Nasehat Yang Berkesan : “MERAIH KETENANGAN & KETENTRAMAN JIWA DGN DZIKRULLOH, DIANTARANYA MELALUI MAJELIS ILMU”

salah satu pantai yang populer terdapat di kab garut adalah pantai ...

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyakum….

Berikut ini kami sampaikan di hadapan antum semua, sebuah rekaman nasehat yang bermanfaat, dari Al-Ustadz Abul Husain Muhammad Nurkholis hafidzhohulloh (dari Purbalingga Jawa Tengah), saat beliau berkunjung di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya beberapa waktu yang lalu, dengan tema : “MERAIH KETENANGAN & KETENTRAMAN JIWA DENGAN DZIKRULLOH, DIANTARANYA MELALUI MAJELIS ILMU”.

Dalam kesempatan kunjungan ini, beliau bersama rombongan sebanyak 6 orang, diantaranya turut pula dalam rombongan ini Al-Ustadz Abdul Quddus hafidzhohulloh (dari Brebes Jawa Tengah). Meskipun berkunjung di Surabaya dalam waktu yang singkat, namun kedua ustadz tersebut di atas berkenan menyampaikan nasehat dan taushiyyah yang banyak manfaatnya, khususnya untuk para santri dan pengurus pondok, juga untuk masyarakat di sekitar pondok yang turut hadir mengikutinya.

Berikut ini adalah rekamannya :

1. MERAIH KETENANGAN & KETENTRAMAN JIWA DENGAN DZIKRULLOH, DIANTARANYA MELALUI MAJELIS ILMU ( Al-Ustadz Abul Husain, Purbalingga) Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “PENTINGNYA AQIDAH YANG SHOHIH, AMAL YANG SHOLIH & AKHLAK YANG MULIA”

Pelangi di tepi pantai

Ikhwani fillah rohimakumulloh,

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema : “PENTINGNYA AQIDAH YANG SHOHIH, AMAL YANG SHOLIH & AKHLAK YANG MULIA.”

Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh menjelaskan, bahwa setiap muslim itu, dituntut untuk membangun agamanya di atas tiga perkara pokok, yaitu : di atas aqidah yang benar, dan membuktikannya dengan amal-amal sholih, serta menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia. Tiga perkara inilah yang menjadi pokok ajaran Islam.

Setelah itu beliau menjelaskan dalil-dalil perkara tersebut dan uraian penjelasannya secara ringkas, namun sangat banyak faedah dan manfaat yang bisa kita dapatkan darinya.

Untuk mendengarkan selengkapnya, dan mendownload rekaman khutbah ini, bisa anda dapatkan : DISINI Read the full post »

Sebuah Nasehat Untuk Para Penuntut Ilmu : “TAHAPAN-TAHAPAN DALAM MENUNTUT ILMU”

... iman kepada kitab-kitab allah dan macam-macamnya kitab allah swt

Saudaraku Fillah….

Berikut ini kami sampaikan di hadapan Anda sekalian, sebuah Rekaman Kajian yang banyak memberikan faedah ilmiah. Yakni sebuah nasehat untuk segenap para penuntut ilmu agama yang mulia ini, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori hafidzhohulloh, dengan tema : “TAHAPAN-TAHAPAN DALAM MENUNTUT ILMU AGAMA.”

Kajian ini disampaikan oleh beliau ketika beliau bersama rombongan yang lainnya singgah di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya beberapa waktu lalu, sebelum beliau dan rombongan bertolak ke Pulau Sumatra untuk serangkaian dakwah yang akan beliau lakukan di beberapa tempat di Pondok Pesantren para ikhwah Ahlus Sunnah Salafiyyun yang berada di kepulauan Sumatra.

Disamping Al-Ustadz Abu Hazim, dalam kesempatan kunjugan di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya ini pula, Al-Ustadz Abu Arqom dan juga Al-Ustadz Abu Arbah Nafilurrohman juga berkesempatan menyampaikan beberapa nasehat yang juga tak kalah banyak faedahnya untuk kita.

Berikut ini rekaman beberapa nasehat tersebut di atas beserta tema yang beliau sampaikan :

1. TAHAPAN-TAHAPAN DALAM MENUNTUT ILMU AGAMA (Al-Ustadz Abu Hazim hafidzhohulloh)

2. BAHAYA JIDAL/BERDEBAT DALAM AGAMA (Al-Ustadz Nafilurrohman hafidzhohulloh), dilanjutkan dengan BAHAYA BERPALING DARI AGAMA INI (Al-Ustadz Abu Arqom hafidzhohulloh) Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “BALASAN ITU AKAN DIBERIKAN SESUAI DENGAN JENIS AMALANNYA & NIATNYA”

 Masjid al Aqsa

Saudaraku kaum Muslimin,

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema : “BALASAN ITU AKAN DIBERIKAN SESUAI DENGAN JENIS AMALANNYA & NIATNYA”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh Ta’ala.

Sungguh, sangat bagus kandungan khutbah yang beliau sampaikan. Anda yang menginginkan untuk mendownload dan mendengarkannya, bisa Anda dapatkan : DI SINI

Kemudian kami sertakan juga rekaman Khutbah lainnya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN pekan lalu di Masjid Darul Ilmi dan juga masjid lainnya, dengan tema sebagai berikut :

1. BAGAIMANA MENCINTAI ROSULULLOH SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM & FADHILAHNYA. (Ust. Yoyok, di Masjid Darul Ilmi Surabaya)

2. TIDAKLAH DATANG SUATU TAHUN YANG BARU, KECUALI TAHUN YANG BARU ITU LEBIH JELEK DARIPADA TAHUN-TAHUN YANG SEBELUMNYA (Ust. Yoyok, di Masjid Baiturrohman Manukan Tandes Surabaya) Read the full post »

HUKUM MENGADAKAN PERAYAAN MAULUD (HARI ULANG TAHUN KELAHIRAN) NABI MUHAMMAD SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Masjid Kubah Emas, Ibadah atau Wisata?

