WASIAT ROSULULLOH AGAR BERPEGANG TEGUH DENGAN AL-QUR’AN

 

Saudaraku kaum muslimin hafidzhokumulloh,

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at dua pekan lalu di masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema : “WASIAT ROSULULLOH SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM AGAR BERPEGANG TEGUH DENGAN AL-QUR’AN”, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN.

Dalam khutbah ini, Ust Yoyok hafidzhohuloh menyampaikan satu hadits dari Al-Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim dalam shohih keduanya, dari Abdulloh bin Abi Aufa rodhiyallohu anhu, yang menjelaskan tentang wasiat Rosululloh. Ya, ternyata beliau mewasiatkan kepada kita semua kaum muslimin sebelum wafatnya, agar  selalu berpegang teguh dengan Al-Qur’an, dan tentunya juga sunnah beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam. 

Dan disebutkan dalam riwayat yang lainnya, bahwa siapapun yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dia tidak akan sesat selama-lamanya. Dan siapapun yang menginginkan rahmat-Nya dan petunjuk dari-Nya, serta mengharapkan ketenangan batin dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, hendaknya dia berpegang teguh dengan Al-Qur’an, yakni dengan selalu membacanya, mempelajari maknanya, mengambil hukum dengannya, berhias dan berakhlak  dengannya.

Keberkahan hidup di dunia maupun di akhirat, juga bisa diraih apabila kita selalu berpegang teguh dengan Al-Qur’an. Dan masih keutamaan lainnya, bila kita selalu berpegang teguh dengannya. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkan rekaman khutbah jum’at ini selengkapnya.

Ya, anda bisa mendengarkan dan mendownload-nya :  DI SINI Read the full post »

Nasehat Untuk Yang Akan/Sedang Menunaikan Ibadah Haji/Umroh : “TENTANG ADAB & AKHLAK YANG HARUS DIPERHATIKAN SELAMA MENUNAIKAN IBADAH HAJI/UMROH”

 

 Kepada Anda yang akan/sedang menunaikan ibadah haji maupun umroh, berikut ini akan kami sampaikan beberapa nasehat penting untuk selalu diperhatikan, agar ibadah haji atau umroh tersebut benar-benar diterima oleh Alloh Ta’ala sebagai haji yang mabrur atau umroh yang diterima oleh Alloh Ta’ala.

Diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama : Kewajiban yang paling penting untuk dilaksanakan oleh orang yang berhaji/berumroh adalah mengikhlaskan amalannya karena Alloh Ta’ala, dan hendaknya dia membersihkan amalannya tersebut dari riya’ (beramal karena ingin dilihat dan dipuji oleh orang lain) dan sum’ah (beramal karena ingin didengar dan dipuji oleh orang lain). Hal ini dilakukan agar dia mendapatkan pahala/balasan atas amalan haji atau umrohnya tersebut.

Disebutkan dalam Shohih Muslim, dari hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata : “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Alloh Tabaroka wa Ta’ala berfirman (dalam hadits Qudsi) :

أنا أغنى الشركاء عن الشرك, من عمل عملا أشرك فيه معي غيري تركته وشركه

“Aku tidak butuh kepada sekutu-sekutu (tuhan-tuhan tandingan) dari kesyirikan. Barangsiapa melakukan suatu amalan yang dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku dalam amalannya tersebut, Aku tinggalkan dia dan sekutunya tersebut.” (HR Imam Muslim no. 7475)   

Kemudian disebutkan pula dalam Sunan Ibnu Majah dengan sanad yang dho’if, sebuah hadits dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda (berdoa) di dalam hajinya :

اللهم حجة لا رياء فيها ولا سمعة

“Ya Alloh, (aku melaksanakan) ibadah haji ini bukan karena riya’ di dalamnya dan bukan pula karena sum’ah.” (HR Ibnu Majah no. 2890, dan Syaikh Al-Albani rohimahulloh telah menerangkan hadits ini dalam kitab beliau Silsilah Ahaadits As-Shohihah (no. 2617), dan menjadikan hadits ini derajatnya Hasan li ghoirihi, wallohu a’lam)

Kedua : Hendaknya orang yang akan/sedang berhaji itu bersungguh-sungguh dalam mengenal/memahami hukum-hukum haji dan umroh, agar dia bisa menunaikan manasik ibadah haji atau umrohnya tersebut di atas ilmu. Dan hendaknya pula dia bertanya kepada Ahli Ilmu (para ulama) tentang sesuatu sebelum dia beramal, sehingga amalannya tersebut tidak terjatuh pada kesalahan/kekeliruan.

Diantara kitab yang paling bagus dan paling bermanfaat tentang hal ini, contohnya adalah kitabnya Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rohimahulloh tentang bimbingan bagi para jama’ah haji/umroh. Read the full post »

KEUTAMAAN HAJI DAN UMROH

 

Diantara amalan yang disyari’atkan dalam agama kita ini adalah Ibadah Haji dan Umroh. Disyari’atkannya amalan tersebut, tentu mengandung fadhilah (keutamaan) yang sangat besar, dan juga balasan yang mulia bagi yang mengamalkannya. 

