(( UPDATE )) KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWWAL

 

Salah satu ibadah yang disunnahkan oleh Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya sholallohu ‘alaihi wa sallam di bulan Syawal ini adalah puasa sunnah selama enam hari. Dalilnya adalah hadits Abu Ayyub Al-Anshori dan Tsauban rodhiyallohu ‘anhuma.

Imam Muslim rohimahulloh dalam Shohih-nya (no. 1164) menyebutkan hadits Abu Ayyub Al-Anshori rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

“Barangsiapa berpuasa Romadhon kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh.”

Kemudian dalam hadits Tsauban rodhiyallohu ‘anhu, maula Rosululloh (bekas budak yang telah dimerdekakan oleh tuannya, yakni Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam), bahwa beliau bersabda :

من صام ستة أيام بعد الفطر كان تمام السنة ، من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها

“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Hari Raya Idul Fithri, maka seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya.” (HR Ibnu Majah no. 1715, Ad-Darimi no. 1762, An-Nasa’i dalam As-Sunanul Kubro no. 2810 dan 2861, Ibnu Khuzaimah no. 2115, Ibnu Hibban no. 938, Imam Ahmad dalam Al-Musnad (5/280), Ath-Thobroni dalam Mu’jamul Kabir no. 1451, dan AthThohawi dalam Musykilul Atsar no. 1425, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul Gholil, 4/107) Read the full post »

Khutbah Idul Fitri di Mahad Darul Ilmi Surabaya

Berikut ini Khutbah Id 1435 di Mahad Darul Ilmi Surabaya.

Semoga bermanfaat.

 

Audio Files VBR MP3
140728_khutbah-id.MP3 10.8 MB

 

Dengar ONLINE di sini

NASEHAT DI AKHIR ROMADHON

 

idul-fitri-baru.jpgSaudaraku kaum muslimin, saat ini kita sudah berada di penghujung bulan suci Romadhon. Ada beberapa nasehat penting yang ingin kami sampaikan, sebagai suatu nasehat untuk kami pribadi khususnya dan juga untuk kaum muslimin pada umumnya. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama : Bila kita berada di penghujung Romadhon seperti ini, banyaklah berharap kepada Alloh agar amalan kita selama Romadhon tahun ini benar-benar diterima oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala, dan berharaplah agar kita termasuk hamba-Nya yang meraih predikat sebagai “insan yang bertakwa.” Alloh Ta’ala berfirman :

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (٢٧)

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban/amalan) dari orang-orang yang bertakwa”. (QS Al-Maidah : 27)

Pernah pada suatu Hari Raya Idhul Fithri, Umar bin Abdul Aziz rohimahulloh berkhutbah, diantaranya beliau berkata : “Wahai manusia, sesungguhnya kalian telah berpuasa karena Alloh selama tiga puluh hari, kalian telah sholat malam tiga puluh hari, dan pada pagi hari ini kalian semua keluar untuk meminta kepada Alloh agar diterima amal-amal kalian. Ketahuilah, sebagian para salaf dahulu mereka menampakkan kesedihan pada hari raya ‘Idhul Fithri, lalu ditanyakan kepadanya : “Bukankah hari ini adalah hari kegembiraan dan kebahagiaan/kesenangan ?” Dia menjawab : “Benar, akan tetapi aku adalah seorang hamba yang Alloh memerintahkan aku untuk beramal, akan tetapi aku tidak mengetahui, apakah Alloh menerima amalanku ataukah tidak….”. (Lathoiful Ma’arif, hal. 376)

Kedua : Satu bulan penuh selama Romadhon, kita mendapatkan “tarbiyyah” (pendidikan/pembinaan) secara terus menerus oleh Alloh Ta’ala dengan berbagai amal-amal ketaatan. Kita ditarbiyyah untuk mengendalikan nafsu, melatih kesabaran, senang beribadah dan beramal sholih dan menjauhi dosa serta maksiat. Maka dengan berakhirnya Romadhon dan tibalah bulan-bulan yang lainnya, sudah sepantasnya kita mempertahankan prestasi yang biasa kita lakukan selama Romadhon tersebut, dan tidak sepantasnya bila kita meninggalkan kebiasaan baik tersebut karena kita kembali mengikuti hawa nafsu kita.  Ingatlah, Alloh berfirman :

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ (٥٣)

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS Yusuf : 53) Read the full post »

ADAB-ADAB BERHARI RAYA “IDUL FITRI”

 

Saudaraku Kaum Muslimin……

Insya Alloh sesaat lagi kita akan memasuki hari kegembiraan bagi kita, hari dimana kita “berbuka puasa” kembali, setelah satu bulan lamanya kita berpuasa Romadhon. Ya, kita akan merayakan “Hari Raya Idul Fitri”, tanggal 1 Syawal 1435 H (tahun 2014).

