Rekaman Khutbah Jum’at : “KEUTAMAAN MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLOH TA’ALA”, bersama Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh

 

 

Kaum Muslimin hafidzhokumulloh,

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya pekan lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok Wahyu Nugroho hafidzhohulloh ta’ala, dengan tema :  “KEUTAMAAN MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLOH”.

Dalam khutbah ini, beliau menyampaikan satu firman Alloh Ta’ala :

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (٢٣)

“Alloh telah menurunkan AHSANUL HADITS (perkataan yang paling baik, yaitu Al Quran), yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Alloh. Itulah petunjuk Alloh, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS Az-Zumar : 23)

Diantara faedah ayat yang mulia ini :

  1. Bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala-lah yang menurunkan Al-Qur’an, melalui malaikat Jibril ‘alaihis salam kepada Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Ini menunjukkan, Al-Qur’an itu bukan dari Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam sendiri, bukan pula buatan Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam.
  2. Bahwa Al-Qur’an itu adalah “AHSANUL HADITS” (sebaik-baik perkataan). Sebagaimana disebutkan pula dalam hadits yang shohih, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya “ASHDAQUL HADITS” (sebenar-benarnya perkataan) adalah Kitabulloh”. Dalam lafadz lainnya : “Sesungguhnya KHOIRUL HADITS (sebaaik-baik perkataan)…” Dalam lafadz lainnya : “Sesungguhnya “AHSANUL HADITS” (sebagus-bagus perkataan)…”
  3. Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah “MUTASYABIH” (yang serupa ayat-ayat dan hukum-hukumnya), yakni tidak ada pertentangan atau perselisihan antara ayat yang satu dengan yang lainnya, karena dia berasal dari sisi Alloh Ta’ala, bukan buatan manusia.
  4. Dan Al-Qur’an itu juga MATSAANI (yang berulang-ulang/diulang-ulang), yakni yang berulang-ulang hukum-hukum, pelajaran dan kisah-kisah yang ada di dalamnya, tujuannya adalah supaya lebih kuat pengaruhnya dan lebih meresap di hati orang yang membacanya.
  5. Dengan Al-Qur’an ini, akan menjadi “bergetar” dan “takut” kulit serta hati orang-orang yang takut kepada Robb mereka. Sehingga jadilah mereka orang-orang yang tenang dan lembut, kemudian hati mereka pun mudah tersentuh dan mudah menangis karena takut kepada Alloh Ta’ala dan kerasnya adzab-Nya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat lainnya : Read the full post »

Info Kajian Islam Ilmiah Kota Palopo, “HUKUM-HUKUM SEPUTAR SEMBELIHAN QURBAN”, bersama Al-Ustadz Abu Muqbil Ali Abbas hafidzhohulloh

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan mengharap Ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah………

KAJIAN ISLAM ILMIAH

Pembicara :

Al-Ustadz Abu Muqbil Ali Abbas

Hafidzhohulloh 

Tema :

HUKUM-HUKUM SEPUTAR SEMBELIHAN QURBAN

(Diambil dari KITABUL UDH-HIYYAH, dari Shohih Al-Bukhori) 

W a k t u  :

Hari Sabtu & Ahad, 2-3 Dzulhijjah 1435 H (27-28 September 2014)

(mulai pukul 09.00 Wita – selesai)

T e m p a t  :

Masjid Nurul Muhajirin Sampowae

(Jl. KH Abdurrozzaq, dekat Pom Bensin, Kota Palopo,

Sulawesi Selatan) Read the full post »

AHKAMUL UDH-HIYYAH (Hukum-Hukum Seputar Sembelihan Qurban) (Bagian 2)

 

Adakah kewajiban-kewajiban dan sunnah-sunnah yang harus diperhatikan oleh orang yang hendak berqurban ?

Ya ada, diantara kewajiban-kewajiban yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh orang yang hendak berqurban adalah sebagai berikut :

A. Orang yang hendak berqurban, apabila telah memasuki sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, tidak boleh baginya untuk menghilangkan sedikitpun dari rambut yang tumbuh pada tubuhnya, atau memotong kukunya.

Hal ini berdasarkan sebuah hadits dari Ummu Salamah rodhiyallohu ‘anha, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إذا دخلت العشر وأراد أحدكم أن يضحي فلا يمس من شعره وبشره شيئا (وفي لفظ لمسلم : من كان له ذبح يذبحه، فإذا أهل هلال ذي الحجة فلا يأخذن من شعره ولا من أظفاره شيئا حتى يضحي)

“Apabila telah masuk sepuluh hari (pertama di bulan Dzulhijjah), dan salah seorang dari kalian berkeinginan untuk berqurban, maka janganlah dia menyentuh (yakni mengambilnya dengan mencukurnya, mencabutnya atau memotongnya, edt.) sedikitpun dari rambutnya dan kulitnya.”