Berikut ini, akan kami paparkan beberapa dalil yang menjelaskan tentang keutamaan ibadah tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama : Bahwa Haji dan Umroh itu termasuk sebagus-bagusnya amalan. Dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata :

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم سئل : أي العمل أ فضل ؟ قال : إيمان بالله ورسول. قيل : ثم ماذا ؟ قال : الجهاد في سبيل الله. قيل : ثم ماذا ؟ قال : حج مبرور

“Bahwasannya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ditanya : “Amal apakah yang paling utama itu ?” Beliau menjawab : “Beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya.” Beliau ditanya lagi : “Kemudian apa lagi ?” Beliau menjawab : “Berjihad di jalan Alloh.” Beliau ditanya lagi : “Kemudian apa lagi ?” Beliau menjawab : Haji yang mabrur.” (HR Imam Al-Bukhori no. 26 dan Imam Muslim no. 248)

Kedua : Orang yang menunaikan ibadah haji dan umroh itu akan diberi pahala/balasan berupa surga. Disebutkan pula dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما, والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

“(Dari) umroh yang satu kepada umroh yang  berikutnya, (adalah) sebagai penghapus (semua dosa) yang terjadi diantara keduanya. Dan haji mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR Imam Al-Bukhori no. 1773 dan Imam Muslim no. 3289)

Ketiga : Orang yang ber-Haji dan Umroh, akan kembali pulang ke rumahnya dalam keadaan dosa-dosanya dibersihkan, seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. Dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu juga disebutkan, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda bersabda :

من حج لله فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه

“Barangsiapa berhaji karena Alloh (yakni ikhlas karena-Nya), kemudian tidak melakukan rofats dan tidak pula berbuat kefasikan, dia akan kembali (pulang) seperti hari dia baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR Imam Al-Bukhori no. 1521 dan Imam Muslim no. 3291) Read the full post »

NIKMATNYA HIDAYAH ISLAM, sebuah Nasehat dari Al-Ustadz Abu Abdirrohman Muhammad Irham Demak hafidzhohulloh

 

Saudaraku kaum muslimin hafidzhokumulloh,

Berikut ini akan kami tampilkan rekaman muhadhoroh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Muhammad Irham hafidzhohulloh dari Demak, Jawa Tengah beberapa waktu lalu, ketika beliau berkunjung di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya selama beberapa hari. 

Selama ini beliau masih tinggal di kota Shon’a, Ibu Kota Yaman, bersama keluarga beliau, untuk keperluan tholabul ilmi. Dan kurang lebih dua bulan terakhir ini beliau ada di Indonesia untuk sementara waktu, karena ada urusan keluarga (berziaroh kepada bapak-ibu beliau dan saudara-saudaranya), dan untuk keperluan lainnya. Dan insya Alloh beliau akan segera pulang kembali ke Yaman untuk berkumpul kembali bersama keluarganya sendiri (istri dan putra-putrinya, yang saat ini bersama orang tuanya di Yaman). 

Alhamdulillah, di sela-sela kesibukan beliau tersebut, beliau sempatkan pula ziaroh (berkunjung) ke kota Medan (Sumatra Utara), Magetan, Ngawi, Surabaya, Probolinggo, Cianjur, Jakarta dan tempat-tempat lainnya.

Ketika ziaroh di Surabaya, beliau tinggal di Pondok Pesantren Darul Ilmi hampir satu pekan, dan menyampaikan beberapa dars (pelajaran) yang bermanfaat untuk segenap santri, pengurus pondok dan segenap masyarakat sekitar pondok yang aktif mengikuti kajian dan dars ‘aam (pelajaran-pelajaran umum) di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Diantara yang beliau nasehatkan dalam dars beliau adalah tentang “NIKMATNYA HIDAYAH ISLAM”, kemudian juga tentang “MENSYUKURI NIKMAT THOLABUL ILMI DAN YANG LAINNYA”, dan masih banyak yang lainnya. Read the full post »

KEUTAMAAN SEPULUH HARI PERTAMA DI BULAN DZULHIJJAH, DAN AGUNGNYA KEDUDUKAN AMAL SHOLIH DI DALAMNYA

 

Tentang keutamaan sepuluh hari pertama di Bulan Dzulhijjah ini, dijelaskan dalam Kitabulloh (Al-Qur’an) maupun Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Dalil dari Al-Qur’an, diantaranya disebutkan oleh Alloh Ta’ala dalam firman-Nya :

وَالْفَجْرِ (١)وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢)

“Demi waktu fajar, dan demi malam-malam yang sepuluh.” (QS Al-Fajr : 1-2).

Al-Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata : “Demi malam-malam yang sepuluh”, yang dimaksud dengannya adalah sepuluh hari (pertama) di bulan Dzulhijjah, sebagaimana hal ini dinyatakan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Az-Zubair, Mujahid dan tidak hanya satu orang dari kalangan ulama salaf dan kholaf.” (Tafsir Al-Qur’anul Adzim, 4/683)

Ketahuilah, Alloh Subhanahu wa Ta’ala membagi-bagi keadaan makhluk-Nya sesuai kehendak-Nya, dan Alloh tidaklah membagi-baginya (yakni mana diantaranya yang lebih utama dari yang lainnya) kecuali Dia mengagungkannya (memuliakannya). Maka ayat tersebut menunjukkan, keagungan hari-hari tersebut (yakni sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah) di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Dalil lainnya yang yang juga menunjukkan keutamaan sepuluh hari pertama di Bulan Dzulhijjah adalah firman Alloh Ta’ala :

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ (٢٨)

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan[*], atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak[**]. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS Al-Hajj : 28)

Keterangan :

[*] Hari yang ditentukan ialah Hari Raya Haji (Idul Adha) dan Hari Tasyriq, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

[**] Yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah binatang-binatang yang termasuk jenis unta, lembu, kambing dan biri-biri.

