HUKUM-HUKUM RINGKAS SEPUTAR ZAKAT FITHRI / FITRAH

 

Beras Analog Panganan Alternatif Pengganti Beras Padi dan Terigu ...

Pengertian Zakat Fithri (Zakat Fitrah)

Zakat, secara bahasa artinya adalah An-Nama’ wa Az-Ziyadah (pertumbuhan dan pertambahan). Al-Imam Ibnu Qudamah rohimahulloh berkata : “Dinamai seperti itu (yakni zakat), karena (dengan sebab zakat itu) semakin berbuah/berkembang dan menjadi tumbuh hartanya.”

Terkadang juga zakat bermakna As-Sholaah (kebaikan), seperti dalam firman Alloh (QS Al-Kahfi : 81) atau (QS Maryam : 13)

Adapun secara syar’i, pengertian zakat adalah : “Memberikan sebagian harta yang telah mencapai nishobnya selama setahun, kepada orang-orang faqir/miskin dan yang lainnya, selain Bani Hasyim dan Bani Muthollib.”

Pengertian lainnya : “Nama untuk sesuatu yang diambil secara khusus, dari jenis harta yang khusus, yang mempunyai sifat-sifat yang khusus, dan diberikan (disalurkan) untuk golongan yang khusus (tertentu).”

(Maroji’ : Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (5/295), Fathul Bari Syarh Shohih Al-Bukhori (3/262) dan Lisanul Arab (kamus) )   

Sedangkan Fithr, secara bahasa berasal dari As-Syaq (pecah atau terbelah) (lihat QS Al-Infithor : 1). Dikatakan : “Tafaththorot Qodamaahu” (pecah-pecah atau terbelah telapak kakinya). Maka dari makna itulah diambil al-fithr tersebut untuk orang yang berpuasa, sehingga kalau dikatakan “Fathoro As-Shooimu” (telah berbuka orang yang berpuasa), karena ia membuka mulutnya, seolah-olah orang yang berpuasa itu membelah/memecah puasanya (yakni telah selesai ibadah puasanya tersebut di bulan romadhon) dengan makan (berbuka/berhari raya).”

Sehingga dari penjelasan di atas, Zakat Fitri (Zakat Fitrah) adalah “Shodaqoh yang diwajibkan dengan sebab Fithr (berbuka/berhari raya) dari puasa Romadhon.” Wallohu a’lam bis showab.

(Maroji’ : Mu’jam Tahdzibul Lughoh, pada materi kata “Fathoro”,  Al-Mughni (3/55), Nailul Ma-aarib (2/389), Al-Maushu’ah Al-Fiqhiyyah (23/335) ) Read the full post »

I’TIKAF & HUKUM-HUKUM YANG TERKAIT DENGANNYA

 

Foto Ka’bah, Masjidil Haram, dan Masjid NabawiApa I’tikaf itu ?

I’tikaf secara bahasa, artinya adalah : “Melazimi (menetapi) sesuatu, dan menahan diri (untuk tetap terus menerus) di atasnya (yakni tekun berada di atas perkara tersebut, edt.).” Sebagaimana disebutkan dalam firman Alloh Ta’ala :

إِذْ قَالَ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ (٥٢)

(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu I’tikaf (tekun beribadat) kepadanya?” (QS Al-Anbiya’ : 52)

Adapun pengertian secara syar’i adalah : “Berdiam/tinggal di masjid, (yang dilakukan oleh) orang yang khusus, menurut cara-cara yang khusus, dalam rangka ta’abbud (beribadah) kepada Alloh Ta’ala.” (lihat Fathul Bari Syarh Shohih Al-Bukhori, no. 2025)

Apa Hukum I’tikaf itu ?

Ketahuilah, I’tikaf itu masyru’ (perkara yang disyari’atkan), dan juga mustahab (perkara yang disunnahkan, bukan wajib), berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta ijma’ (kesepakatan para ulama). Dan I’tikaf itu hukumnya tidak wajib, kecuali bagi orang yang bernadzar untuk melakukan I’tikaf, karena hal ini hukumnya wajib baginya, berdasarkan ijma’ para ulama.