Dalam lafadz yang lainnya juga dalam riwayat Imam Muslim : “Barangsiapa mempunyai (hewan) sembelihan yang akan dia sembelih (untuk qurban), maka apabila telah muncul hilal (bulan sabit tanggal satu) dari hilal Dzulhijjah, maka janganlah dia mengambil sedikitpun dari rambutnya dan juga kukunya, hingga dia menyembelih qurbannya.” (HR Imam Muslim no. 1977)

Para ulama berbeda pendapat tentang apa hukum larangan dalam hadits tersebut di atas. Sebagian ulama berpendapat haramnya hal tersebut, ini adalah pendapatnya Sa’id bin Al-Musayyib, Robi’ah, Ahmad, Ishaq, Dawud dan sebagian sahabat-sahabat As-Syafi’i. Sebagian lainnya berpendapat hukumnya makruh tanzih (hanya makruh saja, tidak sampai pada derajat haram), ini adalah pendapatnya Imam As-Syafi’i dan mayoritas sahabat-sahabatnya (yakni para ulama yang semadzhab dengan beliau). Sebagian lainnya berpendapat hukumnya tidak makruh, ini adalah pendapatnya Imam Malik (beliau punya beberapa pendapat dalam masalah ini) dan Abu Hanifah. Imam Malik juga berpendapat dimakruhkannya hal tersebut. Beliau juga pendapat lainnya, yaitu berpendapat hukumnya diharamkan pada sembelihan qurban yang hukumnya tathowwu (sunnah saja), tetapi tidak harom bila sembelihannya itu wajib, ini adalah pendapat beliau sebagaimana yang diceritakan oleh Imam Ad-Darimi rohimahulloh. (lihat Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (8/392) karya Imam An-Nawawi rohimahulloh, dan Syarhus Sunnah (4/348) karya Imam Al-Baghowi rohimahulloh)

Lalu mana yang rojih (kuat dan terpilih) dari pendapat-pendapat tersebut di atas ? Al-Imam As-Syaukani rohimahulloh berkata : “Yang nampak benar adalah orang yang berpendapat haramnya (mengambil/menghilangkan sedikitpun dari rambut atau kukunya) bagi orang yang akan berqurban…..” (Nailul Author, 3/475) Read the full post »

Info Kajian Islam Ilmiah Bantul : “EMPAT KAIDAH DALAM MEMBONGKAR KESYIRIKAN”, bersama Al-Ustadz Choirul Abdi dari Aceh

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan mengaharap Ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah………

KAJIAN ISLAM ILMIYYAH 

Pembicara :

Al-Ustadz Choirul Abdi

(Dari Aceh)

T e m a  :

“EMPAT KAIDAH DALAM MEMBONGKAR KESYIRIKAN”

(Diambil dari Kitab AL-QOWAIDUL ARBA’, karya Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdy rohimahulloh)

W a k t u  :

Hari Ahad, 26 Dzulqo’dzah 1435 H / 21 September 2014 M

(Mulai pukul 10.00 wib – selesai)

T e m p a t  :

Masjid Utsman bin Affan

(Petir, Srimartani, Piyungan, Bantul, Yogyakarta) Read the full post »

AHKAMUL UDH-HIYYAH (Hukum-Hukum Seputar Sembelihan Qurban) (Bagian 1)

 

Apa Hukum-nya berqurban itu ?

Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat. Ada yang berpendapat bahwa hukumnya adalah wajib. Ini adalah pendapatnya Al-Laits, Abu Hanifah, Al-Auza’i, Ats-Tsauri dan Imam Malik dalam salah satu pendapatnya.

Dalilnya adalah hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من كان له سعة ولم يضح فلا يقربن مصلانا

“Barangsiapa mempunyai kelapangan (rejeki) tetapi dia tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat sholat kami.” (HR Imam Ahmad (2/321), Ibnu Majah no. 3123, dan Al-Hakim (2/389) dan (4/231-232) ).

Jalan hadits ini berputar pada Abdulloh bin ‘Ayyasy Al-Qotbany, dari Al-A’roj, dari Abu Huroiroh. Para ulama berbeda pendapat tentang apakah hadits ini marfu’ (terangkat sampai Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam) ataukah  mauquf (hanya dari perkataan sahabat yang meriwayatkan hadits ini saja). Zaid bin Al-Habbab dan Abdulloh bin Yazid Al-Muqri’ meriwayatkan hadits ini dari Abdulloh bin ‘Ayyasy secara marfu’. Sedangkan Ibnu Wahab meriwayatkan dari Abdulloh bin ‘Ayyasy secara mauquf. Barangkali kesalahan hadits ini berasal dari Abdulloh bin ‘Ayyasy, karena dia adalah perowi yang dho’if. Ibnu Abdil Hadi dalam kitabnya At-Tanqih merojihkan mauqufnya hadits tersebut, sebagaimana dalam Nashbur Royah (4/207), beliau berkata setelah menyebutkan perselisihan seputar hadits tersebut : “Demikian pula seperti yang diriwayatkan oleh Ja’far bin Robi’ah dan Ubaidillah bin Abi Ja’far, dari Al-A’roj, dari Abu Huroiroh secara mauquf. Inilah yang menyerupai kebenaran.” Al-Hafidz dalam Fathul Bari (Bab pertama dari Kitab Al-Adhohy) juga berkata : “Akan tetapi para ulama berselisih pendapat tentang marfu’ dan mauqufnya (hadits tersebut). Sedangkan mauquf, ini lebih menyerupai/mendekati kebenaran. Demikianlah seperti yang dikatakan oleh Ath-Thohawy dan yang selainnya.”

Dari pembahasan hadits seperti tersebut di atas, guru kami Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam hafidzhohulloh menyimpulkan : “Hadits ini dho’if secara marfu’, tetapi shohih secara mauquf.” (Bulughul Marom no. 1347 , dengan tahqiq dan takhrij dari beliau, penerbit Darul Ashimah dan Maktabah Ibnu Taimiyyah, Dammaj, Yaman) Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at, dengan tema : “FAEDAH DARI SURAT AR-ROHMAN AYAT 1-9.”

