelan ludahnya orang lain ?

Al-Imam An-Nawawi rohimahulloh berkata : “Para ulama telah sepakat, bila seseorang menelan ludahnya orang lain, maka hal ini membatalkan puasanya.” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, 6/318)

 

Menelan sisa-sisa makanan yang terselip diantara gigi-gigi, apakah hal ini membatalkan puasa ?

Tentang masalah ini, jumhur (mayoritas) ulama berpendapat : Bila menelan sesuatu (dari sisa makanan tersebut), maka hal itu dianggap membatalkan puasa. Ini adalah pendapat Malik, Ahmad dan As-Syafi’i. Dan ini adalah pendapat yang shohih (benar), karena hal itu berarti dia memakan sesuatu makanan, padahal dia memungkinkan untuk menjaga diri darinya, dan tidak ada kebutuhan terhadap perkara tersebut (untuk menelannya).

Akan tetapi Abu Hanifah berpendapat lain, bahwa hal itu tidak membatalkan puasa. Tetapi pendapat ini tidak ada dalilnya. Wallohu a’lam bis showab.

(lihat : Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, 6/317)    Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “DOANYA ORANG YANG BERPUASA, TIDAK AKAN DITOLAK OLEH ALLOH”

Hasil gambar untuk doa

Kaum Muslimin Rohimaniyallohu wa iyyakum …….

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby, dengan tema : “Doanya Orang Yang Berpuasa, Tidak Akan Ditolak OLeh Alloh.”

Judul tema tersebut di atas, diambil dari sebuah hadits Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam : “Ada tiga doa, yang doa mereka itu tidak akan ditolak (oleh Alloh) : (yaitu doany) Seorang Imam (Pemimpin) yang adil, (doanya) orang yang berpuasa ketika dia berbuka, dan doanya orang yang terdholimi (teraniaya).” (HR Imam At-Tirmidzi, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih At-Tirmidzi (2/311), dan dishohihkan pula oleh Syaikh Muqbil Al-Wadi’i rohimahulloh dalam Al-Jami’us Shohih (2/1597) ) 

Dalam lafadz lainnya : “Ada tiga doa yang tidak akan ditolak (oleh Alloh) : “Doanya orang tua (untuk anaknya), doanya orang yang berpuasa, dan doanya musafir/orang yang sedang bepergian jauh.” (HR Al-Baihaqy dalam As-Sunan, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam As-Shohihah no. 1797)

Berdasarkan hadits tersebut di atas inilah, maka sepantasnya kita memperbanyak berdoa, dan tidak menyia-nyiakannya. Dan hal itu juga menunjukkan, jaminan dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala, bahwa doanya orang-orang yang sedang berpuasa itu adalah “maqbul” (akan diterima oleh Alloh Ta’ala).

Kemudian, dalam khutbah ini juga diuraikan, doa-doa apa sajakah menurut sunnah (tuntunan/petunjuk) Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam yang selayaknya kita minta dan kita mohonkan kepada Alloh Ta’ala. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendownload atau mendengarkannya dengan klik : DI SINI  Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “PERHATIKANLAH ADAB-ADAB BERPUASA, AGAR PUASA KITA TIDAK SIA-SIA”

Image result for adab puasa

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh …..

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu, dengan tema “Perhatikanlah Adab-Adab Berpuasa, Agar Puasa Kita Tidak Sia-Sia”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN, di Masjid Al-Islam Komplek Perumnas Manukan Kulon Tandes Surabaya.

Hal ini beliau sampaikan sebagai bekal menyambut dan menghadapi bulan Romadhon 1436 H, agar ibadah puasa kita benar-benar sesuai dengan yang disyari’atkan oleh Alloh Ta’ala, dan juga sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam sunnah beliau.

Untuk mengetahui apa saja nasehat beliau tersebut, silahkan anda mendengarkannya atau mendownloadnya dengan klik : DI SINI

Semoga khutbah dan nasehat ini memberikan semangat kepada kita semuanya untuk mengisi hari-hari di  bulan Romadhon tahun ini dengan semangat ibadah yang benar dan tepat, wallohu a’lam.  Read the full post »

MEWASPADAI BID’AH-BID’AH SEPUTAR PUASA ROMADHON

Image result for puasa ramadhan

 

Saudaraku kaum muslimin …..

