Rekaman Khutbah Jum’at : “WAJIBNYA MENTAATI ROSUL & APA BUKTI CINTA KITA KEPADA BELIAU”

Image result for padang pasir senja

 

Saudaraku kaum muslimin rohimaniyalloh wa iyyakum ajma’in ……..

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Al-Furqon, Jl. Manukan Wetan Tandes Surabaya, dengan tema sebagaimana tersebut dalam judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau menyampaikan tentang kewajiban bagi kita semua sebagai seorang Muslim, yakni mencintai dan mentaati Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Hal ini beliau sampaikan, mengingat banyaknya orang yang mengaku mencintai Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, tetapi tidak ada bukti ketaatan mereka terhadap perintah beliau maupun larangannya. 

Ternyata yang banyak adalah orang-orang yang justru “bermaksiat atau durhaka” terhadap beliau. Yakni, mereka adalah orang-orang yang enggan untuk mentaati perintah beliau, enggan untuk menjauhi larangan beliau, tidak membenarkan setiap khobar atau berita (khususnya tentang perkara ghoib) yang beliau sampaikan, dan juga tidak mau melakukan ibadah sesuai dengan tata cara dan tuntunan yang beliau ajarkan. 

Mereka itulah orang-orang yang pernah disebutkan dalam hadits beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam : “Semua ummatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan.” Para sahabat bertanya : “Wahai Rosululloh, siapakah orang-orang yang enggan itu ?” Beliau menjawab : “Barangsiapa yang mentaatiku, maka dia akan masuk surga. Dan barangsiapa yang bermaksiat/durhaka kepadaku, maka mereka itulah orang yang enggan (masuk surga).”

Maka dari hadits yang mulia ini, dapat kita ketahui tentang wajibnya mentaati Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Lalu, bagaimana bentuknya ? Bagaimana caranya ? Apa buktinya ?

Untuk mengetahui jawaban dan penjelasan itu semua, ikutilah dan dengarlah dengan seksama hingga selesai rekaman khutbah ini, atau dengan mendownloadnya, dengan meng-klik : DI SINI Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “JANGAN SIA-SIAKAN KEWAJIBAN DARI ALLOH TA’ALA”

Image result for menara masjid

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh ………

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at kemarin, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di masjid PT Trackindo, di sebuah perusahaan yang ada di komplek perindustrian Rungkut Industri Surabaya, dengan tema seperti apa yang disebutkan dalam judul tersebut di atas.

Dalam khutbah ini, beliau menyampaikan nasehat, yang dinukil dari sebuah hadits shohih, yang intinya menyerukan agar mentaati apa yang diperintahkan oleh Alloh, khususnya perkara-perkara yang jelas-jelas wajib hukumnya. Sedangkan perkara yang jelas-jelas harom hukumnya, hendaknya dijauhi sejauh-jauhnya.

Diantara perkara yang diwajibkan oleh Alloh Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, adalah perkara Tauhid (mengesakan Alloh Ta’ala dalam semua bentuk ibadah kepada-Nya). Demikian pula, tentang sholat fardhu yang lima waktu. Dan juga masih banyak yang lainnya.

Demikianlah diantara isi/kandungan materi khutbah yang disampaikan pada kesempatan ini. Untuk mendengarkan sendiri selengkapnya, atau untuk mendownloadnya, silahkan anda klik : DI SINI. Read the full post »

INFO DAUROH (KAJIAN INTENSIF) ILMU TAJWID DI BATAM, BERSAMA AL-USTADZ ABU HAZIM hafidzhohulloh

Image result for membaca al-qur'an

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan mengharap ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala

Hadirilah ………

DAUROH (KAJIAN INTENSIF) ILMU TAJWID

Pembicara / Pemateri :

Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori

hafidzhohulloh ta’ala

(Pengasuh Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jawa Timur)

Waktu Kegiatan :

Hari Kamis – Ahad,

27 Rojab – 1 Sya’ban 1437 H / 5- 8 Mei 2016 M

T e m p a t  :

MUSHOLLA AL-BAROKAH

Kav. Pancur Lama, Kota Batam, Sumatra

Informasi Kegiatan :

Abu Hisyam (0819 2705 5166)

Abu Hasan (0813 2117 7907) Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “WASIAT NABI UNTUK BERTAKWA, TAAT PADA PEMERINTAH, SERTA BERPEGANG TEGUH DENGAN SUNNAH NABI & SUNNAH PARA SAHABAT”

Image result for ruang dalam masjid nabawi

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh ………..

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Darul Ilmi Pondok Pesantren Darul Ilmi Manukan Tandes Surabaya, dengan tema seperti yang tertera pada judul tersebut di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz Yoyok WN hafidzhohulloh menyampaikan nasehat yang diambil dari isi khutbah atau wasiat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, dari hadits salah seorang sahabat Rosul yang mulia, Abu Najih Al-Irbadh bin Sariyyah rodhiyallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud dan Al-Imam At-Tirmidzi rohimahumalloh dengan sanad yang shohih.

Dari hadits tersebut di atas, Ustadz Yoyok WN hafidzhohulloh menyampaikan beberapa faedah atau pelajaran penting yang bisa diambil darinya. Apa saja itu ?