Segala puji bagi Alloh. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan atas Rosululloh, keluarga beliau, para sahabat beliau dan orang-orang yang mengambil petunjuk dengan petunjuk beliau. Amma ba’du.

Sungguh telah berulang-ulang pertanyaan dari kebanyakan orang, tentang hukum mengadakan perayaan Maulud Nabi, berdiri di tengah-tengah berlangsungnya acara perayaan tersebut, meyampaikan salam kepada beliau, dan lain-lain dari apa yang dilakukan pada peringatan maulud tersebut.

Dan jawabannya adalah : “Tidak boleh mengadakan perayaan maulud Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, dan tidak boleh pula (maulud) yang lainnya. Karena hal itu termasuk bid’ah yang diada-adakan dalam agama ini. Karena Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melakukannya, para Khulafa’ur Rosyidin juga tidak pernah melakukannya, demikian pula para sahabat ridhwanalloh ‘alaihim yang lainnya juga tidak pernah melakukannya. Tidak juga para Tabi’in (orang-orang yang mengikuti) para sahabat dengan baik pada generasi yang utama.

Padahal mereka adalah orang-orang yang paling mengerti tentang sunnah Rosululloh, paling sempurna kecintaannya kepada Rosululloh dan ittiba’nya kepada beliau dibandingkan dengan orang-orang yang sesudah mereka.

Dan telah tsabit/shohih dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda :

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

“Barangsiapa membuat-buat perkara baru dalam urusan (agama) kami ini, dengan sesuatu yang bukan darinya (dari perintah kami), maka amalannya itu tertolak.” (HR Imam Al-Bukhori dan Muslim).

Dalam hadits lainnya beliau juga bersabda :

عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الرشدين من بعدي تمسكوا بها, عضوا عليها بالنواجذ, وإياكم ومحدثات الأمور, فإن كل محدثة بدعة, وكل بدعة ضلالة

“Wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnah (tuntunan)-ku dan sunnah para Khulafa’ur Rosyidin sesudahku, berpegang teguhlah kalian dengannya, gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan berhati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru (yang diada-adakan dalam agama ini), karena sesungguhnya semua perkara yang baru itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.” Read the full post »

Info SAFARI DAKWAH DI PULAU SUMATRA, bersama Al-Ustadz Abu Hazim dan lain-lain

 

Berikut ini kami sampaikan informasi rencana kegiatanSafari Dakwah ke beberapa tempat Markiz Da’wah (Pondok-Pondok Pesantren) Salafiyyah Ahlus Sunnah di Indonesia, khususnya di daerah Sumatra, yang insya Alloh akan dilakukan oleh Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori, Al-Ustadz Abu Arqom Mushlih Zarqoni (beliau berdua adalah Pengasuh Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan) dan Al-Ustadz Abu Arbah Nafilurrahman (Gombong Jawa Tengah) hafidzhohumulloh.

Maka berikut ini akan kami sampaikan jadwal perjalanan beliau bertiga hafidzhohumulloh sebagaimana yang direncanakan :

1. Hari Rabu, 7 Januari 2015 M

Di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya (ba’da Ashar – Isya’), di tempat Ust. Abu Abdirrahman Yoyok dan Ustadz Abu Ubaidah

2. Hari Kamis, 8 Januari 2015 M

Di Medan (ba’da Dhuhur – Ashar), di tempat Ustadz Fadhil Muhammad 

Di Stabat Medan (ba’da Maghrib), di tempat Ustadz Zaki.

3. Hari Jum’at, 9 Januari 2015 M

Di Kuala Simpang, Aceh (pagi hari – Dhuhur),  di tempat Ustadz Khoirul Abdi

4. Hari Sabtu-Senin, 10-12 Januari 2015 M

Di Kisaran Medan, di tempat Ustadz Faishol

5. Hari Selasa dan Rabu, 13-14 Januari 2015 M

Di Dusun Bhakti Baganbatu, Riau, di tempat Ustadz Abdul Ahad

6. Hari Kamis dan Jum’at 15-16 Januari 2015 M

Di Duri (di tempat Ustadz Imam Hanafi), kemudian ke Beringin, Mandi Angin dan Suram, sekitar Riau

7. Hari Sabtu, 17 Januari 2015

Di Kritang

8. Hari Ahad, 18 Januari 2015

Di Jambi, di tempat Ustadz Abu ‘Amr Syaukani

9. Hari Selasa – Rabu, 20 – 21 Januari 2015

Di Dabo, Batam dan Tanjung Pinang

Demikianlah beberapa agenda Safari Dakwah Al-Ustadz Abu Hazim, Al-Ustadz Abu Arqom dan Al-Ustadz Abu Arbah Nafilurrahman hafidzhohumulloh, yang insya Alloh akan dilaksanakan di beberapa kota di Pulau Sumatra pada bulan yang akan datang. Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala memperlancar dan mensukseskan tujuan dakwah yang mulia ini. Read the full post »

SHOLAT BERJAMA’AH DAN HUKUM-HUKUM YANG TERKAIT DENGANNYA (Bagian Kedua)

Masjid Sheikh Zayed di Uni Emirat Arab, di dalamnya mampu ...

Masalah : “Bila seseorang telah melakukan sholat fardhu di rumahnya, kemudian dia mendatangi masjid untuk suatu keperluan, dan mendapati di masjid itu imam dan makmum masih sholat berjama’ah, apa yang harus dia lakukan ?”