Romadhon kali ini telah ada di depan kita. Tentunya, dengan penuh semangat untuk beribadah dan beramal sholih, kita ingin mengisi hari-hari sepanjang bulan Romadhon nanti dengan berbagai macam ibadah yang bisa kita lakukan. Dengan harapan, semoga dosa-dosa kita dihapuskan oleh Alloh Ta’ala, dan diterima semua amal-amal sholih kita, sehingga kita bisa menyelesaikan ibadah puasa Romadhon nanti, sebagai orang-orang yang meraih predikat Taqwalloh (bertaqwa kepada Alloh Ta’ala)

Tetapi yang juga perlu diketahui dan diingat adalah : Bermodal semangat saja untuk beribadah kepada Alloh Ta’ala itu tidak cukup. Ya, beribadah itu juga membutuhkan ilmu (pengetahuan), khususnya tentang hukum-hukum puasa Romadhon tersebut. Mengapa ?

Ya, agar kita tak terjatuh pada perkara-perkara yang bukan termasuk ibadah, tetapi telah terlanjur dianggap ibadah. Itulah yang sering disebut sebagai “bid’ah” dalam agama ini.

Kepada kaum muslimin sekalian…, berikut ini kami sampaikan dihadapan anda sekalian rekaman dars (pelajaran) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN, di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya beberapa hari yang lalu, khususnya terkait “Bid’ah-Bid’ah Seputar Puasa Romadhon”.

Apa saja yang termasuk bid’ah-bid’ah seputar puasa Romadhon tersebut ? Sebenarnya banyak, tetapi dalam kajian ini hanya disebutkan sebagiannya saja yang sangat banyak dan terkenal di masyarakat kita. Apa saja itu ? Untuk mnengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkan sendiri kajiannya atau untuk mendownloadnya, silahkan klik : DI SINI Read the full post »

Kumpulan Risalah Ilmiah Tentang Hukum-Hukum Seputar Puasa Romadhon

 

Image result for perpustakaan kitab salaf

 

Saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh …..

Menjelang bulan Romadhon 1436 H ini, berikut ini akan kami tampilkan kembali beberapa tulisan dan pembahasan hukum-hukum seputar puasa Romadhon, yang pernah kami tampilkan pada beberapa waktu yang lalu.

Hal ini penting, mengingat bahwa kebutuhan akan ilmu syar’i, terutama yang berkaitan dengan ibadah yang akan kita lakukan saat ini, adalah suatu ilmu yang tidak akan pernah ada usangnya. Ilmu akan selalu menjadi kebutuhan utama saat dibutuhkan, khususnya menjelang kita akan melakukan ibadah-ibadah yang disyari’atkan.

Oleh karena itu, bagi para pembaca yang mengingkan beberapa pembahasan ilmu yang terkait dengan permasalahan yang dihadapi, khususnya terkait ibadah puasa Romadhon, semoga sajian ini sangat membantu untuk menghilangkan “dahaga” kita, dan menjadi pencerahan yang bermanfaat untuk kita semua. Hanya kepada Alloh Ta’ala sajalah kita mengharapkan ridho-Nya, semoga amal-amal ibadah kita diterima-Nya dan mendapat balasan yang selayaknya.

