Info Kajian Islam Ilmiyyah Kebumen : “BERSEMANGAT MERAIH KEBERUNTUNGAN”, bersama Al-Ustadz Abu Hazim hafidzhohulloh

Hasil gambar untuk perpustakaan islam

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan mengharap Ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah …..

 Kajian Islam Ilmiah

Tema :

“BERSEMANGAT MERAIH KEBERUNTUNGAN”

Pembicara :

Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori

hafidzhohulloh ta’ala

(Pengasuh Ma’had Ittiba’us Sunnah Magetan Jawa Timur)

W a k t u :

Hari Ahad, 28 Robi’ul 1437 H / 7 Pebruari 2016

(Mulai ba’da Shubuh, dilanjutkan sampai selesai)

T e m p a t :

Masjid Ali bin Abi Tholib

Desa Jatinegoro Kec. Sempor, Kebumen, Jawa Tengah

Keterangan :

Kajian berlaku untuk umum, ikhwan maupun akhwat.

Info Kajian : Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “DIANTARA SIFAT AHLUL JANNAH, MEREKA MENJAGA KEMALUANNYA (KEHORMATANNYA) DARI MELAKUKAN PERBUATAN YANG HAROM.”

 

Image result for lautan biru

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh,

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, dengan tema seperti yang disebutkan pada judul tersebut di atas.

Dalam khutbah ini, beliau mengingatkan, bahwa diantara sifat-sifat Ahlus Jannah (Penduduk Surga), adalah mereka yang bisa menjaga kemaluannya dari melakukan perbuatan keji, yaitu zina dan yang sejenisnya. Sebagaimana disebutkan dalam firman Alloh Ta’ala :

 وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥  إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦  فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٧ 

(“Diantara sifat-sifat orang yang beriman) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Mu’minun : 5-7)

Dan orang-orang yang mempunyai sifat seperti itu dan yang lainnya, maka mereka itu adalah berhak untuk mendapat janji Alloh Ta’ala, yakni dimasukkan-Nya ke dalam surga, seperti dalam firman-Nya :

 أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠  ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١ 

“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Mu’minun : 10 – 11)

Karena itu, sudah merupakan keharusan bagi kita, untuk menjauhkan diri dari sifat-sifat sebagai sorang pezina, dengan membentengi diri kita dari keinginan dan hawa nafsu yang jelek. Tetapi siapa yang tidak mau bersungguh-sungguh berupaya menjaga nafsunya, bahkan condong kepada kejelekan, hingga terjatuh pada zina, Alloh mengancam mereka dengan ancaman adzab yang berlipat-lipat di neraka, sebagaimana dalam firman-Nya :

وَٱلَّذِينَ لَا يَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَلَا يَزۡنُونَۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ يَلۡقَ أَثَامٗا ٦٨

يُضَٰعَفۡ لَهُ ٱلۡعَذَابُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَيَخۡلُدۡ فِيهِۦ مُهَانًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” (QS Al-Furqon : 68 – 69)

Hal itu menunjukkan betapa besarnya dosa zina itu, dan sifat-sifat Ahlul Jannah itu, adalah mereka yang benar-benar mau dan mampu berusaha menahan nafsunya dan kemaluannya, dari melakukan perbuatan yang sangat keji, yaitu zina. Semoga Alloh Ta’ala jauhkan kita semua dari perbuatan zina ini.

Demikianlah sebagaian cuplikan isi atau kandungan khutbah jum’at ini. Adapun selanjutnya, beliau juga menyebutkan dan menjelaskan upaya yang memungkinkan bagi kita untuk kita lakukan, dalam rangka membentengi kemaluan kita dari melakukan –perbuatan keji ini. Apa saja itu ?

Untuk mengetahui selengkapnya, lebih baik kalau Anda mendengarkannya sendiri rekaman khutbah ini selengkapnya, atau dengan mendownloadnya dengan klik : DI SINI Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEUTAMAAN ORANG YANG MENUNJUKKAN JALAN KEBAIKAN PADA ORANG LAIN.”

Image result for menara masjid

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh …….

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Al-Islam Manukan Kulon Tandes Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, dengan tema seperti yang tertera dalam judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz Yoyok menyampaikan beberapa hadits tentang keutamaan orang yang mengajak orang lain kepada kebaikan, dan menunjukkan jalan kepada kebaikan itu. Diantaranya, dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan itu, dan juga akan mendapatkan pahala sebanyak orang yang mengikuti ajakannya.

Banyak faedah dan keutamaan yang bisa kita raih, apabila kita mengajak dan mendakwahi orang lain pada kebaikan. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkannya sendiri rekaman khutbah ini hingga akhir, atau ingin mendownloadnya, silahkan klik : DI SINI

Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “ROSUL TELAH MENJELASKAN APA SAJA YANG BISA MENDEKATKAN ATAU MENJAUHKAN KITA DARI SURGA ATAU NERAKA.”

Image result for jalan

 

Saudaraku kaum muslimin hafidzhokumulloh …

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh, dengan tema seperti yang disebutkan dalam judul tersebut di atas.