Al-Imam Abu Abdillah Al-Bukhori rohimahulloh dalam kitab Shohih-nya, dalam Kitab Al-‘Idain, Bab Keutamaan Amal pada hari-Hari Tasyriq, beliau berkata : “Ibnu Abbas berkata : “Dan ingatlah kalian akan Alloh, (sebagaimana dalam firman-Nya) : “Pada hari-hari yang telah ditentukan”, maksudnya adalah Sepuluh Hari (pertama) di bulan Dzulhijjah dan hari-hari Tasyriq.”

Al-Imam Al-Bukhori juga menyebutkan : “Ibnu Umar dan Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhuma keluar menuju pasar pada sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah tersebut), keduanya melakukan takbir, maka orang-orang pun ikut bertakbir bersama takbir kedua sahabat tersebut.” Read the full post »

Tahdzir Syaikh DR Sholih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzhohulloh terhadap situs www.sahab.net

 

Saudaraku kaum Muslimin,

Berikut ini kami tampilkan rekaman, transkip dan terjemahan tentang “Tahdzir As-Syaikh Dr Sholih bin Fauzan Al-Fauzan  hafidzhohulloh ta’ala”, terhadap situs www.sahab.net, yang kami ambil dari situs www.al-afak.com.

  

الشيخ صالح الفوزان يجرح جماعة شبكة سحاب ويصفهم بأنهم جماعة إرجاء أبتلينا بها ويقول أنه مطلع على كلامهم وعارف قصدهم وهو دفن دعوة الإمام محمد بن عبد الوهاب

السائلشيخ صالح هل من يتتبع أهل الضلال ويوصل كتبهم إلى أهل العلم ليردوا عليها هل يعتبر مجاهدا في سبيل الله؟
الشيخ: نعم يعتبر أنه ساعٍ في الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر ونشر العلم النافع.
السائل: الله أكبر, يا شيخ أحسن الله إليك ، سؤال آخر يا شيخ : يوجد كتاب أحسن الله إليك في شبكة إنترنت ، هذه الشبكة يا شيخ اسمها سحاب السلفية كتاب بعنوان العذر بالجهل عند أئمة الدعوة رحمهم الله تعالى، المؤلف إسمه رشيد بن أحمد عويش المغربي يا شيخ أحسن الله إليك وجزاكم الله خيرا.
الشيخ: هذه جماعة إرجاء هذه جماعة إرجاء ابتُلينا بها من الداخل والخارج ولكن نسأل الله أن يكفينا شرهم.
السائل: أحسن الله إليك بس يا شيخ لو نقرأ عليك عبارة.
الشيخ معروف معروف ياشيخ هذا مذهب مذهب الآن نبت عندنا ويمدُه ناس من الخارج يقولون بالإرجاء وأنكم تكفرون الناس إذا قلتم أن المشرك كافر وأن ذاك كافر يقولون لاهذ جهال ما يكفرون.
هذا قصدهم، قصدهم دفن هذه الدعوة دعوة الشيخ محمد بن عبد الوهاب دفنها ويصير الناس كلهم مسلمين = اللي ينطق بالإسلام مسلم ولو فعل مافعل.
السائل: أعوذ بالله, ياشيخ أحسن الله إليك لو تحبون يا شيخ نقرأ عليكم الكلام هذا بس 
الشيخ: ما عليك أعرفهم أنا دارٍ بكلامهم وعارفهم……….
السائل: الله يجزيك الجنة 
الشيخ: ابتلينا بهم عاد الله يهديهم ويكفينا شرهم.

الشيخ صالح الفوزان يجرح جماعة شبكة سحاب ويصفهم بأنهم جماعة إرجاء أبتلينا بها ويقول أنه مطلع على كلامهم وعارف قصدهم وهو دفن دعوة الإمام محمد بن عبد الوهاب

 

Syaikh Sholih Al-Fauzan Hafizhahullahu Ta’ala men-jarh situs internet Sahab.net dan mensifati bahwa mereka adalah jama’ah Murji’ah yang kita diberi cobaan dengannya, dan beliau berkata bahwa beliau telah menelaah ucapan-ucapan mereka dan beliau mengetahui maksud mereka yaitu untuk mengubur (mematikan) da’wah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah Ta’ala. Read the full post »

Jadwal Kegiatan Belajar Selama Masa Orientasi Santri Baru (Dauroh Adab dan Akhlak Tholibul Ilmi)

Saudaraku kaum Muslimin,

Berikut ini adalah Jadwal Kegiatan Belajar Santri Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya selama masa orientasi :

Jadwal Kegiatan Oreintasi Santri Baru Tahun Ajaran 1435 – 1436 H

“DAUROH ADAB & AKHLAK THOLIBUL ILMI”

 

Ba’da Shubuh – 06.00 :Tasmi’ Al-Qur’an

07.30 – 08.15 : Kajian Kitab Al-Jami’ lil Adab, karya Al-Imam Ibnu Abdil Barr rohimahulloh, oleh Al-Ustadz Yoyok

08.15 – 09.00 : Kajian Kitab Hisnul Muslim Min Adzkaril Kitab was Sunnah, oleh Al-Ustadz Yoyok

09.00 – 09.30 : I s t i r a h a t

09.30 – 09.45 : Kajian Kitab Fadhoilul Qur’an, karya Ibnul Katsir rohimahulloh, oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah

09.45 – 10.30 : Kajian Kitab Adabul ‘Isyroh Al-Ghozzi dll, oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah

Ba’da Dhuhur – 13.00 : Tahsin Qiro’ah / Membaca Tartil Al-Qur’an

Ba’da Ashar – 16.15 : Tasmi’ Al-Qur’an

Ba’da Maghrib – Isya’ : Dars ‘Aam (Kajian Umum)

 

Keterangan :

  1. Insya Alloh kajian selama masa orientasi santri baru ini, akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, hingga akhir bulan Dzulqo’dzah (22 Syawal – 29 Dzulqo’dzah 1435 H / 18 Agustus – 24 September 2014 M).
  1. Insya Alloh kegiatan belajar untuk tahun ajaran baru (1435 – 1536) akan berlangsung secara efektif mulai tanggal 2 Dzulhijjah 1435 H (tanggal 27 September 2014)
  1. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan mendidik serta membiasakan santri untuk beradab dengan adab-adab dan akhlak Islami, baik selama di pondok maupun di tengah keluarga dan masyarakat.

Read the full post »

Informasi Pendaftaran/Penerimaan Santri Baru PONDOK PESANTREN DARUL ILMI SURABAYA (Tahun Pelajaran 1435-1436 H / 2014-2015)

 

File Name : Bismillah Light Green HD Wallpapers For PC

Dengan mengharap rahmat dan ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Ma’had (Pondok Pesantren) Darul Ilmi Surabaya membuka pendaftaran santri baru untuk putra-putri, dengan program kegiatan dan ketentuan sebagai berikut :

A. PROGRAM TAHFIDZHUL QUR’AN

Syarat-syarat umum pendaftaran :

  1. Pendaftaran berlaku untuk santri Banin (putra) dan Banat (putri).
  2. Calon santri berusia 9 – 14 tahun saat mendaftar.
  3. Calon santri dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
  4. Santri siap tinggal di asrama yang disediakan di pondok.
  5. Sudah mampu mandiri (mencuci pakaian sendiri, menjaga kebersihan dan merawat barang-barangnya sendiri, dll).
  6. Sudah mempunyai kemampuan dasar membaca dan menulis, baik huruf latin maupun huruf arab, meskipun belum sempurna.
  7. Menyerahkan fotocopy akte kelahiran/surat keterangan kelahiran (kalau ada), atau fotocopy Kartu Keluarga (KK).
  8. Mengisi Formulir Pendaftaran yang telah disediakan.
  9. Sanggup membayar iuran bulanan santri, sebesar Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah), dengan perincian sebagai berikut :
  10. Rp 200.000,- (untuk uang makan santri itu sendiri selama satu bulan)
  11. Rp   50.000,- (untuk membantu pembayaran rekening listrik dan air di pondok)
  12. Adapun uang saku santri, tidak ditentukan berapa nominalnya, hal itu terserah ortu/wali santri, dan dititipkan kepada pengasuh asrama.
  13. Iuran bulanan tersebut, hendaknya dibayarkan di awal bulan (antara tanggal 1-10 setiap bulan).
  14. Diharapkan tidak ada penunggakan iuran bulanan (biaya makan) tersebut, karena hal itu adalah hak santri dan merupakan kewajiban utama orang tua/wali santri. Apabila ada penunggakan pembayaran lebih dari dua bulan, pengurus pondok akan memberikan peringatan/teguran kepada orang tua/wali santri. Bagi para orang tua/wali santri yang bijaksana, insya Alloh biaya tersebut masih sangat ringan/murah, bila dibandingkan biaya apabila santri berada di rumah sendiri.
  15. Santri sanggup dan bersedia mematuhi segala bentuk peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di ma’had/pondok (tentunya yang sesuai dan tidak bertentangan dengan tuntunan/syari’at Islam).
  16. Di awal pendaftaran, calon santri akan mendapatkan ujian kemampuan membaca dan menulis, baik huruf latin maupun huruf arab, untuk menentukan penempatan kelas santri tersebut.
  17. Informasi lainnya dan hal-hal yang belum diatur dalam syarat-syarat ini, akan diberitahukan di tempat pendaftaran.
  18. Penanggung jawab program ini : Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN (telp HP 081 217 774 917 (simpati) atau 081 555 400 775 (mentari) )

Read the full post »

NASEHAT & BIMBINGAN UNTUK PARA PENUNTUT ILMU, bersama Al-Ustadz Abu Muhammad Fu’ad Hasan bin Muhyi (Ngawi Jawa Timur)

 

 

Saudaraku kaum muslimin hafidzhokumulloh

Berikut ini kami tampilkan rekaman muhadhoroh (ceramah umum) ba’da sholat maghrib sampai Isya’, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Muhammad Fu’ad Hasan dari Ngawi Jawa Timur di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dalam kunjungan beliau beberapa hari lalu.

Dalam muhadhoroh ini, beliau menyampaikan dan menukilkan nasehat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh, sebagaimana dalam kitab beliau “Laamiyah”, yang merupakan kumpulan bait-bait syair yang beliau susun dalam berbagai permasalahan, khususnya tentang manhaj dan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Kemudian oleh Ustadz Fu’ad diberikan penjelasan (syarh) secara ringkas, yang juga beliau nukilkan hal itu dari perkataan dan penjelasan para ulama salaf.

