RSS

Rekaman Khutbah Jum’at : “YANG SEPANTASNYA DILAKUKAN SETELAH ROMADHON.”

Islamic Walpapers Gosha E Naat

 

Ikhwani fillah rohimakumulloh ……

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Al-Hidayah Pertamina Surabaya, di Depo LPG Tanjung Perak, Jln Nilam Tanjung Perak Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam kesempatan khutbah ini, beliau mengingatkan kepada kita tentang apa yang sepantasnya tetap kita lakukan setelah bulan Romadhon berlalu.

Beliau mengingatkan, bahwa dengan berakhirnya bulan Romadhon, bukan berarti kita selesai dari ibadah kepada Alloh, atau selesai dari melakukan amal-amal ketaatan, lalu kembali mengumbar hawa nafsu dan syahwat kita. Tidak demikian ! Mengapa ? Ya, karena yang namanya ibadah kepada Alloh itu sifatnya adalah “berkesinambungan/berkelanjutan”, terus menerus berlangsung, tidak ada habisnya. Sampai kapan ? Ya, sampai kematian datang menjemput kita.

Prestasi ibadah yang telah kita raih sepanjang bulan Romadhon yang lalu itu, tidak sepantasnya untuk kita tinggalkan begitu saja, tetapi hendaknya justru kita pertahankan.

Beliau menyebutkan dalil-dalil tentang pentingnya istiqomah dan “istimror” (terus menerus/kontinyu) dalam melakukan amal-amal sholih dan ketaatan, baik di bulan Romadhon ataupun di luar bulan Romadhon.

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan mendengarkannya sendiri rekaman khutbah jum’at ini hingga tuntas, atau bila ingin mendownloadnya, silahkan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on السبت 12 شوال 1437 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “MERAIH RIDHO ALLOH SUBHANAHU WA TA’ALA.”

Gambaran Surga dan Keindahan Taman Surga | HargaiKataKu

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh ……

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah jum’at kali ini, beliau mengingatkan kepada kita tentang keutamaan “meraih Ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala”.

Beliau membawakan dalil-dalil dari Al-Qur’an maupun Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tentang permasalahan tersebut, yang menunjukkan bahwa meraih keridhoan Alloh Ta’ala, adalah suatu keutamaan yang sangat besar, bahkan lebih besar daripada segala macam kenikmatan yang ada di dalam “jannah” (surga). 

Karena itu, dalam segala amal sholih dan ibadah yang kita lakukan, hendaknya kita selalu berusaha untuk mengharapkan ridho Alloh Ta’ala semata.

Lalu amal apa saja dan bagaimana cara agar amal yang kita lakukan bisa meraih ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala ? Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan mendengarkannya sendiri atau dengan mendownload rekaman khutbah ini dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on السبت 12 شوال 1437 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

(( UPDATE )) KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWWAL

 

Salah satu ibadah yang disunnahkan oleh Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya sholallohu ‘alaihi wa sallam di bulan Syawal ini adalah puasa sunnah selama enam hari. Dalilnya adalah hadits Abu Ayyub Al-Anshori dan Tsauban rodhiyallohu ‘anhuma.

Imam Muslim rohimahulloh dalam Shohih-nya (no. 1164) menyebutkan hadits Abu Ayyub Al-Anshori rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

“Barangsiapa berpuasa Romadhon kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh.”

Kemudian dalam hadits Tsauban rodhiyallohu ‘anhu, maula Rosululloh (bekas budak yang telah dimerdekakan oleh tuannya, yakni Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam), bahwa beliau bersabda :

من صام ستة أيام بعد الفطر كان تمام السنة ، من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها

“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Hari Raya Idul Fithri, maka seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya.” (HR Ibnu Majah no. 1715, Ad-Darimi no. 1762, An-Nasa’i dalam As-Sunanul Kubro no. 2810 dan 2861, Ibnu Khuzaimah no. 2115, Ibnu Hibban no. 938, Imam Ahmad dalam Al-Musnad (5/280), Ath-Thobroni dalam Mu’jamul Kabir no. 1451, dan AthThohawi dalam Musykilul Atsar no. 1425, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul Gholil, 4/107) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 07 شوال 1437 in Fiqh, Risalah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “AL-IHTISAB (MENGHARAP PAHALA KEPADA ALLOH).”

Inilah Doa Malaikat Untuk Orang Yang Mencari Nafkah dan Rajin ...

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh ……

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Ya, beliau mengingatkan kepada kita tentang keutamaan dan pentingnya IHTISAB (Mengharapkan pahala kepada Alloh Ta’ala). Beliau menjelaskan tentang pengertian apa itu Ihtisab, baik secara bahasa maupun secara istilah syar’i-nya. Demikian pula menjelaskan pentingnya Ihtisab, baik ketika melakukan amal-amal sholih atau ibadah, ketika ditimpa musibah, ketika menjauhi dosa-dosa dan perkara yang dilarang oleh Alloh Ta’ala, dan sebagainya.

Untuk mengetahui kandungan khutbah ini selengkapnya, silahkan mendengarkannya sendiri atau dengan mendownloadnya dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 07 شوال 1437 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Idul Fithri 1437 H : “ANJURAN UNTUK TETAP TERUS MENJAGA AMAL SHOLIH SETELAH ROMADHON.”

Perahu sandar di tepi Pantai Tanjung Aan, kawasan Kuata Mandalika ...