Tentang masalah ini, para ulama terbagi menjadi beberapa pendapat sebagai berikut :

Pertama : Disunnahkan baginya untuk mengulang sholat fardhunya (yakni semua sholat fardhunya). Ini adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashri, Abu Tsaur, Ahmad, As-Syafi’i, Ishaq, dan yang selain mereka rohimahumulloh ajma’in.

Mereka berdalil dengan hadits Yazid bin Al-Aswad rodhiyallohu ‘anhu : “Bahwasannya dia pernah sholat Shubuh bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Ketika Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah selesai dari sholatnya, ternyata ada dua orang yang tidak ikut sholat berjama’ah bersama beliau. Lalu beliau memanggil keduanya, lalu datanglah keduanya dalam keadaan gemetar badannya (karena takut). Rosulullloh bersabda kepada keduanya : “Apa yang menghalangi kalian berdua untuk sholat bersama kami ?” Keduanya menjawab : “Kami telah sholat (Shubuh) di rumah kami.” Maka Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda

فلا تفعلا, إذا صليتما في رحالكما, ثم أدركتم الإمام ولم يصل, فصليا معه, فإنها لكم نافلة

“Jangan kamu berbuat begitu. Apabila kamu telah sholat di rumahmu, kemudian kamu mendapati (di masjid) imam belum sholat, maka sholatlah kamu bersamanya. Maka sesungguhnya (sholat itu) bagimu sebagai ibadah nafilah (sunnah).” (HR Imam Ahmad (4/160-161), An-Nasa’i (2/112), Abu Dawud no. 575-576, At-Tirmidzi no. 219, dan Ibnu Hibban no. 1564-1565. Hadits ini shohih, dishohihkan oleh Syaikh Muqbil Al-Wadi’i rohimahulloh dalam As-Shohihul Musnad no. 1200)

 

Kedua : Disunnahkan untuk mengulang semua sholatnya, kecuali maghrib. Ini adalah pendapat Malik, Ats-Tsaury, dan Al-Auza’i.

Ketiga : Untuk sholat Fajr (Shubuh), Ashar dan Maghrib tidak perlu diulang. Adapun sholat lainnya boleh diulang. Ini adalah pendapatnya Abu Hanifah.

Keempat : Untuk sholat Shubuh dan Maghrib tidak perlu diulang. Ini adalah pendapatnya Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhu dan An-Nakho’iy.

Dan pendapat yang benar adalah pendapat yang pertama, karena adanya hadits Yazid bin Al-Aswad rodhiyallohu ‘anhu yang telah disebutkan di atas. Dan hal itu dibolehkan untuk semua sholat fardhu, wallohu a’lamu bis showab.

(Lihat pembahasan masalah ini pada : Al-Mughni (2/519), As-Syarhul Mumti’ (4/222) dan lainnya) Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at Terbaru di Akhir Tahun 2014

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu dan beberapa pekan sebelumnya yang belum sempat ditampilkan lewat situs kita ini,  yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah dan Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohumalloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya dan juga di tempat yang lainnya.

Inilah beberapa tema khutbah tersebut :

1. MERAIH KEUNTUNGAN DI NEGERI AKHIRAT  (Ustadz Abu Ubaidah)

2. MEMAHAMI MAKNA ISLAM & KONSEKUENSINYA (Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN)

3. HAROMNYA TASYABBUH BIL KUFFAR (MENIRU/MENYERUPAI ORANG KAFIR) (Ustadz Yoyok WN)

Ini adalah khutbah Jum’at Ustadz Yoyok WN di Masjid Al-Amin Perumnas Kec. Kamal Kab. Bangkalan Madura 

4. ISTIGHFAR & BERTOBAT KEPADA ALLOH (Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN)

Ini adalah Khutbah Jum’at Ustadz Yoyok WN di Pondok Pesantren Umar bin Al-Khoththob, Dsn Sugihan Kec. Solokuro Lamongan, di tempatnya Al-Ustadz Abu Mas’ud hafidzhohulloh sebulan yang lalu.

Demikianlah beberapa khutbah yang belum sempat kami tampilkan, semoga hal ini bermanfaat bagi kita semua yang mendengarkannya, barokallohu fiikum. Read the full post »

Pelajaran & Faedah dari Kitab AL-QOWA’IDUL ARBA’, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahulloh

 

Percuma Berlayar kalau Takut Gelombang

Saudaraku kaum muslimin,

Berikut ini adalah rekaman pelajaran dari kitab AL-QOWA’IDUL ARBA’, karya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab An-Najdi rohimahulloh, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, pada Dars ‘Aam (pelajaran umum) ba’da sholat maghrib, setiap hari Kamis petang, di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Kitab ini sangat bagus untuk dipelajari bagi para santri pemula dan masyarakat pada umumnya, apalagi disampaikan oleh Ustadz Yoyok dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh siapapun yang mengikutinya dan mendengarkannya, baik oleh para santri kecil, santri dewasa dan para orang tua dan manula yang biasa mengikuti kajian umum seperti ini di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Karena memang kitab ini ringkas, sehingga dalam beberapa pertemuan dars (pelajaran) bisa cepat dan mudah diselesaikan, dan insya Alloh dilanjutkan dengan kitab yang berikutnya, yang juga masih merupakan karya-karya dari Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rohimahulloh.

Mengingat pentingnya dan banyaknya faedah dari kitab AL-QOWA’IDUL ARBA’ tersebut, maka kami sampaikan dan sebarkan lewat situs kita ini, agar manfaatnya lebih meluas, dan bisa diikuti oleh kaum muslimin dimanapun mereka berada, lebih khusus yang berada di daerah terpencil dan di pelosok-pelosok di Indonesia ini khususnya, dan juga untuk kaum muslimin yang di daerahnya jauh dari bimbingan para ustadz da’i salafiyyun ahlus sunnah.