Dalil dari Al-Qur’an, yakni firman Alloh Ta’ala :

وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ (١٨٧)

“Dan janganlah kamu campuri mereka (istri-istrimu) itu, sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid. (QS Al-Baqoroh : 187)

Adapun dalil dari sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, adalah hadits dari ‘Aisyah, Ibnu Umar dan Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyallohu ‘anhum ajma’in, yang semuanya terdapat dalam As-Shohihain, bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Romadhon (HR Imam Al-Bukhori no. 2026, 2018, 2025, dan Muslim no. 1167, 1171 dan 1172). Dan dalil-dalil dari hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan disyari’atkan I’tikaf itu sangat banyak.

Adapun dalil dari ijma’, tidak hanya satu ulama saja yang menukilkan bahwa I’tikaf itu disunnahkan. Dan I’tikaf itu tidaklah wajib, kecuali dengan sebab nadzar. Yang menyatakan hal itu diantaranya : Al-Imam Ibnul Mundzir, Ibnu Qudamah dan An-Nawawi rohimahulloh ajma’in, dan juga para ulama yang selain mereka.

(Lihat : Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab (6/407), Al-Mughni (3/63) ) Read the full post »

(( )) HUKUM RINGKAS TENTANG FIDYAH

 

Rumah Makan Timlo Solo Ungaran

Berapakah ukuran Fidyah itu ?

Tentang masalah ini,  ada perselisihan/perbedaan pendapat diantara para ulama sebagai berikut :

Pendapat Pertama : Ukurannya adalah satu mud makanan setiap hari, sama saja apakah makanan itu berupa burr (tepung terigu/gandum), tamr (kurma), sya’ir (gandum) atau yang selainnya yang berupa makanan pokok penduduk suatu negeri. Ini adalah pendapatnya Imam As-Syafi’i, Thowus, Sa’id bin Jubair dan Al-Auza’i rohimahumulloh ajma’in.

Beberapa ulama belakangan, seperti Syaikh Ibnu Baz ( Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15/203), Syaikh Sholih Al Fauzan (Al Muntaqo min Fatawa Syaikh Sholih Al Fauzan, 3/140) dan Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Fatawa Al Lajnah  Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ no. 1447, 10/198), mereka mengatakan bahwa ukuran fidyah adalah setengah sho’ dari makanan pokok di negeri masing-masing (baik dengan kurma, beras dan lainnya). Mereka mendasari ukuran ini berdasarkan pada fatwa beberapa sahabat, di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

(Ukuran 1 sho’ sama dengan 4 mud. Satu sho’ kira-kira 3 kg. Setengah sho’ kira-kira 1½ kg)

Catatan : “Asal dari satu mud itu adalah seukuran dua telapak tangan manusia yang sedang, lalu dengan keduanya biasa dipakai untuk mengambil/memenuhi bahan makanan dengannya.” Mudahnya, dalam bahasa Jawa (Suroboyoan) : “sak cawukan”, wallohu a’lam (lihat An-Nihayah fii Ghoribil Hadits wal Atsar, 4/256). Adapun satu sho’ itu sama dengan 4 mud. Read the full post »

(( UPDATE )) PUASANYA ORANG-ORANG YANG LEMAH (YANG TIDAK ADA KEMAMPUAN SAMA SEKALI UNTUK BERPUASA)

 

 

Cerpen]Gubuk Emak January 22, 2013 Entertainment , Sastra Islami 2 ...

Termasuk dalam hal ini adalah kakek dan nenek yang sudah sangat tua dan lemah yang keduanya tidak ada kemampuan sama sekali untuk berpuasa, atau orang yang sakit yang sakitnya tersebut  tidak bisa diharapkan kesembuhannya.

Dalam masalah ini, para ulama telah ijma’ (sepakat) bahwa bagi orang-orang yang lemah seperti tersebut di atas tidak ada kewajiban bagi mereka untuk berpuasa, dan hendaknya mereka berbuka (tidak berpuasa). Para ulama yang menyebutkan adanya ijma’ tentang permasalahan ini diantaranya adalah Ibnul Mundzir, Ibnu Abdil Barr, Al-Qurthubi dan An-Nawawi rohimahumulloh ajma’in. (lihat Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (6/258-259), Al-Istidzkar (10/213), Tafsir Al-Qurthubi (2/289) )

Lalu apa yang diwajibkan bagi mereka bila tidak berpuasa ?