Untuk mengetahui isi khutbah ini selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri, atau mendownlaodnya dengan klik : DI SINI. Read the full post »

Nasehat Ulama : “TERMASUK MANHAJ SALAF, HENDAKNYA MENDAHULUKAN MEMPELAJARI & MENGHAPAL AL-QUR’AN SEBELUM ILMU-ILMU YANG LAINNYA”

 

Image result for kitabullah

 

Saudaraku kaum muslimin …..

Apakah kita masih selalu ingin mendengarkan dan mendapatkan nasehat yang bermanfaat dari para ulama pembimbing umat ?

Berikut ini kami sampaikan di hadapan ikhwah sekalian salah satu nasehat yang sangat bagus dan bermanfaat untuk kita semuanya, yakni nasehat yang pernah disampaikan oleh As-Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Mani’ Al-Ansy hafidzhohulloh, saat beliau tinggal beberapa waktu yang lalu di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah Magetan Jawa Timur. 

Nasehat ini kami nukil dari salah satu pelajaran yang beliau sampaikan waktu itu di Pondok Pesantren Ittiba’us Sunnah, dengan tema nasehat sebagaimana disebutkan dalam judul yang tertera di atas, dan sebagai penerjemahnya langsung ketika itu adalah Al-Ustadz Fuad Hasan bin Mukiyi hafidzhohulloh (dari Ngawi Jawa Timur)

Sebenarnya, materi pelajaran ini pernah kami sampaikan juga pada situs kita ini pada kumpulan pelajaran Syaikh hafidzhohulloh. Tetapi mengingat bagusnya dan pentingnya nasehat ini, kami pun ingin mengulangnya kembali dalam kajian yang terpisah, juga dalam rangka untuk mengobati kerinduan kita terhadap nasehat dan bimbingan langsung dari beliaunya.

Untuk mendengarkan rekaman nasehat ini selengkapnya, atau untuk mendownloadnya, silahkan klik : DI SINI Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “APA YANG DILARANG ROSULULLOH JAUHILAH, DAN APA YANG DIPERINTAHKANNYA KERJAKANLAH SESUAI KEMAMPUAN”

Image result for kitab ulama salaf

 

Saudaraku kaum Muslimin rohimakumulloh ……

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at kemarin, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Darul Ilmi, Pondok Pesantren Darul Ilmi, Manukan Tandes Surabaya, dengan tema seperti yang tertera dalam judul di atas.

Dalam kesempatan khutbah ini, Ustadz Yoyok hafidzhohulloh menyampaikan sebuah hadits yang bersumber dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim rohimahumalloh dalam shohih keduanya. Yang intinya tentang wasiat Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, agar kita menjauhi apa saja yang dilarang beliau, dan melaksanakan apa yang beliau perintahkan sesuai dengan kemampuan.

Kemudian Ustadz Yoyok hafidzhohulloh menjelaskan beberapa faedah dan pelajaran penting yang bisa kita ambil dari hadits yang mulia tersebut. Apa saja itu ? Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkannya sendiri atau mendownload rekaman ini, dengan meng-klik : DI SINI Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “AGUNGNYA NIKMAT ISLAM, DAN MEWASPADAI HAL-HAL YANG BISA MEMBATALKANNYA”.

Image result for pilar masjid

 

Ma’asyirol Muslimin rohimakumulloh ….

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Al-Amin, Perumnas Kamal, Bangkalan Madura, dengan tema sebagaimana yang disebutkan dalam judul tersebut di atas.

Dalam khutbah jum’at ini, beliau menyebutkan tentang agungnya nikmat dari Alloh Ta’ala yang berupa hidayah dan taufiq untuk mengikuti agama Islam. Karena itu perlu untuk kita selalu mensyukuri nikmat tersebut. Lalu, bagaimana caranya ?

Demikian pula, beliau menyebutkan, bahwa nikmat Islam ini perlu dijaga, agar kita tetap terus menerus berada di atas nikmat yang agung tersebut. Karena sesungguhnya, nikmat Islam tersebut akan bisa hilang atau lenyap dari diri kita, bila kita tidak menjaganya. Ya, hal itu karena ada beberapa amalan ataupun ucapan ataupun keyakinan, yang akan bisa membatalkan atau merusakkan keislaman yang saat ini ada pada kita. Tahukah Anda, apa sajakah itu ? Insya Alloh dalam khutbah ini beliau akan menyebutkan beberapa diantaranya.

Untuk mengetahui selengkapnya isi kandungan khutbah ini, silahkan Anda menyimaknya dan mendengarkannya sendiri, atau dengan mendownloadnya, dengan Anda klik : DI SINI. Read the full post »

BERIBADAH UMROH SESUAI TUNTUNAN NABI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM (Bagian Kedua)

 

Image result for masjidil haram

 

A. Syarat-Syarat Umroh

Tentang syarat-syarat umroh ini, ada tiga pembahasan, yaitu :

  1. Syarat Wajibnya Umroh
  2. Syarat Sahnya Umroh
  3. Syarat Cukupnya Umroh

Adapun Syarat Wajibnya Umroh ada tiga, yaitu :

a. Beragama Islam

Hal ini berdasarkan kesepakatan (ijma’) para ulama, dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala :

وَقَدِمۡنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنۡ عَمَلٖ فَجَعَلۡنَٰهُ هَبَآءٗ مَّنثُورًا ٢٣ 

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka (orang-orang kafir) kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS Al-Furqon : 23)

وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٨٥ 

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imron : 85)

b. Berakal Sehat (Tidak Gila)

Hal inipun berdasarkan kesepakatan para ulama, berdasarkan dalil hadits Ali bin Abi Tholib dan Umar bin Al-Khotthob rodhiyallohu ‘anhuma, bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam :

رفع القلم عن ثلاثة : عن المجنون حتى يبرأ، وعن النائم حتى يستيقظ، وعن الصبي حتى يعقل

“Pena (catatan amal) diangkat (yakni tidak menuliskan amalan sebagai dosa atau pahala) dari tiga golongan manusia : (yakni) dari orang yang gila sampai hilang kegilaannya, dari orang yang tidur sampai dia bangun, dan dari anak kecil sampai dia berakal (dewasa).” (HR Imam Al-Bukhori rohimahulloh secara mu’allaq, dan disambungkan sanad-sanadnya oleh Imam Abu Dawud (no. 4399), dan Syaikh Muqbil rohimahulloh berkata : “Hadits ini mauquf, tetapi hukumnya marfu’ (terangkat sampai Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam).” (lihat As-Shohihul Musnad, 2/42)

c. Telah Baligh (dewasa)

Inipun juga berdasarkan kesepakatan para ulama (lihat Al-Mughni, 5/6)

d. Orang yang Merdeka (bukan budak)

Hal inipun juga berdasarkan kesepakatan para ulama (lihat Al-Mughni, 5/6). Hal itu karena seorang budak, kemanfaatan dirinya adalah hak/milik dari majikannya/tuannya, dan juga dia tidak mempunyai harta (untuk bisa menunaikan umroh), disamping itu bila dia menunaikan umroh, maka hal itu akan menyia-nyiakan hak majikannya (lihat Al-Majmu’ (7/43) dan Al-Mughni (5/6) )

e. Adanya Kemampuan Untuk Menunaikan Umroh

Hal inipun juga berdasarkan kesepakatan para ulama (Al-Mughni, 7/63), didasarkan pada firman Alloh Ta’ala :

مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ

“….. yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS Ali Imron : 97)

Kesanggupan atau kemampuan yang dimaksud disini adalah meliputi : sehat dan kuat badannya, memiliki bekal (biaya) yang cukup, dan adanya kemampuan menempuh perjalanan jauh kesana. Maka barangsiapa tidak ada kemampuan seperti itu, tidak ada kewajiban baginya untuk haji maupun umroh. (lihat Al-Muhalla, no. 815)

Dan termasuk kemampuan pula, adalah adanya “mahrom” bagi seorang wanita. Yang dimaksud dengan mahrom bagi wanita di sini adalah suaminya, atau orang-orang yang harom menikahinya, seperti : bapaknya, saudara laki-lakinya, anak laki-lakinya, saudara laki-laki sepersusuannya, atau pamannya (saudara laki-laki dari bapaknya). Read the full post »

BERIBADAH UMROH SESUAI TUNTUNAN NABI MUHAMMAD SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM (Bagian Pertama)

Image result for gambar ka'bah terbaru

 

Pengertian Umroh

Secara bahasa, Umroh itu artinya adalah Az-Ziyadah (artinya tambahan). Ada yang mengatakan Al-Qoshdu (berkeinginan/bertujuan). Adapun secara syar’i, Umroh itu artinya adalah : “At-Ta’abbud (beribadah) kepada Alloh Ta’ala, dengan tujuan Baitulloh Al-Harom, untuk melakukan amal-amal yang khusus (tertentu).

(lihat : Al-Mughni (5/5) sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Azhari, juga Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (7/2) oleh Al-Imam An –Nawawi rohimahulloh, Shifat Umroh Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam, hal. 12, karya guru kami, Syaikh Abdulloh Al-Iryani hafidzhohulloh)

Keutamaan Umroh

Keutamaan ibadah umroh itu sangat banyak. Berdasarkan hadits-hadits yang shohih, dijelaskan bahwa diantara keutamaannya adalah sebagai berikut :

Pertama : Antara umroh yang satu dengan umroh berikutnya, akan bisa menghapus dosa-dosa yang terjadi diantara keduanya.

Sebagaimana dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما، والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

“Dari umroh yang satu ke umroh yang berikutnya, adalah sebagai penghapus (dosa-dosa yang terjadi) diantara keduanya. Dan haji yang mabrur itu, tidak ada balasan (yang pantas) baginya kecuali surga.” (HR Imam Al-Bukhori no. 1773 dan Imam Muslim no. 1349)

Kedua : Umroh itu bisa menghapus dosa-dosa kita. Dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu juga, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من حج لله فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه

“Barangsiapa berhaji karena Alloh, lalu dia tidak berbuat rofats dan tidak melakukan kefasikan, dia akan kembali (pulang ke rumahnya) seperti pada hari dia dilahirkan oleh ibunya (yakni seperti bayi yang suci tanpa dosa, edt.).” (HR Imam Al-Bukhori no. 1521 dan Imam Muslim no. 1350).