Diantara nasehat yang beliau sampaikan adalah :

  1. Bimbingan agar bertanya tentang ilmu syar’i ini kepada Ahlul ilmi (ulama). Hal itu karena ilmu ini adalah agama, karena itu hendaknya kita memperhatikan dari siapa kita mengambil ilmu agama ini. Ambillah ilmu dari Ahlus Sunnah, jangan mengambilnya dari Ahlul Bid’ah.
  2. Hendaklah bertanya tentang perkara-perkara yang bermanfaat, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat, bukan perkara-perkara yang tidak bermanfaat, atau memberat-beratkan diri.
  3. Seorang ‘alim (ulama), terkadang ditanya tentang perkara-perkara yang penting. Darinya pula terkadang bisa disusun sebuah kitab tentang permasalahan ini. Karena itu kita jangan meremehkan bila ada yang bertanya kepada para ulama, karena terkadang muncul darinya faedah yang banyak.
  4. Dan masih banyak yang lainnya.

Untuk mengetahui selengkapnya kandungan dalam muhadhoroh ini, silahkan anda sekalian mendengar sendiri rekamannya hingga tuntas. Semoga banyak faedah yang kita dapatkan, barokallohu fiikum…… Read the full post »

Info Kajian Islam Ilmiyyah “SHIFAT SHOLAT NABI”, bersama Al-Ustadz Abu Muqbil Ali Abbas hafidzhohulloh

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan mengharap Ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah………

KAJIAN ISLAM ILMIYAH 

Pembicara :

Al-Ustadz Abu Muqbil Ali Abbas hafidzhohulloh

Materi Kajian (Kitab) :

SHIFAT SHOLAT NABI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM

(karya Syaikh Al-Albani rohimahulloh)

dan

AL-FAWAQIHUL JANIYYAH MIN ATSARI  AS-SALAFIYYAH

W a k t u  :

Hari Sabtu dan Ahad, 27-28 Syawal 1435 H (23-24 Agustus 2014)

(mulai pukul 09.00 Wita – selesai)

T e m p a t  :

Hari Sabtu di :

Masjid Babur Rizqi

(Jl. Toa Daeng No. 3 Abdesir)

Hari Ahad di :

Masjid Darul Atsar

(Desa Sawakung, Kec. Galsel, Kab. Takalar, Sulawesi Selatan )  Read the full post »

Nasehat agar “ISTIQOMAH DI ATAS ILMU DAN AMAL SHOLIH”

 

Saudaraku kaum Muslimin, 

Berikut ini adalah rekaman muhadhoroh (ceramah umum) ba’da Maghrib sampai Isya’, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Uwais Ahmad Syakir hafidzhohulloh dari Purwokerto Jawa Tengah, ketika beberapa waktu lalu beliau berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya.

Dalam nasehatnya, beliau menyampaikan kepada kita tentang pentingnya bagi kita untuk selalu istiqomah di atas ilmu syar’i (ilmu agama Islam) dan juga istiqomah untuk selalu beramal berdasarkan ilmu tersebut. Lebih-lebih di jaman sekarang ini yang penuh dengan fitnah (cobaan keimanan), khususnya fitnah syahwat dan fitnah syubuhat.

Yang dimaksud fitnah syahwat, adalah fitnah yang berkaitan dengan berbagai kesenangan/kenikmatan dunia, apakah itu berupa harta, tahta maupun wanita. Adapun fitnah syubuhat, adalah fitnah yang berupa kerancuan pemahaman dalam beragama Islam ini, yang dihembuskan oleh para musuh Islam, baik dari kalangan orang-orang kafir maupun ahli syirik dan para ahli bid’ah.

Mengingat pentingnya hal ini, insya Alloh nasehat ini akan menjadi perkara yang bermanfaat bagi kita semuanya, lebih-lebih apabila kita bisa menyimak dan mendengar sendiri apa yang terkandung dalam nasehat beliau ini. Semoga bermanfaat untuk yang menyampaikan maupun yang mendengarnya, dan bagi siapa saja yang bisa mengambil faedah darinya…… barokallohu fiikum. Read the full post »

HUKUM MENGHADIAHKAN PAHALA BACAAN AL-QUR’AN UNTUK MAYIT (ORANG YANG TELAH MATI)

 

 

Tanya : “Apa hukumnya menghadiahkan “pahala bacaan Al-Qur’an” untuk orang yang telah mati, seperti ucapan seseorang : “Ya Alloh, jadikanlah pahala apa yang aku baca dari kitab-Mu ini (bila Engkau menetapkan pahala kepadaku atas bacaan tersebut) untuk ruh orang tuaku, atau untuk ruh si fulan dari kalangan kaum muslimin, atau untuk ruh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam ? Sama saja, apakah bacaan surat Al-Fatihah atau yang selainnya dari surat-surat Al-Qur’an ? Apa hukumnya membaca bacaan tersebut di sisi/di dekat kuburan, serta apa pula hukumnya mendapatkan upah atas bacaan tersebut ?”

Jawab :

Ketahuilah, semoga Alloh merahmati anda sekalian. Dalam masalah ini (khususnya tentang penghadiahan bacaan Al-Qur’an), para ulama berbeda pendapat sebagai berikut :

Pertama : Mereka berpendapat : Tidak ada sesuatu apapun yang memberikan manfaat bagi mayit dari amal-amal yang dilakukan oleh kerabatnya, apakah itu berupa doa atau yang lainnya. Dan pemberian hadiah pahala amal yang dilakukan oleh kerabatnya untuk mayit adalah perkara yang tidak shohih (benar). Hal itu bukan termasuk amal-amal kebaikan (bagi mayit), kecuali apa yang dia amalkan sendiri sebelum matinya.