Berikut ini kami akan sampaikan di hadapan Anda semuanya, tentang bagaimana adab-adab yang harus diperhatikan seorang Muslim ketika berhari raya Idul Fitri, yang kami ambil dari pelajaran (dars/kajian) sebelum berbuka puasa, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema kajian : “Adab-Adab Ber-Hari Raya Idul Fitri”

Kajian kali ini membahas secara global beberapa adab ketika berhari raya Idul Fitri, diantaranya : Mandi sebelum berangkat Sholat ‘Id, berhias dan berpenampilan indah ketika berhari raya, disunnahkan makan beberapa butir  kurma atau yang lainnya sebelum berangkat sholat ‘Id, sholat ‘Id itu hendaknya dilakukan di “musholla” (tanah lapang luas untuk sholat ‘Id, bukan di masjid-masjid), bagaimana cara “Takbiran” dan bagaimana bacaan takbir itu, bagaimana tata cara Sholat ‘Id, dan sebagainya.

Untuk mengetahui selengkapnya, kami persilahkan Anda menyimak sendiri rekaman kajian ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan keilmuan agama kita, barokallohu fiikum. Read the full post »

ADAB-ADAB SAFAR (Nasehat Bagi Yang Akan Melakukan Safar/Bepergian Jauh)

 

Gambar Mobil Bis Antar Kota Ikhwan Fillah, 

Berikut ini adalah rekaman kajian yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN di Majelis Ta’lim Musholla Ibnu Abbas, di Dusun Sudimoro, Desa Jeruklegi Krian Sidoarjo, tentang adab-adab yang harus diperhatikan, khususnya bagi kita yang akan melakukan safar (perjalanan jauh), untuk keperluan “mudik” lebaran atau yang lainnya.

Di dalamnya juga berisi tentang nasehat yang semoga sangat bermanfaat, khususnya sebagai bekal dan panduan bagi “musafir” (orang-orang yang sedang bepergian), agar safarnya bisa menjadi bernilai ibadah dan berbarokah, tidak sekedar mengikuti “adat” (kebiasaan) saja.

Apa saja adab-adab tersebut, dan apa pula nasehat yang mesti kita perhatikan ? Silahkan ada mengikuti dan menyimak rekaman ini hingga tuntas, semoga bermanfaat….. barokallohu fiikum. Read the full post »

Khutbah Jum’at : “MUHASABAH (Introspeksi Diri) DI AKHIR ROMADHON”

 

Masjid Al Haram

Kaum Muslimin rohimakumulloh….

Berikut ini kami tampilkan rekaman Khutbah Jum’at kemarin, dengan tema : “MUHASABAH DI AKHIR ROMADHON”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Ya, bulan Romadhon tinggal beberapa hari lagi, yang berarti kita akan berpisah dengan bulan Romadhon, yang kedatangannya hanya setahun sekali, dan kehadirannya selalu kita tunggu-tunggu. Alhamdulillah, kita diberi kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Romadhon tahun ini.

Dan sekarang……, Romadhon pun hampir akan berlalu dan pergi meninggalkan kita. Coba kita muhasabah (mengoreksi diri) secara jujur, sejauh mana pengaruh puasa Romadhon tahun ini bagi kehidupan kita secara umum, terutama ibadah kita, akhlak kita, aqidah/keyakinan kita dan sebagainya.  

Ya, hal itu karena hampir sebulan ini kita dididik dan digembleng dengan ibadah secara terus menerus. Siang kita berpuasa, malam kita bangun untuk sholat tarowih, membaca Al-Qur’an, juga bershodaqoh dan berinfak, senang menolong dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Kita juga berusaha menjaga puasa kita agar tidak rusak atau batal, atau berkurang pahalanya.