Dalam kesempatan ini, beliau menyebutkan satu hadits dari Abdullloh bin Mas’ud rodhiyallohun ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Baghowi rohimahulloh dalam Syarhus Sunnah, tentang penjelasan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, bahwa segala perkara yang bisa mendekatkan atau menjauhkan seseorang dari surga atau neraka, semuanya telah dijelaskan secara gamblang oleh beliau.

Selanjutnya beliau sebutkan beberapa faedah yang bisa diambil dari hadits tersebut. 

Untuk mengetahui isi selengkapnyanya, silahkan Anda mendengarkannya sendiri atau mendownloadnya dengan klik : DI SINI Read the full post »

“HARAMNYA HASAD (IRI DENGKI)”

 

Image result for HATI YANG HASAD

 

Tanya : “Shohihkah hadits yang menyatakan : “Hati-hatilah kalian dari perbuatan hasad, karena hasad itu bisa memakan (menghapus) kebaikan-kebaikan, sebagaimana api bisa memakan kayu bakar.” ? Lalu apa hukumnya hasad tersebut ?

Jawab :

Bismillah. Hadits yang dimaksud, adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud rohimahulloh dalam Sunan-nya (no. 4903), dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ’anhu, dia berkata : “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إياكم والحسد فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب

“Hati-hatilah kalian dari sifat HASAD, karena sesungguhnya hasad itu bisa memakan (yakni menghapus/menghilangkan) amal-amal kebaikan, sebagaimana api bisa memakan kayu bakar.”

Hadits tersebut di atas adalah DHO’IF (lemah). Dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 4903), dari jalan Ibrohim bin Abi Usaid, dari kakeknya, dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu. Dan Ibrohim ini adalah rowi yang “Layyin” (lembek/lunak), dan dia sendiri juga “Majhul” (tidak dikenal). Hadits ini telah didho’ifkan As-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani rohimahulloh dalam Silsilah Ahaadits Ad-Dho’ifah wal Maudhu’ah (no. 1902).\

Seperti hadits tersebut di atas, juga dikeluarkan oleh Al-Imam Ibnu Majah rohimahullohj dalam Sunan-nya (no. 4210), dari Anas bin Malik rodhiyalloh ‘anhu. Tetapi hadits ini DHO’IFUN JIDDAN (sangat lemah), di dalam sanadnya ada Isa bin Abi Isa Al-Hannath, dan dia itu Matrukul Hadist (ditingalkan riwayat hadits darinya). Lihatlah masalah inio dalam Silsilah Ahaadits Ad-Dho’ifah wal Maudhu’ah (no. 1901).   

Walhasil, hadits tersebut di atas adalah Dho’if. Tetapi intinya, menjelaskan dan menunjukkan, bahwa hasad itu adalah perbuatan yang diharamkan. Kita tidak berdalil dengan hadits tersebut di atas yang dho’if itu, tetapi disana ada dalil-dalil lainnya yang menegaskan haramnya hasad tersebut, yakni dalil dari Al-Qur’an maupun dari As-Sunnah yang shohih.

Di dalam Al-Qur’an, Alloh Subhanahu wa Ta’ala mencela orang-orang Yahudi, yang mereka itu berbuat hasad, sebagaimana dalam firman-Nya :

أَمۡ يَحۡسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۖ فَقَدۡ ءَاتَيۡنَآ ءَالَ إِبۡرَٰهِيمَ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَءَاتَيۡنَٰهُم مُّلۡكًا عَظِيمٗا ٥٤ 

“Ataukah mereka (orang-orang Yahudi itu) hasad/dengki kepada manusia (yakni Nabi Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.” (QS An-Nisa’ : 54)

Alloh Ta’ala juga berfirman :

وَدَّ كَثِيرٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَوۡ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِكُمۡ كُفَّارًا حَسَدٗا مِّنۡ عِندِ أَنفُسِهِم مِّنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡحَقُّۖ فَٱعۡفُواْ وَٱصۡفَحُواْ حَتَّىٰ يَأۡتِيَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ١٠٩ 

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Baqoroh : 109)

Alloh Ta’ala juga mencela perbuatan orang-orang Munafiq yang berbuat hasad kepada kaum muslimin, sebagaimana dalam firman Alloh Ta’ala :

وَدُّواْ لَوۡ تَكۡفُرُونَ كَمَا كَفَرُواْ فَتَكُونُونَ سَوَآءٗۖ فَلَا تَتَّخِذُواْ مِنۡهُمۡ أَوۡلِيَآءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۚ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَخُذُوهُمۡ وَٱقۡتُلُوهُمۡ حَيۡثُ وَجَدتُّمُوهُمۡۖ وَلَا تَتَّخِذُواْ مِنۡهُمۡ وَلِيّٗا وَلَا نَصِيرًا ٨٩ 

“Mereka (orang-orang munafiq itu) ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)…….” (QS An-Nisa” : 89) Read the full post »

“SIAPAKAH AHLUS SUNNAH ITU ?”

Image result for salafi berjubah

 

Dalam bahasa Arab, bila dikatakan : “Ahlus Syai’, artinya mereka adalah orang-orang khusus pada sesuatu tersebut.” Bila dikatakan lagi : “Ahlul Rojul”, artinya adalah orang-orang khususnya seseorang. “Ahlul Bait”, artinya orang-orang yang tinggal di rumah tertentu. “Ahlul Islam”, artinya adalah orang-orang yang beragama dengannya. “Ahlul Madzhab”, artinya adalah orang-orang yang beragama atau yang bermadzhab/berpendapat dengannya.”