Komentar/kritikan : Ini adalah pendapat kelompok Mu’tazilah, sedangkan mereka ini adalah suatu kaum yang termasuk Ahli Bid’ah, dan perkataan/pendapat mereka tidak bisa dianggap, karena mereka mempunyai pokok-pokok (pemikiran) dan keyakinan-keyakinan yang rusak (tentang perincian dan penjelasan kesesatan mereka, bukan disini pembahasannya, insya Alloh pada kesempatan lain), wallohu a’lam.

Kedua : Mereka berpendapat dengan kebalikan dari pendapat pertama : Bahwa semua amalan yang dilakukan oleh kerabat mayit atau orang lainnya yang dihadiahkan untuk mayit yang muslim, maka hal itu akan memberikan manfaat baginya, dan hal itu akan sampai kepada mayit.

Mereka berdalil dengan hadits Ma’qol bin Yassar rodhiallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اقرءوا يس (يا سين) على موتاكم

“Bacakanlah (surat) Yaasiin untuk orang yang mati diantara kalian.” (HR Imam Abu Dawud no. 3121, Ibnu Abi Syaibah (4/74), Ibnu Majah no. 1448, Al-Hakim (1/565), Al-Baihaqi (3/383), Ath-Thoyalisi no. 931 dan Imam Ahmad (26-27). Akan tetapi hadits ini dinyatakan DHO’IF oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rohimahulloh dalam Irwa’ul Gholil)

Komentar/kritikan : Mereka juga mengqiyaskan dalil-dalil yang sebenarnya pembahasannya tentang “An-Niyabah” (bolehnya menggantikan amal seseorang yang tidak bisa dilaksanakan karena udzur tertentu,edt.), seperti puasa dan yang lainnya, kepada pembahasan tentang menghadiahkan bacaan pahala bacaan Al-Qur’an. Maka pendalilan seperti ini tertolak, menurut para ulama yang terpercaya.

Al-Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata ketika menjelaskan tafsir Surat An-Najm (ayat 39) : “Pembahasan tentang bab amal-amal taqorrub (ibadah kepada Alloh), dibatasi oleh dalil-dalil/nash (yakni harus sesuai dengan dalil-dalil syar’i) , tidak boleh menggunakan berbagai qiyas atau pendapat-pendapat akal. Adapun berdoa dan  bersedekah (yakni mendoakan kebaikan untuk mayit dan amalan sedekah yang dilakukan oleh kerabat si mayit, apalagi anaknya, dengan tujuan agar hal itu juga bermanfaat untuk si mayit, edt.) , maka yang seperti itu sepakat (para ulama) tentang sampainya hal itu (kepada mayit), dan hal itu dijelaskan dalam nash-nash (dalil-dalil syar’i).”   Read the full post »

TAWADHU’ DAN KEUTAMAANNYA

 

Allah Ta’ala berfirman:

Saudaraku kaum muslimin, 

Berikut ini kami tampilkan sebagian rekaman pelajaran Kitab Roudhotul Uqola’ wa Nuzhatul Fudhola’, karya Al-Imam Abu Hatim bin Hibban Al-Busti rohimahulloh, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah Rully di Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya. 

Pelajaran kitab ini, sudah disampaikan oleh beliau sejak dua tahun terakhir ini, tetapi sampai saat ini belum selesai, karena pembahasannya memang sedikit demi sedikit, yang penting santri dan kaum muslimin lainnya memahaminya. Tema pembahasan kali ini adalah tentang Tawadhu’ dan keutamaannya. Disebutkan di dalamnya tentang apa pengertian tawadhu’, macam-macamnya, dan bagaimana contoh-contoh ketawadhu’an tersebut yang diambil dari kisah-kisah tawadhu’nya para salafus sholih.  

Untuk mengetahuinya, silahkan anda sekalian mengikuti rekaman kajian berikut : DI SINI  Read the full post »

Info Kajian Islam Ilmiah : “SEBAB-SEBAB TERHALANGNYA HIDAYAH”, bersama Al-Ustadz Abu Zakariya Irham bin Ahmad (Pengasuh Pondok Pesantren AL-UTSMANY Purworejo Jateng)

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan mengharap Ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah………

KAJIAN ISLAM ILMIAH

(Majelis Ilmu Ahlus Sunnah wal Jama’ah)

Pembicara :

Al-Ustadz Abu Zakariya Irham bin Ahmad Al-Jawy

(Pengasuh Pondok Pesantren Al-Utsmany Purworejo Jawa Tengah)

T e m a  :

“SEBAB-SEBAB TERHALANGNYA HIDAYAH”

W a k t u  :

Hari Ahad, 14 Syawal 1435 H /  10 Agustus 2014 M

(Mulai Pukul 10.00 WIB sampai selesai)

T e m p a t  :

Masjid Utsman bin ‘Affan

(Petir Srimartani, Piyungan, Yogyakarta)  Read the full post »

Link Mahad Al Utsmaniy Purworejo

Alhamdulillah hadir lagi satu link yang bisa di akses untuk mendapatkan pelajaran-pelajaran dinul islam. Di isi insyaalloh dengan materi-materi pelajaran berupa AUDIO maupun tulisan oleh al Ustadz Abu Zakaria Irham Purworejo dan lainnya. 

Semoga bermanfaat.