Maka tentunya, pendidikan semacam ini ada pengaruhnya dan akan mewarnai kehidupan kita selanjutnya. Baik itu pada lisan kita, hati kita, tangan dan kaki kita. Karena itu, mari kita mengoreksi diri masing-masing, dengan melihat ibadah kita dan akhlak kita yang kita rasakan dan kita lakukan sekarang ini.

Dalam khutbah ini, untuk Yoyok mengajak kita untuk mengoreksi satu persatu pengaruh puasa di bulan romadhon saat ini terhadap lisan kita, hati, mata, telinga dan seluruh anggota tubuh. Demikian pula pengaruhnya terhadap semangat kita dalam menghidupkan dan mengamalkan ibadah sehari-hari, dari mulai sholat kita, kepekaan kita untuk membantu sesama muslim, dan lain-lain. Read the full post »

HUKUM-HUKUM RINGKAS SEPUTAR ZAKAT FITHRI / FITRAH

 

Beras Analog Panganan Alternatif Pengganti Beras Padi dan Terigu ...

Pengertian Zakat Fithri (Zakat Fitrah)

Zakat, secara bahasa artinya adalah An-Nama’ wa Az-Ziyadah (pertumbuhan dan pertambahan). Al-Imam Ibnu Qudamah rohimahulloh berkata : “Dinamai seperti itu (yakni zakat), karena (dengan sebab zakat itu) semakin berbuah/berkembang dan menjadi tumbuh hartanya.”

Terkadang juga zakat bermakna As-Sholaah (kebaikan), seperti dalam firman Alloh (QS Al-Kahfi : 81) atau (QS Maryam : 13)

Adapun secara syar’i, pengertian zakat adalah : “Memberikan sebagian harta yang telah mencapai nishobnya selama setahun, kepada orang-orang faqir/miskin dan yang lainnya, selain Bani Hasyim dan Bani Muthollib.”

Pengertian lainnya : “Nama untuk sesuatu yang diambil secara khusus, dari jenis harta yang khusus, yang mempunyai sifat-sifat yang khusus, dan diberikan (disalurkan) untuk golongan yang khusus (tertentu).”

(Maroji’ : Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (5/295), Fathul Bari Syarh Shohih Al-Bukhori (3/262) dan Lisanul Arab (kamus) )   

Sedangkan Fithr, secara bahasa berasal dari As-Syaq (pecah atau terbelah) (lihat QS Al-Infithor : 1). Dikatakan : “Tafaththorot Qodamaahu” (pecah-pecah atau terbelah telapak kakinya). Maka dari makna itulah diambil al-fithr tersebut untuk orang yang berpuasa, sehingga kalau dikatakan “Fathoro As-Shooimu” (telah berbuka orang yang berpuasa), karena ia membuka mulutnya, seolah-olah orang yang berpuasa itu membelah/memecah puasanya (yakni telah selesai ibadah puasanya tersebut di bulan romadhon) dengan makan (berbuka/berhari raya).”

Sehingga dari penjelasan di atas, Zakat Fitri (Zakat Fitrah) adalah “Shodaqoh yang diwajibkan dengan sebab Fithr (berbuka/berhari raya) dari puasa Romadhon.” Wallohu a’lam bis showab.

(Maroji’ : Mu’jam Tahdzibul Lughoh, pada materi kata “Fathoro”,  Al-Mughni (3/55), Nailul Ma-aarib (2/389), Al-Maushu’ah Al-Fiqhiyyah (23/335) ) Read the full post »

I’TIKAF & HUKUM-HUKUM YANG TERKAIT DENGANNYA

 

Foto Ka’bah, Masjidil Haram, dan Masjid NabawiApa I’tikaf itu ?

I’tikaf secara bahasa, artinya adalah : “Melazimi (menetapi) sesuatu, dan menahan diri (untuk tetap terus menerus) di atasnya (yakni tekun berada di atas perkara tersebut, edt.).” Sebagaimana disebutkan dalam firman Alloh Ta’ala :

إِذْ قَالَ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ (٥٢)

(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu I’tikaf (tekun beribadat) kepadanya?” (QS Al-Anbiya’ : 52)

Adapun pengertian secara syar’i adalah : “Berdiam/tinggal di masjid, (yang dilakukan oleh) orang yang khusus, menurut cara-cara yang khusus, dalam rangka ta’abbud (beribadah) kepada Alloh Ta’ala.” (lihat Fathul Bari Syarh Shohih Al-Bukhori, no. 2025)

Apa Hukum I’tikaf itu ?