Oleh karena itulah, makna Ahlus Sunnah itu adalah : “orang-orang khusus yang berpegang teguh dengan sunnah (tuntunan/petunjuk) Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, baik secara ucapannya, amalannya, maupun I’tiqod/keyakinannya.”

Lafadz tersebut (yakni Ahlus Sunnah itu), kemudian secara istilah menjadi perkara yang dimutlakkan pada salah satu dari dua makna berikut ini :

Makna Pertama, adalah makna yang umum : “Yakni masuk di dalamnya semua perkara yang dinisbahkan/disandarkan kepada Islam, selain orang-orang Rofidhoh atau Syi’ah (karena mereka bukanlah Ahlul Islam, karena kekafiran yang ada pada mereka).”

Makna Kedua, adalah makna yang khusus : “Yakni Ahlus Sunnah (orang-orang yang benar-benar berpegang teguh dengan  sunnah Rosululloh) yang murni lagi bersih dari semua bentuk kebid’ahan. Tidak termasuki di dalamnya semua Ahlul Ahwa’ (para pengikut hawa nafsu) dan Ahlul Bid’ah, seperti : Khowarij, Jahmiyyah, Murji’ah, Syi’ah dan selain mereka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh menjelaskan : “Lafadz Ahlus Sunnah, yang dimaksud dengannya adalah orang-orang yang menetapkan kekholifahan yang tiga (yakni semua orang yang meyakini benarnya kekholifahan tiga orang sahabat yang mulia sebelum Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu ‘anhu, yaitu kekholifahan Abu Bakar, Umar dan Utsman rodhiyallohu ‘anhum ajma’in, edt.). Masuk di dalamnya adalah semua kelompok kaum muslimin, kecuali Rofidhoh/Syi’ah.

Terkadang pula, yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah adalah Ahlul Hadits was Sunnah Al-Mahdhoh (yakni orang-orang yang berpegang teguh dengan hadits-hadits dan sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam yang murni). Tidaklah masuk dalam pengertian ini, kecuali orang-orang yang menetapkan sifat-sifat bagi Alloh Ta’ala, dan orang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu bukanlah makhluk (tetapi dia adalah Kalamulloh Ta’ala), dan orang yang meyakini bahwa Alloh Ta’ala itu bisa dilihat nanti di hari kiamat, juga mereka yang menetapkan adanya Qodar (Takdir Alloh), dan lain-lainnya yang merupakan perkara-perkara yang ma’ruf (yang telah dikenal) di kalangan para Ahlul Hadits was Sunnah.” (Minhajus Sunnah, 2/163)      Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “JANGAN BERTASYABBUH (MENYERUPAI) ORANG-ORANG KAFIR.”

Image result for kembang api

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh ……

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Baiturrohman, Candi Lontar Wetan Surabaya. Adapun tema yang disampaikan adalah sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau menyampaikan penjelasan dari firman Alloh Ta’ala di Surat Al-Maidah ayat 51 sebagai berikut :

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥١ 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al-Maidah : 51)

Dalam ayat ini, Alloh melarang kita menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashoro sebagai pemimpin dan teladan yang diikuti dan ditaati, karena sesungguhnya mereka adalah musuh kita, yang mereka saling tolong menolong untuk mengalahkan dan melemahkan kita kaum muslimin. Mereka tidak akan berhenti dan tidak akan merasa puas, sampai mereka berhasil menjadikan kita untuk mengikuti agama dan hawa nafsu mereka.

Sebagaimana Alloh Ta’ala juga menyatakan dalam firman-Nya yang lain :

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٢٠ 

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS Al-Baqoroh : 120)

Bahkan mereka (orang-orang Yahudi dan Nashoro) juga menggunakan/mencurahkan sepenuh waktunya untuk berupaya menyesatkan kaum muslimin dari jalan Alloh Ta’ala. Mereka keluarkan seluruh harta bendanya, untuk mengajak kita mengikuti jalan hidup dan hawa nafsu mereka, sebagaimana dijelaskan dalam firman Alloh Ta’ala :

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيۡهِمۡ حَسۡرَةٗ ثُمَّ يُغۡلَبُونَۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحۡشَرُونَ ٣٦ 

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (QS Al-Anfal : 36)

Berdasarkan ayat-ayat tersebut di atas, para ulama kita rohimahumulloh, mereka menyatakan haramnya TASYABBUH (menyerupai) orang-orang kafir dalam segala hal, khususnya yang merupakan kekhususan mereka, baik dalam agama, ibadah, akhlak, tingkah laku, adat istiadat dan sebagainya…………

Demikianlah sebagian isi dari khutbah beliau, yang intinya adalah larangan bagi kita untuk ber-TASYABBUH terhadap orang-orang kafir. Selanjutnya beliau menyebutkan contoh-contoh dan bentuk-bentuk tasyabbuh dengan orang-orang kafir, salah satunya adalah terkait dengan har-hari raya atau perayaan keagamaan. Seperti : perayaan Maulud Nabi, Isro’ Mi’roj, Nazulul Qur’an, perayaan menyambut Tahun Baru Islam dan sebagainya. Apalagi mengikuti perayaan-perayaan orang-orang kafir, seperti perayaan Natal dan Tahun Baru Masehi. Dan beliau juga menyebutkan beberapa akhlak/perangai yang menyerupai orang-orang kafir.