Semoga rekaman-rekaman dakwah yang kami sampaikan lewat situs ini memberikan banyak faedah untuk kita semua, barokaloohu lana wa lakum. Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “TIGA PERKARA YANG DIRIDHOI OLEH ALLOH DAN TIGA PERKARA YANG DIMURKAI-NYA.”

masjid-zahiralor-starkedah02

Saudaraku kaum muslimin,

Berikut ini adalah rekaman beberapa khutbah jum’at pekan lalu di masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang belum sempat ditampilkan karena ada beberapa kerusakan tekhnis, alhamdulillah pada akhirnya bisa diatasi berkat pertolongan dan kemudahan dari sisi Alloh Ta’ala.

Beberapa khutbah jum’at yang pekan lalu belum sempat ditampilkan, diataranya adalah

1. TIGA PERKARA YANG DIRIDHOI OLEH ALLOH DAN TIGA PERKARA YANG DIMURKAI-NYA

2. PERINGATAN BAGI ORANG YANG DIBERI TAMBAHAN UMUR PANJANG

Khutbah jum’at tersebut di atas, semuanya disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN. Insya Alloh banyak faedah yang bisa kita ambil dari kandungan atau isi  khutbah tersebut.

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendownload dan mendengarkannya sendiri hingga tuntas isi khutbah tersebut di atas. Semoga Alloh melimpahkan pahala dan kebaikan yang banyak bagi yang menyampaikan maupun bagi kita semua yang mendengarkannya, barokallohu fiikum.  Read the full post »

(( o )) FATWA ULAMA : Hukum Orang Yang Mengatakan : “Bahwa Nabi Muhammad itu bukanlah manusia, beliau adalah cahaya, beliau belum meninggal dll”

Ombak besar dari Lautan Hindi

Tanya : “Apa hukumnya orang yang mengatakan, bahwa Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam itu bukanlah manusia, beliau adalah “cahaya”, beliau belum meninggal dunia, beliau masih hidup ?”

Jawab :

Adapun orang yang mengatakan, “Sesungguhnya Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam itu bukan manusia”. Kalau dia adalah orang yang tidak tahu (alias bodoh), maka dia mendapatkan udzur (maaf) karena ketidaktahuannya, hanya saja dia tercela. Sedangkan kalau dia bukanlah orang yang tidak tahu (yakni dia termasuk orang yang dianggap mengerti sebagian ilmu agama ini, edt.), maka dia kafir (dengan sebab ucapannya tadi).

Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman dalam kitab-Nya yang mulia :

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu …..” (QS Al-Kahfi : 110)

Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda : “Sesungguhnya aku ini adalah manusia, aku bisa marah sebagaimana kalian bisa marah. Maka siapa saja yang aku laknat, semoga Alloh menjadikan untuknya sebagai rahmat.” Atau yang semakna dengan ini, yang disepakati shohihnya dari hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu.

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits yang shohih : “Sesungguhnya kalian berperkara di hadapanku, mungkin sebagian kalian lebih pandai berbicara dari yang lainnya…….. (Lalu beliau bersabda) : “Aku hanyalah manusia biasa.”

Dan beliau bisa juga terlupa, seperti yang pernah terjadi di dalam sholat. Kemudian beliau bersabda :

إنما أنا بشر إني أنسى كما تنسون, فإ ذا نسيت فذكروني

“Sesungguhnya aku ini hanyalah manusia biasa, sesungguhnya aku bisa lupa sebagaimana kalian bisa lupa. Maka apabila aku lupa, ingatkanlah aku.” (HR Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim) Read the full post »

Sebuah Nasehat Untuk Para Wanita : “RAMBUTMU ADALAH MAHKOTAMU, MAKA JAGALAH..”

Saudariku muslimah, ketahuilah.

Rambut adalah salah satu dari sekian banyak nikmat yang telah diberikan oleh Alloh Azza wa Jalla kepada para hamba-Nya. Dan rambut itu adalah tanda kecantikan dan kebagusan seseorang. Bila seseorang tidak mempunyai rambut, maka ini adalah tanda kekurangan dan aib (cacat) yang ada padanya.

Hal ini sebagaimana ditunjukkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhori dan Al-Imam Muslim dalam shohih keduanya, tentang kisah tiga orang dari Bani Isroil yang mendapat ujian dari Alloh Ta’ala. Mereka itu adalah orang yang mempunyai penyakit Abros (belang pada kulit), Aqro’ (botak kepalanya), dan A’ma (buta matanya).

Kemudian Alloh menguji mereka, dengan mengutus kepada mereka seorang Malaikat, selanjutnya dalam hadits itu dikisahkan : “…. Malaikat itupun mendatangi orang yang botak kepalanya, dan berkata kepadanya : “Apa yang paling kamu sukai ?” Dia menjawab : “Rambut yang bagus, dan hilangnya penyakit ini (yakni botak) dariku, sungguh orang-orang merendahkan/mengolok-olok aku karenanya.” Lalu malaikat tersebut mengusap kepalanya kemudian dia pun pergi, lalu diberikan kepada orang tersebut rambut yang bagus…”

Intinya, hadits tersebut di atas menunjukkan pada kita, bahwa setiap orang sangat menginginkan untuk mempunyai rambut yang indah dan bagus. Karena itu pula, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk memuliakan rambut, membersihkannya dan menyisirnya. Beliau pernah bersabda :

من كان له شعر فليكرمه

“Barangsiapa mempunyai rambut, maka hendaknya dia memuliakannya.” (HR Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam As-Shohihah no. 500)