Ketahuilah, I’tikaf itu masyru’ (perkara yang disyari’atkan), dan juga mustahab (perkara yang disunnahkan, bukan wajib), berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta ijma’ (kesepakatan para ulama). Dan I’tikaf itu hukumnya tidak wajib, kecuali bagi orang yang bernadzar untuk melakukan I’tikaf, karena hal ini hukumnya wajib baginya, berdasarkan ijma’ para ulama.

Dalil dari Al-Qur’an, yakni firman Alloh Ta’ala :

وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ (١٨٧)

“Dan janganlah kamu campuri mereka (istri-istrimu) itu, sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid. (QS Al-Baqoroh : 187)

Adapun dalil dari sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, adalah hadits dari ‘Aisyah, Ibnu Umar dan Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyallohu ‘anhum ajma’in, yang semuanya terdapat dalam As-Shohihain, bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Romadhon (HR Imam Al-Bukhori no. 2026, 2018, 2025, dan Muslim no. 1167, 1171 dan 1172). Dan dalil-dalil dari hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan disyari’atkan I’tikaf itu sangat banyak.

Adapun dalil dari ijma’, tidak hanya satu ulama saja yang menukilkan bahwa I’tikaf itu disunnahkan. Dan I’tikaf itu tidaklah wajib, kecuali dengan sebab nadzar. Yang menyatakan hal itu diantaranya : Al-Imam Ibnul Mundzir, Ibnu Qudamah dan An-Nawawi rohimahulloh ajma’in, dan juga para ulama yang selain mereka.

(Lihat : Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab (6/407), Al-Mughni (3/63) ) Read the full post »

(( )) HUKUM RINGKAS TENTANG FIDYAH

 

Rumah Makan Timlo Solo Ungaran

Berapakah ukuran Fidyah itu ?

Tentang masalah ini,  ada perselisihan/perbedaan pendapat diantara para ulama sebagai berikut :

Pendapat Pertama : Ukurannya adalah satu mud makanan setiap hari, sama saja apakah makanan itu berupa burr (tepung terigu/gandum), tamr (kurma), sya’ir (gandum) atau yang selainnya yang berupa makanan pokok penduduk suatu negeri. Ini adalah pendapatnya Imam As-Syafi’i, Thowus, Sa’id bin Jubair dan Al-Auza’i rohimahumulloh ajma’in.

Beberapa ulama belakangan, seperti Syaikh Ibnu Baz ( Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15/203), Syaikh Sholih Al Fauzan (Al Muntaqo min Fatawa Syaikh Sholih Al Fauzan, 3/140) dan Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Fatawa Al Lajnah  Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ no. 1447, 10/198), mereka mengatakan bahwa ukuran fidyah adalah setengah sho’ dari makanan pokok di negeri masing-masing (baik dengan kurma, beras dan lainnya). Mereka mendasari ukuran ini berdasarkan pada fatwa beberapa sahabat, di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

(Ukuran 1 sho’ sama dengan 4 mud. Satu sho’ kira-kira 3 kg. Setengah sho’ kira-kira 1½ kg)

Catatan : “Asal dari satu mud itu adalah seukuran dua telapak tangan manusia yang sedang, lalu dengan keduanya biasa dipakai untuk mengambil/memenuhi bahan makanan dengannya.” Mudahnya, dalam bahasa Jawa (Suroboyoan) : “sak cawukan”, wallohu a’lam (lihat An-Nihayah fii Ghoribil Hadits wal Atsar, 4/256). Adapun satu sho’ itu sama dengan 4 mud. Read the full post »

(( UPDATE )) PUASANYA ORANG-ORANG YANG LEMAH (YANG TIDAK ADA KEMAMPUAN SAMA SEKALI UNTUK BERPUASA)

 

 

Cerpen]Gubuk Emak January 22, 2013 Entertainment , Sastra Islami 2 ...

Termasuk dalam hal ini adalah kakek dan nenek yang sudah sangat tua dan lemah yang keduanya tidak ada kemampuan sama sekali untuk berpuasa, atau orang yang sakit yang sakitnya tersebut  tidak bisa diharapkan kesembuhannya.