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkan hingga akhir rekaman khutbah ini, atau mendownloadnya dengan klik : DI SINI Read the full post »

Info SAFARI DAKWAH Ustadz Abu Hazim dan beberapa Asatidz lainnya di Sumatera

Image result for menara masjid

 

Saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh …….

Dengan ini kami sampaikan kabar gembira, khususnya bagi segenap ikhwah yang ada di wilayah Sumatera. Bahwa insya Alloh dalam beberapa hari ke depan ini, beberapa Asatidz dari Jawa Timur dan Jawa Tengah akan berziaroh (berkunjung) ke beberapa Markiz Dakwah (Pondok-Pondok Pesantren atau beberapa Majelis Ta’lim) Salafiyyun Ahlus Sunnah wal Jama’ah di beberapa tempat di Sumatera, sekaligus mengadakan kegiatan dakwah dan muhadhoroh di tempat-tempat tersebut.

Beberapa Asatidz tersebut, diantaranya : Al-Ustadz Abu Hazim dan Al-Ustadz Abu Arqom (dari Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan), Al-Ustadz Nashrul (Probolinggo), Al-Ustadz Mushlih Abu Sholih (Madiun) dan Al-Ustadz Abbas (Klaten Jawa Tengah), dan beberapa ikhwah lainnya.

Daerah di Sumatera yang insya Alloh akan dikunjungi, diantaranya adalah : Kisaran (Medan), Baganbatu, Duri (Riau), Suram, Kritang, Belilas, Dabo, Batam, Tanjung Pinang, dan sebagainya.

Kegiatan dakwah insya Alloh akan dimulai pada Hari Rabo, 18 Robi’ul Awwal 1437 H atau bertepatan dengan tanggal 30 Desember 2015. Adapun jadwal selengkapnya, akan menyusul (insya Alloh akan disampaikan update informasinya lewat situs kita ini)

Informasi kegiatan, hubungi : Al-Ustadz Abu Hazim hafidzhohulloh. (0853 3186 3600) Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEUTAMAAN THOHAROH, BERDZIKIR, SHOLAT, SHODAQOH DAN BEBERAPA AMALAN LAINNYA.”

Image result for sudut masjid

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh ……

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh, dengan tema sebagaimana yang tersebut dalam judul di atas.

Dalam khutbah jum’at ini, Ustadz Abu Ubaidah menyampaikan beberapa faedah yang diambil dari hadits Abu Malik Al-Asy’ary rodhiyallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rohimahulloh dalam shohihnya (lihat juga, Arbain An-Nawawiyyah hadits no. 23)

Apa saja faedah dan pelajaran penting yang bisa diambil dari hadits yang mulia tersebut ? Untuk mengetahuinya, silahkan anda mendengarkannya sendiri hingga tuntas, atau mendownloadnya : DI SINI Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “MEYAKINI BAHWA ALLOH ITU MEMPUNYAI ANAK, ADALAH KEKUFURAN.”

Image result for langit terbelah

 

Saudaraku kaum muslimin, rohimakumulloh ………

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, dengan tema seperti tersebut dalam judul di atas.  

Dalam khutbah ini, beliau menyebutkan firman Alloh dalam Surat Yunus ayat 68. Yang intinya adalah menyebutkan bahwa orang-orang Yahudi dan Nashoro menyatakan bahwa Alloh itu mempunyai anak. Maka Alloh Ta’ala mensucikan diri-Nya dari sifat yang rendah seperti itu. Alloh itu Maha Kaya (tidak butuh kepada siapapun), bahkan segala apa yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Hal itu menunjukkan besarnya kekuasaan dan keagungan-Nya. Lalu Alloh Ta’ala menegaskan di akhir ayat tersebut : “Apakah pantas kalian (wahai Yahudi dan Nashoro) mengatakan tentang Alloh apa yang kalian tidak punya ilmu tentangnya ?”

Hal itu menunjukkan, bahwa sesungguhnya mereka menyatakan seperti itu adalah karena kebodohan dan kesesatan mereka. 

Ya, sesungguhnya mereka mengambil keyakinan sesat dan kufur semacam itu (yakni Alloh itu mempunyai anak), dari orang-orang kafir sebelum mereka (QS At-Taubah : 30). Maka dengan sebab keyakinan kufur semacam itu (keyakinan bahwa Alloh punya anak, atau Al-Masih itu sendiri adalah Alloh),  maka Alloh pun memvonis mereka sebagai orang-orang yang kafir dan musyrik, yang diharamkan atas mereka surga, dan wajib masuk dalam neraka, dan kekal di dalamnya (QS Al-Maidah : 72-73)

Demikianlah orang-orang yahudi dan nashoro. Mereka telah menjadi kafir dengan sebab keyakinan mereka yang keji seperti itu. 

Maka apakah pantas bagi seorang muslim bersikap loyalitas pada mereka, misalnya dengan bersenang-senang dan mengucapkan “selamat” di hari raya mereka, ikut serta dalam menjaga keamanan “rumah ibadah mereka”, turut andil dalam meramaikan hari raya mereka, beramai-ramai dan gegap gempita dalam menyambut perayaan-perayaan mereka, dan lainnya ? Tentu tidak pantas ! 