Kaum Muslimin rohimakumulloh,

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, dengan tema : “FAEDAH DARI SURAT AR-ROHMAN AYAT 1-9″, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Dalam khutbah ini, beliau menguraikan dan menjelaskan apa yang terkandung dari beberapa ayat dari surat  Ar-Rohman. Diantaranya adalah Alloh Ta’ala menetapkan adanya timbangan keadilan, dan Alloh mengutus Rosul-Nya untuk menegakkan keadilan di tengah manusia, untuk kemashlahatan mereka, di dunia maupun di akhirat.

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkan dan mengambil faedah dari khutbah jum’at ini. Semoga bermanfaat bagi yang menyampaikan maupun yang mendengarkannya, barokallohu fiikum.

Selengkapnya, silahkan antum dengarkan ataupun mendownload-nya  : DI SINI Read the full post »

WASIAT ROSULULLOH AGAR BERPEGANG TEGUH DENGAN AL-QUR’AN

 

Saudaraku kaum muslimin hafidzhokumulloh,

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at dua pekan lalu di masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema : “WASIAT ROSULULLOH SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM AGAR BERPEGANG TEGUH DENGAN AL-QUR’AN”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN.

Dalam khutbah ini, Ust Yoyok hafidzhohuloh menyampaikan satu hadits dari Al-Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim dalam shohih keduanya, dari Abdulloh bin Abi Aufa rodhiyallohu anhu, yang menjelaskan tentang wasiat Rosululloh. Ya, ternyata beliau mewasiatkan kepada kita semua kaum muslimin sebelum wafatnya, agar  selalu berpegang teguh dengan Al-Qur’an, dan tentunya juga sunnah beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam. 

Dan disebutkan dalam riwayat yang lainnya, bahwa siapapun yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dia tidak akan sesat selama-lamanya. Dan siapapun yang menginginkan rahmat-Nya dan petunjuk dari-Nya, serta mengharapkan ketenangan batin dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, hendaknya dia berpegang teguh dengan Al-Qur’an, yakni dengan selalu membacanya, mempelajari maknanya, mengambil hukum dengannya, berhias dan berakhlak  dengannya.

Keberkahan hidup di dunia maupun di akhirat, juga bisa diraih apabila kita selalu berpegang teguh dengan Al-Qur’an. Dan masih keutamaan lainnya, bila kita selalu berpegang teguh dengannya. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkan rekaman khutbah jum’at ini selengkapnya.

Ya, anda bisa mendengarkan dan mendownload-nya :  DI SINI Read the full post »

Nasehat Untuk Yang Akan/Sedang Menunaikan Ibadah Haji/Umroh : “TENTANG ADAB & AKHLAK YANG HARUS DIPERHATIKAN SELAMA MENUNAIKAN IBADAH HAJI/UMROH”

 

 Kepada Anda yang akan/sedang menunaikan ibadah haji maupun umroh, berikut ini akan kami sampaikan beberapa nasehat penting untuk selalu diperhatikan, agar ibadah haji atau umroh tersebut benar-benar diterima oleh Alloh Ta’ala sebagai haji yang mabrur atau umroh yang diterima oleh Alloh Ta’ala.

Diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama : Kewajiban yang paling penting untuk dilaksanakan oleh orang yang berhaji/berumroh adalah mengikhlaskan amalannya karena Alloh Ta’ala, dan hendaknya dia membersihkan amalannya tersebut dari riya’ (beramal karena ingin dilihat dan dipuji oleh orang lain) dan sum’ah (beramal karena ingin didengar dan dipuji oleh orang lain). Hal ini dilakukan agar dia mendapatkan pahala/balasan atas amalan haji atau umrohnya tersebut.

Disebutkan dalam Shohih Muslim, dari hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata : “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Alloh Tabaroka wa Ta’ala berfirman (dalam hadits Qudsi) :

أنا أغنى الشركاء عن الشرك, من عمل عملا أشرك فيه معي غيري تركته وشركه

“Aku tidak butuh kepada sekutu-sekutu (tuhan-tuhan tandingan) dari kesyirikan. Barangsiapa melakukan suatu amalan yang dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku dalam amalannya tersebut, Aku tinggalkan dia dan sekutunya tersebut.” (HR Imam Muslim no. 7475)   

Kemudian disebutkan pula dalam Sunan Ibnu Majah dengan sanad yang dho’if, sebuah hadits dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda (berdoa) di dalam hajinya :

اللهم حجة لا رياء فيها ولا سمعة

“Ya Alloh, (aku melaksanakan) ibadah haji ini bukan karena riya’ di dalamnya dan bukan pula karena sum’ah.” (HR Ibnu Majah no. 2890, dan Syaikh Al-Albani rohimahulloh telah menerangkan hadits ini dalam kitab beliau Silsilah Ahaadits As-Shohihah (no. 2617), dan menjadikan hadits ini derajatnya Hasan li ghoirihi, wallohu a’lam)

Kedua : Hendaknya orang yang akan/sedang berhaji itu bersungguh-sungguh dalam mengenal/memahami hukum-hukum haji dan umroh, agar dia bisa menunaikan manasik ibadah haji atau umrohnya tersebut di atas ilmu. Dan hendaknya pula dia bertanya kepada Ahli Ilmu (para ulama) tentang sesuatu sebelum dia beramal, sehingga amalannya tersebut tidak terjatuh pada kesalahan/kekeliruan.