Meskipun demikian, hendaknya kita jangan menjadikan kesibukan kita untuk mengurusi rambut itu menjadikan kita lalai dari urusan agama kita yang lebih penting. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

لا يغتسل الرجل من فضل امرأته و لا تغتسل بفضله, و لا يبول في مغتسلة, و لا يمتشط في كل يوم

“Janganlah seorang laki-laki mandi dari (air) sisa istrinya, dan jangan pula istrinya mandi dari (air) sisa suaminya. Dan janganlah dia kencing di tempat pemandiannya (yakni di kolam yang airnya tenang/diam, yang tidak mengalir, edt.). Dan janganlah dia menyisir rambutnya setiap hari.” (HR Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dishohihkan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rohimahulloh dalam As-Shohihul Musnad no. 2833)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Read the full post »

SHOLAT BERJAMA’AH DAN HUKUM-HUKUM YANG TERKAIT DENGANNYA (Bagian Pertama)

 

Apa Hukumnya Sholat Berjama’ah itu ? 

Tentang masalah ini, para ulama terbagi menjadi empat  pendapat sebagai berikut :

Pertama : Hukumnya Wajib ‘Ain bagi setiap orang laki-laki. Ini adalah pendapatnya Al-Hasan Al-Bashri, Atho’, Imam Ahmad bin Hambal, Abu Tsaur, Ishaq, Al-Auza’i, At-Tsauri, Al-Fudhoil bin Iyadh, Al-Imam Al-Bukhori, serta mayoritas para fuqoha’ hadits, diantaranya : Ibnu Khuzaimah dan Ibnul Mundzir. Pendapat ini dirojihkan (yang dikuatkan) oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh.   

Mereka berdalil dengan sekian banyak hadits, diantaranya hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

والذي نفسي بيده, لقد هممت أن امر بحطب فيحتطب, ثم امر بالصلاة فيؤذن لها, ثم امر رجلا فيؤم الناس ثم أخالف إلى رجال لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم, والذي نفسي بيده, لو يعلم أحدكم أنه يجد عرقا ثمينا أو مرماتين حسنتين لشهد العشاء

“Demi Dzat yang jiwaku ada dalam (genggaman) tangan-Nya, sungguh aku sangat ingin memerintahkan (orang-orang) untuk mengumpulkan kayu bakar dan merekapun mengumpulkannya. Lalu aku akan perintahkan untuk sholat dan dikumandangkan adzan untuknya. Lalu aku perintahkan pula seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku akan pergi menuju ke (rumah) orang-orang yang tidak hadir menyaksikan sholat (berjama’ah), lalu akan aku bakar rumah-rumah mereka. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam (genggaman) tangan-Nya, seandainya salah seorang dari mereka mengetahui bahwa akan mendapatkan “tulang berdaging gemuk” dan “daging yang bagus diantara dua tulang rusuk”, niscaya mereka akan menghadiri sholat Isya’ (berjama’ah).” (HR Imam Al-Bukhori no. 644 dan Imam Muslim no. 651)

Juga berdalil dengan hadits Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu, beliau berkata : “Barangsiapa senang berjumpa dengan Alloh Ta’ala besok (pada hari kiamat) dalam keadaan sebagai seorang muslim, maka hendaknya dia menjaga sholat-sholat yang lima waktu ketika diserukan untuk melaksanakannya. Karena sesungguhnya Alloh Ta’ala telah mensyari’atkan untuk Nabi kalian Sunanul Huda (sunnah-sunnah petunjuk), dan sesungguhnya sholat yang lima waktu itu termasuk dari sunanul huda. Seandainya kalian sholat di rumah-rumah kalian, sebagaimana orang-orang yang menyelisihi (yang tidak sholat berjama’ah) sholat di rumah mereka, sungguh kalian benar-benar meninggalkan sunnah Nabi kalian. Dan seandainya kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian, pasti kalian akan tersesat. Sungguh kami (para sahabat Nabi) berpendapat, tidaklah (seseorang) menyelisihi dari sholat berjama’ah, kecuali dia adalah seorang munafik yang dikenal akan kemunafikannya. Dan sungguh dahulu (di masa kami para sahabat) ada seseorang yang didatangkan (untuk sholart berjama’ah di masjid, edt.) dan dituntun diantara dua orang, hingga dia bisa berdiri tegak di tengah-tengah shof (yakni, meskipun dia tidak mampu berjalan sendiri kecuali dengan dituntun, tetap bersemangat sholat berjama’ah di masjid, edt.).” (HR Imam Muslim no. 162)    Read the full post »

Sebuah Nasehat & Renungan Untuk Para Wanita : “WANITA ITU SUKA BERHIAS DAN BERSOLEK”

 

Wahai saudariku muslimah……,

Diakui ataupun tidak, kaum anda semuanya itu adalah mempunyai kebiasaan dan tabiat yang sama, yaitu suka terhadap perhiasan, sehingga anda semuanya adalah kaum yang suka berhias, berdandan dan bersolek. Banyak sekali dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menunjukkan hal itu.

Diantaranya adalah firman Alloh Ta’ala :

أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ (١٨)

“Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan (yakni anak wanita, edt.), sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran.” (QS Az-Zuhruf : 18)

Ayat yang mulia ini sebagai celaan bagi orang-orang musyrik yang menganggap para Malaikat itu adalah sebagai anak-anak perempuan Alloh, dan mereka menyandarkan anak-anak perempuan bagi Alloh Ta’ala. Sedangkan mereka sendiri, tidak terlalu suka dan tidak mempunyai kebanggaan terhadap anak-anak perempuan. Sebagaimana hal itu ditunjukkan pada ayat sebelumnya :

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَنِ مَثَلا ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (١٧)

“Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah yang Maha Pemurah (yakni dengan kelahiran anak perempuan untuk mereka), jadilah mukanya hitam pekat, sedang dia amat menahan sedih (yakni mukanya menjadi merah padam karena malu dan sangat marah, padahal mereka sendiri yang mengatakan bahwa Alloh itu mempunyai anak perempuan, edt.).” (QS Az-Zukhruf : 17)

Intinya pada ayat tersebut di atas, menunjukkan bahwa memang pada asalnya para wanita itu adalah lekat dengan perhiasan, dan sangat menyukai berhias, wallohu a’lam.