Untuk sementara, ini alamat yang bisa diakses :

http://al-utsmaniy.blogspot.com/

 

Link terkait :

Mahad Darul Ilmi Kendari

Transkrip Materi Khutbah Idul Fitri 1435 H, “NASEHAT UTK BERTAKWA, DAN BEBERAPA NASEHAT PENTING ROSULULLOH KEPADA KAUM MUSLIMIN”

 


masjid nabawi wallpapers hd masjid nabawi wallpapers hd masjid nabawi ...

إن الحمد لله, نحمده ونستعينه ونستغفره, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سياءات أعمالنا, من يهد الله فلا مضل له, ومن يضلل فلا هادي له, أشهد أن لااله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, اللهم صل على محمد وعلى اله وأصحابه أجمعين, أما بعد.

Kaum Muslimin rohimanii wa rohimakumulloh,

Di pagi hari yang cerah ini, hari ini tanggal 1 Syawwal 1435 H, adalah Hari Raya Idul Fithri, hari dimana kita semua berbahagia, hari kita semua berbuka puasa kembali, setelah satu bulan penuh lamanya kita menjalankan ibadah puasa Romadhon.

Pada hari ini, segenap kaum muslimin berkumpul di tanah lapang, sambil mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil, sebagai bentuk rasa syukur kita semua, bahwa berkat rahmat dan taufiq-Nya, kita telah menyelesaikan perintah-Nya, yakni ibadah puasa di bulan Romadhon yang baru saja berlalu.

Hal itu karena memang sesungguhnya, kita dapat menyelesaikan ibadah puasa Romadhon itu adalah semata-mata karena kemudahan dan pertolongan dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Bukan karena kekuatan dan kemampuan kita. Karena itu pula, wajib atas kita untuk selalu mensyukuri segala nikmat yang telah Alloh Ta’ala limpahkan kepada kita. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٨٥)

“Dan hendaklah kamu mencukupkan(menyempurnakan) bilangannya (hitungan bulan Romadhon itu) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS Al-Baqoroh : 185)

M’asyirol Muslimin rohimanii wa rohimakumulloh,

Sepanjang bulan Romadhon kemarin, sungguh kita telah dididik untuk disiplin dan bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Alloh :

Di siang hari Romadhon, seluruh anggota tubuh kita dididik untuk menahan diri dari makan dan minum,  menahan diri dari melakukan dosa-dosa, menahan diri dari berkata dusta dan perkataan jelek lainnya, dan menahan diri dari semua perkara yang bisa membatalkan atau mengurangi pahala puasa kita.

Di malam hari, kita digembleng dengan sholat lail, tadarrus Al-Qur’an, dan berbagai amal ketaatan lainnya.

Bahkan di sepanjang waktu di bulan Romadhon itu kita dilatih untuk bersabar dengan beratnya puasa di tengah terik matahari, banyaknya godaan, dan perkara-perkara yang mengganggu kesempurnaan ibadah puasa kita.

Kitapun  juga dibiasakan untuk selalu menjalankan ketaatan dan memperbanyak amal sholih.

Maka segala puji bagi Alloh Subhanahu wa Ta’ala, atas segala perintah dan larangan-Nya. Sungguh, syari’at-Nya adalah haq (benar adanya), dan hukum-Nya adalah adil dan bijaksana. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلا لا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (١١٥)

“Dan telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (yakni Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil, tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-An’am : 115)

Ma’asyirol Muslimin rohimanii wa rohimakumulloh,

Maka dengan telah berakhirnya ibadah puasa di bulan Romadhon yang baru lalu ini, sudah selayaknya kita berharap-harap, semoga amalan kita selama Romadhon kemarin, diterima dan diberi pahala oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Dan kita pun juga berharap, semoga kita benar-benar Alloh Ta’ala jadikan insan yang bertakwa, karena hanya amalan yang dilakukan oleh orang-orang yang bertakwa sajalah yang akan diterima oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (٢٧)

“Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan (korban) dari orang-orang yang bertakwa….”. (QS Al-Maidah : 27) Read the full post »

HUKUM AL-MA’TAM (Mengadakan Perkumpulan/Jamuan Makan karena Kesedihan/Musibah Kematian)

 

berapa lajukah pgerakan makanan???Pengertian Al-Ma’tam

Al-Ma’tam (bentuk jama’nya Al-Ma-aatim), secara bahasa maknanya adalah : “semua bentuk perkumpulan, baik kaum laki-laki atau wanita (yang mereka itu berkumpul) karena kesedihan atau kebahagiaan.” (Lisanul ‘Arob, 1/62)

Adapun makna secara istilah adalah : “Berkumpul (atau mengadakan perkumpulan) karena terjadinya musibah.

Al-Imam As-Syafi’i rohimahulloh berkata : “Aku membenci Al-Ma-aatim, yakni berkumpul-kumpul (karena musibah), meskipun tidak ada tangisan pada mereka, karena hal itu (berarti terus menerus) memperbarui kesedihan dan membebani orang yang tertimpa musibah.” (Al-Umm, lihat juga Al-Hawaadits wal Bida’, hal. 137)

Al-Imam At-Thurthusyi rohimahulloh berkata : “Al-Ma-aatim adalah berkumpul-kumpul (mengadakan perkumpulan) karena musibah. Ibnu Samak berkata : “Aku pernah bertanya kepada sebagian para pendeta di biara-biara : ”Mengapa berkumpul-kumpul karena musibah itu dinamai dengan Al-Ma’tam ?” Pendeta itu menangis, kemudian dia berkata : “Karena orang-orang berkumpul di tempat itu (yakni di rumah keluarga mayit, edt.), dan karena itu pula mereka bersedih..” (Al-Hawaadits wal Bida’, hal. 176)  