 

Ikhwani fillah rohimakumulloh ……

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Idul Fithri, 1 Syawal 1437 H beberapa hari yang lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di lapangan/halaman  Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Ya, beliau mengingatkan kepada kita tentang pentingnya “menjaga amal-amal sholih setelah Romadhon”. Ya, hal itu karena hidup kita di dunia ini adalah hari-hari untuk beramal, khususnya amal-amal sholih dan ketaatan kepada Alloh Ta’ala. Dan juga karena dengan selesainya ibadah puasa Romadhon kemarin, bukan berarti selesai pula kita dari beribadah dan beramal sholih. Karena itu, wajib atas kita untuk istiqomah untuk tetap terus beribadah dan beramal sholih, sampai akhir hayat kita. Dan setelah itu, di akhirat nanti kita akan melihat hasil atau buah amal sholih kita. Karena amal yang baik ataupun yang buruk yang kita lakukan, sedikit ataupun banyak, kecil ataupun besar, tentu kita akan melihat balasannya

Untuk mengetahui selengkapnya isi kandungan khutbah ini, silahkan mendengarkannya sendiri atau dengan mendownloadnya, dengan meng-klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأحد 06 شوال 1437 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEUTAMAAN MEMAKMURKAN MASJID”

Masjid Nabawi HD Wallpapers 2013 - Islamic Blog - Articles On Islam ...

Kaum Muslimin rohimakumulloh ……

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Ya, beliau mengingatkan kepada kita tentang keutamaan dan pentingnya “memakmurkan” masjid. Beliau membawakan dalil-dalil dari Al-Qur’an maupun Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tentang permasalahan tersebut.

Apa saja itu ? Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan mendengarkannya sendiri atau dengan mendownloadnya dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأحد 06 شوال 1437 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

BEBERAPA PERMASALAHAN SEPUTAR TAKBIR (TAKBIRAN) DALAM IDUL FITHRI DAN IDUL ADHA

Centre: Masjid Al Haram | Masjid Al Haram Wallpapers | Masjid Al Haram ...

 

Tanya : “Mohon dijelaskan, apa hukumnya “takbir” (yakni “takbiran”dalam istilah yang dikenal di negeri kita, edt.) dalam Idul Fithri dan Idul Adha itu ?”

Jawab :

Para ulama telah sepakat, bahwa takbir di Hari Raya Idul Fithri dan Idul Adha itu disyari’atkan. Hanya saja, salah satu riwayat dari Abu Hanifah dan An-Nakho’i berpendapat : “Tidak disyari’atkan takbir pada Idul Fithri.” Adapun Dawud Ad-Dhohiri berlebih-lebihan dalam masalah ini, sampai mengatakan : “Wajibnya takbir dalam Idul Fithri.”

Dan yang benar adalah bahwa takbir itu disyari’atkan untuk dua hari raya tersebut. Dalil yang menunjukkan hal itu, adalah hadits Ummu Athiyyah rodhiyallohu ‘anha, yang berkata :

أمرنا أن نخرج العوائق والحيض في العيدين : يشهدن الخير ودعوة المسلمين، ويعتزل الحيض المصلى [ وفي رواية لها زيادة : يكبرن مع الناس ]

“Kami diperintah (oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam) untuk mengeluarkan (yakni menyuruh keluar) para wanita pingitan, dan para wanita yang haid di dua hari raya, agar mereka bisa menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. Dan untuk wanita yang haid, agar menjauhi tempat sholat (yakni dia berada di tempat yang paling belakang, edt.).” Dalam riwayat lainnya, juga masih dalam As-Shohihain ada tambahan : “agar para wanita itu juga ikut bertakbir bersama manusia/orang-orang yang lainnya.” (HR Imam Al-Bukhori no. 324 dan Imam Muslim no. 890)

Dan tentang takbir di hari raya ini pula, ditegaskan oleh Alloh Ta’ala dalam firman-Nya :

وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ١٨٥ 

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (yakni menyempurnakan bulan Romadhon tersebut, edt.) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (yakni bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS Al-Baqoroh : 185)

Alloh Ta’ala juga berfirman :

۞وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ فِيٓ أَيَّامٖ مَّعۡدُودَٰتٖۚ ٢٠٣

“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang ditentukan…..” (QS Al-Baqoroh : 203).

Ayat ini adalah perintah Alloh untuk berdzikir (diantaranya dengan bertakbir), yakni mulai pagi hari tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arofah) dan berakhir hingga akhir hari Tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah)  

Demikianlah. Kesimpulannya, bertakbir (takbiran) adalah perkara yang disyari’atkan untuk dikumandangkan/dibaca pada dua hari raya, yakni Idul Fithri dan Idul Adha.

 

Tanya : “Kapankah waktu dimulainya mengumandangkan takbir tersebut, baik untuk Hari raya Idul Fithri maupun Idul Adha ? Dan kapan pula waktu terakhirnya ?” 

Jawab :

TAKBIR UNTUK IDUL FITHRI

Para ulama berbeda pendapat tentang kapan waktu memulai bertakbir untuk hari raya Idul Fithri. Diantaranya sebagai berikut :

Pertama : Imam As-Syafi’i dan para sahabatnya (yakni para ulama madzhab Syafi’iyyah), demikian pula para ulama Hanabilah, mereka berpendapat : “Dimulai takbir itu adalah ketika telah nampak “hilal” Syawal (yakni terbitnya/munculnya bulan sabit tanggal 1 Syawal), dan tenggelamnya matahari di akhir Romadhon.”

Ini juga adalah pendapat dari Sa’id bin Al-Musayyab, Urwah bin Az-Zubair, Abu Salamah, Zaid bin Aslam, dan pendapat yang dipilih juga oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh.

Kedua : Sebagian ulama berpendapat : “Takbir itu dimulai ketika seseorang keluar dari rumahnya di pagi hari menuju ke tanah lapang untuk menunaikan sholat ied.”

Ini adalah pendapatnya Imam Malik dan Al-Auza’i rohimahulloh. Pendapat ini dianggap sebagai pendapatnya Jumhur ulama, tetapi ini tidak benar.    

Dari dua pendapat tersebut di atas, mana yang shohih ?