Dalam masalah ini terdapat dua pendapat yang masyhur di kalangan para ulama :

Pendapat Pertama : Diwajibkan begi mereka untuk membayar fidyah (yakni memberi makan kepada orang miskin setiap harinya, sebanyak hari-hari yang dia tidak berpuasa).

Ini adalah pendapatnya Jumhur fuqoha’, diantaranya Imam As-Syafi’i, Ahmad, Ishaq, Abu Hanifah. Dan telah berpendapat seperti itu juga para sahabat Nabi, seperti Anas bin Malik, Ibnu Abbas, Qois bin Sa’ib dan Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhum ajma’in. Dari kalangan Tabi’in diantaranya ‘Ikrimah, Sa’id bin Al-Musayyab, ‘Atho’, Qotadah, Sa’id bin Jubair dan lain-lain. Read the full post »

LAILATUL QODAR, KEUTAMAANNYA DAN BEBERAPA PERMASALAHAN HUKUM YANG TERKAIT DENGANNYA

 

malam terlihat begitu cerah gugusan bintang bertabur di angkasa ...

MENGAPA DINAMAI LAILATUL QODAR ?

Para ulama menyebutkan ada beberapa alasan/pendapat mengapa dinamai dengan “LAILATUL QODAR” (malam kemuliaan). Ada yang mengatakan : “Karena pada malam itu Alloh Subhanahu wa Ta’ala menentukan (takdir) semua apa yang dikehendaki-Nya berupa urusannya (perintahnya), sampai setahun yang akan datang.” Dalil yang menunjukkan akan hal itu adalah firman Alloh Ta’ala :

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (٤)

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (Catatan : yang dimaksud dengan urusan-urusan di sini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, seperti: hidup, mati, rezki, untung baik, untung buruk dan sebagainya, edt.)” (QS Ad-Dukhon : 4)

Ada pula yang berpendapat : “Sesungguhnya dinamai seperti itu adalah dalam rangka mengagungkannya dan memuliakannya. Seperti ucapan seseorang kepada orang lain (yang dimuliakan/dihormati) : “Li fulan qodrun”, yaitu orang tersebut mempunyai kemuliaan dan kedudukan.”

Ada pula yang mengatakan : “Dinamai seperti itu karena amal-amal ketaatan yang dilakukan pada malam itu akan mendapatkan kedudukan/kemuliaan yang sangat besar dan balasan/pahala yang sangat banyak.”

Dan masih banyak pendapat-pendapat lain tentang permasalahan ini (lihat Tafsir Ath-Thobari, pada tafsir surat Al-Qodr) Read the full post »

Murottal al Ustadz Abu Arqom Mushlih 1435 H

Bismillah…

Belum memiliki koleksi murottal 30 Juz asatidzah ahlissunnah?

Berikut ini murottal dari tilawatul quran pada Sholat Isya dan Tarawih 1435 H di Mahad Ittibaus Sunnah Magetan, dengan qori’/imam Al Ustadz Abu Arqom Mushlih (adik al Ustadz Abu Hazim Muhsin).

Tafadhol disimak, semoga bermanfaat.

(ORIGINAL, tanpa editan efek suara)

Klik di sini

Nasehat asy-Syaikh Hasan bin Qoshim ar-Roimiy Untuk Ahlus Sunnah di Indonesia

Sumber: Whatsapp al Akh Abu Muhammad (+967716273xxx) di group/forum Salafiyyun

Nasehat Umum untuk saudara saudaraku Ahlus Sunnah 
di Negeri Indonesia

 

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على أشرف النبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه إجمعين

 

Aku memuji kepada Allah yang telah memudahkan bagiku untuk berziarah kepada saudara saudaraku yang mulia, Ahlus Sunnah Wal Hadits di negeri Indonesia, 

Pada akhir ziarahku, sebelum aku safar ke negeri Yaman, ini aku ingin memberikan beberapa nasehat yang dengannya, mudah-mudahan Allah memberikan manfaat kepada kita semua;

1.  Aku nasehatkan kepada saudara saudaraku yang mulia untuk senantiasa terus menerus untuk mencari ilmu yang bermanfaat,  dan berdakwah kepada Allah ta’ala. Sungguh telah membuat hatiku bergembira dengan apa yang aku lihat dari markiz markiz ilmiyyah,  serta ma’had ma’had Ahlussunnah yang diasuh oleh saudara saudaraku mulia di tempat tempat mereka,  yang mereka telah menimba ilmu di Darul Hadits Dammaj. 