Pandangan Para Ulama tentang Hukum Al-Ma’tam

Para ulama Hanafiyyah berkata : “(Hal itu) adalah perkara-perkara yang bid’ah lagi bathil, yang manusia terkungkung (pemikirannya) atas perkara tersebut, dengan sangkaan bahwa hal itu termasuk amalan yang akan sampai (memberikan manfaat) kepada mayit, yang mana mayit telah berwasiat untuk membuatkan makanan dan (memberikan jamuan makan) untuk para tamu pada hari kematiannya atau sesudahnya, serta memberikan beberapa dirham (uang) kepada orang yang membacakan Al-Qur’an untuk ruhnya (mayit), atau bertasbih atau bartahlil (mengadakan tahlilan untuk mayit, edt.). Maka ini semua bid’ah yang mungkar lagi bathil. Mengambil (membuat acara ini semuanya) adalah harom.” (Al-Minhal Al-‘Adzabul Maurud, 8/288)

Para ulama Syafi’iyyah berkata : “Dibenci/tidak disukai bagi keluarga mayit untuk membuatkan makanan bagi orang-orang yang berkumpul (karena adanya musibah kematian tersebut, edt.), baik sebelum dikuburkan (mayit tersebut) atau sesudahnya. Dan tidak benar berwasiat dengannya, dan ini termasuk bid’ah munkaroh yang dibenci melakukannya, (yakni) apa yang dilakukan oleh manusia yang dinamai dengan Al-Kafaroh, atau kesedihan dan berkumpul-kumpul karenanya selama empat puluh (hari) dan lain-lainnya, maka semuanya ini adalah harom, meskipun (acara tersebut) dikeluarkan dari hartanya si mayit, padahal masih ada tanggungan hutang atas harta tersebut, atau hal itu akan menimbulkan madhorot (bagi keluarga mayit) dan yang lainnya.” Read the full post »

Khutbah ‘Idul Fitri 1435 H : “NASEHAT AGAR BERTAKWA KEPADA ALLOH, DAN BEBERAPA NASEHAT PENTING ROSULULLOH KEPADA SELURUH KAUM MUSLIMIN.”

 

pula tepi laut atau tepi sungai ehhhhh berangan le ko

Saudaraku kaum Muslimin, 

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Idul Fitri 1435 H beberapa hari lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok Wahyu Nugroho, dengan tema : “NASEHAT AGAR BERTAKWA KEPADA ALLOH, DAN BEBERAPA NASEHAT PENTING ROSULULLOH SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM KEPADA SELURUH KAUM MUSLIMIN”, yang disampaikan beliau di halaman/lapangan Masjid Al-Amin Perumnas Kamal, Kabupaten Bangkalan Madura.

Dalam khutbah ini, beliau menyampaikan pentingnya ketakwaan, apabila hal itu benar-benar ada pada diri setiap individu kaum muslimin. Apalagi setelah selesainya ibadah puasa di bulan Romadhon yang baru kita lewati ini.  Alloh Ta’ala banyak memberikan keutamaan bagi orang-orang yang bertakwa, sebagaimana banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Kemudian beliau juga menyampaikan salah satu hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam yang berisi nasehat atau wasiat yang agung dari Nabi kita shollallohu ‘alaihi wa sallam, secara khusus untuk para sahabat beliau, dan secara umum untuk segenap kaum muslimin.

Apa saja isi nasehat dan wasiat beliau untuk umat Islam ini ? Untuk mengetahuinya, silahkan Anda semuanya menyimak sendiri rekaman khutbah ini hingga selesai. Semoga bermanfaat bagi yang menyampaikan maupun yang mendengarkannya….., barokallohu fiikum.

Silahkan Anda mendengarkannya : DI SINI Read the full post »

(( UPDATE )) KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWWAL

 

Salah satu ibadah yang disunnahkan oleh Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya sholallohu ‘alaihi wa sallam di bulan Syawal ini adalah puasa sunnah selama enam hari. Dalilnya adalah hadits Abu Ayyub Al-Anshori dan Tsauban rodhiyallohu ‘anhuma.

Imam Muslim rohimahulloh dalam Shohih-nya (no. 1164) menyebutkan hadits Abu Ayyub Al-Anshori rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

“Barangsiapa berpuasa Romadhon kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh.”

Kemudian dalam hadits Tsauban rodhiyallohu ‘anhu, maula Rosululloh (bekas budak yang telah dimerdekakan oleh tuannya, yakni Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam), bahwa beliau bersabda :

من صام ستة أيام بعد الفطر كان تمام السنة ، من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها

“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Hari Raya Idul Fithri, maka seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya.” (HR Ibnu Majah no. 1715, Ad-Darimi no. 1762, An-Nasa’i dalam As-Sunanul Kubro no. 2810 dan 2861, Ibnu Khuzaimah no. 2115, Ibnu Hibban no. 938, Imam Ahmad dalam Al-Musnad (5/280), Ath-Thobroni dalam Mu’jamul Kabir no. 1451, dan AthThohawi dalam Musykilul Atsar no. 1425, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul Gholil, 4/107) Read the full post »

Khutbah Idul Fitri di Mahad Darul Ilmi Surabaya

Berikut ini Khutbah Id 1435 di Mahad Darul Ilmi Surabaya.

Semoga bermanfaat.

 

Audio Files VBR MP3
140728_khutbah-id.MP3 10.8 MB

 

Dengar ONLINE di sini