Rincian pembahasan Hukum-Hukum Seputar Puasa Romadhon adalah sebagai berikut (bagi anda yang ingin membaca selengkapnya, silahkan “klik” langsung pada judul-judul berikut ini) :

  1. Beberapa Permasalahan Yang Terkait dengan Hukum Mengqodho’ Puasa Romadhon

 

  1. Berpuasa & Berhari Raya Berdasarkan Ru’yatul Hilal  

 

  1. Adab-Adab Berpuasa (1) : N I A T

 

  1. Adab-Adab Berpuasa (2) : MAKAN SAHUR

 

  1. Adab-Adab Berpuasa (3) : MENYEGERAKAN BERBUKA PUASA (TA’JILUL FITHR)

 

  1. Adab-Adab Berpuasa (4) : MEMPERBANYAK AMAL SHOLIH & BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM MELAKUKAN BERBAGAI JENIS IBADAH

 

  1. Adab-Adab Berpuasa (5) : MENJAUHI SEMUA PERKARA YANG BISA MERUSAKKAN ATAU MENGURANGI PAHALA PUASA

 

  1. Sholat Tarowih & Keutamaannya

 

  1. Hukum Orang Yang Berpuasa, Tetapi Tidak Sholat

 

  1. Hukum Puasanya Orang Yang Sakit

 

  1. Hukum Puasanya Orang-Orang Yang Lemah, Yang Tidak Ada Kemampuan Sama Sekali Untuk Berpuasa

 

  1. Hukum Puasanya Wanita Yang Hamil & Yang Sedang Menyusui Bayi

Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “ATS-TSIQOTU BILLAH” (PERCAYA PENUH KEPADA ALLOH)

 

Image result for masjid

Saudaraku Kaum Muslimin rohimakumulloh ………..

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya. Tema khutbah yang beliau sampaikan adalah “Ats-Tsiqotu billaah” (Percaya Penuh Kepada Alloh).

Dalam khutbah ini, Ustadz Abu Ubaidah menyampaikan, bahwa setiap orang muslim wajib untuk mempunyai kepercayaan penuh kepada Alloh (Ats-Tsiqotu billaah), khususnya keyakinan bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala pasti akan selalu membela dan menolong hamba-hamba-Nya yang beriman, yakni Alloh akan menampakkan keagungan dan keperkasaan-Nya atas hamba-hamba-Nya dalam bentuk kemampuan dan kekuasaan-Nya untuk menolong dan membela mereka.

Wajib bagi setiap muslim untuk senantiasa ats-tsiqotu billah, khususnya ketika sedang menghadapi berbagai ujian dan kesulitan hidup. Yakni, wajib untuk menghadapinya dengan kesabaran, yakin dengan pertolongan Alloh, berlindung kepada-Nya, kemudian juga menjadikan Rosululloh dan para sahabat beliau sebagai teladan dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan. Read the full post »

ADAB-ADAB BERPUASA ROMADHON

 

Image result for menyambut ramadhan

Saudaraku kaum muslimin rohimaniyallohu wa iyyakum ajma’in ….

Tanpa terasa, sebentar lagi Bulan nan Suci Romadhon tiba kembali. Sebagai seorang muslim dan mu’min, tentu kita sangat berbahagia sekali seandainya saja Alloh Subhanahu wa Ta’ala benar-benar memberikan kesempatan kepada kita lagi untuk memasuki bulan Romadhon tersebut, dan Alloh juga memberikan taufiq kepada kita sekalian, untuk dimudahkan dalam menunaikan rangkaian ibadah puasa di bulan Romadhon tahun ini, dan mengisinya dengan berbagai amal sholih dan ketaatan.

Ya, hal ini mengingat, bahwa banyak saudara-saudara kita kaum muslimin, yang Romadhon tahun lalu masih bersama kita, tapi pada bulan Romadhon tahun ini telah tiada dan mendahului kita berpulang ke Rohmatulloh Ta’ala. Maka kita pun berharap, mudah-mudahan Alloh Ta’ala masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menunaikan ibadah puasa di tahun ini, yang waktunya tinggal sebentar lagi.

Dan untuk menyambut datangnya bulan suci Romadhon kali ini, kami ingin berbagi ilmu kepada segenap saudara kami kaum muslimin, khususnya tentang Adab-Adab Berpuasa Romadhon. Ya, tentunya harapan kami dan kita semuanya, semoga ibadah puasa kita benar-benar menjadi amalan sholih yang diterima oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala, dan menjadi amalan yang diridhoi-Nya dan dibalas-Nya dengan jannah-Nya yang tinggi dan mulia.