2.  Aku wasiatkan juga bagi mereka untuk menjaga ukhuwwah dalam agama dan sunnah, serta berupaya untuk menguatkan serta mempereratnya. 

3.  Aku wasiatkan mereka untuk berpegang teguh diatas manhaj salaf sholih -semoga Allah meridhai mereka semua-,  serta jangan menghiraukan syubhat syubhat Ahlul Bathil atau berdebat dengan mereka,  terkhusus Hizbul Jadid.

4.  Aku wasiatkan untuk bersungguh-sungguh untuk mempelajari bahasa arab kepada anak didik kalian.

Yang terakhir, sebuah kalimat haq yang aku ucapkan secara terang terangan ; Read the full post »

Haruskah Andil Dalam PEMILU dan Demokrasi ?

Berikut ini potongan rekaman yang kami ambil dari pelajaran kitab adab HILYATUL ALIMIL MUALLIM WA BULGHOTUTH THOLIBIL MUT’ALLIM karya asy Syaikh Salim bin Ied al Hilali pada bab MENJAGA ILMU DAN MEMULIAKANNYA pada sub bab BERHATI-HATI DARI PINTU-PINTU PEMERINTAH/PENGUASA.

Semoga bermanfaat untuk kaum mukminin.

Rekaman selengkapnya pada postingan khusus pelajaran ini, Insyaalloh.

Audio Files
Download MP3
140406-haruskah-andil-dalam-pemilu-dan-demokrasi-utk-merubah-atau-meminimalisir-kejelekan.mp3

Dengar ONLINE di sini

Rekaman terkait, klik di sini

“HAKEKAT DEMOKRASI DAN PEMILU”

 

 istana negaraSaudaraku kaum muslimin, banyak diantara pembaca situs ini yang menanyakan tentang apa yang sekarang ini banyak dibicarakan oleh masyarakat di negeri kita Indonesia tercinta ini, yakni tentang Pesta Demokrasi Rakyat yang lebih dikenal dengan Pemilihan Umum atau Pemilu.

Untuk mengetahui apa sesungguhnya hakekat dari demokrasi dan pemilu itu, mari kita melihat kepada bimbingan para ulama yang terpercaya, berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafunas Sholih (para pendahulu umat ini yang sholih, yakni para Sahabat Rosululloh, para Tabi’in dan Atba’ut Tabi’in)

Dalam kesempatan ini, kami akan nukilkan bagaimana bimbingan guru kami, yakni Syaikh Al-‘Allamah Abu Abdirrohman Yahya bin Ali Al-Hajuri hafidzhohulloh, tentang masalah ini. Kami akan nukilkan tulisan dan jawaban ringkas karya beliau, dari kitab Al-Mabadi’ul Mufidah fit Tauhid wal Fiqh wal Aqidah. Selanjutnya kami akan berikan catatan atau penjelasan seperlunya, agar lebih bisa dipahami.

Pada Soal (pertanyaan) ke-46 dari kitab tersebut, tertulis : “Apabila ditanyakan kepadamu : “Apa hakekat Demokrasi itu ?” Maka Jawablah : “Demokrasi itu adalah hukum kolektif individu-individu manusia itu sendiri, bukan (yang berasal) dari Kitabulloh (Al-Qur’an) dan bukan pula (dari) Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.”

Soal ke-47 : “Apabila ditanyakan kepadamu : “Apa hukumnya (demokrasi tersebut) ?” Maka jawablah : “Demokrasi itu adalah Syirik Akbar (yakni perbuatan Syirik (menyekutukan Alloh Ta’ala), yang sangat besar, edt.). Dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala :

إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ

“Hukum (keputusan) itu hanyalah kepunyaan Allah….” (QS Yusuf : 40)

Juga firman Alloh Ta’ala :

وَلا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا (٢٦)

“Dan Dia (Alloh) tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan hukum (keputusan)”. (QS Al-kahfi : 26) Read the full post »

SHOLAT TAROWIH DAN KEUTAMAANNYA

 

SOLAT TARAWIH DARI MASJIDIL HARAM, MAKKAH

Saudaraku kaum muslimin, 

Salah satu ibadah yang juga disyari’atkan oleh Alloh Ta’ala atas umat Islam di bulan Romadhon ini adalah SHOLAT TAROWIH.