Guru kami, Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam hafidzhohulloh menegaskan : “Yang insya Alloh shohih (benar) adalah pendapat yang pertama. Hal itu karena Alloh Ta’ala menyebutkan tentang “takbir” setelah selesainya (sempurnanya) puasa Romadhon (sebagaimana di akhir surat Al-Baqoroh ayat 185 yang telah disebutkan di atas). Yang demikian itu (yakni disyari’atkannya untuk memulai takbir) itu adalah dengan tenggelamnya matahari di akhir Romadhon. Wallohu a’lamu bis showab. (lihat : Fathul ‘Allam, 2/192)

Hal ini juga sebagaimana yang dirojihkan oleh guru kami, Syaikh Abu Abdirrohman Yahya bin Ali Al-Hajury hafidzhohulloh, sebagaimana beliau sampaikan dalam pelajaran yang pernah kami dengar langsung dari beliau, wallohu a’lam bis showab.      

Selanjutnya, tentang waktu akhir bertakbir untuk Idul Fithri, kebanyakan ulama berpendapat : “Berakhirnya adalah dengan ditunaikannya sholat Ied.” Dan dalam masalah ini, tidak ada khilaf (perbedaan pendapat) di antara para ulama, walhamdulillah.

(lihat pembahasan seputar masalah ini dalam : Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (5/41), Al-Ausath (4/250), Al-Mughni (3/255) dan Majmu’ Al-Fatawa (24/221) karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dll)

 

TAKBIR UNTUK IDUL ADHA

Adapun tentang waktu dimulainya takbir untuk Idul Adha, para ulama juga berbeda pendapat :

Pertama : Bahwa awal waktu takbir adalah sejak dari waktu Shubuh pada hari Arofah (tanggal 9 Dzulhijjah). Ini adalah pendapat dari beberapa sahabat Nabi, diantaranya : Ali bin Abi Tholib, Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhum ajma’in.

Dan ini juga pendapat Imam Ahmad, As-Syafi’i dalam salah satu pendapat, Ashabur Ro’yi dan sebagainya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh menyatakan hal ini adalah sebagai pendapat jumhur (mayoritas) fuqoha’.

Kedua : Bahwa awal waktu takbir adalah mulai dari waktu sholat Dhuhur di hari Nahr (hari raya Qurban, tanggal 10 Dzulhijjah). Hal itu karena para jama’ah haji ketika itu sibuk dengan memperbanyak talbiyyah sebelum waktu dhuhur itu.

Hal ini adalah pendapat yang datang dari Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhuma (tetapi di dalam sanadnya terdapat perowi bernama Abdulloh bin Umar Al-Umary, dia ini adalah dho’if). Juga pendapat dari Umar bin Abdul Aziz, Malik, dan Asy-Syafi’i dalam salah satu pendapat yang masyhur dari beliau.

Dari dua pendapat tersebut, yang shohih (benar) adalah pendapat pertama. Hal ini berdasarkan hadits Anas rodhiyallohu ‘anhu dalam As-Shohihain (HR Imam Al-Bukhori no. 1659 dan Imam Muslim no. 1285), juga dalam hadits Ibnu Umar dalam Shohih Muslim :

“Bahwasannya mereka (para sahabat) berada pada hari Arofah (tanggal 9 Dzulhijjah), mereka berpagi-pagi menuju ke Arofah, diantara mereka ada yang bertalbiyyah, dan diantara mereka pula ada yang bertakbir. Salah seorang dari mereka tidak mengingkari sahabatnya yang lainnya.” (HR Imam Muslim no. 1284)  

Pendapat yang pertama itu pula yang dirojihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh, sebagaimana dalam Majmu’ Al-Fatawa (24/220). Wallohu a’lam bis showab.

Kapan waktu akhir untuk takbirnya ?

Dalam masalah inipun ada beberapa pendapat para ulama sebagai berikut :

Pertama : Imam Ahmad bin Hambal dan Imam As-Syafi’i dalam salah satu pendapatnya menyatakan : Bahwa takbir itu berakhir pada waktu sholat Ashar di akhir hari Tasyriq (yakni tanggal 13 Dzulhijjah).

Ini adalah pendapatnya Ibnu Abbas, Ali bin Abi Tholib, dan juga Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhum ajma’in (tetapi yang dari Ibnu Umar, sanadnya dho’if, di dalamnya ada Hajjah bin Arthoh, dia dho’if). Ini juga pendapatnya Sufyan Ats-Tsaury dan Ishaq. Ibnu Rojab dan Syaikhul Islam menyatakan ini adalah pendapat kebanyakan para ulama. Pendapat ini yang dirojihkan oleh Syaikhul Islam dan Syaikh Bin Baaz rohimahulloh.

Kedua : Imam Malik dan Imam As-Syafi’i dalam pendapat yang masyhur dari beliau menyatakannya : Bahwa takbir itu terus berlangsung sampai sholat Shubuh di akhir hari Tasyriq (adapun setelah itu tidak ada lagi/berhenti, edt.). Ini juga pendapatnya Umar bin Abdul Aziz rohimahulloh.

Ketiga : Ashabur Ro’yi (Abu Hanifah dan pengikutnya, edt.) dan Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu serta para murid-muridnya berpendapat : Bahwa takbir itu berlangsung (hanya) sampai Sholat Ashar di Hari Nahr (tanggal 10 Dzulhijah).   

Mana yang rojih dari ketiga pendapat tersebut di atas ? Guru kami, Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam rohimahulloh menyatakan : “Pendapat yang pertama itulah yang showab (benar). Hanya saja, tidak ditentukan bahwa berakhirnya takbir itu adalah di waktu Ashar, tetapi sampai tenggelamnya matahari (di akhir hari Tasyriq tersebut).

Adapun penentuan batas akhir takbir hanya sampai waktu sholat Ashar, hal itu bila ditinjau dari takbir yang “muqoyyad” (yakni yang terikat waktunya, yakni setelah selesai sholat fardhu). Dalil yang menunjukan halk itu adalah firman Alloh Ta’ala :

۞وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ فِيٓ أَيَّامٖ مَّعۡدُودَٰتٖۚ ٢٠٣

“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang ditentukan…..” (QS Al-Baqoroh : 203).  Beberapa hari yang ditentukan, maksudnya adalah hari-hari tasyriq.