Dalam masalah ini, para ulama telah ijma’ (sepakat) bahwa bagi orang-orang yang lemah seperti tersebut di atas tidak ada kewajiban bagi mereka untuk berpuasa, dan hendaknya mereka berbuka (tidak berpuasa). Para ulama yang menyebutkan adanya ijma’ tentang permasalahan ini diantaranya adalah Ibnul Mundzir, Ibnu Abdil Barr, Al-Qurthubi dan An-Nawawi rohimahumulloh ajma’in. (lihat Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (6/258-259), Al-Istidzkar (10/213), Tafsir Al-Qurthubi (2/289) )

Lalu apa yang diwajibkan bagi mereka bila tidak berpuasa ?

Dalam masalah ini terdapat dua pendapat yang masyhur di kalangan para ulama :

Pendapat Pertama : Diwajibkan begi mereka untuk membayar fidyah (yakni memberi makan kepada orang miskin setiap harinya, sebanyak hari-hari yang dia tidak berpuasa).

Ini adalah pendapatnya Jumhur fuqoha’, diantaranya Imam As-Syafi’i, Ahmad, Ishaq, Abu Hanifah. Dan telah berpendapat seperti itu juga para sahabat Nabi, seperti Anas bin Malik, Ibnu Abbas, Qois bin Sa’ib dan Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhum ajma’in. Dari kalangan Tabi’in diantaranya ‘Ikrimah, Sa’id bin Al-Musayyab, ‘Atho’, Qotadah, Sa’id bin Jubair dan lain-lain. Read the full post »

LAILATUL QODAR, KEUTAMAANNYA DAN BEBERAPA PERMASALAHAN HUKUM YANG TERKAIT DENGANNYA

 

malam terlihat begitu cerah gugusan bintang bertabur di angkasa ...

MENGAPA DINAMAI LAILATUL QODAR ?

Para ulama menyebutkan ada beberapa alasan/pendapat mengapa dinamai dengan “LAILATUL QODAR” (malam kemuliaan). Ada yang mengatakan : “Karena pada malam itu Alloh Subhanahu wa Ta’ala menentukan (takdir) semua apa yang dikehendaki-Nya berupa urusannya (perintahnya), sampai setahun yang akan datang.” Dalil yang menunjukkan akan hal itu adalah firman Alloh Ta’ala :

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (٤)

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (Catatan : yang dimaksud dengan urusan-urusan di sini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, seperti: hidup, mati, rezki, untung baik, untung buruk dan sebagainya, edt.)” (QS Ad-Dukhon : 4)

Ada pula yang berpendapat : “Sesungguhnya dinamai seperti itu adalah dalam rangka mengagungkannya dan memuliakannya. Seperti ucapan seseorang kepada orang lain (yang dimuliakan/dihormati) : “Li fulan qodrun”, yaitu orang tersebut mempunyai kemuliaan dan kedudukan.”

Ada pula yang mengatakan : “Dinamai seperti itu karena amal-amal ketaatan yang dilakukan pada malam itu akan mendapatkan kedudukan/kemuliaan yang sangat besar dan balasan/pahala yang sangat banyak.”

Dan masih banyak pendapat-pendapat lain tentang permasalahan ini (lihat Tafsir Ath-Thobari, pada tafsir surat Al-Qodr) Read the full post »

Murottal al Ustadz Abu Arqom Mushlih 1435 H

Bismillah…

Belum memiliki koleksi murottal 30 Juz asatidzah ahlissunnah?

Berikut ini murottal dari tilawatul quran pada Sholat Isya dan Tarawih 1435 H di Mahad Ittibaus Sunnah Magetan, dengan qori’/imam Al Ustadz Abu Arqom Mushlih (adik al Ustadz Abu Hazim Muhsin).

Tafadhol disimak, semoga bermanfaat.

(ORIGINAL, tanpa editan efek suara)

Klik di sini

Nasehat asy-Syaikh Hasan bin Qoshim ar-Roimiy Untuk Ahlus Sunnah di Indonesia

Sumber: Whatsapp al Akh Abu Muhammad (+967716273xxx) di group/forum Salafiyyun

Nasehat Umum untuk saudara saudaraku Ahlus Sunnah 
di Negeri Indonesia

 

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على أشرف النبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه إجمعين

 

Aku memuji kepada Allah yang telah memudahkan bagiku untuk berziarah kepada saudara saudaraku yang mulia, Ahlus Sunnah Wal Hadits di negeri Indonesia, 