TAHUKAH ANDA, APA SHOLAT TAROWIH ITU ?

Tarowih dalam bahasa arab, adalah bentuk jamak dari kata Tarwihah, yang maknanya adalah waktu sesaat untuk istirahat (lihat Lisanul Arob (2/462) dan juga Fathul Bari, 4/294)

Dan tarwihah pada bulan Romadhon dinamakan seperti itu karena jama’ah yang melakukan sholat tarowih tersebut beristirahat setelah melakukan sholat tiap 4 roka’at (Lisanul Arob, 2/462)

Dan sholat yang dilakukan secara berjama’ah pada malam-malam bulan Romadhon dinamakan dengan Sholat Tarowih, karena jama’ah yang sholat tarowih tersebut beristirahat setelah melakukan dua kali salam (yakni, setelah dua roka’at lalu salam, kemudian melakukan dua roka’at lagi lalu salam, edt.) (Syarh Shohih Muslim (6/39), Fathul Bari (4/294) dan Lisanul Arob, 2/462)

APA HUKUMNYA ?

Ketahuilah, sholat tarowih itu hukumnya mustahab/sunnah. Dalilnya adalah  hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, yang mana Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa menegakkan (sholat malam pada bulan) Romadhon karena iman dan mengharapkan pahala dari Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Imam Al-Bukhori no. 1901 dan Muslim no. 760)

Al-Imam An-Nawawi rohimahulloh menjelaskan : “Yang dimaksud dengan Qiyamur Romadhon adalah sholat tarowih, dan para ulama telah bersepakat bahwa sholat tarowih itu hukumnya adalah mustahab (sunnah).” (Syarh Shohih Muslim (6/385) dan (5/140), lihat juga Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (3/526), semuanya karya beliau)

Hal itu juga dinyatakan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar rohimahulloh dalam Fathul Bari (4/295) Read the full post »

Tilawatul Quran min Sholatit Tarawih

UPDATE : Surat Al Qomar, Ar-Rahman, Al-Isro’ (santri), dan LINK yang bermanfaat untuk mencari lafadz-lafadz arab dalam Al Quran dengan mengetik lafadz ejaan latinnya


Bismillah… Berikut ini rekaman tilawatul quran dari sholat tarawih 1435 H yang diselenggarakan di mahad Darul Ilmi Surabaya dengan imam al Ustadz Abu Ubaidah Ruly yang diikuti oleh santri dan beberapa kaum muslimin dari sekitar mahad.

Audio Files VBR MP3
140628-abasa.mp3 818.5 KB
140628-a’laa,al 505.6 KB
140628-buruuj,al 690.1 KB
140628-ikhlash,al 212.8 KB
140628-infithor,al 524.1 KB
140628-insyiqoq,al 694.5 KB
140628-kaafiruun,al 290.6 KB
140628-muthoffifiin,al 1.0 MB
140628-naba,an-naazi’at,an 1.8 MB
140628-takwir,at 618.9 KB
140628-thoriq,ath 470.0 KB

Read the full post »

Kajian Kitab Syarh Lum’atil I’tiqod : “AL-QUR’AN ADALAH KALAMULLOH (FIRMAN ALLOH)”

Caleg Beragama Islam Harus Jalani Tes Baca Al-Qur’an Saudaraku kaum muslimin,

Berikut ini adalah rekaman Kajian Rutin Kitab Syarh Lum’atil I’tiqod Al-Haadi ilaa Sabiilir Rosyaad, karya As-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya beberapa saat lalu.

Pembahasan disini adalah tentang AL-QUR’AN.

Kita meyakini, bahwa Alloh Ta’ala mempunyai salah satu sifat, yaitu AL-KALAM (berfirman). Dan diantara Kalamulloh (Firman Alloh Ta’ala) adalah AL-QUR’ANUL ADZIM (Al-Qur’an yang agung lagi mulia). Al-Qur’an adalah Kitabullohul Mubin (Kitab yang jelas/nyata), Hablullohul Matin (tali penghubung menuju Alloh yang sangat kokoh), dan Shirotullohul Mustaqim (jalan Alloh Ta’ala yang lurus), yang diturunkan dari sisi Alloh Ta’ala, yang diturunkan dan dibawa oleh Ruhul Amin (ruh yang terpercaya, yakni Malaikat Jibril ‘alaihis salam) ke dalam hati Sayyidul Mursalin (pemimpin para Nabi dan Rosul, yaitu Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam), dengan menggunakan bahasa Arab yang sangat jelas (mudah dipahami).