Makna “rofats” dalam hadits ini adalah melakukan jima’ dengan istrinya ketika sedang menunaikan ibadah haji. Adapun makna “kefasikan”, yakni berbuat kemaksiatan atau kesalahan/dosa-dosa. (lihat Fathul Bari)

Dalam riwayat yang lainnya, dengan lafadz :

من أتى هذا الپيت فلم يرفث ولم يفسق رجع كما ولدته أمه

“Barangsiapa mendatangi rumah ini (yakni Baitulloh Al-Harom), kemudian dia tidak berbuat rofats dan tidak berbuat kefasikan, dia akan kembali (pulang ke rumahnya) seperti pada hari dia dilahirkan oleh ibunya (yakni seperti bayi yang suci tanpa dosa, edt.).”

Lafadz hadits ini, meliputi semua bentuk ibadah yang dilakukan di Baitulloh Al-Harom, baik itu ibadah haji maupun umroh.

Ketiga : Bahwa umroh itu adalah jihad (berperang di jalan Alloh) yang tidak ada peperangan secara langsung padanya.

Dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu juga, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

 جهاد الكبير والصغير والضعيف والمرءة : الحج والعمرة

“Jihadnya orang yang sudah tua, anak-anak kecil, orang-orang yang lemah, dan wanita, adalah haji dan umroh.” (HR Imam An-Nasa’i no. 2626, dishohihkan oleh Syaikh Muqbil rohimahulloh dalam As-Shohihul Musnad, 2/384)

Dalam hadits Aisyah rodhiyallohu ‘anha, dia pernah berkata : “Wahai Rosululloh, adakah kewajiban jihad bagi wanita ?” Beliau menjawab :

نعم، عليهن جهاد لا قتال فيه : الحج والعمرة

“Ya, kewajiban mereka adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya, yaitu haji dan umroh.” (HR Imam Ibnu Majah no. 2901 dan Imam Ahmad no. 24.794, sanadnya shohih)

Dan hadits ini asalnya juga ada dalam Shohih Al-Bukhori, juga dari Ummul Mu’minin Aisyah rodhiyallohu ‘anha, dia berkata : “Wahai Rosululloh, kami memandang bahwa jihad itu adalah seutama-utama amalan. Apakah kami tidak boleh berjihad ?” Beliau menjawab :

لا، لكن أفضل الجهاد حج مبرور

“Tidak, akan tetapi seutama-utama jihad (bagi wanita) adalah haji yang mabrur.” (HR Imam Al-Bukhori no. 1520)   Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “BERHATI-HATILAH DARI KESYIRIKAN YANG TERSEMBUNYI”.

Image result for masjid

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh,

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh, dengan tema seperti yang disebutkan pada judul tersebut di atas.

Dalam khutbah ini, beliau menyampaikan salah satu hadits yang bersumber dari Sahabat Rosul yang mulia, Mahmud bin Labid rodhiyallohu ‘anhu, yang menjelaskan bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada segenap kaum muslimin agar berhati-hati dari SYIRKUS SAROIR (kesyirikan yang tersembunyi).

Contohnya adalah seperti seseorang yang sedang beramal sholih, misalnya sholat, maka ketika dia sholat, ternyata sholatnya tersebut sedang diperhatikan oleh orang lain, maka diapun memperbaguskan sholatnya tersebut, dengan harapan untuk memperoleh pujian atau sanjungan dari orang yang melihatnya. Demikian itulah kesyirikan yang tersebunyi, yang disebut juga dengan istilah RIYA’. Dan ini termasuk Syirik Ashghor (syirik yang kecil, dan tidak menyebabkan dia kafir bila mengamalkannya, hanya saja amalan yang dilakukannya tersebut tidak ada nilainya di sisi Alloh Ta’ala).  

Banyak sekali faedah atau pelajaran penting yang bisa kita ambil dari hadits tersebut di atas. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri rekaman khutbah jum’at ini, atau mendownloadnya dengan klik : ( DI SINI ) Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “BIMBINGAN ISLAM DALAM MENGATASI MUNCULNYA RASA JEMU (BOSAN) DALAM BERAMAL SHOLIH.”

Image result for air tumpah dari gelas

 

Ikhwati fillah rohimakumulloh …….

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, dengan tema khutbah sebagaimana disebutkan dalam judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz menjelaskan bahwa dalam melakukan amal-amal sholih, terkadang muncul perasaan jemu atau bosan dalam beramal tersebut. Pada saat semacam ini, terkadang syaithon muncul membisikkan kepada kita untuk melakukan amal-amal yang menyimpang, yang tentunya kebanyakannya mengarah kepada kejelekan.

Lalu bagaimana sebenarnya bimbingan syari’at agama kita ini, ketika menghadapi saat-saat jemu atau bosan itu datang ketika kita sedang beramal sholih ? 

Jawabannya, salah satunya ada dalam hadits Abdulloh bin ‘Amr bin Al-Ash rodhiyallohu ‘anhuma, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal rohimahulloh dalam Al-Musnad, dengan sanad-sanad yang shohih. 