Diantara kitab yang paling bagus dan paling bermanfaat tentang hal ini, contohnya adalah kitabnya Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rohimahulloh tentang bimbingan bagi para jama’ah haji/umroh. Read the full post »

KEUTAMAAN HAJI DAN UMROH

 

Diantara amalan yang disyari’atkan dalam agama kita ini adalah Ibadah Haji dan Umroh. Disyari’atkannya amalan tersebut, tentu mengandung fadhilah (keutamaan) yang sangat besar, dan juga balasan yang mulia bagi yang mengamalkannya. 

Berikut ini, akan kami paparkan beberapa dalil yang menjelaskan tentang keutamaan ibadah tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama : Bahwa Haji dan Umroh itu termasuk sebagus-bagusnya amalan. Dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata :

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم سئل : أي العمل أ فضل ؟ قال : إيمان بالله ورسول. قيل : ثم ماذا ؟ قال : الجهاد في سبيل الله. قيل : ثم ماذا ؟ قال : حج مبرور

“Bahwasannya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ditanya : “Amal apakah yang paling utama itu ?” Beliau menjawab : “Beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya.” Beliau ditanya lagi : “Kemudian apa lagi ?” Beliau menjawab : “Berjihad di jalan Alloh.” Beliau ditanya lagi : “Kemudian apa lagi ?” Beliau menjawab : Haji yang mabrur.” (HR Imam Al-Bukhori no. 26 dan Imam Muslim no. 248)

Kedua : Orang yang menunaikan ibadah haji dan umroh itu akan diberi pahala/balasan berupa surga. Disebutkan pula dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما, والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

“(Dari) umroh yang satu kepada umroh yang  berikutnya, (adalah) sebagai penghapus (semua dosa) yang terjadi diantara keduanya. Dan haji mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR Imam Al-Bukhori no. 1773 dan Imam Muslim no. 3289)

Ketiga : Orang yang ber-Haji dan Umroh, akan kembali pulang ke rumahnya dalam keadaan dosa-dosanya dibersihkan, seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. Dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu juga disebutkan, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda bersabda :

من حج لله فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه

“Barangsiapa berhaji karena Alloh (yakni ikhlas karena-Nya), kemudian tidak melakukan rofats dan tidak pula berbuat kefasikan, dia akan kembali (pulang) seperti hari dia baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR Imam Al-Bukhori no. 1521 dan Imam Muslim no. 3291) Read the full post »

NIKMATNYA HIDAYAH ISLAM, sebuah Nasehat dari Al-Ustadz Abu Abdirrohman Muhammad Irham Demak hafidzhohulloh

 

Saudaraku kaum muslimin hafidzhokumulloh,

Berikut ini akan kami tampilkan rekaman muhadhoroh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Muhammad Irham hafidzhohulloh dari Demak, Jawa Tengah beberapa waktu lalu, ketika beliau berkunjung di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya selama beberapa hari. 

Selama ini beliau masih tinggal di kota Shon’a, Ibu Kota Yaman, bersama keluarga beliau, untuk keperluan tholabul ilmi. Dan kurang lebih dua bulan terakhir ini beliau ada di Indonesia untuk sementara waktu, karena ada urusan keluarga (berziaroh kepada bapak-ibu beliau dan saudara-saudaranya), dan untuk keperluan lainnya. Dan insya Alloh beliau akan segera pulang kembali ke Yaman untuk berkumpul kembali bersama keluarganya sendiri (istri dan putra-putrinya, yang saat ini bersama orang tuanya di Yaman). 

Alhamdulillah, di sela-sela kesibukan beliau tersebut, beliau sempatkan pula ziaroh (berkunjung) ke kota Medan (Sumatra Utara), Magetan, Ngawi, Surabaya, Probolinggo, Cianjur, Jakarta dan tempat-tempat lainnya.

Ketika ziaroh di Surabaya, beliau tinggal di Pondok Pesantren Darul Ilmi hampir satu pekan, dan menyampaikan beberapa dars (pelajaran) yang bermanfaat untuk segenap santri, pengurus pondok dan segenap masyarakat sekitar pondok yang aktif mengikuti kajian dan dars ‘aam (pelajaran-pelajaran umum) di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Diantara yang beliau nasehatkan dalam dars beliau adalah tentang “NIKMATNYA HIDAYAH ISLAM”, kemudian juga tentang “MENSYUKURI NIKMAT THOLABUL ILMI DAN YANG LAINNYA”, dan masih banyak yang lainnya. Read the full post »

KEUTAMAAN SEPULUH HARI PERTAMA DI BULAN DZULHIJJAH, DAN AGUNGNYA KEDUDUKAN AMAL SHOLIH DI DALAMNYA

 

Tentang keutamaan sepuluh hari pertama di Bulan Dzulhijjah ini, dijelaskan dalam Kitabulloh (Al-Qur’an) maupun Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Dalil dari Al-Qur’an, diantaranya disebutkan oleh Alloh Ta’ala dalam firman-Nya :

وَالْفَجْرِ (١)وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢)

“Demi waktu fajar, dan demi malam-malam yang sepuluh.” (QS Al-Fajr : 1-2).