Pada akhir ziarahku, sebelum aku safar ke negeri Yaman, ini aku ingin memberikan beberapa nasehat yang dengannya, mudah-mudahan Allah memberikan manfaat kepada kita semua;

1.  Aku nasehatkan kepada saudara saudaraku yang mulia untuk senantiasa terus menerus untuk mencari ilmu yang bermanfaat,  dan berdakwah kepada Allah ta’ala. Sungguh telah membuat hatiku bergembira dengan apa yang aku lihat dari markiz markiz ilmiyyah,  serta ma’had ma’had Ahlussunnah yang diasuh oleh saudara saudaraku mulia di tempat tempat mereka,  yang mereka telah menimba ilmu di Darul Hadits Dammaj. 

2.  Aku wasiatkan juga bagi mereka untuk menjaga ukhuwwah dalam agama dan sunnah, serta berupaya untuk menguatkan serta mempereratnya. 

3.  Aku wasiatkan mereka untuk berpegang teguh diatas manhaj salaf sholih -semoga Allah meridhai mereka semua-,  serta jangan menghiraukan syubhat syubhat Ahlul Bathil atau berdebat dengan mereka,  terkhusus Hizbul Jadid.

4.  Aku wasiatkan untuk bersungguh-sungguh untuk mempelajari bahasa arab kepada anak didik kalian.

Yang terakhir, sebuah kalimat haq yang aku ucapkan secara terang terangan ; Read the full post »

Haruskah Andil Dalam PEMILU dan Demokrasi ?

Berikut ini potongan rekaman yang kami ambil dari pelajaran kitab adab HILYATUL ALIMIL MUALLIM WA BULGHOTUTH THOLIBIL MUT’ALLIM karya asy Syaikh Salim bin Ied al Hilali pada bab MENJAGA ILMU DAN MEMULIAKANNYA pada sub bab BERHATI-HATI DARI PINTU-PINTU PEMERINTAH/PENGUASA.

Semoga bermanfaat untuk kaum mukminin.

Rekaman selengkapnya pada postingan khusus pelajaran ini, Insyaalloh.

Audio Files
Download MP3
140406-haruskah-andil-dalam-pemilu-dan-demokrasi-utk-merubah-atau-meminimalisir-kejelekan.mp3

Dengar ONLINE di sini

Rekaman terkait, klik di sini

“HAKEKAT DEMOKRASI DAN PEMILU”

 

 istana negaraSaudaraku kaum muslimin, banyak diantara pembaca situs ini yang menanyakan tentang apa yang sekarang ini banyak dibicarakan oleh masyarakat di negeri kita Indonesia tercinta ini, yakni tentang Pesta Demokrasi Rakyat yang lebih dikenal dengan Pemilihan Umum atau Pemilu.

Untuk mengetahui apa sesungguhnya hakekat dari demokrasi dan pemilu itu, mari kita melihat kepada bimbingan para ulama yang terpercaya, berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafunas Sholih (para pendahulu umat ini yang sholih, yakni para Sahabat Rosululloh, para Tabi’in dan Atba’ut Tabi’in)

Dalam kesempatan ini, kami akan nukilkan bagaimana bimbingan guru kami, yakni Syaikh Al-‘Allamah Abu Abdirrohman Yahya bin Ali Al-Hajuri hafidzhohulloh, tentang masalah ini. Kami akan nukilkan tulisan dan jawaban ringkas karya beliau, dari kitab Al-Mabadi’ul Mufidah fit Tauhid wal Fiqh wal Aqidah. Selanjutnya kami akan berikan catatan atau penjelasan seperlunya, agar lebih bisa dipahami.

Pada Soal (pertanyaan) ke-46 dari kitab tersebut, tertulis : “Apabila ditanyakan kepadamu : “Apa hakekat Demokrasi itu ?” Maka Jawablah : “Demokrasi itu adalah hukum kolektif individu-individu manusia itu sendiri, bukan (yang berasal) dari Kitabulloh (Al-Qur’an) dan bukan pula (dari) Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.”