Al-Qur’an adalah yang diturunkan dari sisi Alloh Ta’ala dan bukan makhluk. Dari Alloh-lah Al-Qur’an itu bermula (berasal), dan kelak akan kembali kepada-Nya. Inilah diantara sekelumit isi dari pembahasan permasalahan ini. Untuk mengetahui selengkapnya, silahkan Anda menyimak sendiri rekaman lengkapnya, semoga bermanfaat dan menambah wawasan ilmu dan keyakinan kita tentang prinsip-prinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.  Read the full post »

Adab-Adab Berpuasa (5) : “MENJAUHI SEMUA PERKARA YANG BISA MERUSAKKAN ATAU MENGURANGI PAHALA PUASA.”

 

LANGKAH ATASI RETAK RAMBUT atau RETAK HALUS PADA BETON

Sebagaimana kita ketahui, Alloh subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan kepada kita berpuasa untuk satu tujuan dan hikmah yang agung, sebagaimana dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqoroh : 183)

Al-Imam Ibnu katsir rohimahulloh menjelaskan ayat yang mulia ini dalam tafsirnya : “Alloh Ta’ala berfirman kepada orang-orang mukmin dari kalangan umat ini, dan Dia memerintahkan kepada mereka untuk berpuasa, yaitu : menahan diri dari makan dan minum dan segala hal yang bisa merusakkan (puasanya tersebut), dengan niat ikhlas karena Alloh Azza wa Jalla, mengingat bahwa di dalam puasa tersebut ada pembersihan terhadap jiwa dan kesuciannya, dan juga pembersihan diri dari tercampurnya (jiwa itu) dengan kerendahan dan akhlak yang hina.” (Tafsir Al-Qur’anul Adzim)

Maka seorang muslim itu diperintah untuk selalu menjaga dirinya dari semua perkara yang dilarang, baik itu yang berupa perkataan ataupun perbuatan yang jelek, di setiap waktunya, lebih-lebih lagi di bulan yang suci lagi mulia ini, yakni Romadhon.

Dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu disebutkan bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشربه

“Barangsiapa tidak bisa meninggalkan berkata dusta (bohong) dan beramal dengannya serta berbuat bodoh, maka Alloh tidak membutuhkan dia meninggalkan makanan dan minumannya (yakni Alloh tidak butuh kepada puasa orang tersebut, edt.).” (HR Imam Al-Bukhori no. 6057) Read the full post »

Bersabarlah dalam Ibadah…

Bismillah…

Ibadah kepada Robbul Alamin, membutuhkan pengorbanan, baik lahir maupun batin. Sebagaimana orang-orang yang terdahulu telah melewatinya dan manjalaninya dari kalangan nabi dan rosul, juga orang-orang shalihnya. 

Cukuplah kisah nabi Ibrahim yang diwahyukan kepadanya untuk menyembelih putranya tercinta, sebagai ibroh untuk ini semua.

Dan tidaklah pengorbanan itu semua bisa terlaksana, kecuali dengan modal KESABARAN yang tinggi disertai dengan KEYAKINAN akan kesudahan yang baik setelahnya.

Semoga rekaman berikut ini bisa menjadikan kita hamba yang sabar.

Baarokallohufiikum, tafadhol.

Audio Files VBR MP3
140502-khutbah-ke-1-bersabar-dlm-ibadah.mp3 3.3 MB
140502-khutbah-ke-2-nasehat-utk-penuntut-ilmu-dan-dai-ilalloh.mp3 1.9 MB

 

Dengar ONLINE di sini

Adab-Adab Berpuasa (4) : “MEMPERBANYAK AMAL SHOLIH DAN BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM MENUNAIKAN BERBAGAI JENIS IBADAH”.

 

Amalan SedekahDiantara adab lainnya yang juga harus selalu diperhatikan dan dijaga oleh orang yang berpuasa adalah memperbanyak amal sholih dan bersungguh-sungguh dalam menunaikan berbagai jenis ibadah.