Diantara adab-adab tersebut adalah :

Pertama : Hendaknya kita ikhlas karena Alloh Ta’ala dalam menjalankan kewajiban puasa di Bulan Romadhon ini.

Dan yang dimaksud dengan ikhlas disini adalah : “Suatu perbuatan atau amalan, yang dimaksudkan dengannya untuk mencari keridhoan Alloh Ta’ala, bukan karena yang lainnya.” (Bahjatun Nadhirin, Syarh Riyadhis Sholihin, 1/29)

Ya, karena ikhlas itu adalah syarat diterimanya suatu amalan. Tanpa keikhlasan, amalan kita sia-sia, dan tidak ada nilainya di sisi Alloh Ta’ala. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلۡقَيِّمَةِ ٥

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus (yakni dengan ikhlas, edt.), dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS Al-Bayyinah : 5)

Alloh Ta’ala juga berfirman :

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيۡهِمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فِيهَا وَهُمۡ فِيهَا لَا يُبۡخَسُونَ ١٥  أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيۡسَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَٰطِلٞ مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٦ 

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Hud : 15-16)

Amalan, bila tidak ikhlas karena Alloh, dan hanya karena riya’ kepada manusia (yakni ingin dilihat dan mendapat pujian dari manusia, atau ingin mendapatkan kesenangan dunia), tentulah sia-sia belaka amalannya itu.

Alloh Ta’ala juga berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُبۡطِلُواْ صَدَقَٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ كَٱلَّذِي يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفۡوَانٍ عَلَيۡهِ تُرَابٞ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٞ فَتَرَكَهُۥ صَلۡدٗاۖ لَّا يَقۡدِرُونَ عَلَىٰ شَيۡءٖ مِّمَّا كَسَبُواْۗ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٢٦٤ 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS Al-Baqoroh : 264)

Dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam berabda :

من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa berpuasa Romadhon karena iman dan ihtisab (mengharap pahala kepada Alloh Ta’ala), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Imam Al-Bukhori no. 1901 dan Imam Muslim no. 760 dan yang lainnya) Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “ANGAN-ANGAN ORANG YANG TELAH MATI UNTUK KEMBALI KE DUNIA LAGI, AGAR BISA BERAMAL SHOLIH”

 

Hasil gambar untuk langkah kaki ke masjid

 

Saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh ……………….

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at beberapa waktu lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Ya, orang-orang yang telah mati itu – baik orang yang mati itu orang yang sholih atau pun orang yang kafir atau fasiq -, juga punya keinginan, harapan, cita-cita dan angan-angan, agar diberi kesempatan lagi untuk bisa hidup di dunia. Hal itu tentunya setelah mereka melihat kenyataan di negeri akhirat (baik di alam kuburnya maupun setelah dibangkitkannya nanti di akhirat), sesuatu yang berupa kesenangan/kenikmatan, atau berupa penderitaan dan kerasnya adzab (siksaan).

Mereka ingin dikembalikan lagi untuk hidup di dunia, agar bisa menambah amal sholih, meskipun hanya sehari atau sesaat saja, karena mereka sekarang telah mengetahui dan menyadari, betapa pentingnya sesaat hidup di dunia untuk ibadah dan amal sholih, sementara kematian telah menghentikan itu semua, dan kebanyakannya mereka lalai ketika hidup di dunia dulu, dengan melakukan berbagai kesia-siaan.

Ya, nasi telah menjadi bubur, kematian telah tiba, kesempatan tak lagi ada, cita-cita dan keinginan untuk bisa hidup lagi di dunia hanyalah sekedar angan-angan yang tak pernah ada wujudnya.