Al-Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata : “Demi malam-malam yang sepuluh”, yang dimaksud dengannya adalah sepuluh hari (pertama) di bulan Dzulhijjah, sebagaimana hal ini dinyatakan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Az-Zubair, Mujahid dan tidak hanya satu orang dari kalangan ulama salaf dan kholaf.” (Tafsir Al-Qur’anul Adzim, 4/683)

Ketahuilah, Alloh Subhanahu wa Ta’ala membagi-bagi keadaan makhluk-Nya sesuai kehendak-Nya, dan Alloh tidaklah membagi-baginya (yakni mana diantaranya yang lebih utama dari yang lainnya) kecuali Dia mengagungkannya (memuliakannya). Maka ayat tersebut menunjukkan, keagungan hari-hari tersebut (yakni sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah) di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Dalil lainnya yang yang juga menunjukkan keutamaan sepuluh hari pertama di Bulan Dzulhijjah adalah firman Alloh Ta’ala :

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ (٢٨)

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan[*], atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak[**]. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS Al-Hajj : 28)

Keterangan :

[*] Hari yang ditentukan ialah Hari Raya Haji (Idul Adha) dan Hari Tasyriq, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

[**] Yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah binatang-binatang yang termasuk jenis unta, lembu, kambing dan biri-biri.

Al-Imam Abu Abdillah Al-Bukhori rohimahulloh dalam kitab Shohih-nya, dalam Kitab Al-‘Idain, Bab Keutamaan Amal pada hari-Hari Tasyriq, beliau berkata : “Ibnu Abbas berkata : “Dan ingatlah kalian akan Alloh, (sebagaimana dalam firman-Nya) : “Pada hari-hari yang telah ditentukan”, maksudnya adalah Sepuluh Hari (pertama) di bulan Dzulhijjah dan hari-hari Tasyriq.”

Al-Imam Al-Bukhori juga menyebutkan : “Ibnu Umar dan Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhuma keluar menuju pasar pada sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah tersebut), keduanya melakukan takbir, maka orang-orang pun ikut bertakbir bersama takbir kedua sahabat tersebut.” Read the full post »

Tahdzir Syaikh DR Sholih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzhohulloh terhadap situs www.sahab.net

 

Saudaraku kaum Muslimin,

Berikut ini kami tampilkan rekaman, transkip dan terjemahan tentang “Tahdzir As-Syaikh Dr Sholih bin Fauzan Al-Fauzan  hafidzhohulloh ta’ala”, terhadap situs www.sahab.net, yang kami ambil dari situs www.al-afak.com.

  

الشيخ صالح الفوزان يجرح جماعة شبكة سحاب ويصفهم بأنهم جماعة إرجاء أبتلينا بها ويقول أنه مطلع على كلامهم وعارف قصدهم وهو دفن دعوة الإمام محمد بن عبد الوهاب

السائلشيخ صالح هل من يتتبع أهل الضلال ويوصل كتبهم إلى أهل العلم ليردوا عليها هل يعتبر مجاهدا في سبيل الله؟
الشيخ: نعم يعتبر أنه ساعٍ في الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر ونشر العلم النافع.
السائل: الله أكبر, يا شيخ أحسن الله إليك ، سؤال آخر يا شيخ : يوجد كتاب أحسن الله إليك في شبكة إنترنت ، هذه الشبكة يا شيخ اسمها سحاب السلفية كتاب بعنوان العذر بالجهل عند أئمة الدعوة رحمهم الله تعالى، المؤلف إسمه رشيد بن أحمد عويش المغربي يا شيخ أحسن الله إليك وجزاكم الله خيرا.
الشيخ: هذه جماعة إرجاء هذه جماعة إرجاء ابتُلينا بها من الداخل والخارج ولكن نسأل الله أن يكفينا شرهم.
السائل: أحسن الله إليك بس يا شيخ لو نقرأ عليك عبارة.
الشيخ معروف معروف ياشيخ هذا مذهب مذهب الآن نبت عندنا ويمدُه ناس من الخارج يقولون بالإرجاء وأنكم تكفرون الناس إذا قلتم أن المشرك كافر وأن ذاك كافر يقولون لاهذ جهال ما يكفرون.
هذا قصدهم، قصدهم دفن هذه الدعوة دعوة الشيخ محمد بن عبد الوهاب دفنها ويصير الناس كلهم مسلمين = اللي ينطق بالإسلام مسلم ولو فعل مافعل.
السائل: أعوذ بالله, ياشيخ أحسن الله إليك لو تحبون يا شيخ نقرأ عليكم الكلام هذا بس 
الشيخ: ما عليك أعرفهم أنا دارٍ بكلامهم وعارفهم……….
السائل: الله يجزيك الجنة 
الشيخ: ابتلينا بهم عاد الله يهديهم ويكفينا شرهم.

الشيخ صالح الفوزان يجرح جماعة شبكة سحاب ويصفهم بأنهم جماعة إرجاء أبتلينا بها ويقول أنه مطلع على كلامهم وعارف قصدهم وهو دفن دعوة الإمام محمد بن عبد الوهاب

 

Syaikh Sholih Al-Fauzan Hafizhahullahu Ta’ala men-jarh situs internet Sahab.net dan mensifati bahwa mereka adalah jama’ah Murji’ah yang kita diberi cobaan dengannya, dan beliau berkata bahwa beliau telah menelaah ucapan-ucapan mereka dan beliau mengetahui maksud mereka yaitu untuk mengubur (mematikan) da’wah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah Ta’ala. Read the full post »

Jadwal Kegiatan Belajar Selama Masa Orientasi Santri Baru (Dauroh Adab dan Akhlak Tholibul Ilmi)

Saudaraku kaum Muslimin,

Berikut ini adalah Jadwal Kegiatan Belajar Santri Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya selama masa orientasi :

Jadwal Kegiatan Oreintasi Santri Baru Tahun Ajaran 1435 – 1436 H

“DAUROH ADAB & AKHLAK THOLIBUL ILMI”

 