Al-Imam Ibnu Abdil Barr rohimahulloh berkata : “Akal seorang wanita itu ada pada kecantikannya. Sedangkan kebagusan/ketampanan seorang laki-laki itu ada pada akalnya.” (Bahjatul Majalis, 3/7)

Al-Imam Ibnu Sa’ad rohimahulloh meriwayatkan dengan sanad yang shohih dalam kitab beliau At-Thobaqoot (2/364) : “Bahwasannya ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha berkata kepada Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu : “Sesungguhnya engkau telah menceritakan suatu hadits dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam yang aku tidak mendengar dari beliau.” Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu berkata : “Wahai ibunda, aku mencari hadits-hadits beliau (setiap harinya, edt.), sedangkan cermin dan celak (maksudnya adalah alat-alat untuk berhias, edt.) telah menyibukkan anda, yang mana itu semua tidaklah menyibukkanku sedikitpun.”

Hadits yang mulia ini menunjukkan, begitulah umumnya para wanita, berhias dan bersolek (mempercantik diri) adalah tabiat asli mereka, dan ini bukanlah sebagai aib bagi mereka, asalkan diletakkan pada tempat yang semestinya. Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “HAKEKAT KEHIDUPAN DI DUNIA”

Kaum Muslimin rohimakumulloh,

Berikut ini kami tampilkan rekaman khutbah jum’at pekan lalu, dengan tema : “HAKEKAT KEHIDUPAN DI DUNIA”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah Rully hafidzhohulloh, di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Dalam khutbah ini, beliau menyampaikan beberapa dalil dari al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tentang hakekat kehidupan dunia itu. Diantaranya beliau menyebutkan Firman Alloh Ta’ala :

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الأرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٢٤)

“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.” (QS  Yunus : 24)

Alloh menjelaskan dalam ayat ini bagaimana gambaran kehidupan di dunia ini, yang mana kesenangannya hanyalah sesaat, yang cepat hilang lalu berganti dengan kesusahan. Karena itu, disebutkan dalam ayat lain, bahwa Alloh Ta’ala menyebut kehidupan dunia ini dengan Al-Ulaa, sebagaimana dalam firman-Nya :

وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الأولَى (٤)

“Dan sesungguhnya Akhirat (hari kemudian) itu lebih baik bagimu daripada Al-Ulaa (yang permulaan, yakni kehidupan di dunia yang sekarang ini, edt.).” (QS Ad-Dhuha : 4)

Kehidupan dunia itu disebut Al-Ulaa, karena kehiduan inilah yang dirasakan saat ini sebelum di akhirat nanti. Dan nama lain kehidupan dunia ini adalah Al-‘Ajilah, sebagaimana dalam firman-Nya :

كَلا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ (٢٠)وَتَذَرُونَ الآخِرَةَ (٢١)

“Sekali-kali janganlah demikian, sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai Al-‘Ajilah (kehidupan dunia), dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.” (QS Al-Qiyamah : 20-21)

Dinamai kehidupan dunia ini dengan Al-‘Ajilah, karena kesenangan yang ada di dalamnya bersifat segera dirasakan oleh orang yang menikmatinya, tetapi akan cepat hilang dan berlalu. Karena itu bila seseorang tertipu dengan kesenangan dunia dan lalai dari kehidupan akhiratnya, maka kelak kesenangan itu akan berganti dengan kesusahan dan kesedihan di akhirat nanti. Sebagaimana dalam firman-Nya yang lain Alloh Ta’ala menyatakan :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا (١٨)

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki, dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” (QS Al-Isro : 18)

Demikianlah gambaran singkat hakekat kehidupan dunia itu, dan masih banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskannya yang disebutkan dalam khutbah ini. Semuanya menunjukkan, bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, kesenangannya hanyalah sesaat saja, tidak akan kita nikmati selama-lamanya. Sedangkan kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan di akhirat nanti, kalau saja kita mau menyadarinya. Read the full post »

Sebuah Nasehat Untuk Para Wanita : “PAKAIAN TAQWA, ADALAH SEBAIK-BAIK PAKAIAN DAN PERHIASAN”

 

Wahai saudariku muslimah….. , kita semua tentu memaklumi, bahwa berhias dan berpenampilan indah, adalah termasuk salah satu adab yang disyari’atkan dalam agama kita yang hanif (lurus) ini. Akan tetapi, yang penting untuk kita ketahui juga dalam perkara ini adalah bahwa perhiasan itu ada dua macam, yakni perhiasan dhohir (yang nampak dari luar), dan perhiasan batin (yang ada di dalam hati seorang muslim).

Dan perhiasan batin, adalah lebih penting untuk kita dahulukan dan kita perhatikan. Mengapa ? Ya, karena baiknya dan bagusnya batin seseorang itu akan membawa pada keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ (٢٦)

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa, itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS Al-A’roof : 26)

Al-Imam As-Syaukani rohimahulloh dalam tafsirnya (2/204) menjelaskan : “Yang dimaksud dengan pakaian taqwa adalah pakaian Al-Waro’ dan menjaga diri agar tidak terjatuh pada kemaksiatan. Yakni Waro’ terhadap diri sendiri (dengan berhati-hati dari semua perkara yang harom dan syubuhat, edt.) dan takut kepada Alloh Ta’ala. Yang demikian itu adalah sebaik-baik pakaian dan seindah-indahnya perhiasan.”