Karena itu, kita yang saat ini masih diberi kesempatan hidup di dunia, jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan ini untuk segera memperbanyak ibadah, ketaatan dan amal sholih, agar kelak di akhirat kita akan meraih kehidupan yang berbahagia di dalam jannah (surga)

Itulah beberapa cupilkan isi kandungan dari khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Yoyok hafidzhohulloh. Untuk mengetahu selengkapnya atau ntuk mendownloadnya, silahkan klik : DI SINI

Kemudian, kami tampilkan pula rekaman khutbah jum’at sebelumnya, yang juga beliau sampaikan  di tempat yang sama, dengan tema : “WASIAT UNTUK BERTAKWA KEPADA ALLOH & KEUTAMAANNYA” Read the full post »

Nasehat Al-Ustadz Abu Hazim hafidzhohulloh : “NASEHAT SYAIKH MUQBIL ROHIMAHULLOH UNTUK PARA DA’I ILALLOH”

 

 

Hasil gambar untuk pena dan kitab

Ikhwani fillaah hafidzhokumulloh ……………

Yang ada di hadapan anda sekalian ini adalah rekaman muhadhoroh yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori hafidzhohulloh (Pengasuh Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jawa Timur), pada saat beliau berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya beberapa saat lalu, ketika beliau mendampingi Syaikh Muhammad bin Mani’ Al-Ansy hafizdhohulloh, saat Syaikh berkeliling untuk berziaroh dan berdakwah di beberapa pondok pesantren Salafiyyun Ahlus Sunnah wal Jama’ah di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, dimulai dari Surabaya, kemudian ke Makassar dan selanjutnya ke Ambon. 

Dalam kesempatan ziaroh ini, selain Syaikh Muhammad bin Mani’ hafizdhohulloh yang menyampaikan muhadhoroh di Surabaya, Al-Ustadz Abu Hazim juga diminta untuk menyampaikan muhadhoroh, terutama ketika mengganti Syaikh yang sedang dalam kondisi tidak sehat ketika itu.

Al-Ustadz Abu Hazim menyampaikan pada kita sekalian beberapa nasehat emas As-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rohimahulloh, khususnya nasehat bagi para Da’i Ilalloh (juru dakwah yang mengajak kepada jalan Alloh Ta’ala), yang beliau nukil secara ringkas dari beberapa kitab maupun rekaman-rekaman pelajaran Syaikh Muqbil rohimahulloh.   

Apa saja nasehat Syaikh Muqbil rohimahulloh Ta’ala khususnya kepada segenap para da’i ilalloh ?

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan download atau dengarkan dengan tuntas : DI SINI Read the full post »

Nasehat Al-Ustadz Abu Fairuz Abdurrahman bin Sukaya hafidzhohulloh (Kudus Jawa Tengah) : “FAEDAH ILMIAH DARI SURAT AL-MU’MIN AYAT 60″

 

Hasil gambar untuk tangan menengadah doa

Ikhwani fillah rohimaniyalloh wa iyyakum ajma’in …………..

Berikut ini adalah rekaman muhadhoroh yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Fairuz hafidzhohulloh dari Kudus Jawa Tengah, saat beliau berkunjung ke Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jawa Timur beberapa waktu lalu, dalam rangka mengikuti Dauroh Ilmiyyah yang disampaikan oleh As-Syaikh Abu Ibrohim Muhammadbin Mani’ hafidzhohulloh.

Dalam muhadhoroh ini beliau menyampaikan taushiyyah dan pembahasan ilmiyah yang dinukilkan dari Firman Alloh Ta’ala dalam Surat Al-Mu’min (Ghofir) ayat 60. Dengan uraian dan penjelasan yang sangat bagus meskipun dalam tempo waktu yang sangat terbatas, maka kajian ini sangat sayang bila dilewatkan begitu saja. Sungguh, banyak faedah yang beliau sampaikan dari ayat yang mulia tersebut di atas.

Untuk mengetahui kajian selengkapnya, silahkan anda download atau mendengarkannya : DI SINI

Semoga kajian ini sangat bermanfaat untuk kita semuanya, barokallohu fiikum ………….  Read the full post »

Informasi Kunjungan dan Dakwah Syaikh Muhammad bin Mani’ Al-Ansy hafidzhohulloh di Kota Medan Sumatra Utara

 

Hasil gambar untuk kitab salafi

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Dengan mengharap ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, insya Alloh akan hadir di kota Medan Sumatra Utara, As-Syaikh Al-Fadhil Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ Al-Ansy hafidzhohulloh, bersama pendamping beliau, Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori hafidzhohulloh.