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkannya sendiri kandungan khutbah ini, atau dengan mendownloadnya dengan klik : ( DI SINI ) Read the full post »

Taushiyyah Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Asnur hafidzhohulloh : “INGATLAH, BAHWA KITA SEMUA AKAN MATI, MAKA PERSIAPKANLAH MENGHADAPINYA.”

 

Image result for KEMATIAN

Kaum Muslimin rohimakumulloh …..

Berikut ini adalah rekaman taushiyyah (nasehat) dari Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Asnur hafidzhohulloh ta’ala, di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dalam suatu kesempatan kunjungan beliau beberapa waktu lalu di Surabaya untuk suatu keperluan.

Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan nasehat tentang kematian. Beliau menukilkan firman Alloh Ta’ala :

إِنَّكَ مَيِّتٞ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ ٣٠   ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عِندَ رَبِّكُمۡ تَخۡتَصِمُونَ ٣١ 

“Sesungguhnya kamu (wahai Muhammad) akan mati, dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu.” (QS Az-Zumar : 30-31)

Ayat ini (dan juga ayat-ayat yang lainnya yang masih banyak) menjelaskan, bahwa kita semuanya akan mati, karena itu hendaknya kita mempersiapkan diri-diri kita menghadapi kematian tersebut.

Sebagaimana juga kita diperintah untuk menghadapi hari kiamat, seperti yang ditunjukkan dalam suatu hadits, ketika ada seseorang sahabat yang bertanya kepada Nabi shollallohu ‘alaoihi wa sallam tentang “kapan hari kiamat” itu akan terjadi ? Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya ?” Orang itupun  menjawab : “Aku tidak mempunyai persiapan apapun, kecuali hanya saja aku mencintai Alloh dan Rosul-Nya.” Maka beliau menjawab : “Seseorang itu kelak akan dikumpulkan bersama dengan orang yang dicintainya.”

Hadits tersebut menunjukkan, pentingnya bagi kita untuk mempersiapkan diri menghadapi datangnya hari kiamat, baik kiamat kecil (yang berupa kematian), maupun kiamat besar (kiamat yang sebenarnya, berupa hancurnya seluruh alam semesta ini).

Selanjutnya, beliau menjelaskan upaya-upaya yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian dan kehidupan di hari akhirat nanti.

Demikianlah beberapa permasalahan yang disebutkan dalam taushiyyah ini. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengerkannya sendiri hingga tuntas rekamannya, atau dengan mendownloadnya, dengan klik : ( DI SINI )   Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “WAJIBNYA MENSYUKURI NIKMAT-NIKMAT ALLOH”

Image result for pemandangan indah

 

Saudaraku kaum muslimin rohimakumulloh ……

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at kemarin, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Darul Ilmi, Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, dengan tema seperti yang telah disebutkan dalam judul yang tersebut di atas.

Dalam khutbah kali ini, beliau mengingatkan kepada kita tentang nimat-nikmat Alloh yang telah banyak dilimpahkan-Nya kepada kita semuanya. Begitu banyaknya, hingga tidak akan ada yang bisa menghitung-hitungnya, sebagaimana dalam firman-Nya :

وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ١٨

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nahl : 18)

Karena itu, kewajiban kita adalah mensyukuri nikmat-nikmat tersebut, sebagaimana yang Dia perintahkan kepada kita semua :

فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ ١٥٢

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS Al-Baqoroh : 152)

فَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلٗا طَيِّبٗا وَٱشۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ ١١٤

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS An-Nahl : 114)

فَٱبۡتَغُواْ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزۡقَ وَٱعۡبُدُوهُ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥٓۖ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ١٧

“Dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.” (QS Al-Ankabut : 17)

Dalil-dalil tersebut di atas menunjukkan pada kita wajibnya untuk selalu mensyukuri segala nikmat Alloh. Dan bila kita mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, Alloh akan semakin menambah-nambah nikmat-Nya kepada kita, sebagaimana dalam firman-Nya :

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ ٧

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrohim : 7)

Selanjutnya, dalam khutbah ini pula, Ustadz Yoyok memberikan contoh beberapa nikmat Alloh Ta’ala yang sangat besar, diantaranya : nikmat Islam, Iman, Rasa Aman dan juga nikmat Kesehatan dan Waktu Luang. Dan masih banyak yang lainnya. Read the full post »

Info Kajian Islam Ilmiyyah Kebumen : “BERSEMANGAT MERAIH KEBERUNTUNGAN”, bersama Al-Ustadz Abu Hazim hafidzhohulloh

Hasil gambar untuk perpustakaan islam

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan mengharap Ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hadirilah …..

 Kajian Islam Ilmiah

Tema :

“BERSEMANGAT MERAIH KEBERUNTUNGAN”

Pembicara :

Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori

hafidzhohulloh ta’ala

(Pengasuh Ma’had Ittiba’us Sunnah Magetan Jawa Timur)

W a k t u :

Hari Ahad, 28 Robi’ul 1437 H / 7 Pebruari 2016

(Mulai ba’da Shubuh, dilanjutkan sampai selesai)

T e m p a t :

Masjid Ali bin Abi Tholib

Desa Jatinegoro Kec. Sempor, Kebumen, Jawa Tengah

Keterangan :

Kajian berlaku untuk umum, ikhwan maupun akhwat.