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر الله

“Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari makan, minum dan dzikrulloh.” (HR Imam Muslim no. 1141, dari Nabisyah Al-Hudzaly rodhiyallohu ‘anhu)

Dalil-dalil tersebut di atas menunjukan, bahwa takbir yang merupakan salah satu Dzikrulloh, boleh dibaca sepanjang hari-hari tasyriq (yakni secara keseluruhannya hari-hari tersebut). Barangsiapa memutus takbir sebelum selesainya hari-hari tasyriq tersebut, maka wajib baginya mendatangkan burhan/dalil.” (Fathul ‘Allam, 2/195) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 01 شوال 1437 in Fiqh, Risalah

 

“ADAKAH DOA KHUSUS UNTUK ORANG-ORANG YANG MEMBAYAR ZAKAT ?”

 

 

Tanya : “Ustadz, adakah doa khusus yang disampaikan oleh orang yang menerima penyerahan zakat (misalnya panitia zakat) terhadap orang-orang yang berzakat ?”

Jawab :

Alhamdulillah, dalam masalah ini, ada sebuah hadits shohih yang bersumber dari Sahabat Nabi yang mulia, Abdulloh bin Abi Aufa rodhiyallohu anhu, bahwa dia berkata :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أتاه قوم بصدقتهم قال : اللهم صل عليهم

“Adalah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam itu apabila datang suatu kaum kepada beliau dengan membawa sedekah (zakat) mereka, maka beliau berkata (mendoakan mereka) : “Allohumma sholli ‘alaihim.” (Ya Alloh, berikanlah sholawat atas mereka, yakni tambahkanlah kebaikan atas mereka. edt.).” (HR Imam Al-Bukhori no. 1497 dan Imam Muslim no. 1078)

Maka dhohir hadits ini menunjukkan “disyari’atkan” atas kita untuk mendoakan orang-orang yang menyerahkan zakat dengan doa seperti tersebut di atas. Dan Alloh Subhanahu wa Ta’ala pun telah memerintahkan Nabi-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan hal itu, sebagaimana dalam firman-Nya :

خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ١٠٣

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan doakanlah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (At-Taubah : 103)

Lalu apa hukumnya mendoakan orang yang menyerahkan zakat tersebut ?

Tentang masalah ini, dijelaskan oleh As-Syaikh Al-Atsyuuby rohimahulloh dalam Syarh An-Nasa’i (22/132) sebagai berikut :

“Para ulama berbeda pendapat tentang hukum mendoakan orang-orang yang bershodaqoh (yakni yang membayar zakat). Jumhur ulama berpendapat, mendoakan orang yang menyerahkan zakat hukumnya adalah sunnah (mustahab), bukan hal yang wajib.

Para ulama Ahlud Dhohir (Dhohiriyyah) berpendapat wajibnya hal itu. Imam An-Nawawi rohimahulloh berkata : “Dengan ini pula sebagian sahabat-sahabat kami (yakni para ulama Syafi’iyyah, edt.) berpendapat. Demikianlah seperti yang diriwayatkan dari Abu Abdillah Al-Hanathi. Mereka bersandar (berhujjah) dengan perintah yang disebutkan dalam ayat tersebut di atas.

Jumhur ulama berkata (sebagai jawaban atas dalil yang dipegang oleh para ulama dhohiriyyah tersebut di atas, edt.) : “Perintah (seperti yang disebutkan pada ayat tersebut di atas, edt.) menurut kami, adalah untuk menunjukkan sunnahnya (bukan wajib). Karena Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’adz bin Jabal rodhiyallohu ‘anhu atau sahabat yang lainnya untuk mengambil zakat (dari kaum muslimin), tetapi beliau tidak memerintahkan mereka untuk berdoa (yakni mendoakan mereka yang menyerahkan zakatnya, edt.).” (sampai disini penukilan). Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأحد 29 رمضان 1437 in Fiqh, Risalah

 

“HUKUM ZIAROH KUBUR & ADAB-ADABNYA”

 

kuburan 

Bila kita perhatikan fenomena yang ada di masyarakat kita, maka kita akan dapati ada satu adat (kebiasaan) yang rutin mereka lakukan, khususnya menjelang bulan Romadhon tiba, atau menjelang hari raya Idul Fithri. Apa itu ? Ya, ziaroh kubur. Khususnya ke makam atau kuburan kerabat yang telah meninggal dunia.

Ada yang sekedar mendoakan dan tabur bunga, adapula yang membaca Al-Qur’an di kuburan-kuburan tersebut dan kirim pahala bacaannya, ada yang menangisi kerabat yang telah meninggal dunia, dan masih banyak yang lainnya.

Maka berikut ini adalah pembahasan ringkas tentang Ziaroh Kubur, adab-adabnya dan tata caranya yang benar sesuai tuntunan syari’at Islam yang mulia ini. Tentunya, berdasarkan dalil-dalil yang shohih dari Al-Qur’an maupun dari Sunnah Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam. Ringkasnya adalah sebagai berikut :

PERTAMA : Ziaroh Kubur itu disyari’atkan, dengan tujuan untuk : Mengambil pelajaran dan mengingat-ingat kematian dan kehidupan akhirat, dan juga untuk mendoakan dan memohonkan ampunan untuk mayit.

Hal ini berdasarkan hadits Buroidah rodhiyallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 977, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كنت نهيتكم عن زيارة القبور، فزوروها

“Dahulu aku melarang kalian dari ziaroh kubur. (Tetapi sekarang) maka ziaroh kuburlah kalian ….”