Seorang penyair Arab berkata :

إذا المرء لم يلبس ثيابا من التقى      تقلب عريانا وإن كان كاسيا

“Apabila seseorang itu tidak berpakaian dengan ketakwaan, dia berubah dalam keadaan telanjang meskipun dia berpakaian.”

Setelah itupun dia juga berkata :

وخير لباس المرء طاعة ربه        ولاخير فيمن كان لله عاصيا

“Sebaik-baik pakaian seseorang adalah ketaatan pada Robbnya, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang bermaksiat kepada Alloh.”

Al-Imam Muslim rohimahulloh dalam Shohih-nya (no. 2564) membawakan hadits dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata : “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إن الله لا ينظر إلى أجسادكم ولا إلى صوركم, ولكن ينظر إلى قلوبكم (و أعمالكم)

“Sesungguhnya Alloh tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan bentuk tubuh kalian, tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian (dan amal-amal kalian).” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk ke dadanya. Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “RASA MALU DAN KEUTAMAANNYA”

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh,

Berikut ini adalah khutbah jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Ahmad Yulianta hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema : “RASA MALU DAN KEUTAMAANNYA.”

Dalam khutbah ini, Ust Ahmad membawakan sebuah hadits dari sahabat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam yang mulia, Imron bin Hushoin rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh bersabda :

الحياء لا يأتي إلا بخير

“Rasa malu itu tidaklah mendatangkan (sesuatu) kecuali kebaikan.” (HR Imam Al-Bukhori no. 6117 dan Imam Muslim no. 37), dalam lafadz yang lainnya :

الحياء كله خير

“Rasa malu itu semuanya adalah baik.”

Ketika Imron bin Hushoin rodhiyallohu ‘anhu meriwayatkan hadits ini, ada salah seorang yang berkata : “Aku tidak mendapatkan kitab-kitab terdahulu yang membahas tentang adab-adab, kecuali ada pada “As-Sakinah (ketenangan).”

Artinya, orang ini berkomentar seperti itu dalam upaya untuk membenturkan hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dengan ucapannya (pendapatnya) sendiri, maka Imron bin Hushoin rodhiyallohu ‘anhu marah kepadanya, karena beliau meriwayatkan hadits ini dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, tetapi dibantah dengan ucapan seseorang.

Intinya, benarlah apa yang disabdakan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, bahwa rasa malu itu tidaklah mendatangkan sesuatu kepada seseorang yang melakukannya, kecuali kebaikan. Bila rasa malu itu sudah tidak ada pada seseorang, maka  yang akan terjadi padanya adalah munculnya berbagai kejelekan.

Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata dalam kitabnya Al-Jawabul Kafi : “Rasa malu pada seseorang adalah pokok semua kebaikan. Bila rasa malu hilang pada seseorang, maka hilanglah semua kebaikan dari dirinya.” Hal itu karena, tanpa rasa malu, hati seseorang akan tertutup dari Al-Haq.

Ustadz Ahmad hafidzhohulloh juga menjelaskan sebab-sebab lain, mengapa seseorang itu terjatuh pada perbuatan dosa dan maksiat serta penentangan terhadap syari’at Alloh, diantaranya yaitu : “Disamping hilangnya rasa malu, juga karena sedikitnya ilmu dan banyaknya kebodohon.” Yakni, bodoh terhadap syari’at dan agama Alloh Ta’ala.

Beliau juga menjelaskan tentang apa akibat buruk yang akan dialami bagi seseorang yang terus menerus melakukan dosa-dosa dan kemaksiatan, di dunia maupun di akhirat nanti.

Dan masih banyak hal lain dan faedah-faedah yang bermanfaat yang disampaikan oleh beliau hafidzhohulloh dalam khutbah yang pendek dan ringkas ini, tetapi padat manfaatnya. Read the full post »

(Fatwa Ulama) : SIKAP AL-WALA’ & AL-BARO’ TERHADAP YAHUDI, NASHORO DAN AHLI BID’AH

 

Saudaraku kaum muslimin

Berikut ini adalah salah satu fatwa guru kami dan juga guru kita semua, As-Syaikh Abu Abdirrohman Yahya bin Ali Al-Hajuri  hafidzhohulloh, ketika beliau ditanya tentang bagaimana penerapan sikap Al-Wala’ (berloyalitas) dan Al-Baro’ (berlepas diri), khususnya terhadap orang-orang kafir secara umum, baik itu Yahudi, Nashoro, dan orang-orang musyrik, demikian pula terhadap para Ahli Bid’ah dari kalangan kaum muslimin.

Beliau hafidzhohulloh memberikan bimbingan kita tentang hal tersebut, agar kita jangan bersikap Ghuluw atau Ifroth (berlebih-lebihan dan melampaui batas), dan jangan pula bersikap Tafrith (meremehkan atau menganggap enteng). Hal ini kami nukil dari salah satu kitab guru kami yang lainnya, yaitu As-Syaikh Kamal bin Tsabit Al-Adani rohimahulloh (beliau telah gugur dalam peperangan melawan syi’ah rofidhoh tahun lalu, semoga syahid sebagai syuhada’ di sisi Alloh), yang mana dalam kitab tersebut beliau kumpulkan beberapa fatwa As-Syaikh Yahya hafidzhohulloh, khususnya tentang berbagai permasalahan manhaj. Wallohu a’lam, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Inilah uraian selengkapnya : 

Pertanyaan : “Bagaimanakah bersikap wala’ dan baro’ terhadap Yahudi, Nasrani dan Mubtadi’ah (Ahli Bid’ah) ?”