Info Kajian : Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “DIANTARA SIFAT AHLUL JANNAH, MEREKA MENJAGA KEMALUANNYA (KEHORMATANNYA) DARI MELAKUKAN PERBUATAN YANG HAROM.”

 

Image result for lautan biru

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh,

Berikut ini adalah rekaman Khutbah Jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, dengan tema seperti yang disebutkan pada judul tersebut di atas.

Dalam khutbah ini, beliau mengingatkan, bahwa diantara sifat-sifat Ahlus Jannah (Penduduk Surga), adalah mereka yang bisa menjaga kemaluannya dari melakukan perbuatan keji, yaitu zina dan yang sejenisnya. Sebagaimana disebutkan dalam firman Alloh Ta’ala :

 وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥  إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦  فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٧ 

(“Diantara sifat-sifat orang yang beriman) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Mu’minun : 5-7)

Dan orang-orang yang mempunyai sifat seperti itu dan yang lainnya, maka mereka itu adalah berhak untuk mendapat janji Alloh Ta’ala, yakni dimasukkan-Nya ke dalam surga, seperti dalam firman-Nya :

 أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠  ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١ 

“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Mu’minun : 10 – 11)

Karena itu, sudah merupakan keharusan bagi kita, untuk menjauhkan diri dari sifat-sifat sebagai sorang pezina, dengan membentengi diri kita dari keinginan dan hawa nafsu yang jelek. Tetapi siapa yang tidak mau bersungguh-sungguh berupaya menjaga nafsunya, bahkan condong kepada kejelekan, hingga terjatuh pada zina, Alloh mengancam mereka dengan ancaman adzab yang berlipat-lipat di neraka, sebagaimana dalam firman-Nya :

وَٱلَّذِينَ لَا يَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَلَا يَزۡنُونَۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ يَلۡقَ أَثَامٗا ٦٨

يُضَٰعَفۡ لَهُ ٱلۡعَذَابُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَيَخۡلُدۡ فِيهِۦ مُهَانًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” (QS Al-Furqon : 68 – 69)

Hal itu menunjukkan betapa besarnya dosa zina itu, dan sifat-sifat Ahlul Jannah itu, adalah mereka yang benar-benar mau dan mampu berusaha menahan nafsunya dan kemaluannya, dari melakukan perbuatan yang sangat keji, yaitu zina. Semoga Alloh Ta’ala jauhkan kita semua dari perbuatan zina ini.

Demikianlah sebagaian cuplikan isi atau kandungan khutbah jum’at ini. Adapun selanjutnya, beliau juga menyebutkan dan menjelaskan upaya yang memungkinkan bagi kita untuk kita lakukan, dalam rangka membentengi kemaluan kita dari melakukan –perbuatan keji ini. Apa saja itu ?

Untuk mengetahui selengkapnya, lebih baik kalau Anda mendengarkannya sendiri rekaman khutbah ini selengkapnya, atau dengan mendownloadnya dengan klik : DI SINI Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “KEUTAMAAN ORANG YANG MENUNJUKKAN JALAN KEBAIKAN PADA ORANG LAIN.”

Image result for menara masjid

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh …….

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Al-Islam Manukan Kulon Tandes Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, dengan tema seperti yang tertera dalam judul di atas.

Dalam khutbah ini, Ustadz Yoyok menyampaikan beberapa hadits tentang keutamaan orang yang mengajak orang lain kepada kebaikan, dan menunjukkan jalan kepada kebaikan itu. Diantaranya, dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan itu, dan juga akan mendapatkan pahala sebanyak orang yang mengikuti ajakannya.

Banyak faedah dan keutamaan yang bisa kita raih, apabila kita mengajak dan mendakwahi orang lain pada kebaikan. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda mendengarkannya sendiri rekaman khutbah ini hingga akhir, atau ingin mendownloadnya, silahkan klik : DI SINI

Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “ROSUL TELAH MENJELASKAN APA SAJA YANG BISA MENDEKATKAN ATAU MENJAUHKAN KITA DARI SURGA ATAU NERAKA.”

Image result for jalan

 

Saudaraku kaum muslimin hafidzhokumulloh …

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah hafidzhohulloh, dengan tema seperti yang disebutkan dalam judul tersebut di atas.

Dalam kesempatan ini, beliau menyebutkan satu hadits dari Abdullloh bin Mas’ud rodhiyallohun ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Baghowi rohimahulloh dalam Syarhus Sunnah, tentang penjelasan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, bahwa segala perkara yang bisa mendekatkan atau menjauhkan seseorang dari surga atau neraka, semuanya telah dijelaskan secara gamblang oleh beliau.

Selanjutnya beliau sebutkan beberapa faedah yang bisa diambil dari hadits tersebut. 

Untuk mengetahui isi selengkapnyanya, silahkan Anda mendengarkannya sendiri atau mendownloadnya dengan klik : DI SINI Read the full post »

“HARAMNYA HASAD (IRI DENGKI)”

 

Image result for HATI YANG HASAD

 

Tanya : “Shohihkah hadits yang menyatakan : “Hati-hatilah kalian dari perbuatan hasad, karena hasad itu bisa memakan (menghapus) kebaikan-kebaikan, sebagaimana api bisa memakan kayu bakar.” ? Lalu apa hukumnya hasad tersebut ?