Kedatangan beliau berdua ke kota Medan, tujuan utamanya adalah untuk berobat (karena Syaikh hafidzhohulloh memang sebenarnya sudah lama sakit sesuatu), dan para ikhwah di Medan secara khusus dan Sumatra pada umumnya sangat ingin membantu beliau untuk mengupayakan pengobatan terhadap sakit beliau tersebut.

Kemudian apabila setelah berobat, beliau merasa mampu untuk melanjutkan aktivitas dakwah beliau di Indonesia ini, khususnya di kota Medan dan sekitarnya, maka insya Alloh beliau akan memberikan pelajaran dan nasehat untuk segenap ikhwah di sana, dalam kegiatan DAUROH ILMIYYAH di Pondok Pesantren (markas dakwah) Tuntungan Medan, yang diasuh oleh Al-Ustadz Fadhil Muhammad Aly Idrus Al-Maidany hafidzhohulloh dan Ustadz Abu Abdirrohman Muhammad Irham Ad-Demaky hafidzhohulloh.

Dan dalam kegiatan Dauroh Ilmiyyah ini pula, insya Alloh para Asatidz di beberapa wilayah Sumatra juga akan turut hadir, dan juga akan menyampaikan beberapa faedah-faedah ilmiyyah untuk segenap tullab (para santri) ataupun masyarakat kaum muslimin di sekitar pondok pesantren.

Para Asatidz yang akan hadir dan turut menyampaikan beberapa kajian ilmiah di acara ini, insya Alloh direncanakan adalah sebagai berikut :

  1. Al-Ustadz Abu Ahmad Zaki Hidayat Al-Acehy hafidzhohulloh (Pengasuh Pondok Pesantren di daerah Stabat)
  2. Al-Ustadz Khoirul Abdi Al-Acehy hafidzhohulloh (Pengasuh Pondok Pesantren di Kuala Simpang Aceh)
  3. Al-UstadzAbu Sholih Dzakwan Al-Maidany hafidzhohulloh (Pengasuh Pondok Pesantren di Kota Pinang)
  4. Al-Ustadz Abu ‘Abdillah Faishol Al-Kisarany
  5. Al-Ustadz Abdul Ahad hafidzhohulloh (Pengasuh Pondok Pesantren di Bagan Batu Riau)
  6. Al-Ustadz Abu Turob Syaif Al-Jawy hafidzhohulloh (Pengasuh Pondok Pesantren di kota Bengkulu)
  7. Al-Ustadz Abu Abdirrohman Irham Al-Maidany
  8. Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad bin Umar Al-Minangkabawy
  9. Al-Ustadz Hanif Mahato
  10. Al-Ustadz Abu Hatim Abdul Hadi dari Tanjungpura, dan lain-lainnya.

Waktu Kegiatan :

Mulai Hari Rabu, 9 Sya’ban 1436 H / 27 Mei 2015 M sampai beberapa hari setelahnya (insya Alloh)

Tempat :

Pondok Pesantren (markas dakwah) Tuntungan Medan Sumatra Utara

(Alamat selengkapnya bisa menghubungi bagian informasi)

Informasi :

Abu Muhammad Al-Jawy (0821 6044 8000)

Abu Dzikri Al-Maidany (0821 6389 6863)

Abu Jundi Al-Jawy (0813 9740 4109)

Abu Ibrohim Al-Maidany (0812 6050 6116) Read the full post »

Nasehat Al-Ustadz Abu Saif Mufti bin Khoiri hafidzhohulloh (Jombang Jawa Timur) : “MENGENAL & MEWASPADAI PRINSIP-PRINSIP HIZBIYYAH”

 

Hasil gambar untuk cahaya masuk masjid

Ikhwani fillah rohimakumulloh ………….

Pernahkah anda mendengar tentang istilah HIZBIYYAH ? Apakah itu ? Mengapa kita harus tahu dan harus mewaspadainya ? 