Demikian diantara kandungan dalam khutbah ini. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan mendengarkannya sendiri hingga tuntas, atau mendownloadnya, dengan klik : DI SINI Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “BERSEGERALAH MENUJU AMPUNAN ROBB-MU & BERAMAL SHOLIH”

Image result for masjid dan telaga indah

 

Ikhwani fillah rohimakumulloh ……..

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Al-Amin Perumnas Kamal Madura, dengan tema sebgaimana judul tersebut di atas.

Dalam kesempatan khutbah jum’at ini, beliau menyampaikan nasehat kepada segenap jama’ah jum’at, dengan menukil firman Alloh Ta’ala, di Surat Ali Imron ayat 133.

Intinya, Alloh Ta’ala memerintahkan kepada kita, segenap kaum muslimin, untuk bersegera dalam menuju “maghfiroh” (ampunan) Alloh Ta’ala dan kepada surga-Nya, tentunya dengan cara melaksanakan ketaatan kepada Alloh, dengan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya, dan menjauhi apa saja yang dilarang-Nya. 

Dan dalam melaksanakan perintah-Nya tersebut, Alloh Ta’ala menyuruh kita pula untuk “bersegera”, yakni cepat-cepat dan tidak menunda-nundanya. Hal itu karena dikuatirkan munculnya perkara-perkara yang menghalangi kita dari melakukan ketaatan tersebut, sehingga berubah menjadi malas dan kurang semangat dalam beramal sholih.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pun juga mengingatkan kita dalam haditsnya yang shohih, agar kitapun juga bersegera dalam melakukan amal ketaatan, agar hati kita tidak condong pada kesesatan setelah tadinya lurus dan beriman. Hal itu karena akan datang fitnah demi fitnah di akhir zaman, sehingga merubah keadaan hati seseorang.

Dan bagi orang-orang yang bersegera dalam meraih ampunan Alloh dalam melakukan amal ketaatan tersebut, Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan menyediakan untuknya surga-Nya, yang luasnya seluas langit dan bumi. Ini semua hanyalah disediakan oleh Alloh bagi orang-orang yang bertakwa kepada-Nya. 

Itulah beberapa point nasehat yang disampaikan, dan masih banyak yang lainnya. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri rekamannya, atau mendownloadnya : DI SINI Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “WALI-WALI ALLOH & KEUTAMAAN MEREKA DI SISI ALLOH”

Image result for lorong masjid

 

Ikhwani fillah rohimaniyalloh wa iyyakum ………

Yang ada di hadapan anda ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh, di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema khutbah sebagaimana judul di atas.

Ya, dalam khutbah ini beliau menyampaikan sebuah hadits tentang wali-wali Alloh serta keutamaan mereka di sisi Alloh Ta’ala. Siapakah sesungguhnya yang dimaksud dengan wali-wali Alloh itu ? Apa ciri-ciri mereka ? Bagaimana amal-amal mereka, sehingga mereka begitu dicintai oleh Alloh Ta’ala ? Lalu apa saja keutamaan yang Alloh Ta’ala berikan untuk mereka, sebagai balasan atas kebaikan dan amal-amal sholih yang mereka lakukan ?

Untuk mengetahui semua itu, silahkan Anda mendengarkan sendiri rekaman khutbah jum’at ini, atau mendownloadnya : DI SINI Read the full post »

(( UPDATE )) “HAKEKAT DEMOKRASI DAN PEMILU”

Image result for tangan mengepal merdeka

Saudaraku kaum muslimin, banyak diantara pembaca situs ini yang menanyakan tentang apa yang sekarang ini banyak dibicarakan oleh masyarakat di negeri kita Indonesia tercinta ini, yakni tentang Pesta Demokrasi Rakyat yang lebih dikenal dengan Pemilihan Umum atau Pemilu.

Untuk mengetahui apa sesungguhnya hakekat dari demokrasi dan pemilu itu, mari kita melihat kepada bimbingan para ulama yang terpercaya, berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafunas Sholih (para pendahulu umat ini yang sholih, yakni para Sahabat Rosululloh, para Tabi’in dan Atba’ut Tabi’in)

Dalam kesempatan ini, kami akan nukilkan bagaimana bimbingan guru kami, yakni Syaikh Al-‘Allamah Abu Abdirrohman Yahya bin Ali Al-Hajuri hafidzhohulloh, tentang masalah ini. Kami akan nukilkan tulisan dan jawaban ringkas karya beliau, dari kitab Al-Mabadi’ul Mufidah fit Tauhid wal Fiqh wal Aqidah. Selanjutnya kami akan berikan catatan atau penjelasan seperlunya, agar lebih bisa dipahami.

Pada Soal (pertanyaan) ke-46 dari kitab tersebut, tertulis : “Apabila ditanyakan kepadamu : “Apa hakekat Demokrasi itu ?” Maka Jawablah : “Demokrasi itu adalah hukum kolektif individu-individu manusia itu sendiri, bukan (yang berasal) dari Kitabulloh (Al-Qur’an) dan bukan pula (dari) Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.”