Ba’da Shubuh – 06.00 :Tasmi’ Al-Qur’an

07.30 – 08.15 : Kajian Kitab Al-Jami’ lil Adab, karya Al-Imam Ibnu Abdil Barr rohimahulloh, oleh Al-Ustadz Yoyok

08.15 – 09.00 : Kajian Kitab Hisnul Muslim Min Adzkaril Kitab was Sunnah, oleh Al-Ustadz Yoyok

09.00 – 09.30 : I s t i r a h a t

09.30 – 09.45 : Kajian Kitab Fadhoilul Qur’an, karya Ibnul Katsir rohimahulloh, oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah

09.45 – 10.30 : Kajian Kitab Adabul ‘Isyroh Al-Ghozzi dll, oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah

Ba’da Dhuhur – 13.00 : Tahsin Qiro’ah / Membaca Tartil Al-Qur’an

Ba’da Ashar – 16.15 : Tasmi’ Al-Qur’an

Ba’da Maghrib – Isya’ : Dars ‘Aam (Kajian Umum)

 

Keterangan :

  1. Insya Alloh kajian selama masa orientasi santri baru ini, akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, hingga akhir bulan Dzulqo’dzah (22 Syawal – 29 Dzulqo’dzah 1435 H / 18 Agustus – 24 September 2014 M).
  1. Insya Alloh kegiatan belajar untuk tahun ajaran baru (1435 – 1536) akan berlangsung secara efektif mulai tanggal 2 Dzulhijjah 1435 H (tanggal 27 September 2014)
  1. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan mendidik serta membiasakan santri untuk beradab dengan adab-adab dan akhlak Islami, baik selama di pondok maupun di tengah keluarga dan masyarakat.

Read the full post »

Informasi Pendaftaran/Penerimaan Santri Baru PONDOK PESANTREN DARUL ILMI SURABAYA (Tahun Pelajaran 1435-1436 H / 2014-2015)

 

File Name : Bismillah Light Green HD Wallpapers For PC

Dengan mengharap rahmat dan ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Ma’had (Pondok Pesantren) Darul Ilmi Surabaya membuka pendaftaran santri baru untuk putra-putri, dengan program kegiatan dan ketentuan sebagai berikut :

A. PROGRAM TAHFIDZHUL QUR’AN

Syarat-syarat umum pendaftaran :

  1. Pendaftaran berlaku untuk santri Banin (putra) dan Banat (putri).
  2. Calon santri berusia 9 – 14 tahun saat mendaftar.
  3. Calon santri dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
  4. Santri siap tinggal di asrama yang disediakan di pondok.
  5. Sudah mampu mandiri (mencuci pakaian sendiri, menjaga kebersihan dan merawat barang-barangnya sendiri, dll).
  6. Sudah mempunyai kemampuan dasar membaca dan menulis, baik huruf latin maupun huruf arab, meskipun belum sempurna.
  7. Menyerahkan fotocopy akte kelahiran/surat keterangan kelahiran (kalau ada), atau fotocopy Kartu Keluarga (KK).
  8. Mengisi Formulir Pendaftaran yang telah disediakan.
  9. Sanggup membayar iuran bulanan santri, sebesar Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah), dengan perincian sebagai berikut :
  10. Rp 200.000,- (untuk uang makan santri itu sendiri selama satu bulan)
  11. Rp   50.000,- (untuk membantu pembayaran rekening listrik dan air di pondok)
  12. Adapun uang saku santri, tidak ditentukan berapa nominalnya, hal itu terserah ortu/wali santri, dan dititipkan kepada pengasuh asrama.
  13. Iuran bulanan tersebut, hendaknya dibayarkan di awal bulan (antara tanggal 1-10 setiap bulan).
  14. Diharapkan tidak ada penunggakan iuran bulanan (biaya makan) tersebut, karena hal itu adalah hak santri dan merupakan kewajiban utama orang tua/wali santri. Apabila ada penunggakan pembayaran lebih dari dua bulan, pengurus pondok akan memberikan peringatan/teguran kepada orang tua/wali santri. Bagi para orang tua/wali santri yang bijaksana, insya Alloh biaya tersebut masih sangat ringan/murah, bila dibandingkan biaya apabila santri berada di rumah sendiri.
  15. Santri sanggup dan bersedia mematuhi segala bentuk peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di ma’had/pondok (tentunya yang sesuai dan tidak bertentangan dengan tuntunan/syari’at Islam).
  16. Di awal pendaftaran, calon santri akan mendapatkan ujian kemampuan membaca dan menulis, baik huruf latin maupun huruf arab, untuk menentukan penempatan kelas santri tersebut.
  17. Informasi lainnya dan hal-hal yang belum diatur dalam syarat-syarat ini, akan diberitahukan di tempat pendaftaran.
  18. Penanggung jawab program ini : Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN (telp HP 081 217 774 917 (simpati) atau 081 555 400 775 (mentari) )

Read the full post »

NASEHAT & BIMBINGAN UNTUK PARA PENUNTUT ILMU, bersama Al-Ustadz Abu Muhammad Fu’ad Hasan bin Muhyi (Ngawi Jawa Timur)

 

 

Saudaraku kaum muslimin hafidzhokumulloh

Berikut ini kami tampilkan rekaman muhadhoroh (ceramah umum) ba’da sholat maghrib sampai Isya’, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Muhammad Fu’ad Hasan dari Ngawi Jawa Timur di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dalam kunjungan beliau beberapa hari lalu.