Dalam riwayat Imam At-Tirmidzi ada tambahan :

فإنها تذكر الأخرة

“Karena sesungguhnya ziaroh kubur itu akan mengingatkan pada kehidupan akhirat.” (HR Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya dengan sanad yang shohih)

KEDUA : Disunnahkannya ziaroh kubur itu, hukumnya sama antara kaum laki-laki dan wanita, berdasarkan keumuman perintah untuk berziaroh kubur dan tujuannya, seperti yang telah disebutkan di atas. (juga berdasarkan hadits Anas dalam Shohih Al-Bukhori no. 1283 dan Imam Muslim no. 926, lihat pula Al-Umdah (3/76) dan Ahkamul Janaiz hal. 178)

KETIGA : Ziaroh kubur itu boleh dilakukan kapan saja. Tidak ada waktu-waktu khusus yang diistemewakan untuk berziaroh kubur, kecuali bila ditunjukkan oleh dalil-dalil yang shohih. Jadi, apa yang biasa dilakukan masyarakat kita dan diikuti oleh keyakinan bahwa berziaroh kubur itu sangat dianjurkan dilakukan di awal romadhon atau menjelang hari raya Idul fithri, hal ini sesungguhnya tidak ada dasar dalil yang menunjukkannya.

KEEMPAT : Yang disunnahkan untuk dilakukan ketika berziaroh kubur adalah mendoakan mayit, diantaranya dengan mengucapkan salam untuknya.

Ini berdasarkan hadits Buroidah rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعلمهم إذا خرجوا إلى المقابر : السلام عليكم أهل الديار من المؤمنين والمسلمين ، وإنا إن شاء الله للاحقون، أسأل الله لنا ولكم العافية

“Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengajari mereka (yakni kaum muslimin) apabila mereka keluar menuju pemakaman (agar mengucapkan) : “Assalaamu ‘alaikum ahlad diyaar, minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa insya Allohu lalaahiquun, as-alullooha lana wa lakumul ‘aafiyah.” (Semoga keselamatan/kesejahteraan dilimpahkan kepada kalian wahai para penghuni kubur, dari kalangan orang-orang mu’min dan muslim, dan sesungguhnya kami insya Alloh akan menyusul kalian, aku memohon kepada Alloh agar memberikan ‘afiyah (kesejahteraan) untuk kami dan kalian.” (HR Imam Muslim dalam Shohih-nya no. 975)

Dan juga dalam hadits Aisyah rodiyallohu ‘anha, dia berkata : “Aku bertanya kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam : “Apa yang harus aku ucapkan apabila aku mendatangi (menziarahi) komplek kuburan Baqi’ (nama sebuah komplek kuburan yang ada di Madinah,edt.) ?” Nabi shollalloh ‘alaihi wa sallam menjawab :

قولي ؛ السلام عليكم أهل الديار من المؤمنين والمسلمين، يرحم الله المستقدمين منا والمستأخرين، وإنا إن شاء الله بكم للاحقون

“Ucapkanlah olehmu : “Assalaamu ‘alaikum ahlad diyaar minal mu’miniina wal muslimiin. Yarhamulloohul mustaqdimiina minnaa wal musta’khiriin, wa innaa insyaa Allohu bikum lalaahiquun.” (Semoga keselamatan dilimpahkan atas kalian wahai para penghuni kubur, dari kalangan orang-orang mu’min dan muslim. Semoga Alloh memberikan rahmat-Nya kepada orang-orang yang telah mendahului dari kita, dan juga orang-orang yang belakangan (yang akan menyusul). Dan sesunggunya kami insya Alloh akan menyusul kalian.”   (HR Imam Muslim dalam Shohih-nya  no. 974). Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 22 رمضان 1437 in Fiqh, Manhaj, Risalah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEUTAMAAN DZIKRULLOH.”

Berdzikir dengan Pengeras Suara

 

Saudaraku kaum Muslimin rohimakumulloh ……

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at kemarin, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema sebagaimana judul tersebut di atas.

Dalam kesempatan khutbah ini, Ustadz memberikan nasehat tentang keutamaan Dzikrulloh (Berdzikir atau mengingat Alloh Ta’ala). Beliau menyebutkan beberapa dalil tentang keutaamaan dzikir kepada Alloh tersebut dan contoh-contohnya dan juga adab-adabnya.

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri rekaman khutbah jum’at ini, atau dengan mendownloadnya dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on السبت 20 رمضان 1437 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEWAJIBAN MENUNAIKAN ZAKAT FITRAH.”

SUBHAANALLAH ! GALERI FOTO GAMBAR PADI, SAWAH & PESAWAHAN | طبيب ...

 

Saudaraku Kaum Muslimin rohimakumulloh ………..

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at beberapa hari yang lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Baiturrohman di daerah Candi Lontar Wetan Kec. Lontar Surabaya, dengan tema sebagaimana tertera dalam judul di atas.

Pada kesempatan khutbah kali ini, ustadz menyampaikan tentang kewajiban menunaikan zakat fitrah di akhir Romadhon nanti. Beliau menjelaskan tentang bagiamana menunaikan zakat fitrah, sesuai tuntunan Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Untuk mengetahui uraian selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri hingga tuntas, atau mendownloadnya dengan meng-klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on السبت 20 رمضان 1437 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

WAJIBNYA THUMA’NINAH DALAM SHOLAT

Hasil gambar untuk sholat jamaah di masjid

 

Di dalam bulan romadhon seperti sekarang ini, banyak kita lihat kaum muslimin berbondong-bondong dengan penuh semangat untuk menunaikan sholat tarowih di masjid. Alhamdulillah, tentunya tidaklah mereka menginginkan kecuali amal sholih yang diterima oleh Alloh Ta’ala, khususnya dengan menghidupkan sholat tarowih di masjid di bulan Romadhon yang penuh keutamaan ini.

Diantara mereka, ada yang menunaikan sholat tarowih sebanyak 11 rokaat, adapula yang 23, 36 dan bahkan ada yang 41 roka’at.

Cara pelaksanaannya pun bervariasi (bermacam-macam modelnya). Ada yang pelan-pelan (santai), ada yang sedang, ada pula yang “super cepat”, sampai tidak mengenal “thuma’ninah” di dalam sholatnya tersebut.