Soal ke-47 : “Apabila ditanyakan kepadamu : “Apa hukumnya (demokrasi tersebut) ?” Maka jawablah : “Demokrasi itu adalah Syirik Akbar (yakni perbuatan Syirik (menyekutukan Alloh Ta’ala), yang sangat besar, edt.). Dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala :

إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ

“Hukum (keputusan) itu hanyalah kepunyaan Allah….” (QS Yusuf : 40)

Juga firman Alloh Ta’ala :

وَلا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا (٢٦)

“Dan Dia (Alloh) tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan hukum (keputusan)”. (QS Al-kahfi : 26) Read the full post »

SHOLAT TAROWIH DAN KEUTAMAANNYA

 

SOLAT TARAWIH DARI MASJIDIL HARAM, MAKKAH

Saudaraku kaum muslimin, 

Salah satu ibadah yang juga disyari’atkan oleh Alloh Ta’ala atas umat Islam di bulan Romadhon ini adalah SHOLAT TAROWIH.

TAHUKAH ANDA, APA SHOLAT TAROWIH ITU ?

Tarowih dalam bahasa arab, adalah bentuk jamak dari kata Tarwihah, yang maknanya adalah waktu sesaat untuk istirahat (lihat Lisanul Arob (2/462) dan juga Fathul Bari, 4/294)

Dan tarwihah pada bulan Romadhon dinamakan seperti itu karena jama’ah yang melakukan sholat tarowih tersebut beristirahat setelah melakukan sholat tiap 4 roka’at (Lisanul Arob, 2/462)

Dan sholat yang dilakukan secara berjama’ah pada malam-malam bulan Romadhon dinamakan dengan Sholat Tarowih, karena jama’ah yang sholat tarowih tersebut beristirahat setelah melakukan dua kali salam (yakni, setelah dua roka’at lalu salam, kemudian melakukan dua roka’at lagi lalu salam, edt.) (Syarh Shohih Muslim (6/39), Fathul Bari (4/294) dan Lisanul Arob, 2/462)

APA HUKUMNYA ?

Ketahuilah, sholat tarowih itu hukumnya mustahab/sunnah. Dalilnya adalah  hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, yang mana Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa menegakkan (sholat malam pada bulan) Romadhon karena iman dan mengharapkan pahala dari Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Imam Al-Bukhori no. 1901 dan Muslim no. 760)

Al-Imam An-Nawawi rohimahulloh menjelaskan : “Yang dimaksud dengan Qiyamur Romadhon adalah sholat tarowih, dan para ulama telah bersepakat bahwa sholat tarowih itu hukumnya adalah mustahab (sunnah).” (Syarh Shohih Muslim (6/385) dan (5/140), lihat juga Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (3/526), semuanya karya beliau)

Hal itu juga dinyatakan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar rohimahulloh dalam Fathul Bari (4/295) Read the full post »

Tilawatul Quran min Sholatit Tarawih

UPDATE : Surat Al Qomar, Ar-Rahman, Al-Isro’ (santri), dan LINK yang bermanfaat untuk mencari lafadz-lafadz arab dalam Al Quran dengan mengetik lafadz ejaan latinnya


Bismillah… Berikut ini rekaman tilawatul quran dari sholat tarawih 1435 H yang diselenggarakan di mahad Darul Ilmi Surabaya dengan imam al Ustadz Abu Ubaidah Ruly yang diikuti oleh santri dan beberapa kaum muslimin dari sekitar mahad.

Audio Files VBR MP3
140628-abasa.mp3 818.5 KB
140628-a’laa,al 505.6 KB
140628-buruuj,al 690.1 KB
140628-ikhlash,al 212.8 KB
140628-infithor,al 524.1 KB
140628-insyiqoq,al 694.5 KB
140628-kaafiruun,al 290.6 KB
140628-muthoffifiin,al 1.0 MB
140628-naba,an-naazi’at,an 1.8 MB
140628-takwir,at 618.9 KB
140628-thoriq,ath 470.0 KB

Read the full post »

Kajian Kitab Syarh Lum’atil I’tiqod : “AL-QUR’AN ADALAH KALAMULLOH (FIRMAN ALLOH)”

Caleg Beragama Islam Harus Jalani Tes Baca Al-Qur’an Saudaraku kaum muslimin,

Berikut ini adalah rekaman Kajian Rutin Kitab Syarh Lum’atil I’tiqod Al-Haadi ilaa Sabiilir Rosyaad, karya As-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya beberapa saat lalu.

Pembahasan disini adalah tentang AL-QUR’AN.