Soal ke-47 : “Apabila ditanyakan kepadamu : “Apa hukumnya (demokrasi tersebut) ?” Maka jawablah : “Demokrasi itu adalah Syirik Akbar (yakni perbuatan Syirik (menyekutukan Alloh Ta’ala), yang sangat besar, edt.). Dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala :

إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ

“Hukum (keputusan) itu hanyalah kepunyaan Allah….” (QS Yusuf : 40)

Juga firman Alloh Ta’ala :

وَلا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا (٢٦)

“Dan Dia (Alloh) tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan hukum (keputusan)”. (QS Al-kahfi : 26)

Soal ke-48 : “Apabila ditanyakan kepadamu : “Apa hakekat Intikhobat (pemilu) itu ?” Maka jawablah : “Pemilu itu adalah bagian dari aturan-aturan Demokrasi, yang membuang atau mengesampingkan syari’at Alloh yang haq. Dan pemilu itu adalah (perbuatan) tasyabbuh (meniru-niru/menyerupai) orang-orang kafir. Padahal tasyabbuh dengan mereka itu adalah tidak boleh. Dan di dalam pemilu itu sendiri, terdapat banyak bahaya/kerusakan, tidak ada di dalamnya kemanfaatan dan faedah apapun bagi kaum muslimin. Diantara kerusakan yang paling menonjol adalah : “Persamaan antara Al-Haq (kebenaran) dan Al-Bathil (kebatilan). Juga persamaan antara orang-orang yang berada di atas jalan yang benar dengan orang-orang yang berada di atas kebatilan, sesuai dengan jumlah (suara) terbanyak. Di dalam pemilu juga terdapat penyia-nyiaan terhadap prinsip Al-Wala’ (loyalitas) dan Al-Baro’ (sikap berlepas diri), merobek atau mengoyak persatuan kaum muslimin, menebar permusuhan dan kebencian, dan juga Tahazzub (bergolong-golongan/berkelompok) dan Ta’asshub (sikap fanatik pada golongan/kelompok tertentu) di antara mereka. (Di dalamnya juga terdapat) Al-Ghisy (tipu daya), Al-Khida’ (tipu muslihat), Al-Ihtiyaal (siasat licik), Az-Zuur (kedustaan), menyia-nyiakan waktu dan harta benda, dan juga menyia-nyiakan rasa malu/kehormatan para wanita, serta mengguncangkan kekokohan ilmu syari’at Islam dan para pelakunya (ulama dan para penuntut ilmu, edt.).”

Soal ke-49 : “Apabila ditanyakan kepadamu : “Apa hukumnya Hizbiyyah itu (yakni bergolong-golongan/berkelompok/berpartai-partai, lalu bersikap fanatik terhadap kelompok tersebut, edt.) ?” Maka jawablah : “Hizbiyyah itu adalah harom, kecuali Hizbulloh (golongannya Alloh Ta’ala). Dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala :

وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (٣١)مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ (٣٢)

“Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan, tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS Ar-Ruum : 31-32)

Juga firman Alloh Ta’ala :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا …..(١٠٣)

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai….” (QS Ali Imron : 103)

Dan juga firman Alloh Ta’ala :

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ (٩٢)

“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu (maksudnya adalah : yang sama dalam pokok-pokok kepercayaan dan pokok-pokok syari’at, edt.), dan aku adalah Robb-mu, maka sembahlah aku.” (QS Al-Anbiya’ : 92)

Dan juga firman-Nya :

أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (٢٢)

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah (golongan Alloh) itu adalah golongan yang beruntung.” (QS Al-Mujadalah : 22)

Dari Abdulloh bin Amru bin Al-Ash rodhiyallohu ‘anhuma dia berkata, rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “…….umatku ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya di dalam neraka kecuali satu golongan saja.” Mereka (para sahabat) bertanya : “Siapakah mereka itu, wahai Rosululloh ?” Beliau menjawab : “(Mereka adalah orang-orang yang berjalan) di atas perkara yang aku dan para sahabatku berjalan di atasnya (yakni mereka yang benar-benar menempuh jalannya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, edt.).” (HR Imam At-Tirmidzi (5/26), hadits ini mempunyai penguat, yaitu hadits Mu’awiyyah rodhiyallohu ‘anhu, yang dikeluarkan oleh Abu Dawud no. 4597 dan Ahmad (4/102), dan juga mempunyai penguat yang lainnya, sehingga hadits ini derajatnya Hasan)

Sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam : (“Semuanya di dalam neraka”), dalam hadits ini terdapat penjelasan tentang keadaan Ahlul Ahwa’ (para pengekor hawa nafsu) dan akibat buruk bagi mereka. (selesai penukilan dari kitab beliau).

(lihat :  Al-Mabadi’ul Mufidah fit Tauhid wal Fiqh wal Aqidah, hal. 29-31) Read the full post »

Nasehat : “PENTINGNYA MENJAGA UKHUWAH & ISTIQOMAH DI ATAS SHIROTHOL MUSTAQIM”

Image result for pilar masjid

 

Ikhwani fillaah rohimaniyallohu wa iyyakum ………..