Ya, hal itu karena semua amal yang kita lakukan di bulan Romadhon akan dilipatgandakan pahalanya oleh Alloh hingga berlipat-lipat, lebih-lebih amalan yang berupa puasa ini, demikian pula amal-amal orang yang berpuasa, Alloh Ta’ala mengistimewakan mereka dengan memberikan balasan khusus dari sisi-Nya, beda dengan amal-amal ibadah yang lainnya.

Dalam sebuah hadits dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, bahwa Alloh Azza wa Jalla berfirman :

كل عمل ابن أدم له إلا الصيام فإنه لي و أنا أجزي به

“Setiap amal anak Adam (yakni manusia) adalah baginya, kecuali puasa, karena puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan memberikan balasan (secara khusus) kepadanya…….” (HR Imam Al-Bukhori no. 1904 dan Muslim no. 1151)  

Dalam riwayat lainnya, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, Alloh Ta’ala berfirman : “Dia meninggalkan makanan dan minumannya serta syahwatnya karena Aku. Puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan memberikan balasan (secara khusus) kepadanya, satu kebaikan itu akan dilipatgandakan (balasannya) sepuluh kali lipat yang semisalnya.”

Dalam riwayat Imam Muslim lainnya dengan lafadz : “Semua amal-amal anak Adam (manusia) akan dilipatgandakan, satu kebaikan akan dilipatgandakan (balasannya) sepuluh kali lipat yang semisalnya, sampai mencapai tujuh ratus lipat. Kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya…” Read the full post »

Pelajaran Sifat Sholat Nabi

update Ahad, 29/06/14 ; Sunnah-sunnah Fi’liyah dalam Sholat


Berikut ini rekaman pelajaran dari kitab TA’LIMU SHIFAATI SHOLATIN NABIYYI shollallohu’alaihiwasallam BIL ADILLATI karya seorang tholibul ilmi di Darul Hadits Dammaj Abu ‘Utsman Sayyid Ali bin Muhammad al Kury as Shoumaly bersama al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok.

Kajian ini cocok pula didengarkan oleh anak-anak karena bahasanya insyaalloh mudah dipahami mereka.

Baarokallohufiikum, tafadhol….

Read the full post »

Adab-Adab Berpuasa (3) : MENYEGERAKAN BERBUKA PUASA

kurma-12Diantara adab lainnya yang juga harus selalu diperhatikan dan dijaga oleh orang yang berpuasa adalah menyegerakan berbuka puasa. Artinya, apabila benar-benar telah tiba waktu untuk berbuka, maka orang yang berpuasa itu hendaknya bersegera berbuka dan tidak menunda-nundanya.

Hal itu karena Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر

“Manusia itu akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Imam Al-Bukhori no. 1957 dan Muslim no. 1098, dari hadits Sahl bin Sa’ad rodhiyallohu ‘anhu)

Dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لا يزال الدين ظاهرا ما عجل الناس الفطر للأن اليهود والنصارى يؤخرون

“Agama ini akan senantiasa berada dalam keadaan nampak (menang dan ditolong oleh Alloh) selama manusia menyegerakan berbuka puasa, karena sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashoro mereka mengakhirkan (berbuka).”  (HR Imam Abu Dawud no. 2353, dishohihkan oleh Syaikh Muqbil Al-Wadi’i rohimahulloh dalam Al-Jami’ush Shohih, 2/420)

Hadits tersebut menunjukkan, agama Islam ini akan senantiasa ditolong dan dimenangkan oleh Alloh Ta’ala atas agama-agama lain, selama umat Islam itu sendiri mau menetapi kebaikan (berada dalam kebaikan secara terus menerus), diantaranya adalah dengan “bersegera” dalam berbuka puasa. Untuk bisa “menyegerakan” berbuka seperti itu, tentunya kita harus tahu waktunya, yakni kapan kita dibolehkan segera berbuka puasa.

LALU KAPAN WAKTUNYA ?