Lalu, bagaimana cara sholat yang benar, yang dituntunkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam itu ? Insya Alloh, pembahasan ringkas berikut ini, semoga bisa menambah wawasan ilmu kita, dan menjadi nasehat yang bermanfaat bagi kita semuanya (khususnya, yang berkaitan dengan pentingnya ataukah tidak pentingnya thuma’ninah di dalam sholat itu) 

MAKNA THUMA’NINAH

Thuma’niah, dalam bahasa arab artinya adalah : “al-Istiqror” (diam/tenang), “at-Ta’anni” (pelan-pelan) dan “adamul ajalah” (tidak tergesa-gesa). Maka, thuma’ninah dalam sholat, artinya melakukan semua gerakan sholat, dengan penuh ketenangan, pelan-pelan dan tidak tergesa-gesa. Baik ketika berdiri, ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, ketika tasyahhud dan sebagainya.

HUKUM THUMA’NINAH

Thuma’ninah dalam semua gerakan sholat, adalah wajib, bahkan merupakan salah satu rukun dari rukun-rukun sholat (yakni perkara-perkara yang menentukan sahnya sholat, dan dia pun termasuk bagian dari sholat itu sendiri).

Dalil-dalil yang menunjukkan hal itu sangat banyak, diantaranya sebagai berikut :

PERTAMA, hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dia mengatakan :

“Bahwasannya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam masjid (yakni masjid Nabawi), kemudian masuk pula bersama beliau seorang laki-laki, lalu diapun sholat. (Setelah selesai sholat), kemudian diapun mendatangi Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam, dan mengucapkan salam kepada beliau, dan beliau membalas salamnya, sambil beliau bersabda :

فارجع فصل فإنك لم تصل

“Kembalilah kamu, lalu sholatlah, karena kamu belum sholat.”

Orang tersebut tetap mengulang perbuatannya sampai dua kali atau yang sesudahnya lagi (dan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pun juga mengulang-ulang perintah beliau tersebut). Hingga akhirnya orang tersebut berkata kepada Nabi shollallohu alaihi wa sallam : “Demi Dzat yang mengutus anda dengan al-Haq, tidak ada (sholat) yang lebih baik bagiku kecuali ini, maka ajarkanlah kepadaku (cara sholat yang benar itu).”

Kemudian beliau bersabda : “Apabila kamu hendak mendirikan sholat, maka sempurnakanlah wudhu. Kemudian, menghadaplah ke arah kiblat, lalu bertakbirlah. Kemudian bacalah apa yang mudah bersamamu dari Al-Qur’an ini. Kemudian ruku’lah, sampai kamu thuma’ninah (benar-benar tenang) dalam keadaan ruku’ tersebut. Kemudian bangkitlah (dari ruku’), sampai kamu benar-benar dalam keadaan berdiri tegak (lurus). Lalu sujudlah, sampai kamu thuma’ninah dalam keadaan sujud tersebut. Kemudian bangunlah (dari sujud), sampai kamu thuma’ninah dalam keadaan duduk (yakni duduk diantara dua sujud). Lalu sujudlah (lagi) sampai kamu thuma’ninah dalam keadaan sujud tersebut. Kemudian bangunlah, sampai kamu thuma’ninah dalam keadaan duduk tersebut (duduk tasyahhud). Dan lakukan ini semua dalam sholat-sholatmu semuanya.” (HR Imam Al-Bukhori no. 757, 793, 6251 dan 6252, juga Imam Muslim no. 397) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 18 رمضان 1437 in Fiqh, Risalah

 

Kumpulan Risalah Ilmiah Tentang Hukum-Hukum Seputar Puasa Romadhon

 

Image result for perpustakaan kitab salaf

 

Saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh …..

Berikut ini akan kami tampilkan kembali beberapa tulisan dan pembahasan hukum-hukum seputar puasa Romadhon, yang pernah kami tampilkan di situs ini pada beberapa waktu yang lalu.

Hal ini penting, mengingat bahwa kebutuhan akan ilmu syar’i, terutama yang berkaitan dengan ibadah yang akan kita lakukan saat ini, adalah suatu ilmu yang tidak akan pernah ada usangnya. Ilmu akan selalu menjadi kebutuhan utama saat dibutuhkan, khususnya menjelang kita akan melakukan ibadah-ibadah yang disyari’atkan.

Oleh karena itu, bagi para pembaca yang mengingkan beberapa pembahasan ilmu yang terkait dengan permasalahan yang dihadapi, khususnya terkait ibadah puasa Romadhon, semoga sajian ini sangat membantu untuk menghilangkan “dahaga” kita, dan menjadi pencerahan yang bermanfaat untuk kita semua. Hanya kepada Alloh Ta’ala sajalah kita mengharapkan ridho-Nya, semoga amal-amal ibadah kita diterima-Nya dan mendapat balasan yang selayaknya.

Rincian pembahasan Hukum-Hukum Seputar Puasa Romadhon adalah sebagai berikut (bagi anda yang ingin membaca selengkapnya, silahkan “klik” langsung pada judul-judul berikut ini) :

  1. Beberapa Permasalahan Yang Terkait dengan Hukum Mengqodho’ Puasa Romadhon

 

  1. Berpuasa & Berhari Raya Berdasarkan Ru’yatul Hilal  

 

  1. Adab-Adab Berpuasa (1) : N I A T

 

  1. Adab-Adab Berpuasa (2) : MAKAN SAHUR

 

  1. Adab-Adab Berpuasa (3) : MENYEGERAKAN BERBUKA PUASA (TA’JILUL FITHR)

 

  1. Adab-Adab Berpuasa (4) : MEMPERBANYAK AMAL SHOLIH & BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM MELAKUKAN BERBAGAI JENIS IBADAH

 

  1. Adab-Adab Berpuasa (5) : MENJAUHI SEMUA PERKARA YANG BISA MERUSAKKAN ATAU MENGURANGI PAHALA PUASA

 

  1. Sholat Tarowih & Keutamaannya

 

  1. Hukum Orang Yang Berpuasa, Tetapi Tidak Sholat

 