Ini adalah rekaman sebuah nasehat, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, saat berziaroh (berkunjung) di Pondok Pesantren yang dikelola dan diasuh oleh Al-Ustadz Abu Hammam Yasiruddin hafidzhohulloh di Banjarnegara Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan ini, Ustadz Yoyok hafidzhohulloh memberikan nasehat kepada segenap ikhwah di sana untuk selalu menjaga ukhuwwah (persaudaraan) sesama muslimin, lebih khusus adalah sesama ikhwah Salafiyyun Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Kemudian juga memberikan nasehat agar istiqomah di atas Shirothol Mustaqim (jalan yang lurus dan yang benar), yaitu jalan sebagaimana yang dituntunkan dan dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabawiyyah.

Beliau juga menjelaskan secara ringkas, jalan-jalan untuk bisa meraih istiqomah di atas jalan yang lurus tersebut.  Apa saja itu ?

Untuk mengetahuinya, silahkan anda mendengarkannya sendiri atau mendownload rekaman ini hingga tuntas, semoga banyak manfaatnya bagi kita semuanya. Klik saja : DI SINI  Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEUTAMAAN SYARI’AT ISLAM & UMAT ISLAM”

Image result for pilar masjid

 

Saudaraku kaum muslimin, ….

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh, dengan tema seperti yang tersebut dalam judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau menjelaskan beberapa dalil, baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah yang menjelaskan pada kita tentang keutamaan syari’at agama Islam ini, demikian pula keutamaan umat Islam, dibandingkan dengan umat-umat yang lainnya.

Hal itu semua tentu adalah karena karunia dari Alloh Ta’ala yang begitu besar bagi kita kaum muslimin, yang sepantasnya patut bagi kita semua untuk mensyukurinya.

Untuk mengetahui lebih lengkap isi khutbah yang bermanfaat ini, silahkan anda mendengarkannya sendiri atau mendownloadnya dengan klik : DI SINI Read the full post »

Makna/Pengertian dari kata “AS-SUNNAH”

 

Image result for KITAB ULAMA

 

Apa yang dimaksud dengan “AS-SUNNAH” itu ?

Sering kita mendengar seseorang bicara tentang Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Tetapi ternyata banyak yang belum mengerti tentang apa makna/pengertian dari “As-Sunnah” itu sendiri. Maka berikut ini akan dijelaskan secara ringkas tentang pengertian As-Sunnah tersebut, baik secara lughoh (bahasa Arab), maupun secara istilah syar’i-nya.

Secara lughoh (yakni menurut pengertian bahasa Arabnya), As-Sunnah itu bermakna “Ath-Thoriqoh” (jalan yang ditempuh) atau “As-Siiroh” (perjalanan hidup).” (lihat An-Nihaayah fii Ghoribil Hadits (2/409) karya Al-Imam Ibnul Atsir rohimahulloh, Lisaanul ‘Arob (17/89))

Para ulama ahli Lughoh kemudian berbeda pendapat, apakah pengertian As-Sunnah seperti tersebut di atas itu, hanya terbatas dalam perkara kebaikan saja, ataukah mencakup pula kebaikan dan keburukan semuanya ?

Yang shohih (benar) adalah, bahwa As-Sunnah sebagaimana pengertian tersebut di atas mencakup semua jalan yang ditempuh/perjalanan hidup, yang baik maupun yang buruk. Hal ini sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam :

من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها، ومن سن سنة سيئة فعليه وزرها ووزر من عمل بها

“Barangsiapa membuat suatu sunnah (jalan/contoh/teladan) yang baik dalam Islam Islam, maka baginya akan mendapat pahala atas amalannya tersebut dan pahala (sebanyak) orang-orang yang mengamalkannya (jalan/teladan yang baik tersebut, edt.). Sedangkan barangsiapa membuat sunnah yang jelek, maka dia akan mendapat dosa (akibat dari) amalannya tersebut, dan mendapat dosa orang yang mengamalkannya (jalan/teladan yang jelek tersebut, edt.).” (HR Imam Muslim)

Dalam hadits yang mulia tersebut di atas, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam membagi sunnah menjadi dua, yakni sunnah yang baik dan sunnah yang jelek. Hal itu menunjukkan, pengertian As-Sunnah sebagaimana tersebut di atas, mencakup semua jenis sunnah, yang baik maupun yang jeleknya.

Adapun makna/pengertian As-Sunnah ditinjau dari istilah syar’i-nya, maka disana ada beberapa pengertian menurut para ulama dalam disiplin ilmu yang berbeda-beda. Diantaranya pengertian dari para ulama Al-Muhadditsun (Ahli Hadits), Al-Ushuliyyun (Ahli Ushul Fiqh), dan Al-Fuqoha’ (Ahli Fiqh). Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “MEMADUKAN ANTARA AL-KHOUF (RASA TAKUT) & AR-ROJA’ (BERRHARAP) KEPADA ALLOH.”

Image result for jalan kereta

 

Kaum Muslimin rohimaniyallohu wa iyyakum …..

Ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, dengan membawakan tema sebagaimana judul tersebut di atas.