Jawab :

Permasalahan ini ada dalam Kitabulloh yang Muhkam (yang sangat jelas dan gamblang hukumnya). Alloh Ta’ala berfirman :

لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الإيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (٢٢)

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya, dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka Itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah (golongan Alloh) itu adalah golongan yang beruntung.” (QS Al-Mijadilah : 22)

Maka orang Yahudi dan Nashoro dibenci dengan kebencian yang amat sangat, dan mereka itu dilaknat secara global (umum), sebagaimana Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah melaknat mereka (secara umum). Beliau bersabda :

لعن الله اليهود والنصارى, اتخذوا قبور إنبياءهم مساجد

“Alloh melaknat orang-orang Yahudi dan Nashoro, (karena) mereka telah menjadikan kuburan para nabi-nabi mereka sebagai masjid (tempat ibadah).” (HR Imam Al-Bukhori no. 1330, 1390, 4441, dan Imam Muslim no. 529, dan Imam Ahmad (6/80), dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha)

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pun juga mendoakan kejelekan pada mereka, sebagaimana dalam doa beliau :

اللهم اقتلهم بددا, وأحصهم عددا, ولا تبقي منهم أحدا

“Ya Alloh, bunuhlah mereka dalam keadaan bercerai berai, hitunglah jumlah mereka, dan jangan Engkau sisakan dari mereka seorangpun.” (HR Imam Al-Bukhori no. 3989, dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu)

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mendoakan kejelekan atas mereka secara global (umum), dan juga melaknat mereka (secara umum juga). Adapun secara khusus dari mereka (yakni secara individu / orang per orang dari mereka), maka tidak boleh dilaknat, dan ini adalah pendapat jumhur ahli ilmi. Hal ini adalah selama mereka masih hidup. Adapun apabila mereka telah mati, kitab-kitab para ulama penuh dengan laknat atas mereka yang mati dalam keadaan kafir tersebut (hal itu menunjukkan, bolehnya melaknat orang kafir, baik secara umum maupun khusus, bila mereka telah mati dalam keadaan kafir, wallohu a’lam, edt.) Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “JANGAN TERTIPU DENGAN JUMLAH YANG BANYAK”

 

Saudaraku kaum Muslimin,

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, dengan tema : “JANGAN TERTIPU DENGAN JUMLAH YANG BANYAK”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN, di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Dalam khutbah ini, Ustadz Yoyok menjelaskan isi kandungan Surat Al-An’am ayat 116. Diantara isi kandungannya adalah : “Bahwa kebenaran itu tidaklah dikenal/diketahui dari banyaknya orang-orang yang mengikutinya, tetapi hanyalah seseorang itu dikenal dengan kebenaran yang dia pegang teguh dengannya. Maka siapa saja yang berada di atas Al-Haq, biarpun dia sedikit atau sendirian, maka dialah yang wajib untuk dijadikan teladan dan diikuti. Sebaliknya, siapa saja yang berada di atas kebathilan, biarpun dalam jumlah yang banyak dan mayoritas, wajib atas kita untuk meninggalkannya.” Demikian, seperti yang dijelaskan oleh Syaikh Sholih Al-Fauzan hafidzhohulloh daalam Syarh Kitab Al-Masail Al-Jahiliyyah.

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rohimahulloh juga menjelaskan dalam Tafsir-nya, bahwa banyaknya jumlah pengikut itu tidak bisa dijadikan dalil bahwa seseorang itu berada di atas kebenaran, dan sedikitnya jumlah pengikut itu juga tidak bisa dijadikan dalil untuk menilai seseorang itu berada di atas kebathilan. Bahkan kenyataan justru menunjukkan sebaliknya, bahwa pelaku kebenaran itu sedikit sekali jumlahnya, tetapi besar nilai dan pahalanya di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala.”  Read the full post »

(FATWA ULAMA) : KITAB-KITAB YANG PENTING UNTUK DIBACA & DIPELAJARI

 

Kaum muslimin rohimakumulloh, berikut ini adalah Fatwa As-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rohimahulloh, ketika beliau ditanya tentang kitab-kitab yang penting untuk dibaca, dipelajari dan bisa dijadikan sandaran yang terpercaya oleh kaum muslimin, khususnya dalam permasalahan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dan permasalahan lainnya. Rinciannya adalah sebagai berikut : 

Pertanyaan : “Apa saja kitab-kitab yang Anda nasehatkan dengannya agar kami membacanya, khususnya yang berkaitan dengan permasalahan aqidah ?”

Jawab :

Sebaik-baik kitab, seagung-agungnya dan sebenar-benarnya kitab yang wajib untuk dibaca dalam mempelajari masalah aqidah, ahkam (hukum-hukum) dan akhlak, adalah Kitabulloh ‘Azza wa Jalla (yakni Al-Qur’an), yang tidak ada kebatilan dari depan dan dari belakangnya, yang diturunkan dari Hakimun Hamid (Dzat Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji).

Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman :

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا (٩)

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh, bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS Al-Isro’ : 9)

Alloh ‘Azza wa Jalla juga berfirman :

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ (٤٤)

“Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar (obat) bagi orang-orang mukmin…” (QS Fushshilat : 44)

Alloh ‘Azza wa Jalla juga berfirman tentang Al-Qur’an ini :

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ (٢٩)

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS Shood : 29)

Alloh ‘Azza wa Jalla juga berfirman tentang Al-Qur’an ini :

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (١٥٥)

“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah kamu sekalian agar kamu diberi rahmat.” (QS Al-An’am : 155)

Alloh ‘Azza wa Jalla juga berfirman tentang Al-Qur’an ini :

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ (٨٩)

“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS An-Nahl : 89) Read the full post »