  1. Hukum Puasanya Orang Yang Sakit

 

  1. Hukum Puasanya Orang-Orang Yang Lemah, Yang Tidak Ada Kemampuan Sama Sekali Untuk Berpuasa

 

  1. Hukum Puasanya Wanita Yang Hamil & Yang Sedang Menyusui Bayi

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 16 رمضان 1437 in Aqidah, Fiqh, Manhaj, Risalah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “ROMADHON ADALAH BULAN KESABARAN.”

masjid-senja

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh …………

Alhmadulillah, berikut ini akan kami tampilkan rekaman khutbah jum’at kemarin, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema seperti yang disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz menyampaikan tentang pentingnya kesabaran dalam menjalankan ibadah di bulan Romadhon ini. Apalagi karena memang salah satu nama dari bulan ini adalah “SYAHRUS SHOBR” (bulan kesabaran). Karena untuk bisa menunaikan ibadah yang disyari’atkan di bulan ini, sangat butuh kesabaran yang tinggi. Baik itu kesabaran ketika berpuasa di siang hari Romadhon, ataupun ibadah di malam-malam harinya.

Dan bagi orang-orang yang bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Alloh, maka Alloh Ta’ala menjanjikan pahala yang sangat besar dan jumlahnya tak terbatas. Karena itu, banyaklah memohon kepada Alloh kesabaran, semoga kita bisa menunaikan ibadah di bulan Romadhon yang mulia ini dengan sebaik-baiknya, aamiin.

Untuk mengetahui kandungan atau isi khutbah ini selengkapnya, silahkan mendengarkan rekamannya atau mendownloadnya dengan klik : ( DI SINI )
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الاثنين 15 رمضان 1437 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “DOANYA ORANG YANG BERPUASA ITU MAQBUL.”

Kenapa menadah tangan ke langit ketika berdoa

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh ……….

Berikut ini juga adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Baiturrohman, Jln Candilontar Wetan Tandes Surabaya, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz menyampaikan salah satu keutamaan yang akan diraih oleh orang-orang yang berpuasa adalah, bahwa doa-doa mereka, akan senantiasa dikabulkan oleh Alloh Ta’ala, tidak akan ditolak-Nya. 

Karena itu, sepantasnya kita gunakan kesempatan yang besar ini untuk memohon dan berdoa kepada Alloh, dengan doa-doa yang akan memberikan manfaat kepada kita, di dunia maupun di akhirat nanti. 

Lalu doa apa yang selayaknya kita minta kepada Alloh, pada saat dikabulkannya doa tersebut ? Tentu saja, sebagus-bagus doa, adalah mengikuti atau mencontoh doa yang pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, meskipun doa-doa yang lainnya yang kita bisa lakukan meskipun dengan bahasa kita, ini pun juga boleh.

Dalam khutbah ini pula, ustadz memberikan contoh-contoh doa yang utama yang selayaknya kita minta kepada Alloh Ta’ala. Ingin mengetahuinya ? Silahkan anda mendengarkannya sendiri rekaman khutbah jum’at ini sampai selesai, atau dengan mendownloadnya dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 09 رمضان 1437 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “FADHILAH IBADAH DI BULAN ROMADHON.”

MASJID ISTIQLAL ( Bangunan kemerdekaan ) | Dekdun's Blog

 

Ikhwani fillah rohimaniyallohu wa iyyaakum ……

Berikut ini kami sampaikan rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh, dengan tema sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam kesempatan di bulan Romadhon ini, beliau memberikan semangat kepada kita untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah di dalamnya, dengan menjelaskan pada kita tentang dalil-dalil dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah tentang keutamaan beribadah dengan melakukan berbagai amal sholih di bulan yang agung dan mulia ini.

Untuk mengetahui selengkapnya isi kandungan rekaman khutbah jum’at ini, silahkan anda mendengarkannya atau mendownloadnya dengan meng-klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الثلاثاء 09 رمضان 1437 in Al Ustadz Abu Ubaidah, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEUTAMAAN BULAN ROMADHON & IBADAH PUASA ROMADHON.”

Masjid al-Haram, Mecca, Saudi Arabia

 

Saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh …..

Berikit ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu (di akhir bulan Sya’ban 1437 H), di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, dengan tema sebagaimana yang disebutkan pada judul di atas.

Menjelang masuknya bulan Romadhon tahun 1437 H ini, beliau menyampaikan nasehat dan sekaligus memberikan dorongan atau semangat dalam khutbah ini kepada segenap kaum muslimin, agar bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan perjumpaan dengan Romadhon tahun ini, dengan lebih meningkatan ibadah dan amal sholih. 

Untuk mengetahui apa saja kandungan khutbah ini, silahkan anda mendengarkannya sendiri rekaman khutbah ini sampai selesai, atau dengan mendownloadnya dengan meng-klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأربعاء 03 رمضان 1437 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “BEBERAPA AMALAN PENYEBAB MASUK SURGA.”

Image result for taman hijau

 

Saudaraku kaum Muslimin rohimakumulloh …..

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, dengan tema seperti yang tersebut pada judul di atas.

Dalam kesempatan khutbah ini, beliau menyampaikan beberapa dalil dari Al-Qur’an maupun dari Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, tentang beberapa amalan yang bisa menyebabkan seseorang masuk ke dalam surga.

Hal itu karena, sesungguhnya Alloh Ta’ala menciptakan surga itu, tentunya untuk suatu tujuan dan hikmah yang besar, yakni sebagai balasan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya yang sholih dan taat kepada-Nya selama mereka hidup di dunia.

Dan Alloh Ta’ala juga menetapkan, bahwa untuk bisa masuk ke dalam surga itu, Alloh Ta’ala juga menetapkan adanya amalan-amalan, yang barangsiapa melakukannya, dia akan bisa masuk ke dalam surga tersebut – bi idznillahi ta’ala (dengan izin Alloh Ta’ala).