Beliau membawakan satu hadits dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Seandainya seorang mu’min mengetahui apa yang ada di sisi Alloh berupa adzab-Nya/siksaan-Nya, tentu tidak ada seorang pun yang sangat berkeinginan masuk ke dalam surga-Nya (yakni merasa tidak ada yang bisa masuk ke dalam surga-Nya, karena siksaan yang disediakan Alloh sangat dahsyat, edt.). Dan seandainya orang yang kafir mengetahui apa yang ada di sisi Alloh berupa rahmat-Nya, tentu tidak ada seorangpun yang berputus asa dari surga-Nya (untuk bisa masuk ke dalamnya).” (HR Imam Muslim no. 2755)

Dari hadits yang mulia inilah, bisa diambil beberapa pelajaran darinya yang sangat banyak. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri hingga tuntas rekamannnya, atau mendownloadnya dengan klik : DI SINI Read the full post »

PEMBATAL-PEMBATAL KEISLAMAN

 

Image result for gelas pecah karena air panas

 

Saudaraku kaum Muslimin rohimakumulloh ….

Berikut ini adalah rekaman muhadhoroh (kajian umum) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh beberapa waktu lalu di Masjid Al-Hijroh, di Desa Warujayeng Nganjuk, dengan tema kajian sebagaimana judul tersebut di atas.

Dalam kajian ini, ustadz mengambil tema tentang Pembatal-Pembatal Keislaman, dengan mengambil pembahasan dari kitab “An-Nawaqidhul Islam”, karya As-Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafidhohulloh.

Hal ini perlu disampaikan, karena seseorang yang sudah beragama Islam pun, dia bisa murtad (keluar dari Islam), baik dia sadari maupun tanpa dia sadari, yang disebabkan oleh keyakinannya, perkataannya, ataupun perbuatan dia sendiri.

Dalam kajian ini, dijelaskan apa saja bentuk-bentuk keyakinan, atau pun ucapan, ataupun perbuatan yang bisa menyebabkan seseorang keluar dari agamanya (murtad) tersebut.

Untuk mengetahui selengkapnya, anda bisa mendengarkannya sendiri atau mendownloadnya dengan klik : DI SINI Read the full post »

BAGAIMANA SIKAP YANG BENAR TERHADAP PEMERINTAH YANG MUSLIM, MENURUT AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

 

Image result for kitab ulama

 

Saudaraku kaum Muslimin,

Berikut ini adalah rekaman muhadhoroh (kajian umum) beberapa waktu lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid Al-Furqon Manukan Wetan Tandes Surabaya, dengan tema seperti yang tersebut dalam judul di atas.

Ya, beliau menyampaikan permasalahan ini, sebagai suatu nasehat bagi kita semua. Karena pada saat seperti sekarang ini, banyak kaum muslimin yang belum memahami, bagaimana sebenarnya bimbingan Islam terhadap umatnya terkait hubungan antara rakyat dengan pemerintahnya/pemimpinnya.

Kenyataan yang ada justru menunjukkan, banyaknya kaum muslimin yang menghujat para pemimpinnya yang dianggap tidak adil, tidak memihak kepentingan rakyat, tidak becus ngurusi negara, yang dituduh banyak korupsi, dan berbagai tudingan yang dialamatkan kepada pemimpin/pemerintahnya. Apalagi di negeri yang mengagungkan demokrasi dan hak-hak kebebasan berbicara dan berpendapat. Ditambah lagi munculnya para aktivis Islam yang melakukan hal itu dengan dalih amar ma’ruf dan nahi mungkar, dan sebagainya.

Maka kajian ringkas ini akan menjelaskan kepada kita, bagaimana sebenarnya bimbingan Islam (Al-Qur’an dan As-Sunnah) tentang perkara yang besar ini. Untuk mengetahui selengkapnya, anda bisa mendengarkannya sendiri atau mendownlaodnya dengan klik : DI SINI. Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “HIDUP ITU UNTUK IBADAH, KARENA ITU JANGAN DILALAIKAN OLEH KESIBUKAN DI DUNIA.”

Image result for pintu masjidil haram

 

Saudaraku kaum Muslimin fillaah ……

Ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh di Masjid Muhajirin Sidoarjo, dengan tema seperti yang telah disebutkan di atas.

Dalam khutbah ini, pertama kali ustadz mengingatkan kita semua, untuk selalu mengingat akan nikmat-nikmat Alloh, dan keharusan bagi kita semua untuk mensyukuri nikmat tersebut.

Kemudian yang kedua, beliau juga mengingatkan kita untuk selalu bertakwa kepada Alloh, yakni berusaha membentengi diri kita dari murka Alloh dan dari adzab-Nya, dengan cara melaksanakan apa saja yang diperintahkan-Nya, dan menjauhi apa saja dilarang-Nya.

Itulah takwa yang diperintahkan oleh Alloh Ta’ala. Dan di dalam taqwa kepada-Nya, banyak faedah yang bisa kita dapatkan, sebagaimana yang disebutkan beberapa diantaranya dalam khutbah ini.

Kemudian, beliau juga mengingatkan kita semua tentang tujuan utama kita hidup di dunia ini, yakni untuk beribadah hanya kepada Alloh Ta’ala. Dan beliau juga mengingatkan, betapa syaitan dan iblis la’natulloh alaih yang mengetahui tujuan hidup manusia seperti itu, dia berusaha keras untuk memalingkan manusia dari tujuan utama hidupnya tersebut. Lalu, bagaimana sikap kita ?

Itulah diantara ringkasan isi khutbah ini, untuk mengetahui selengkapnya, anda bisa mendengarkannya sendiri atau mendownloadnya dengan klik : DI SINI Read the full post »