Jawab :

Bismillah. Hadits yang dimaksud, adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud rohimahulloh dalam Sunan-nya (no. 4903), dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ’anhu, dia berkata : “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إياكم والحسد فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب

“Hati-hatilah kalian dari sifat HASAD, karena sesungguhnya hasad itu bisa memakan (yakni menghapus/menghilangkan) amal-amal kebaikan, sebagaimana api bisa memakan kayu bakar.”

Hadits tersebut di atas adalah DHO’IF (lemah). Dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 4903), dari jalan Ibrohim bin Abi Usaid, dari kakeknya, dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu. Dan Ibrohim ini adalah rowi yang “Layyin” (lembek/lunak), dan dia sendiri juga “Majhul” (tidak dikenal). Hadits ini telah didho’ifkan As-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani rohimahulloh dalam Silsilah Ahaadits Ad-Dho’ifah wal Maudhu’ah (no. 1902).\

Seperti hadits tersebut di atas, juga dikeluarkan oleh Al-Imam Ibnu Majah rohimahullohj dalam Sunan-nya (no. 4210), dari Anas bin Malik rodhiyalloh ‘anhu. Tetapi hadits ini DHO’IFUN JIDDAN (sangat lemah), di dalam sanadnya ada Isa bin Abi Isa Al-Hannath, dan dia itu Matrukul Hadist (ditingalkan riwayat hadits darinya). Lihatlah masalah inio dalam Silsilah Ahaadits Ad-Dho’ifah wal Maudhu’ah (no. 1901).   

Walhasil, hadits tersebut di atas adalah Dho’if. Tetapi intinya, menjelaskan dan menunjukkan, bahwa hasad itu adalah perbuatan yang diharamkan. Kita tidak berdalil dengan hadits tersebut di atas yang dho’if itu, tetapi disana ada dalil-dalil lainnya yang menegaskan haramnya hasad tersebut, yakni dalil dari Al-Qur’an maupun dari As-Sunnah yang shohih.

Di dalam Al-Qur’an, Alloh Subhanahu wa Ta’ala mencela orang-orang Yahudi, yang mereka itu berbuat hasad, sebagaimana dalam firman-Nya :

أَمۡ يَحۡسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۖ فَقَدۡ ءَاتَيۡنَآ ءَالَ إِبۡرَٰهِيمَ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَءَاتَيۡنَٰهُم مُّلۡكًا عَظِيمٗا ٥٤ 

“Ataukah mereka (orang-orang Yahudi itu) hasad/dengki kepada manusia (yakni Nabi Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.” (QS An-Nisa’ : 54)

Alloh Ta’ala juga berfirman :

وَدَّ كَثِيرٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَوۡ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِكُمۡ كُفَّارًا حَسَدٗا مِّنۡ عِندِ أَنفُسِهِم مِّنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡحَقُّۖ فَٱعۡفُواْ وَٱصۡفَحُواْ حَتَّىٰ يَأۡتِيَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ١٠٩ 

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Baqoroh : 109)

Alloh Ta’ala juga mencela perbuatan orang-orang Munafiq yang berbuat hasad kepada kaum muslimin, sebagaimana dalam firman Alloh Ta’ala :

وَدُّواْ لَوۡ تَكۡفُرُونَ كَمَا كَفَرُواْ فَتَكُونُونَ سَوَآءٗۖ فَلَا تَتَّخِذُواْ مِنۡهُمۡ أَوۡلِيَآءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۚ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَخُذُوهُمۡ وَٱقۡتُلُوهُمۡ حَيۡثُ وَجَدتُّمُوهُمۡۖ وَلَا تَتَّخِذُواْ مِنۡهُمۡ وَلِيّٗا وَلَا نَصِيرًا ٨٩ 

“Mereka (orang-orang munafiq itu) ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)…….” (QS An-Nisa” : 89) Read the full post »

“SIAPAKAH AHLUS SUNNAH ITU ?”

Image result for salafi berjubah

 

Dalam bahasa Arab, bila dikatakan : “Ahlus Syai’, artinya mereka adalah orang-orang khusus pada sesuatu tersebut.” Bila dikatakan lagi : “Ahlul Rojul”, artinya adalah orang-orang khususnya seseorang. “Ahlul Bait”, artinya orang-orang yang tinggal di rumah tertentu. “Ahlul Islam”, artinya adalah orang-orang yang beragama dengannya. “Ahlul Madzhab”, artinya adalah orang-orang yang beragama atau yang bermadzhab/berpendapat dengannya.”

Oleh karena itulah, makna Ahlus Sunnah itu adalah : “orang-orang khusus yang berpegang teguh dengan sunnah (tuntunan/petunjuk) Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, baik secara ucapannya, amalannya, maupun I’tiqod/keyakinannya.”

Lafadz tersebut (yakni Ahlus Sunnah itu), kemudian secara istilah menjadi perkara yang dimutlakkan pada salah satu dari dua makna berikut ini :

Makna Pertama, adalah makna yang umum : “Yakni masuk di dalamnya semua perkara yang dinisbahkan/disandarkan kepada Islam, selain orang-orang Rofidhoh atau Syi’ah (karena mereka bukanlah Ahlul Islam, karena kekafiran yang ada pada mereka).”