Sedangkan barangsiapa enggan melakukan amalan-amalan tersebut, lalu bagaimana mungkin dia akan bisa masuk ke dalam jannah-Nya.

Maka dalam khutbah ini, ustadz menjelaskan kepada kita beberapa amalan yang telah ditetapkan di dalam Al-Qur’an maupun dalam As-Sunnah, yang menyebabkan siapa yang benar-benar dan bersungguh-sungguh dalam melakukannya, akan masuk ke dalam surga dengan idzin Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Apa sajakah itu ?

Untuk mengetahuinya, silahkan anda mendengarkannya sendiri rekaman khutbah jum’at ini, atau dengan mendownlaodnya, dengan meng-klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on السبت 21 شعبان 1437 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU SYAR’I DAN FADHILAHNYA.”

Image result for kitab dan pena

 

Kaum Muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum ajma’iin ……

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid darul Arqom Perumahan Babatan Indah, Wiyung, Surabaya, dengan tema sebagaimana tersebut pada judul di atas.

Pada kesempatan khutbah ini, beliau mengingatkan kita semua, tentang salah satu kewajiban dalam agama kita ini, yang kewajiban ini adalah kewajiban bagi setiap individu muslim, baik dia laki-laki ataupun wanita. Apa itu ?

Ya, kewajiban tersebut adalah berupa “menuntut ilmu syar’i.” Menuntut ilmu syar’i atau mempelajari ilmu-ilmu agama inilah, yang seharusnya lebih diutamakan dan didahulukan daripada ilmu-ilmu yang lainnya. Tetapi kenyataan yang ada di masyarakat kita kaum muslimin sendiri, sangat jauh dan tidak sesuai dengan tuntutan agamanya. 

Kebanyakan kaum muslimin di jaman sekarang ini, lebih sibuk mempelajari ilmu-ilmu yang lainnya dan lebih mementingkannya, padahal sekedar untuk mendapatkan kesenangan di dunia ini saja, apakah kesenangan berupa pekerjaan yang mapan, status sosial yang tinggi, jabatan yang empuk, dan sebagainya. Sementara itu, kewajiban mempelajari ilmu-ilmu agama diabaikan dan bahkan terkadang diremehkannya.

Oleh karena itu, dalam khutbah ini ustadz mengingatkan kepada kita semua untuk menyadari kewajiban mempelajari ilmu agama ini berikut fadholah/keutamaan yang akan diraihnya, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat nanti.

Dan untuk mengetahui selengkapnya apa saja keutamaan mempelajari agama ini, dan juga bahayanya orang yang berpaling dari agama ini, yakni yang tidak mau mempelajarinya dan tidak mau pula mengamalkannya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownload-nya dengan klik : ( DI SINI ) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الأربعاء 18 شعبان 1437 in Al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok, Khutbah

 

Rekaman Pelajaran Selama DAUROH BERSAMA PARA ULAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jawa Timur

Hasil gambar untuk kitab-kitab

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh ….

Alhamdulilah, beberapa hari yang lalu, mulai hari Ahad – Selasa, tanggal 8 – 10 Sya’ban 1437 H atau bertepatan dengan tanggal 15 – 17 Mei 2016, telah dilaksanakan Dauroh Ilmiyyah bersama Para Masyayikh / Para Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah As-Salafiyyah, di Ma’had (Pondok Pesantren) Ittiba’us Sunah Magetan Jawa Timur. 

Pada kesempatan tersebut, telah hadir dua orang Syaikh yang mulia, yakni As-Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid bin Yahya bin Zaid Al-Hajury Az-Za’kary hafidzhohulloh, yang saat ini beliau bermukim di Mekkah Al-Mukarromah Saudi Arabia, dan As-Syaikh Abu Abdis Salam Hasan bin Qosim Al-Hasany Ar-Roimy hafidzhohulloh, yang saat ini beliau bermukim di negeri Mesir.

Selama tiga hari penuh, beliau berdua memberikan dars (pelajaran) secara bergantian, dimulai ba’da Sholat Shubuh sampat ba’da Sholat Isya’. Jadwal kegiatan dars (ta’lim) setiap hari adalah sebagai berikut :

  1. Ba’da Sholat Shubuh – Pkl. 06.00 WIB : Kitab Fadhlu Ilmis Salaf ‘alal Kholaf, oleh Syaikh Abdul Hamid Al-Hajuri hafidzhohulloh.
  2. 08.30 – 10.30 WIB : Kitab Al-Baiquniyyah, oleh Syaikh Hasan bin Qosim Ar-Roimy hafidzhohulloh
  3. Ba’da Sholat Dhuhur – 13.30 WIB : Kitab Aqidah Imam Sufyan Ats-Tsaury, oleh Syaikh Abdul Hamid Al-Hajury hafidzhohulloh
  4. Ba’da Sholat Ashar – Pkl. 04.30 WIB : Kitab Qowaidul Arba’, oleh Syaikh Hasan bin Qosim Ar-Roimy hafidzhohulloh
  5. Ba’da Sholat Maghrib – Isya’ : Muhadhoroh Umum (Taushiyyah wa Nashihah), oleh Syaikh Abdul Hamid Al-Hajury hafidzhohulloh
  6. Ba’da Sholat Isya’ – selesai : Muhadhoroh Umum dan Menjawab Pertanyaan (Soal- Jawab), oleh : Syaikh Hasan bin Qosim Ar-Roimy hafidzhohulloh.

Demikianlah jadwal kegiatan dars/ta’lim selama dauroh tersebut. Walhamdulillah, dauroh berlangsung dengan lancar dan tertib hingga akhir pelaksanaan acara.

Dan untuk menambah faedah, maka berikut ini kami sampaikan hasil rekaman beberapa pelajaran yang telah disampaikan oleh kedua Syaikh tersebut, agar bagi yang tidak sempat menghadirinya, juga bisa mendengarkan dan bisa mengambil faedahnya, …………..barokallohu fiikum. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on الخميس 12 شعبان 1437 in Dauroh, Muhadhoroh