Dalam muhadhoroh ini, beliau menyampaikan dan menukilkan nasehat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh, sebagaimana dalam kitab beliau “Laamiyah”, yang merupakan kumpulan bait-bait syair yang beliau susun dalam berbagai permasalahan, khususnya tentang manhaj dan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Kemudian oleh Ustadz Fu’ad diberikan penjelasan (syarh) secara ringkas, yang juga beliau nukilkan hal itu dari perkataan dan penjelasan para ulama salaf.

Diantara nasehat yang beliau sampaikan adalah :

  1. Bimbingan agar bertanya tentang ilmu syar’i ini kepada Ahlul ilmi (ulama). Hal itu karena ilmu ini adalah agama, karena itu hendaknya kita memperhatikan dari siapa kita mengambil ilmu agama ini. Ambillah ilmu dari Ahlus Sunnah, jangan mengambilnya dari Ahlul Bid’ah.
  2. Hendaklah bertanya tentang perkara-perkara yang bermanfaat, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat, bukan perkara-perkara yang tidak bermanfaat, atau memberat-beratkan diri.
  3. Seorang ‘alim (ulama), terkadang ditanya tentang perkara-perkara yang penting. Darinya pula terkadang bisa disusun sebuah kitab tentang permasalahan ini. Karena itu kita jangan meremehkan bila ada yang bertanya kepada para ulama, karena terkadang muncul darinya faedah yang banyak.
  4. Dan masih banyak yang lainnya.

Untuk mengetahui selengkapnya kandungan dalam muhadhoroh ini, silahkan anda sekalian mendengar sendiri rekamannya hingga tuntas. Semoga banyak faedah yang kita dapatkan, barokallohu fiikum…… Read the full post »

Info Kajian Islam Ilmiyyah “SHIFAT SHOLAT NABI”, bersama Al-Ustadz Abu Muqbil Ali Abbas hafidzhohulloh

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan mengharap Ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah………

KAJIAN ISLAM ILMIYAH 

Pembicara :

Al-Ustadz Abu Muqbil Ali Abbas hafidzhohulloh

Materi Kajian (Kitab) :

SHIFAT SHOLAT NABI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM

(karya Syaikh Al-Albani rohimahulloh)

dan

AL-FAWAQIHUL JANIYYAH MIN ATSARI  AS-SALAFIYYAH

W a k t u  :

Hari Sabtu dan Ahad, 27-28 Syawal 1435 H (23-24 Agustus 2014)

(mulai pukul 09.00 Wita – selesai)

T e m p a t  :

Hari Sabtu di :

Masjid Babur Rizqi

(Jl. Toa Daeng No. 3 Abdesir)

Hari Ahad di :

Masjid Darul Atsar

(Desa Sawakung, Kec. Galsel, Kab. Takalar, Sulawesi Selatan )  Read the full post »

Nasehat agar “ISTIQOMAH DI ATAS ILMU DAN AMAL SHOLIH”

 

Saudaraku kaum Muslimin, 

Berikut ini adalah rekaman muhadhoroh (ceramah umum) ba’da Maghrib sampai Isya’, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Uwais Ahmad Syakir hafidzhohulloh dari Purwokerto Jawa Tengah, ketika beberapa waktu lalu beliau berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Dalam nasehatnya, beliau menyampaikan kepada kita tentang pentingnya bagi kita untuk selalu istiqomah di atas ilmu syar’i (ilmu agama Islam) dan juga istiqomah untuk selalu beramal berdasarkan ilmu tersebut. Lebih-lebih di jaman sekarang ini yang penuh dengan fitnah (cobaan keimanan), khususnya fitnah syahwat dan fitnah syubuhat.

Yang dimaksud fitnah syahwat, adalah fitnah yang berkaitan dengan berbagai kesenangan/kenikmatan dunia, apakah itu berupa harta, tahta maupun wanita. Adapun fitnah syubuhat, adalah fitnah yang berupa kerancuan pemahaman dalam beragama Islam ini, yang dihembuskan oleh para musuh Islam, baik dari kalangan orang-orang kafir maupun ahli syirik dan para ahli bid’ah.

Mengingat pentingnya hal ini, insya Alloh nasehat ini akan menjadi perkara yang bermanfaat bagi kita semuanya, lebih-lebih apabila kita bisa menyimak dan mendengar sendiri apa yang terkandung dalam nasehat beliau ini. Semoga bermanfaat untuk yang menyampaikan maupun yang mendengarnya, dan bagi siapa saja yang bisa mengambil faedah darinya…… barokallohu fiikum. Read the full post »

HUKUM MENGHADIAHKAN PAHALA BACAAN AL-QUR’AN UNTUK MAYIT (ORANG YANG TELAH MATI)

 

 

Tanya : “Apa hukumnya menghadiahkan “pahala bacaan Al-Qur’an” untuk orang yang telah mati, seperti ucapan seseorang : “Ya Alloh, jadikanlah pahala apa yang aku baca dari kitab-Mu ini (bila Engkau menetapkan pahala kepadaku atas bacaan tersebut) untuk ruh orang tuaku, atau untuk ruh si fulan dari kalangan kaum muslimin, atau untuk ruh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam ? Sama saja, apakah bacaan surat Al-Fatihah atau yang selainnya dari surat-surat Al-Qur’an ? Apa hukumnya membaca bacaan tersebut di sisi/di dekat kuburan, serta apa pula hukumnya mendapatkan upah atas bacaan tersebut ?”