Makna Kedua, adalah makna yang khusus : “Yakni Ahlus Sunnah (orang-orang yang benar-benar berpegang teguh dengan  sunnah Rosululloh) yang murni lagi bersih dari semua bentuk kebid’ahan. Tidak termasuki di dalamnya semua Ahlul Ahwa’ (para pengikut hawa nafsu) dan Ahlul Bid’ah, seperti : Khowarij, Jahmiyyah, Murji’ah, Syi’ah dan selain mereka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh menjelaskan : “Lafadz Ahlus Sunnah, yang dimaksud dengannya adalah orang-orang yang menetapkan kekholifahan yang tiga (yakni semua orang yang meyakini benarnya kekholifahan tiga orang sahabat yang mulia sebelum Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu ‘anhu, yaitu kekholifahan Abu Bakar, Umar dan Utsman rodhiyallohu ‘anhum ajma’in, edt.). Masuk di dalamnya adalah semua kelompok kaum muslimin, kecuali Rofidhoh/Syi’ah.

Terkadang pula, yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah adalah Ahlul Hadits was Sunnah Al-Mahdhoh (yakni orang-orang yang berpegang teguh dengan hadits-hadits dan sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam yang murni). Tidaklah masuk dalam pengertian ini, kecuali orang-orang yang menetapkan sifat-sifat bagi Alloh Ta’ala, dan orang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu bukanlah makhluk (tetapi dia adalah Kalamulloh Ta’ala), dan orang yang meyakini bahwa Alloh Ta’ala itu bisa dilihat nanti di hari kiamat, juga mereka yang menetapkan adanya Qodar (Takdir Alloh), dan lain-lainnya yang merupakan perkara-perkara yang ma’ruf (yang telah dikenal) di kalangan para Ahlul Hadits was Sunnah.” (Minhajus Sunnah, 2/163)      Read the full post »

Rekaman Khutbah Jum’at : “JANGAN BERTASYABBUH (MENYERUPAI) ORANG-ORANG KAFIR.”

Image result for kembang api

 

Kaum Muslimin rohimakumulloh ……

Berikut ini adalah rekaman khutbah jum’at pekan lalu, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN hafidzhohulloh, di Masjid Baiturrohman, Candi Lontar Wetan Surabaya. Adapun tema yang disampaikan adalah sebagaimana disebutkan pada judul di atas.

Dalam khutbah ini, beliau menyampaikan penjelasan dari firman Alloh Ta’ala di Surat Al-Maidah ayat 51 sebagai berikut :

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥١ 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al-Maidah : 51)

Dalam ayat ini, Alloh melarang kita menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashoro sebagai pemimpin dan teladan yang diikuti dan ditaati, karena sesungguhnya mereka adalah musuh kita, yang mereka saling tolong menolong untuk mengalahkan dan melemahkan kita kaum muslimin. Mereka tidak akan berhenti dan tidak akan merasa puas, sampai mereka berhasil menjadikan kita untuk mengikuti agama dan hawa nafsu mereka.

Sebagaimana Alloh Ta’ala juga menyatakan dalam firman-Nya yang lain :

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٢٠ 

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS Al-Baqoroh : 120)

Bahkan mereka (orang-orang Yahudi dan Nashoro) juga menggunakan/mencurahkan sepenuh waktunya untuk berupaya menyesatkan kaum muslimin dari jalan Alloh Ta’ala. Mereka keluarkan seluruh harta bendanya, untuk mengajak kita mengikuti jalan hidup dan hawa nafsu mereka, sebagaimana dijelaskan dalam firman Alloh Ta’ala :

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيۡهِمۡ حَسۡرَةٗ ثُمَّ يُغۡلَبُونَۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحۡشَرُونَ ٣٦ 

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (QS Al-Anfal : 36)

Berdasarkan ayat-ayat tersebut di atas, para ulama kita rohimahumulloh, mereka menyatakan haramnya TASYABBUH (menyerupai) orang-orang kafir dalam segala hal, khususnya yang merupakan kekhususan mereka, baik dalam agama, ibadah, akhlak, tingkah laku, adat istiadat dan sebagainya…………

Demikianlah sebagian isi dari khutbah beliau, yang intinya adalah larangan bagi kita untuk ber-TASYABBUH terhadap orang-orang kafir. Selanjutnya beliau menyebutkan contoh-contoh dan bentuk-bentuk tasyabbuh dengan orang-orang kafir, salah satunya adalah terkait dengan har-hari raya atau perayaan keagamaan. Seperti : perayaan Maulud Nabi, Isro’ Mi’roj, Nazulul Qur’an, perayaan menyambut Tahun Baru Islam dan sebagainya. Apalagi mengikuti perayaan-perayaan orang-orang kafir, seperti perayaan Natal dan Tahun Baru Masehi. Dan beliau juga menyebutkan beberapa akhlak/perangai yang menyerupai orang-orang kafir.

Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan anda mendengarkan hingga akhir rekaman khutbah ini, atau mendownloadnya dengan klik : DI SINI Read the full post »