Berikut ini adalah muhadhoroh yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Saif hafidzhohulloh di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jawa Timur, di sela-sela kegiatan Dauroh Ilmiyyah yang disampaikan oleh As-Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ hafidzhohulloh.

Ya, dalam kesempatan ini, Al-Ustadz Abu Saif hafidzhohulloh menyampaikan materi kajian khusus tentang masalah Hizbiyyah, yang beliau nukilkan dari kitab karya beliau sendiri semasa masih belajar di Ma’rkiz Darul Hadits Salafiyyah di Dammaj Yaman beberapa tahun yang lalu. 

Kajian ini sangat bagus untuk kita ketahui, dan untuk mendengarkan selengkapnya atau untuk mendownloadnya, silahkan anda klik : DI SINI Read the full post »

Nasehat Al-Ustadz Abu Ubaidah Rully Irwansyah (Surabaya) : “FAEDAH & PELAJARAN DARI SURAT AL-HAJJ AYAT 52″

 

Hasil gambar untuk alquran

Ikhwani fillah hafidzhokumulloh ……………..

Berikut ini adalah rekaman muhadhoroh yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan beberapa waktu lalu saat beliau mengikuti Dauroh Ilmiyyah yang disampaikan oleh As-Syaikh Muhammad bin Mani’ hafidzhohulloh Ta’ala.  

Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan beberapa faedah yang bisa diambil dari Firman Alloh Ta’ala yang tersebut dalam Surat Al-Hajj ayat 52. Apa sajakah itu ?

Untuk mengetahuinya, silahkan anda mendengarkan sendiri atau mendownloadnya : DI SINI Read the full post »

Nasehat Ustadz Abbas hafidzhohulloh (Klaten Jawa Tengah) : “FADHILAH (KEUTAMAAN) MEMPELAJARI ILMU SYAR’I”

 

Hasil gambar untuk perpustakaan kitab ulama

 

Saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh …………..

Berikut ini adalah rekaman muhadhoroh yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abbas hafidzhohulloh (Klaten Jawa Tengah) di Masjid Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan, di sela-sela acara Dauroh Ilmiyyah yang disampaikan oleh Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ hafizdhohulloh.

Dalam muhadhoroh ini, Ustadz Abbas hafidzhohulloh menyampaikan tentang Fadhilah (Keutamaan) Mempelajari Ilmu Syar’i. Sebagaimana dinyatakan oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh, dalil-dalil yang menjelaskan tentang keutamaan menuntut ilmu syar’i itu ada lebih dari 100 dalil dan keutamaan. Dan kajian ini, menjelaskan sebagian kecilnya saja. Namun sungguh, bila kita mendengarkannya dan menyimaknya, akan memberikan semangat bagi kita semuanya untuk meraih keutamaan menuntut ilmu tersebut.

Beliau juga menjelaskan tentang bagaimana cara dan jalan yang mesti ditempuh oleh seorang penuntut ilmu syar’i, agar dia berhasil dalam meraih apa yang dituntutnya. Apa saja itu ?

Begitu bagusnya muhadhoroh yang ringkas ini, sangat disayangkan untuk anda lewatkan. Untuk mendengarkan selengkapnya dan mendownloadnya, silahkan klik : DI SINI  Read the full post »

Nasehat Ustadz Abu ‘Amr Bilal hafidzhohulloh (Yogyakarta) : “ADAB-ADAB DALAM MENUNTUT ILMU”

 

Hasil gambar untuk kitab al quran

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum ajma’in……………

Dalam menuntut ilmu, lebih-lebih ilmu syar’i, tentu mempunyai adab-adab (etika dan sopan santun) yang harus selalu diperhatikan, agar ilmu yang dituntutnya itu benar-benar bisa diraih dengan sempurna, dan juga mendatangkan keberkahan bagi diri orang yang menuntut ilmu tersebut, dan juga keberkahan bagi yang lainnya.