Jawab :

Ketahuilah, semoga Alloh merahmati anda sekalian. Dalam masalah ini (khususnya tentang penghadiahan bacaan Al-Qur’an), para ulama berbeda pendapat sebagai berikut :

Pertama : Mereka berpendapat : Tidak ada sesuatu apapun yang memberikan manfaat bagi mayit dari amal-amal yang dilakukan oleh kerabatnya, apakah itu berupa doa atau yang lainnya. Dan pemberian hadiah pahala amal yang dilakukan oleh kerabatnya untuk mayit adalah perkara yang tidak shohih (benar). Hal itu bukan termasuk amal-amal kebaikan (bagi mayit), kecuali apa yang dia amalkan sendiri sebelum matinya.

Komentar/kritikan : Ini adalah pendapat kelompok Mu’tazilah, sedangkan mereka ini adalah suatu kaum yang termasuk Ahli Bid’ah, dan perkataan/pendapat mereka tidak bisa dianggap, karena mereka mempunyai pokok-pokok (pemikiran) dan keyakinan-keyakinan yang rusak (tentang perincian dan penjelasan kesesatan mereka, bukan disini pembahasannya, insya Alloh pada kesempatan lain), wallohu a’lam.

Kedua : Mereka berpendapat dengan kebalikan dari pendapat pertama : Bahwa semua amalan yang dilakukan oleh kerabat mayit atau orang lainnya yang dihadiahkan untuk mayit yang muslim, maka hal itu akan memberikan manfaat baginya, dan hal itu akan sampai kepada mayit.

Mereka berdalil dengan hadits Ma’qol bin Yassar rodhiallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اقرءوا يس (يا سين) على موتاكم

“Bacakanlah (surat) Yaasiin untuk orang yang mati diantara kalian.” (HR Imam Abu Dawud no. 3121, Ibnu Abi Syaibah (4/74), Ibnu Majah no. 1448, Al-Hakim (1/565), Al-Baihaqi (3/383), Ath-Thoyalisi no. 931 dan Imam Ahmad (26-27). Akan tetapi hadits ini dinyatakan DHO’IF oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rohimahulloh dalam Irwa’ul Gholil)

Komentar/kritikan : Mereka juga mengqiyaskan dalil-dalil yang sebenarnya pembahasannya tentang “An-Niyabah” (bolehnya menggantikan amal seseorang yang tidak bisa dilaksanakan karena udzur tertentu,edt.), seperti puasa dan yang lainnya, kepada pembahasan tentang menghadiahkan bacaan pahala bacaan Al-Qur’an. Maka pendalilan seperti ini tertolak, menurut para ulama yang terpercaya.

Al-Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata ketika menjelaskan tafsir Surat An-Najm (ayat 39) : “Pembahasan tentang bab amal-amal taqorrub (ibadah kepada Alloh), dibatasi oleh dalil-dalil/nash (yakni harus sesuai dengan dalil-dalil syar’i) , tidak boleh menggunakan berbagai qiyas atau pendapat-pendapat akal. Adapun berdoa dan  bersedekah (yakni mendoakan kebaikan untuk mayit dan amalan sedekah yang dilakukan oleh kerabat si mayit, apalagi anaknya, dengan tujuan agar hal itu juga bermanfaat untuk si mayit, edt.) , maka yang seperti itu sepakat (para ulama) tentang sampainya hal itu (kepada mayit), dan hal itu dijelaskan dalam nash-nash (dalil-dalil syar’i).”   Read the full post »

TAWADHU’ DAN KEUTAMAANNYA

 

Allah Ta’ala berfirman:

Saudaraku kaum muslimin, 

Berikut ini kami tampilkan sebagian rekaman pelajaran Kitab Roudhotul Uqola’ wa Nuzhatul Fudhola’, karya Al-Imam Abu Hatim bin Hibban Al-Busti rohimahulloh, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah Rully di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya. 

Pelajaran kitab ini, sudah disampaikan oleh beliau sejak dua tahun terakhir ini, tetapi sampai saat ini belum selesai, karena pembahasannya memang sedikit demi sedikit, yang penting santri dan kaum muslimin lainnya memahaminya. Tema pembahasan kali ini adalah tentang Tawadhu’ dan keutamaannya. Disebutkan di dalamnya tentang apa pengertian tawadhu’, macam-macamnya, dan bagaimana contoh-contoh ketawadhu’an tersebut yang diambil dari kisah-kisah tawadhu’nya para salafus sholih.  

Untuk mengetahuinya, silahkan anda sekalian mengikuti rekaman kajian berikut : DI SINI  Read the full post »

Info Kajian Islam Ilmiah : “SEBAB-SEBAB TERHALANGNYA HIDAYAH”, bersama Al-Ustadz Abu Zakariya Irham bin Ahmad (Pengasuh Pondok Pesantren AL-UTSMANY Purworejo Jateng)

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan mengharap Ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah………

KAJIAN ISLAM ILMIAH

(Majelis Ilmu Ahlus Sunnah wal Jama’ah)

Pembicara :

Al-Ustadz Abu Zakariya Irham bin Ahmad Al-Jawy

(Pengasuh Pondok Pesantren Al-Utsmany Purworejo Jawa Tengah)

T e m a  :

“SEBAB-SEBAB TERHALANGNYA HIDAYAH”

W a k t u  :

Hari Ahad, 14 Syawal 1435 H /  10 Agustus 2014 M

(Mulai Pukul 10.00 WIB sampai selesai)

T e m p a t  :

Masjid Utsman bin ‘Affan

(Petir Srimartani, Piyungan, Yogyakarta)  Read the full post »