Dijelaskan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqolani rohimahulloh : “Para ulama telah sepakat, bahwa tempatnya/waktunya yang demikian itu adalah apabila matahari benar-benar telah tenggelam, baik karena berdasarkan penglihatan sendiri atau karena berita dari dua orang yang adil, demikian pula berita yang datang meskipun dari satu orang yang adil menurut pendapat yang paling rojih (kuat).” (Fathul Bari, no. hadits 1957) Read the full post »

Kajian Seputar Ramadhan

update 28/06/14

Sebentar lagi kaum muslimin akan memasuki bulan suci Ramadhan. Sebagai seorang muslim yang senantiasa ingin berjalan di atas ilmu, tentunya tidak asing dengan slogan yang itu adalah konsekuensi mengikuti Nabi Shollallohu’alaihiwasallam “BERILMU SEBELUM BERKATA DAN BERAMAL”.

Maka dalam kesempatan kali ini, kami tampilkan rekaman terbaru kajian seputar puasa Ramadhan oleh al Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok yang diambil dari kitab `ITHAFUL ANAM FI AHKAMI WA MASAILISH SHIYAM` karya asy Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam hafidzohullohuta`ala (mustafid fiqh di Darul Hadits Dammaj, yang sekarang membuka markiz dakwah di kota `Ibb Yaman).

Semoga bermanfaat.

Audio Files

Download MP3

140522_definisi.MP3

10.0 MB

140529_sejarah-puasa.MP3

9.5 MB

Read the full post »

HUKUM ORANG YANG BERPUASA TETAPI TIDAK SHOLAT

 

Download Masjid E Aqsa Wallpaper, Masjid E Aqsa Free Wallpaper ...

Kaum Muslimin rohimakumulloh,

Permasalahan tersebut di atas banyak terjadi di tengah masyarakat kita, yakni banyaknya orang-orang yang berpuasa tetapi tidak sholat fardhu (wajib). Bagaimanakah hukum puasa mereka ? Untuk mengetahuinya, berikut ini kami sampaikan kumpulan fatwa Syaikh kami (guru kami) Syaikh ‘Allamah Yahya bin Ali Al-Hajuri hafidzhohulloh, dari kitab beliau Ithaaful Kirom bi Ajwibati Ahkaami Az-Zakaati wa Al-Hajji wa As-Shiyaam, yang diterbitkan oleh penerbit Daaru Al-Imam Ahmad, Mesir, tahun 1427 H.

Hanya saja yang kita tampilkan saat ini adalah permasalahan sebagaimana judul di atas, insya Alloh akan kita sambung dengan permasalahan-permasalahan lain seputar Puasa Romadhon. Silahkan membacanya dengan seksama, barokallohu fiikum……… 

Pertanyaan (1) : “Apabila orang yang berpuasa meninggalkan sholat fardhu (sholat wajib) dari sholat-sholat yang lima waktu, apakah batal (tidak sah) puasanya orang tersebut, dan apa kewajiban yang harus dilakukannya ?” Read the full post »

(( UPDATE )) BERPUASA DAN BERHARI RAYA BERDASARKAN RU’YATUL HILAL

 

puisi bulan sabit bulan sabit malam ini langkah pulangku tertemani ... Abu Abdirrohman Yoyok WN

Pertanyaan (1) : “Kapankah diwajibkan bagi kita semua untuk melaksanakan puasa Romadhon ? Apa dasar penentuannya ?”

Jawab :

      Wajib atas kita melaksanakan ibadah Puasa Romadhon berdasarkan Ru’yatul Hilal (yakni melihat terbitnya hilal/bulan sabit tanggal 1 Romadhon), atau Ikmal (menyempurnakan) hitungan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

      Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhu dalam As-Shohihain, bahwa nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila kamu telah melihatnya (yakni hilal Romadhon) maka berpuasalah, dan apabila kamu telah melihatnya (hilal Syawal) maka berbukalah/berharirayalah. Jika tertutup mendung atas kalian, maka kira-kirakanlah.” Dalam riwayat Imam Muslim dengan lafadz : “Maka kira-kirakanlah/takdirkanlah 30 hari.” (HR Imam Al-Bukhori no. 1900 dan Imam Muslim no. 1080)

      Kemudian seperti hadits itu pula diriwayatkan oleh Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu (HR Imam Al-Bukhori no. 1909 dan Imam Muslim no. 1081), dengan lafadz : “Sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.” 

      Berdasarkan dalil-dalil tersebut, maka penentuan masuknya bulan Romadhon dan kewajiban berpuasa di dalamnya adalah dengan dua cara, yakni dengan Ru’yatul Hilal atau dengan cara Ikmal, wallohu a’lam. Read the full post »