Seperti apa adab-adab menuntut ilmu syar’i itu ? Insya Alloh, muhadhoroh (kajian umum) yang ringkas ini barangkali bisa mewakili jawabannya. Ya, muhadhoroh ini disampaikan oleh Al-Ustadz Abu ‘Amr Bilal hafidzhohulloh (dari Yogyakarta), di sela-sela kehadiran beliau di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jawa Timur, dalam rangka mengikuti Dauroh Ilmiyyah yang disampaikan oleh As-Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ hafidzhohulloh.

Begitu bagusnya kajian yang ringkas ini, sangat disayangkan bila dilewatkan, Untuk mendengarkan selengkapnya atau untuk mendownloadnya, silahkan klik : DI SINI

Kemudian juga, kami tampilkan pula kajian beliau yang lain, yang juga disampaikan beliau dalam acara Dauroh Ilmiyyah ini, dengan tema : “Keutamaan Mengamalkan Ilmu (Al-Qur’an & As-Sunnah), dan Tercelanya Orang Yang Meninggalkan Ilmu tersebut.”

Untuk mendengarkannya dan atau mendownloadnya, silahkan klik : DI SINI Read the full post »

Nasehat Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh (Surabaya) : “WAHAI PARA PEMUDA, BERSABARLAH DALAM KETAATAN KEPADA ALLOH TA’ALA”

 

Hasil gambar untuk perpustakaan kitab ulama

Kaum mulimin rohimaniyalloh wa iyyakum ajma’in…………….

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : “Manfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara. (Yakni), manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu. (Manfaatkan pula) masa sehatmu sebelum datang masa tuamu. (Manfaatkan pula) masa kayamu sebelum datang masa miskinmu. (Manfaatkan pula) masa lapangmu sebelum datang masa sempitmu. (Dan manfaatkan pula) masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR Imam Al-Hakim dalam Al-Mustadrok, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Al-Jami’is Shoghir)

Beranjak dari hadits inilah, Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh memberikan taushiyyahnya kepada kita. Khususnya, penekanannya pada sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam : (“manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu”).

Ada apa dengan masa muda ? Seberapa pentingnya masa muda itu ? Bagaimana perhatian Islam terhadap generasi muda ? Sungguh, sangat bagus penjelasan beliau dalam masalah ini, khususnya upaya untuk membangkitkan semangat generasi muda kita agar tetap tumbuh dan berkembang dalam ketaatan kepada Alloh Ta’ala.

Ya, untuk mengetahui lebih lengkap rekaman kajian ini, silahkan anda sekalian mendownload atau mendengarkannya : DI SINI

Catatan : Nasehat ini beliau sampaikan ketika diberikan kesempatan untuk memberikan muhadhoroh di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan dalam rangkaian acara Dauroh Ilmiyyah di sana yang disampaikan oleh As-Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ hafidzhohulloh Ta’ala.   Read the full post »

Nasehat Al-Ustadz Abu Nafi’ Muhammad Hakim Shodiqin hafidzhohulloh (Cianjur Jawa Barat) : “HIKMAH DIBALIK SETIAP UJIAN (COBAAN) HIDUP”

Hasil gambar untuk ombak

Saudaraku kaum muslimin fillah……………..

Berikut ini kami tampilkan dihadapun antum semuanya, sebuah nasehat dan pelajaran yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Nafi’ Muhammad Hakim hafidzhohulloh (Cianjur Jawa Barat), di sela-sela kegiatan Dauroh Ilmiyyah di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jawa Timur, yang disampaikan oleh As-Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ hafidzhohulloh Ta’ala.

Dalam kesempatan ini, Al-Ustadz Abu Nafi’ menyampaikan faedah tentang hikmah dibalik setiap ujian atau cobaan dalam kehidupan kita, khususnya ujian hidup dalam beragama Islam ini. Yakni, dengan ujian dalam agama ini, kita ini termasuk orang-orang yang jujur dalam beragama ini ataukah dusta.  

Begitu pentingnya masalah ini, kami persilahkan antum mendengarkan selengkapnya nasehat beliau dan untuk mendownloadnya, silahkan klik : DI SINI Read the full post »