Kita meyakini, bahwa Alloh Ta’ala mempunyai salah satu sifat, yaitu AL-KALAM (berfirman). Dan diantara Kalamulloh (Firman Alloh Ta’ala) adalah AL-QUR’ANUL ADZIM (Al-Qur’an yang agung lagi mulia). Al-Qur’an adalah Kitabullohul Mubin (Kitab yang jelas/nyata), Hablullohul Matin (tali penghubung menuju Alloh yang sangat kokoh), dan Shirotullohul Mustaqim (jalan Alloh Ta’ala yang lurus), yang diturunkan dari sisi Alloh Ta’ala, yang diturunkan dan dibawa oleh Ruhul Amin (ruh yang terpercaya, yakni Malaikat Jibril ‘alaihis salam) ke dalam hati Sayyidul Mursalin (pemimpin para Nabi dan Rosul, yaitu Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam), dengan menggunakan bahasa Arab yang sangat jelas (mudah dipahami).

Al-Qur’an adalah yang diturunkan dari sisi Alloh Ta’ala dan bukan makhluk. Dari Alloh-lah Al-Qur’an itu bermula (berasal), dan kelak akan kembali kepada-Nya. Inilah diantara sekelumit isi dari pembahasan permasalahan ini. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda menyimak sendiri rekaman lengkapnya, semoga bermanfaat dan menambah wawasan ilmu dan keyakinan kita tentang prinsip-prinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.  Read the full post »

Adab-Adab Berpuasa (5) : “MENJAUHI SEMUA PERKARA YANG BISA MERUSAKKAN ATAU MENGURANGI PAHALA PUASA.”

 

LANGKAH ATASI RETAK RAMBUT atau RETAK HALUS PADA BETON

Sebagaimana kita ketahui, Alloh subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan kepada kita berpuasa untuk satu tujuan dan hikmah yang agung, sebagaimana dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqoroh : 183)

Al-Imam Ibnu katsir rohimahulloh menjelaskan ayat yang mulia ini dalam tafsirnya : “Alloh Ta’ala berfirman kepada orang-orang mukmin dari kalangan umat ini, dan Dia memerintahkan kepada mereka untuk berpuasa, yaitu : menahan diri dari makan dan minum dan segala hal yang bisa merusakkan (puasanya tersebut), dengan niat ikhlas karena Alloh Azza wa Jalla, mengingat bahwa di dalam puasa tersebut ada pembersihan terhadap jiwa dan kesuciannya, dan juga pembersihan diri dari tercampurnya (jiwa itu) dengan kerendahan dan akhlak yang hina.” (Tafsir Al-Qur’anul Adzim)

Maka seorang muslim itu diperintah untuk selalu menjaga dirinya dari semua perkara yang dilarang, baik itu yang berupa perkataan ataupun perbuatan yang jelek, di setiap waktunya, lebih-lebih lagi di bulan yang suci lagi mulia ini, yakni Romadhon.

Dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu disebutkan bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشربه

“Barangsiapa tidak bisa meninggalkan berkata dusta (bohong) dan beramal dengannya serta berbuat bodoh, maka Alloh tidak membutuhkan dia meninggalkan makanan dan minumannya (yakni Alloh tidak butuh kepada puasa orang tersebut, edt.).” (HR Imam Al-Bukhori no. 6057) Read the full post »

Bersabarlah dalam Ibadah…

Bismillah…

Ibadah kepada Robbul Alamin, membutuhkan pengorbanan, baik lahir maupun batin. Sebagaimana orang-orang yang terdahulu telah melewatinya dan manjalaninya dari kalangan nabi dan rosul, juga orang-orang shalihnya. 

Cukuplah kisah nabi Ibrahim yang diwahyukan kepadanya untuk menyembelih putranya tercinta, sebagai ibroh untuk ini semua.

Dan tidaklah pengorbanan itu semua bisa terlaksana, kecuali dengan modal KESABARAN yang tinggi disertai dengan KEYAKINAN akan kesudahan yang baik setelahnya.

Semoga rekaman berikut ini bisa menjadikan kita hamba yang sabar.

Baarokallohufiikum, tafadhol.

Audio Files VBR MP3
140502-khutbah-ke-1-bersabar-dlm-ibadah.mp3 3.3 MB
140502-khutbah-ke-2-nasehat-utk-penuntut-ilmu-dan-dai-ilalloh.mp3 1.9 MB

 

Dengar ONLINE di sini